Blog

  • 6 Pengganti Daging untuk Vegan

    February 29, 2020
    /
    Food , Veganism
    6 Pengganti Daging untuk Vegan image

    Jadi vegan otomatis gak lagi mengonsumsi daging hewani dong! Vegan pun gak sedih kalau harus berpisah dengan semua produk hewani karena bahan makanan yang plant based gak kalah nikmat!

    “Terus gimana kalau vegan kangen makan daging?”

    Pertama, kayaknya para vegan gak kangen deh makan daging. Kedua, kalau pun kangen, ada banyak lho pilihan pengganti daging hewani yang 100% berbahan dasar nabati dan rasanya bahkan lebih enak dari daging asli!

    Gak percaya? Sok atuh dibaca daftar 6 pengganti daging untuk vegan berikut ini. Siapa tahu langsung berubah pikiran dan daftar jadi vegan.

    Vegan Meat
    Vegan meat adalah suatu produk berbahan dasar nabati yang menirukan daging hewani dari segi tekstur, rasa dan tampilan. Vegan meat ini biasanya terbuat dari bermacam-macam bahan seperti kacang kedelai, sayuran berprotein tinggi, tepung gandum dan lain sebagainya.

    Vegan Meat

    Sumber : www.sweetsimplevegan.com

    Vegan meat ini sangat cocok untuk kamu yang sedang bertransisi menjadi vegan karena kemiripannya dengan daging hewani yang nyaris tak bercela. Jadi kamu bisa lebih mudah dalam menyesuaikan selera makan.

    Polong-polongan
    Kacang merah, kacang hitam, kedelai dan semua kacang yang masuk dalam kategori ‘polong-polongan’ adalah salah satu bahan pengganti daging untuk vegan yang teksturnya juga mirip dengan daging hewani.

    Apakah jika mengonsumsi kacang polong lantas jauh lebih menyehatkan dari pada daging hewan? Tentu dong! Kacang-kacang polong mengandung karbohidrat kompleks yang proses pencernaan dalam tubuhnya lebih lambat dibandingkan jenis karbo lainnya. Kenyangmu akan lebih lama setelah mengonsumsi kacang polong karena kandungan serat super tingginya. Belum lagi vitamin dan mineral yang bisa jadi asupan tambahan untuk kebutuhan tubuhmu. Makan banyak-banyak pun akan tetap sehat dari pada banyak makan daging merah!

    Tahu + Tempe
    Gak usah ragu deh dengan raja dan ratu makanan vegan ini. Tahu dan tempe jadi dua bahan makanan favorit para vegan untuk menggantikan daging hewan. Rasa aslinya yang tawar memudahkan para vegan untuk berkreasi dengan resep tahu + tempe.

    Tahu

    Sumber : www.gimmesomeoven.com

    Bisa dimarinasi, dipanggang, digoreng, bahkan direbus pun juga bisa! Beruntung kita sebagai orang Indonesia bisa menemukan tahu dan tempe dengan mudah. Harusnya Indonesia bisa ya jadi tuan rumah para vegan dan vegetarian.

    Seitan
    Yap, kamu gak salah baca! Seitan yang satu ini gak seram kok apalagi merasukimu. Karena seitan ini bisa dimakan dan jadi salah satu pengganti daging untuk vegan walau gak sepopuler tahu dan tempe.

    Seitan

    Sumber : www.thespruceeats.com

    Seitan ini terbuat dari gluten gandum yang patinya sudah dibersihkan sehingga menyisakan protein padatnya saja. Kalau kamu penggemar daging ayam dan merasa berkeberatan menjadi vegan karena kecintaanmu padanya, bisa lho mencoba masakan berbahan dasar seitan yang teksturnya mirip sekali dengan daging ayam. Tapi sayangnya untuk kamu yang alergi gluten, konsumsi seitan sangat tidak disarankan, ya!

    Protein lupin
    Lupin merupakan bagian dari keluarga kacang polong yang sangat populer di Eropa dan kerap kali dijadikan sebagai pengganti daging. Biasanya lupin disajikan/dipakai tidak dalam bentuk utuhnya melainkan berupa bubuk yang kemudian dijadikan suatu hidangan seperti falafel. Agak sulit menemukan protein lupin di negara tropis karena lupin hanya tumbuh di negara-negara dengan iklim dingin seperti di Eropa.

