Blog

  • 5 Tipe Vegan. Kamu Nomor Berapa?

    January 30, 2020
    5 Tipe Vegan. Kamu Nomor Berapa? image

    Seperti yang sudah kita ketahui, veganisme tidak memihak kepada eksplotasi serta kekejaman terhadap hewan dan lingkungan. Veganisme mengorganisir dengan rapi apa-apa saja yang dapat dikenakan maupun dikonsumsi sehingga meminimalisir hingga tidak sama sekali mengandung kekejaman/eksploitasi.

    vegan

    Sumber : www.naturespath.com

    Veganisme sendiri bercabang menjadi 5 tipe vegan dengan minat isu/alasan yang berbeda-beda. Namun tetap saja inti dari masing-masing minat memiliki satu tujuan yaitu menyelamatkan bumi. Apa saja ya 5 tipe vegan yang dimaksud?

    Plant-based

    Alasan kamu menjadi vegan adalah demi kesehatan? Mungkin kamu tipe vegan plant-based, nih. Tipe vegan yang satu ini tidak memakan daging sama sekali dan hanya mengonsumsi produk nabati yang langsung dari sumbernya (farm to table) dan dimasak sealami mungkin tanpa adanya tambahan bahan yang mengandung lemak jenuh. Sering kali, mereka yang melabeli diri sebagai vegan namun masih sesekali menggunakan produk non sustainable akan dianggap vegan tipe plant-based.

    High Carb Low Fat

    Kata siapa vegan tak mungkin bisa mendapat asupan pangan yang seimbang? Dari sayur, kacang dan buah-buahan kamu bisa mendapat banyak asupan karbo harian yang tentu saja tidak akan bikin gemuk. Rendah lemak adalah kuncinya! Mereka yang menganut vegan HCLF ini memang lebih fokus dengan asupan karbonya dan sebisa mungkin tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Sesekali tetap bisa makan lemak yang didapat dari alpukat atau kacang-kacangan, namun porsinya sangat minimalis.

    HCLF ini sangat bagus bagi vegan yang hendak membentuk otot tubuh.

    Enviromentally Concious / Sadar Lingkungan

    Greta Thunberg adalah salah satu dari sekian banyak orang yang beralih menjadi vegan demi kelestarian lingkungan. Krisis iklim akibat deforestasi menjadi alasan utama mengapa pola hidup vegan adalah cara terbaik untuk mengurangi kerusakan yang telah terjadi.

    Raw

    Sesuai namanya, jenis vegan yang satu ini hanya mengonsumsi makanan vegan yang mentah dan tidak dimasak sama sekali. Menu diet ini biasanya terdiri dari buah, sayur, gandum, kacang-kacangan yang bisa dimakan mentah dan biji-bijian.

    Ethical

    vegan

    Sumber : www.peta.org

    Vegan jenis ini hampir mirip dengan enviromentally concious, hanya saja lebih detil dalam pemaknaan veganisme. Mereka tidak memakai pakaian, produk kecantikan dan rias yang non sustainable, juga tidak mengonsumsi makanan vegan yang tak dapat dilacak jejak air dan karbonnya. Bisa dibilang ethical vegan sama dengan gaya hidup minimalis ekstrim.

    Itu dia 5 tipe vegan yang WAJIB kamu ketahui. Kini jadi lebih paham yah kalau dunia veganisme ternyata tidak sempit dan membosankan. Nah, kamu tipe vegan yang mana?

    PLANTFUL


  • Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya?

    January 30, 2020
    /
    Diet , Life Style
    Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya? image
    Kamu tahu gak kalau istilah vegan dan vegetarian itu berbeda maknanya? Walau rasanya sudah tak asing dengan keduanya, ternyata masih banyak yang belum tahu kalau vegan dan vegetarian adalah dua nama diet yang berbeda. Memang tidak terlalu signifikan sih perbedaannya, tapi tetap kalau kita tak tahu, bisa-bisa kita salah mengonsumsi makanan yang tepat.
     

