Blog

Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya?

January 30, 2020
/
Diet , Life Style
Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya? image
Kamu tahu gak kalau istilah vegan dan vegetarian itu berbeda maknanya? Walau rasanya sudah tak asing dengan keduanya, ternyata masih banyak yang belum tahu kalau vegan dan vegetarian adalah dua nama diet yang berbeda. Memang tidak terlalu signifikan sih perbedaannya, tapi tetap kalau kita tak tahu, bisa-bisa kita salah mengonsumsi makanan yang tepat.
 

Selain vegan dan vegetarian, ada juga istilah diet flexitarian dan pascatarian. Sebelum kamu memilih diet mana yang cocok dengan tubuhmu, sebaiknya kamu cari tahu dulu apa sih sebenarnya perbedaan dari ke-empat istilah diet itu? Tenang saja, Plantful sudah rangkum penjelasannya di bawah ini!

 
Vegan
Veganisme adalah tipe diet yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani seperti daging-dagingan, dairy products, telur dan boga bahari. Selain konsumsi makanan, diet veganisme juga berlaku pada apapun yang dikenakan seperti pakaian dan aksesoris (tidak berbahan kulit hewan asli, ramah lingkungan), produk kecantikan dan riasan (cruelty free, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan), serta obat-obatan.
 
Dari veganisme lahirlah lima tipe vegan, yaitu : Etikal, plant-based, raw, high carb low fat dan sadar/peduli lingkungan. Klik di sini untuk tahu perbedaannya!

 
Vegetarian
Tak sama dengan veganisme, seseorang yang mengaku menerapkan diet vegetarian belum sepenuhnya meninggalkan konsumsi produk hewani. Vegetarian memang tidak memakan daging hewani, namun masih mengonsumsi dairy products atau telur.
vegetarian
Sumber: www.bbc.co.uk

Ada dua jenis vegetarian : Lacto-vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging serta telur namun masih menambahkan dairy products (susu, keju, yogurt, krim) pada menu dietnya. Lalu ada ovo-vegetarian, yaitu mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani apapun kecuali telur.
 
Bagi kamu yang belum kuat untuk menerapkan veganisme, mencoba diet vegetarian tentu dapat jadi tolak ukur kekuatan tubuhmu.

 
Flexitarian
Belum bisa tidak makan daging hewani sama sekali? Kamu bisa jadi flexitarian sembari menerka-nerka kesanggupan tubuhmu, nih! Flexitarian adalah jenis diet yang lebih banyak porsi konsumsi plant-based namun sesekali masih mengonsumsi daging serta produk hewani lainnya. Demi kesehatan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang menjalani diet ini. Tapi biasanya, flexitarian juga sangat berhati-hati dalam memilih produk hewani yang hendak mereka konsumsi. Mereka mengutamakan daging dari hewan yang tidak dikandang, organik dan peternakannya ramah lingkungan.

 
Pescatarian
pescatarian
Sumber : www.thespruceeats.com

Jenis diet yang satu ini cukup unik karena fokus konsumsinya bukanlah daging (sapi, kambing, unggas, kelinci, dst) melainkan ikan. Sama seperti ke-tiga diet sebelumnya, pescatarian tetap mengedepankan konsumsi produk nabati dengan porsi yang sangat besar. Namun para penganut diet pescatarian menambahkan ikan dalam menunya. Agak serupa dengan diet Mediterania namun perbedaannya pescatarian tidak mengonsumsi daging putih sama sekali.
 
Ternyata nama-nama diet yang berakhiran “ian” tidak sama maknanya, ya? Walau begitu, ke-empat jenis diet populer di atas ini memiliki satu tujuan utama, yaitu menyelamatkan lingkungan dan mengedepankan kesehatan tubuh. Setelah tahu perbedaannya, kamu mau menjalankan diet yang mana, nih?
 
PLANTFUL