    Jamur

    Jamur

    Sumber : www.frommybowl.com


    Pengganti daging untuk vegan yang paling populer adalah jamur. Selain mudah ditemukan di berbagai negara, jamur memiliki tekstur yang lebih baik dari pada daging hewani sungguhan. Dengan jamur kamu bisa membuat berbagai resep yang biasanya menjadikan daging hewan sebagai bahan utama seperti patty hamburger, steak, stew, juga sebagai campuran isian dumpling. Kamu bisa mencobanya dengan berbagai jenis jamur, kok! Yang penting jangan jamur beracun, ya.

    Percaya kan kalau pengganti daging untuk vegan itu betul adanya? Rasanya benar-benar gak kalah enak deh dari aslinya! Kamu yang belum menjadi vegan pun bisa lho icip-icip bahan pengganti daging di atas, siapa tahu jatuh cinta~

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.iamexpat.nl


  • Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik?

    February 29, 2020
    /
    Food , Life Style
    Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik? image

    Perbedaan bahan-bahan organik dengan bahan konvensional (non organic) terletak pada proses penanaman dan penanganannya. Pada tahap tersebut, terdapat indikasi bahwa sayuran/buah organik memang lebih sedikit mengandung pestisida dari pada bahan konvensional. Namun, tidak benar bahwa bahan organik jauh lebih bernutrisi. Karena pada kenyataannya baik produk organik maupun konvensional, keduanya memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral dan serat yang tidak berbeda.

    Market

    Sumber : www.deviliciouslyraw.com

    Pertanian organik sendiri dihadirkan guna meningkatkan kualitas tanah dan air karena penggunaan pestisida/bahan kimia yang diminimalisir. Sistem pertanian ini ramah lingkungan sehingga diharapkan dapat berkelanjutan (sustainable) di masa depan. Apalagi pertanian organik mengandalkan penggunaan pupuk kompos, jadi polusi dapat ditekan dari proses ini.

    Sementara produk konvensional memang lebih “egois”. Sistem pertanian konvensional lebih mementingkan kuantitas sehingga untuk memenuhi permintaan yang begitu besar, mereka mempercepat proses dengan pestisida/pupuk kimiawi.

    Walau dari segi “keamanan” dan keramahan lingkungan produk organik jauh lebih baik, bukan berarti kamu harus selalu membelinya. Apalagi dari segi harga, produk organik tidak selalu ramah di kantong. Kamu tetap bisa mendapatkan nutrisi yang sama dari buah/sayuran konvensional.

    Alternatif yang bisa kamu pilih adalah membeli keduanya dengan seimbang agar tidak terlalu terbebani. Namun jangan lupa untuk mengikuti beberapa tips berikut ini :

    Belilah varian sayur, buah, kacang-kacangan baik organik maupun konvensional agar nutrisimu tetap terlengkapi. Mungkin ada buah/sayur yang hanya tersedia organik atau hanya tersedia dalam bentuk konvensional. Pilih mana yang cocok dengan kebutuhanmu tanpa mengesampingkan asupan harian tubuh.


    Beli sayur dan buah yang sedang musim agar kamu bisa mendapatkan produk yang segar. Bagus juga kalau kamu punya kalender khusus produk pertanian yang sedang musim, jadi setiap hendak berbelanja, kamu sudah tahu harus membeli apa.


    Cuci bersih sayur serta buah-buahan yang sudah kamu beli! Karena dengan mencuci bersih sayuran dan buahmu, kamu dapat terhindar dari bakteri seperti E.Coli. Rendam sayuran/buah dalam air (bisa juga menggunakan sabun khusus sayuran) selama satu jam lalu keringkan dan simpan di tempat yang sejuk. Untuk buah, kamu bisa menggunakan garam kasar dan menggosokkannya pada kulit buah.

    Organik maupun konvensional, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selalu coba setiap produk agar kamu tahu mana yang cocok dengan kebutuhanmu. Yang terpenting juga selalu perhatikan kesehatanmu, ya!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.ubudorganicmarket.com


  • 3 Langkah Pasti Menjadi Vegan

    February 25, 2020
    /
    Veganism
    3 Langkah Pasti Menjadi Vegan image

    Bagaimana sih caranya menjadi vegan? Susah kah? Mahal kah? Dan apakah jadi vegan sudah pasti berkontribusi dalam menyelamatkan bumi?

    Veganism

    Sumber : www.theecologist.org

    Belum apa-apa, ribuan pertanyaan sudah menyerang dan meluluh lantahkan pertahanan. Pasti semakin bimbang untuk berubah total menjadi vegan. Padahal kamu hanya butuh 3 langkah pasti untuk menjadi vegan ala Plantful. Gak usah muluk-muluk, hanya dimulai dari 3 langkah ini :

    Riset dan Rencanakan
    Mengubah pola hidup gak semudah membalikkan telapak tangan. Sudah sifat alami manusia untuk menyesuaikan diri dalam jangka waktu tertentu pada sesuatu yang baru. Dari pada adaptasimu tak sesuai harapan bahkan cenderung menyulitkan, sebaiknya lakukan riset dengan baik mengenai gerakan veganisme. Perkirakan apakah cocok dengan tubuhmu saat ini. Apakah memungkinkan untuk melaksanakannya di lingkunganmu saat ini.