    Selain vegan dan vegetarian, ada juga istilah diet flexitarian dan pascatarian. Sebelum kamu memilih diet mana yang cocok dengan tubuhmu, sebaiknya kamu cari tahu dulu apa sih sebenarnya perbedaan dari ke-empat istilah diet itu? Tenang saja, Plantful sudah rangkum penjelasannya di bawah ini!

     
    Vegan
    Veganisme adalah tipe diet yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani seperti daging-dagingan, dairy products, telur dan boga bahari. Selain konsumsi makanan, diet veganisme juga berlaku pada apapun yang dikenakan seperti pakaian dan aksesoris (tidak berbahan kulit hewan asli, ramah lingkungan), produk kecantikan dan riasan (cruelty free, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan), serta obat-obatan.
     
    Dari veganisme lahirlah lima tipe vegan, yaitu : Etikal, plant-based, raw, high carb low fat dan sadar/peduli lingkungan. Klik di sini untuk tahu perbedaannya!

     
    Vegetarian
    Tak sama dengan veganisme, seseorang yang mengaku menerapkan diet vegetarian belum sepenuhnya meninggalkan konsumsi produk hewani. Vegetarian memang tidak memakan daging hewani, namun masih mengonsumsi dairy products atau telur.
    vegetarian
    Sumber: www.bbc.co.uk

    Ada dua jenis vegetarian : Lacto-vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging serta telur namun masih menambahkan dairy products (susu, keju, yogurt, krim) pada menu dietnya. Lalu ada ovo-vegetarian, yaitu mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani apapun kecuali telur.
     
    Bagi kamu yang belum kuat untuk menerapkan veganisme, mencoba diet vegetarian tentu dapat jadi tolak ukur kekuatan tubuhmu.

     
    Flexitarian
    Belum bisa tidak makan daging hewani sama sekali? Kamu bisa jadi flexitarian sembari menerka-nerka kesanggupan tubuhmu, nih! Flexitarian adalah jenis diet yang lebih banyak porsi konsumsi plant-based namun sesekali masih mengonsumsi daging serta produk hewani lainnya. Demi kesehatan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang menjalani diet ini. Tapi biasanya, flexitarian juga sangat berhati-hati dalam memilih produk hewani yang hendak mereka konsumsi. Mereka mengutamakan daging dari hewan yang tidak dikandang, organik dan peternakannya ramah lingkungan.

     
    Pescatarian
    pescatarian
    Sumber : www.thespruceeats.com

    Jenis diet yang satu ini cukup unik karena fokus konsumsinya bukanlah daging (sapi, kambing, unggas, kelinci, dst) melainkan ikan. Sama seperti ke-tiga diet sebelumnya, pescatarian tetap mengedepankan konsumsi produk nabati dengan porsi yang sangat besar. Namun para penganut diet pescatarian menambahkan ikan dalam menunya. Agak serupa dengan diet Mediterania namun perbedaannya pescatarian tidak mengonsumsi daging putih sama sekali.
     
    Ternyata nama-nama diet yang berakhiran “ian” tidak sama maknanya, ya? Walau begitu, ke-empat jenis diet populer di atas ini memiliki satu tujuan utama, yaitu menyelamatkan lingkungan dan mengedepankan kesehatan tubuh. Setelah tahu perbedaannya, kamu mau menjalankan diet yang mana, nih?
     
    PLANTFUL
     

  • 5 Selebriti yang Memutuskan Jadi Vegan

    January 28, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    5 Selebriti yang Memutuskan Jadi Vegan image

    Selama beberapa tahun ini, veganisme menjadi garda terdepan bagi mereka yang mengidamkan pola hidup sehat. Popularitas vegan rasanya sulit turun walaupun peminatnya berlimpah, tak seperti pilihan pola hidup sehat lainnya. Semakin banyak yang menyadari manfaat vegan yang dampaknya tepat sasaran pada kesehatan serta kelestarian lingkungan.

    Menjadi seorang vegan kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Resep menu vegan dengan bahan-bahan yang mudah dan murah beredar di media sosial sehingga kita bisa menyimpannya untuk referensi menu makan esok hari. Ada banyak juga restoran yang menyajikan menu khusus vegan sehingga makan-makan keluar bersama teman tak lagi membuat risau.

    Mungkin kemudahan-kemudahan yang Plantful sebutkan di atas masih belum sepenuhnya meyakinkan kamu untuk mencoba veganisme. Hmm, mungkin kamu bisa lebih termotivasi begitu membaca daftar 5 selebriti yang memutuskan jadi Vegan ini. Yuk kita cari tahu siapa saja selebnya!

    Zac Efron

    Setelah bertahun-tahun menjalani jadwal yang padat dan membuat kesehatannya naik turun, pemeran Troy Bolton di film High School Musical ini akhirnya memutuskan untuk menjalani diet vegan guna memperbaiki metabolisme tubuhnya.

    Zac Efron

    Sumber : www.livekindly.co


    Pada 2018 lalu, Zac mengaku kalau dirinya mulai mengonsumsi makanan non hewani secara total dan merasakan banyak manfaat langsung pada tubuhnya. Ia jadi lebih berenergi serta mudah mengontrol waktu tidurnya. Bahkan perubahan pola makannya itu tak membuatnya lemas apalagi sampai berhenti berolahraga angkat beban.

    Will.I.Am

    Will.I.Am

    Sumber : www.plantbasednews.org


    Rapper kenamaan asal Amerika yang tergabung dalam grup musik Black Eyed Peas ini memulai perjalanan vegannya pada tahun 2018. Sama seperti Zac Efron, Will.I.Am mencoba mengonsumsi plant based menu demi kesehatannya. Dalam waktu singkat saja, Ia langsung dibuat jatuh cinta dengan konsep veganisme. Will.I.Am pun mendeklarasikan dirinya sebagai VE-GANG. Kini Will.I.Am ikut menyuarakan pentingnya menjadi veganisme demi hak asasi hewan serta demi keselamatan bumi di masa kini dan selamanya.

    Jenna Dewan


    Diagnosa lactose-intolerant justru mengantarkan Jenna Dewan kepada veganisme di usianya yang masih sangat belia. Ia merupakan salah satu selebriti yang sangat berdedikasi pada veganisme, bahkan Jenna juga sering membagikan resep-resep vegan pada akun youtubenya.

    Jenna Dewan

    Sumber : www.chooseveg.com


    Menjadi vegan tak membuatnya kehilangan energi apalagi menurunkan kesehatannya,. Sebaliknya, ibu yang sedang mengandung anak keduanya ini justru merasa lebih cantik dan energetik setelah menjadi seorang vegan. Hmm, ternyata vegan adalah rahasia kecantikan Jenna Dewan, ya!

    Billie Eilish


    Billie sangat tertutup akan kehidupan pribadinya termasuk gaya hidup vegannya yang ternyata sudah lama Ia lakukan. Billie selalu mengatakan bahwa Ia menjadi vegan atas pilihannya sendiri dan tak memaksa orang lain untuk mengikuti dirinya, namun Ia menyarankan jika ingin menyelamatkan lingkungan, menjadi vegan adalah salah satu cara yang tepat serta mudah.

    Billie Eilish

    Sumber : www.starsinsider.com 


    Pemenang penghargaan Grammy Awards 2020 termuda ini sudah menjadi vegan sejak kisaran tahun 2014 dan mengatakan dalam suatu interview bahwa Ia sangat menyayangi binatang dan tak ingin menyakiti apalagi mengambil hak asasi para hewan. Selain kecintaannya terhadap hewan, Billie juga menjadi salah satu dari jajaran selebriti yang aktif menyuarakan perlawanan atas krisis iklim. Ia menulis lagu All the Good Girls Go to Hell sebagai protes terhadap mereka yang tak percaya pada perubahan iklim.

    Eva Celia

    Eva Celia

    Sumber : www.Instagram.com/Evacelia

    Dara kelahiran Jakarta 21 September 1992 ini telah beralih menjadi vegan, mengikuti jejak sang Ibunda pada 2018 lalu. Eva menyadari pentingnya menjaga lingkungan dengan memutus sama sekali konsumsi daging serta produk hewani. Walau sempat dianggap berlebihan karena sering membagikan informasi tentang kekejaman manusia terhadap hewan, Eva tetap yakin dengan pilihannya menjadi vegan dan tak berhenti mengedukasi followersnya mengenai veganisme.