    Vegan

    Sumber : www.nourishcharlotte.com


    Rencanakan setiap transisi juga agar nantinya tidak berujung pada over consumptions dan hal-hal lain yang justru bertentangan dengan veganisme. Karena tujuan utama veganisme adalah untuk kehidupan yang lebih membumi dan berkelanjutan.

    Cari motivasimu!
    Apa alasanmu ingin menjadi vegan? Demi lingkungan, demi kesehatan atau alasan-alasan lainnya. Apa yang dapat memotivasimu untuk tetap pada jalan ini? Tapi apapun alasannya, kamu harus menyesuaikannya dengan kemampuanmu, baik secara fisik, mental maupun finansial. Jangan memaksakan membeli bahan makanan vegan yang langka kalau memang tidak banyak tersedia di tempat mu tinggal.

    Pertanyakan niatmu untuk menjadi seorang vegan, jadi akan lebih mudah bagi kamu untuk beradaptasi saat menjalaninya. Untuk memotivasi diri, kembali lagi ya ke alasan pertama yaitu RISET!


    Berjalan perlahan (tapi pasti, dong!) dan terus belajar!

    Food Vegan

    Sumber : www.occasionallyeggs.com


    Tak usah terburu-buru, veganisme tak akan meninggalkanmu di belakang! Lakukan transisi pola hidup secara perlahan agar kamu merasa nyaman. Sembari berjalan perlahan kamu bisa mengedukasi dirimu mengenai banyak hal dalam veganisme terutama resep masakan. Kamu pelan-pelan belajar mengenai cara mengenali apakah suatu produk benar-benar vegan, apa saja sumber protein vegan yang terbaik, dan lain sebagainya. Sudah menjadi vegan bukan berarti berhenti belajar, dong! Ilmu akan terus berkembang dan berinovasi, jadi pastikan kamu tidak ketinggalan ilmu.

    3 langkah pasti menjadi vegan ala Plantful gak sulit. Kan? Yuk teguhkan niat untuk mencoba pola hidup veganisme! Tidak ada kata terlambat, kok! Coba saja dulu pesan katering vegannya Plantful di sini.

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.vegansociety.com


  • 3 Manfaat Roti Sourdough

    February 19, 2020
    /
    Food , Veganism
    3 Manfaat Roti Sourdough image

    Menelusuri sejarah roti sourdough akan membawa kita kembali ke ribuan tahun lalu, tepatnya pada 1500SM di Mesir. Resep roti yang kepopulerannya melonjak pada beberapa waktu terakhir ini diyakini dibuat atas ketidak-sengajaan karena minimnya catatan awal mula. Walau tidak diketahui pasti originalitasnya, roti sourdough tak kehilangan eksistensinya, bahkan tetap dipuja hingga sekarang.

    Sourdough adalah campuran tepung dan air yang didiamkan untuk berfermentasi. Proses fermentasi ini lalu mengaktifkan ragi alami (wild yeast) dan bakteri asam laktat yang dapat membuat adonan roti mengembang alami.

    Sourdough bread

    Sumber : www.acouplecooks.com

    Resep roti sourdough merupakan awal mula terciptanya roti. Ribuan tahun setelah ditemukan, manusia dari berbagai kontinen menggunakan resep sourdough sebagai starter dalam pembuatan roti. Baru lah di era modern, resep roti ‘komersial’ dari ragi instan tercipta guna memenuhi kebutuhan pangan.

    Sourdough's starter

    Sumber : www.pumpkinandpeanutbutter.com

    Roti sourdough dengan resep tradisional (mengandung empat bahan yaitu tepung, air, starter dan garam) sangat aman bagi vegan. Memang saat ini ada banyak roti sourdough yang ternyata mengandung mentega, susu, telur, namun jika kamu memastikan tak ada ekstrak bahan hewani dalam roti sourdough yang kamu konsumsi, you’re good to go.

    Selain karena rasanya yang lezat, roti sourdough memiliki aneka manfaat yang sangat baik untuk tubuh, lho. Kandungan acetic acid dalam sourdough juga membuat roti ini lebih tahan lama dibandingkan roti komersil pada umumnya. Karena acetic acid dapat mencegah pertumbuhan jamur. Win-win solution banget kan mengonsumsi roti sourdough?