    Itu dia daftar 5 selebriti yang memutuskan jadi vegan dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Sudah lebih yakin kan kalau veganisme itu tidak sulit dan dapat memberikan dampak baik kepada kehidupan kita. Yuk mulai coba-coba jadi vegan dengan mengikuti gerakan Veganuary! Mumpung masih sempat!

    PLANTFUL


  • Sumber Protein Vegan

    January 22, 2020
    /
    Diet , Veganism
    Sumber Protein Vegan image

    Tubuh manusia dirancang untuk membutuhkan banyak sekali zat, vitamin dan mineral agar sistem dan saraf yang menggerakkan kehidupan kita dapat berfungsi dengan baik. Protein adalah salah satu zat yang tubuh perlukan dan selama ini kita tahu bahwa sumber protein terbesar untuk tubuh didapatkan melalui konsumsi daging hewani.

    Mengapa kita butuh protein? Protein terdiri dari sejumlah asam amino yang berperan vital dalam pembentukan sel dan jaringan serta membantu sistem kekebalan tubuh. Sudah pasti dong tiap harinya kita wajib mengonsumsi makanan yang mengandung protein.

    Vegan Protein

    Sumber : www.liveeatlearn.com

    Ketika seseorang mengubah pola hidupnya menjadi vegan, pertanyaan “Dari mana sumber protein vegan berasal?” tentunya akan berseliweran. Tidak banyak yang menyangka bahwa makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan juga dapat memberi asupan protein untuk tubuh, terutama jika dikombinasikan. Dibandingkan dengan sepiring steak seberat 250 gr, sepiring hidangan vegan yang terdiri dari kombinasi antara kacang, biji-bijian, sayur dan buah tentu saja lebih mengenyangkan juga dapat mengurangi resiko penyakit jantung.

    Asupan nutrisi harian (RNI) orang dewasa adalah 0.75g per kg berat badan dalam sehari. Jadi jika berat badanmu semisal 60kg kalikan 0.75, hasilnya adalah 45g. Berarti kamu membutuhkan asupan protein sebesar 45g sehari.

    Vegan Protein

    Sumber : www.livekindly.co

    Ada dua jenis sumber protein vegan yaitu Complete dan Incomplete Protein. Complete protein sudah mengandung 9 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi harus didapatkan dari sumber pangan. Sementara Incomplete protein tidak sepenuhnya mengandung asam amino sehingga sebaiknya dikombinasikan agar dapat saling melengkapi.

    Sumber Complete Protein (protein dalam gram : g) :

    1. Tahu, matang (8-10g /100gr)
    2. Tempe, matang (18g / 100gr)
    3. Nasi dan kacang-kacangan, matang (10-15g / 1 cup)
    4. Quinoa, matang (8g / 1 cup)
    5. Chia seeds (4g / 2 sdm)
    6. Gandum hitam / buckwheat, butiran (23g / 100gr)
    7. Spirulina (4g / 1 sdm)
    8. Kacang kedelai, mentah (36g / 100gr)
    9. Hemp seeds (11g / 30gr)

    Sumber Incomplete Protein :

    1. Grains, matang (sekitar 5g / 100gr)
    2. Kacang dan biji-bijian (6-9g / 30gr)
    3. Kacang-kacang polong (7-9g / 100gr)
    4. Sayuran (ercis = 7g / 1 cup, bayam & brokoli = 3-4g / 1cup)
    5. Nutritional yeast (4g / 1 sdm)

    Tentunya masih banyak lagi sumber protein vegan yang bisa dikonsumsi oleh vegans guna memperkuat daya tahan tubuh. Kita bisa membuat kombinasi menu seperti gado-gado, Buddha Bowl, cap cay vegan, sandwich tuna vegan, smoothie bowl, oatmeal dengan toping selai kacang dengan buah-buahan dan banyak menu vegan lainnya.

    Plantful

    Katering vegan Plantful juga menyiapkan menu full plant based yang tentunya mementingkan asupan protein dan vitamin harian kamu, lho! Klik Di sini untuk melakukan pemesanan pertamamu!

    PLANTFUL

    Sumber referensi : https://trisalexandranutrition.com/blog/plant-based-protein-sources


  • 5 Susu Alternatif Pengganti Susu Sapi

    January 19, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    5 Susu Alternatif Pengganti Susu Sapi image

    Pada akhir tahun 2019 lalu, perusahaan susu sapi terbesar di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut karena penjualan dan keuntungan yang turun drastis. Selama empat tahun terakhir, penjualan susu sapi di negeri Paman Sam itu memang mengalami kemerosotan parah. Hal ini disebabkan oleh melonjaknya peralihan konsumsi susu sapi ke susu vegan/non dairy products.

    Sebaliknya, menurut CNN Business susu oat justru mengalami peningkatan penjualan bahkan hingga 636%. Membuktikan bahwa minat masyarakat dalam gaya hidup veganism kian hari kian populer, apalagi saat ini sedang berlangsung gerakan Veganuary.

    Susu non dairy memang masih asing di Indonesia. Terlebih lagi karena konsumsi sapi sebagai tambahan gizi anak masih belum merata di setiap daerah. Jadi kampanye susu vegan rasanya masih jauh dari mungkin untuk disebarkan dalam sekejap. Susu non dairy paling populer adalah susu kacang kedelai/soy milk. Di Indonesia, susu ini biasa dikonsumsi sebagai minuman ringan atau pengganti susu bagi yang alergi susu sapi. Sering kali kita temui susu kacang kedelai di minimarket atau dijual oleh tukang susu keliling.

    Ada banyak jenis susu non dairy dengan tekstur serta rasa yang berbeda-beda pula. Walau kebanyakan susu vegan berbahan dasar kacang-kacangan, ada juga lho susu yang terbuat dari beras, gandum utuh juga kelapa. Apa saja sih jenis susu non dairy yang menjadi pengganti susu sapi? Berikut ini Plantful jabarkan daftar 5 susu alternatif pengganti susu sapi!

    Susu Almond
    Selain susu kacang kedelai, susu almond juga menjadi pilihan populer bagi para vegan atau mereka yang mengidap lactose intolerant. Mudah ditemui juga mudah dibuat menjadi alasan mengapa susu almond sangat digemari.

    Almond Milk

    Sumber : www.minimalistbaker.com

    Kandungan vitamin D yang terdapat pada segelas susu almond sangat tinggi sehingga cocok menjadi pengganti susu sapi. Walau begitu susu almond tidak memiliki cukup banyak kandungan protein serta serat.

    Cocok untuk : Campuran smoothie, pengganti susu sapi pada resep kue, dituang dalam sereal favorit.

    Susu Oat/Gandum
    Kata siapa vegan tidak bisa menikmati segelas es kopi susu kekinian? Oat milk to the rescue! Tekstur susu oat begitu creamy dan memiliki rasa manis natural sehingga cocok sekali untuk menggantikan susu sapi dalam varian menu kopi.

    Oat Milk

    Sumber : instagram.com/wandering_wild_home

    Bagi kamu yang membutuhkan tambahan serat, susu oat bisa menjadi pilihan utama dalam rancang rencana dietmu.

    Cocok untuk : Campuran kopi/teh, tambahan dalam adonan pancake.

    Flax Seeds Milk/Susu Biji Rami
    Kamu yang pernah melihat rupa flax seeds pasti heran bagaimana mungkin flax seeds diolah menjadi susu. Nyatanya flax milk dinyatakan sebagai salah satu susu alternatif ter-sehat karena manfaat yang terdapat di dalamnya begitu banyak. Flax milk mengandung lemak omega-3 yang terbukti mencegah kanker, diabetes dan penyakit jantung.

    Flax Milk

    Sumber : instagram.com/good_karma_foods

    Susu ini juga mengandung vitamin A, B12 dan D. Cocok untuk para vegan karena biasanya kesulitan mendapatkan asupan vitamin-vitamin tersebut. Selain itu, flax milk juga bebas dari kolestrol dan baik untuk kamu yang alergi kacang-kacangan! How is it not healthy?

    Cocok untuk : Campuran kopi dan smoothie, sebagai tambahan dalam resep sup krim.

    Rice Milk/Susu Beras

    Rice Milk

    Sumber : www.minimalistbaker.com

    Bukaaan ini bukan air tajin! Susu beras memang tidak mengandung banyak vitamin apalagi protein, tapi bagi kamu yang mengidap alergi terhadap kacang, ini bisa menjadi alternatif. Karena rendah lemak, tekstur susu beras sangat cair dan tidak terlalu cocok untuk dicampur dengan kopi atau sebagai bahan dalam resep yang memerlukan tekstur kental.

    Cocok untuk : Campuran smoothie.

    Susu Mete
    Rendam kacang mete mentah semalaman lalu blender dengan air dan kurma tanpa biji, then you got yourself a delicious cashew milk! Segelas susu mete bisa mencukupi 50% kebutuhan vitamin E harian kita. Kalau mau kulit sehat nan glowing, susu mete pilihan nomor satu! Tekstur susu mete yang kental bisa digunakan dalam berbagai resep vegan favoritmu.

    Cashew Milk

    Sumber : www.vanillaandbean.com

    Cocok untuk : Campuran smoothie, sebagai tambahan dalam resep sup krim, pengganti susu sapi dalam adonan es krim, penambah krim dalam kare, campurkan pada sereal atau granola.

    Itu dia 5 susu alternatif pengganti susu sapi bagi Vegan. Ternyata susu non dairy juga istimewa dan gak kalah manfaatnya dengan susu sapi. Yuk bereksperimen dengan susu non dairy dan temukan yang mana susu favoritmu!

    PLANTFUL


  • 7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    January 17, 2020
    /
    Veganism , Life Style
    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti image

    Sudah coba jadi vegan/vegetarian, tapi masih bingung mau bikin apa setiap harinya. Walau sudah pesan vegan catering di Plantful, tetap dong sesekali juga ingin masak makanan vegan sendiri di rumah. Tantangan menjadi vegan pun gak berhenti di tahap itu aja, minim motivasi untuk terus ikutan veganuary sampai selesai juga semakin memberatkan pola pikir kita.

    Kalau sudah begini yang dibutuhkan adalah mencari inspirasi dari 7 vegan influencers yang wajib diikuti di media sosial pilihan Plantful. Siapa saja yah para influencers itu?

    1. Gaz Oakley (Avant Garde Vegan)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/avantgardevegan

    Karirnya sebagai chef dimulai sejak dirinya berusia 15 tahun saat bekerja di restoran hotel lokal. Belasan tahun berlalu, Ia memutuskan untuk rehat dari masak-memasak di dapur profesional dan berganti karir.

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : www.avantgardevegan.com

    Selama pergantian karirnya inilah Gaz mulai bertransformasi menjadi vegan. Ia lalu memutuskan membuat kanal youtube dengan nama AvantGardeVegan untuk berbagi resep-resep vegan yang mudah dibuat.

    2. Pupu Paula

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Plantpoweredpupu


    Perempuan tangguh berlipstik merah ini menjadi inspirasi bagi para calon vegan di Indonesia, terutama bagi mereka yang mengikuti keseharian Paula di instagram. Paula kerap kali membagikan rekomendasi tempat makan vegan yang Ia dan suaminya yakini sedap. Kamu bisa melihat rekomendasinya di akun instagram Paula, Plantpoweredpupu. Pssst, Paula juga merupakan instruktur yoga lho! What vegans can’t do?

    3. Ferdinand Beck (Vegainstrength)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Vegainstrength


    Siapa bilang vegan gak bisa punya otot? Vegainstrength mematahkan mitos itu dan membuktikan pada khalayak instagram bahwa seorang vegan bisa lebih sehat dan kuat dari pada non-vegan. Vegainstrength tak hanya membagikan tips berolahraga pada akun instagramnya, Ia juga menuliskan resep-resep yang sederhana serta memberi informasi terkini mengenai dunia veganism.

    4. Yoesi Ariyani (Yoear)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Yoear

    Susah jadi vegan di Indonesia! So wrong, so wrong! Hampir semua hidangan tradisional kita bisa disubtitusi bahan hewaninya lho! Buktinya, Yoesi berhasil menciptakan resep masakan Indonesia yang full vegan.

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Yoear

     

    Tentunya tak terpikir oleh kita bagaimana bisa nasi goreng terasi kencur tuh vegan? Well, langsung saja ikuti akun instagram Yoear dan siap-siap terpukau dengannya.

    5. Alexandra Andersson (fivesechealth)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Fivesechealth


    Kalau kamu sering lihat video masak menu vegan di IG, kemungkinan besar kamu sedang melihat video buatan Fivesechealth. Karena hampir semua akun instagram yang berbau vegan pasti me-repost video apik karya Alexandra Andersson. Alexandra tak hanya jago membuat kita jatuh cinta pada videonya, Ia juga membuat aplikasi sendiri yang di dalamnya terdapat resep-resep vegan buatannya serta informasi asupan nutrisi wajib bagi para vegan.

    6. Roxy Pope & Ben Pook (So Vegan)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Sovegan


    Menjadi vegan bisa jadi tantangan yang berat, apalagi kalau kamu satu-satunya yang mengamini gaya hidup ini. Tapi gimana jadinya kalau pasanganmu juga memiliki passion yang sama dalam veganism? Goals banget, kan? Itulah yang membuat banyak orang mengagumi pasangan vegan satu ini.

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/SoVegan

    Tak hanya memulai kanal youtube bernama ‘So Vegan’, Roxy dan Ben juga membangun website bernama We are So Vegan yang di dalamnya bisa kita temui aneka resep masakan vegan yang tentunya ciamik! Tahun 2018 lalu, So Vegan juga merilis buku resep perdana mereka berjudul So Vegan in 5.

    7. Andrea Hannemann (Earthyandy)

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : Instagram.com/Earthyandy


    Kalau sebelumnya ada pasangan vegan, yang satu ini adalah vegan family. Awalnya Andrea memutuskan untuk mencoba plant based diet demi kesehatannya. Setelah berlangsung beberapa bulan, Ia merasa bahwa veganism justru memberinya banyak energi dan ketenangan dari pada saat Ia masih mengonsumsi daging hewani.

    7 Vegan Influencers yang Wajib Diikuti

    Sumber : www.earthyandy.com

    Ia juga melatih anggota keluarganya untuk mencintai veganism. Andrea berbagi tips dan trik veganism di akun instagramnya Earthyandy serta website dengan nama yang sama.

    Siapa sangka 7 vegan influencers yang wajib diikuti di atas ini ternyata gak hanya keren tapi juga bikin kita semangat lagi untuk melanjutkan veganuary. Kalau kamu, siapa saja vegan influencers inspirasimu?

    Plantful


  • 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Ikut Gerakan Veganuary

    January 10, 2020
    3 Alasan Kenapa Kamu Harus Ikut Gerakan Veganuary image

    Ada sejuta alasan mengapa kita harus mengurangi konsumsi daging hewani sekarang juga. Bencana yang disebabkan oleh krisis iklim beberapa waktu belakangan ini seharusnya membuat kita sadar betapa pentingnya mengambil langkah, baik langkah kecil maupun besar, untuk menyelamatkan bumi. Menjadi seorang vegan/vegetarian adalah langkah pertama yang sangat tepat sasaran. Mungkin memang berat untuk serta-merta mengubah pola makan yang bertolak belakang dengan kebiasaan kita selama ini, tetapi sebagai permulaan, gimana kalau kita tantang diri untuk mengikuti gerakan Veganuary? 

    Veganuary

    Sumber : www.twitter.com/Veganuary

    Apa itu Veganuary? Veganuary adalah gerakan yang diprakarsai oleh sepasang suami istri asal Inggris, Matthew Glover dan Jane Land, untuk memulai tahun baru dengan berhenti mengenakan dan mengonsumsi segala sesuatu yang mengandung unsur hewani selama satu bulan penuh. Veganuary sendiri merupakan kombinasi dua kata dalam bahasa Inggris yaitu Vegan dan January. Dimulai sejak tahun 2014, Veganuary sudah berhasil mengumpulkan seperempat juta partisipan dari seluruh penjuru dunia dan membuat ratusan merk dagang, restoran serta supermarket mengeluarkan produk yang 100% vegan.

    Joaquin Phoenix

    Sumber : www.peta.org

    Gerakan Veganuary juga populer di kalangan selebriti papan atas. Bahkan, para seleb pun terang-terangan mendukungnya. Ada Joaquin Phoenix, sang aktor pemenang piala Golden Globes dalam perannya sebagai Arthur Fleck di film Joker. Joaquin sudah menjadi seorang vegan sejak usia belia dan Ia juga dikenal sebagai aktivis hak asasi hewan. Selanjutnya ada Paul McCartney, vokalis band kenamaan The Beatles yang ternyata sudah menjadi seorang Vegan selama lebih dari 40 tahun. Serta Evanna Lynch, aktris pemeran Luna Lovegood dalam film Harry Potter yang sering mengkampanyekan Veganuary sebagai gerakan yang akan mengubah pandangan hidup seseorang.

    Di tahun 2020 perkiraan peserta yang berikrar pada gerakan Veganuary akan meningkat pesat dari tahun sebelumnya. Kamu mau ikut memeriahkan Veganuary, tapi masih belum yakin akan gerakan ini? Plantful akan menjabarkan 3 alasan kenapa kamu harus ikut Gerakan Veganuary sekarang juga!


    1. Misi Penyelamatan Bumi

    Mungkin kamu bertanya-tanya, apa hubungannya menjadi vegan dengan menyelamatkan bumi? Ada banyak jalan untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim dan kerusakan-kerusakan lainnya, namun menjadi vegan adalah salah satu cara termudah jika kita mau berkomitmen.

    Veganuary

    Sumber : www.livekindly.co

    Peternakan hewan merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar yang menyebabkan rusaknya lapisan ozon, sehingga terjadilah pemanasan global. Saking daruratnya keadaan bumi hari ini, pemanasan global pun telah berubah tingkat menjadi krisis iklim. Sebagai makhluk bumi sudah sepantasnya kita bersikeras menjaga tempat di mana kita berpijak. Menjadi vegan adalah suatu bentuk protes seorang individu pada keserakahan kelompok-kelompok yang menolak kenyataan bahwa bumi sedang menuju kehancurannya.

    1. Hak Asasi Hewan

    Melindungi hewan dari kekejaman bisa datang dari segala bentuk serta upaya, menjadi vegan adalah cara terbaik untuknya. Peta telah mengestimasi bahwa menjadi seorang vegan berarti kamu (individu) telah menyelamatkan sampai 200 hewan (terutama hewan ternak untuk dikonsumsi) setiap tahunnya.

    1. Sehat dan Berenergi

    Tidak bisa dipungkiri, mengurangi konsumsi daging dan produk hewani lainnya akan merubah cara kerja tubuh. Jika kita terlalu banyak mengonsumsi daging, berbagai macam penyakit akan hinggap dan tentu saja membuat kita menderita di kemudian hari. Memperbanyak plant based food dalam menu sehari-hari tidak saja akan mendetoks racun dalam tubuh, tetapi juga menambah lebih banyak energi karena berbagai varian sayur serta protein dari kacang/biji-bijian ada dalam piring kita. 

    Veganuary

    Sumber: www.instagram.com/Scorpionmind

    Ada banyak makanan non hewani yang mengandung lebih banyak protein dari pada daging. Seperti kacang soya (terdapat pada tempe, tahu atau dibuat susu kacang), edamame, lentil, gandum (oatmeal) dan sayur-mayur. Jadi jangan khawatir kalau kamu takut kekurangan protein.

    Itu dia 3 alasan kenapa kamu harus ikut gerakan Veganuary di tahun 2020 ini. Jangan lupa untuk dengarkan kebutuhan tubuhmu, lakukan riset dari berbagai sumber dan persiapkan diri sebaik mungkin! Jangan lupa untuk order paket vegan catering Plantful di siniBeing vegan is easy-peasy,

    Plantful