    Setelah sedikit perkenalan di atas, kali ini Plantful akan membahas 3 manfaat roti sourdough agar kamu semakin kepengin untuk mencobanya. Hmm, apa saja sih manfaatnya?

    Aman untuk gula darah
    Mengonsumsi roti biasa memang perlu diperhatikan dengan cermat karena kandungan karbohidrat dan indek glikemiksnya yang tinggi. Sekali makan saja, roti dapat dengan cepat merubah tingkatan gula darah serta insulin. Tapi tidak dengan roti sourdough.

    Sourdough Bread

    Sumber : www.abeautifulplate.com

    Roti sourdough mengandung karbohidrat yang sangat rendah karena proses fermentasinya telah menghilangkan kandungan pati sehingga menjadikannya rendah indeks glikemik dibandingkan roti lainnya. Para peneliti menyarankan untuk menambahkan roti sourdough pada setiap diet guna menormalkan gula darah bagi mereka yang mengalami gangguan glukosa pada tubuh.

    Mudah dicerna
    Roti sourdough sangat baik untuk pencernaan karena ragi alami serta bakteri baik yang terkandung di dalamnya telah menghilangkan pati sehingga saluran pencernaan tak lagi perlu bekerja lebih setelah kita mengonsumsi sourdough. Baru-baru ini penelitian dari University of Eastern Finland menemukan bahwa tepung rye (gandum hitam) yang biasa digunakan dalam resep sourdough mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan bakteri baik dalam usus. Dalam selembar roti saja, kamu bisa memperoleh aneka manfaat dari whole grain untuk ususmu.

    Membantu dalam penyerapan nutrisi
    Mengonsumsi roti sourdough dapan meningkatkan asupan vitamin harian dalam tubuh. Seluruh proses yang dilalui dalam pembuatan roti sourdough akan menghasilkan aneka kandungan vitamin pada hasil akhir yang dapat membantu tubuh lebih baik dalam menyerap nutrisi. Dibandingkan dengan roti biasa, mengonsumsi roti sourdough terbukti dapat membantu tubuhmu menyerap magnesium, zinc dan iron lebih baik lagi.

    Wah gak sangka, kan kalau roti sourdough memiliki manfaat yang begitu besar serta helpful untuk tubuh kita. Kalau dulu ikut-ikutan aja makan roti sourdough karena sedang populer, sekarang jadi ingin konsumsi secara reguler nih demi kesehatan pencernaan!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.theperfectloaf.com


  • Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free

    February 19, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free image

    Meningkatnya kesadaran orang-orang terhadap non animal testing products alhasil membuat permintaan produk kecantikan dan perawatan yang cruelty free meningkat pesat. Merk-merk berlabel cruelty free dan vegan pun bermunculan guna memenuhi permintaan dan membawa pesan pada masyarakat bahwa kecantikan tak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    Labels

    Sumber : www.vforveganism.com

    Tapi bagaimana caranya kita mengetahui apakah suatu produk sudah bersertifikasi vegan/cruelty free? Adakah perbedaan dalam nama-nama label tersebut?

    Kali ini Plantful akan membahas tentang cara mengenali produk vegan dan cruelty free sehingga kamu-kamu yang sudah mulai concern dengan isu animal testing bisa lebih cermat ketika membeli suatu produk kecantikan.

    Pertama kita ketahui lebih dulu apa sih perbedaan antara vegan dan cruelty free?

    Vegan
    Produk kecantikan/perawatan yang tercantum label vegan artinya tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Misalnya susu sapi/kambing, madu, ekstrak hewani dan lainnya. Bahan yang digunakan biasanya alami dan 100% berasal dari tumbuh-tumbuhan.

    Cruelty Free
    Jika kamu membaca label cruelty free pada suatu produk, artinya produk ini tidak melakukan percobaan pada hewan. Walau ada merk yang mengatakan mereka tak menyakiti hewan dalam proses percobaan di laboratorium (namun tetap menggunakan hewan percobaan), ini tetap tidak bisa dilabeli cruelty free karena proses percobaan pada hewan telah terbukti menyakitkan bahkan dapat berujung pada kematian yang mengerikan. Selain tidak mencoba produk akhir pada hewan, merk dengan tanda cruelty free juga memastikan bahwa bahan-bahan yang didapatkan dari suplier tidak dicoba pada hewan.

    Walau kedua label di atas terkesan saling berkesinambungan, tidak selalu suatu produk misalnya berlabel vegan berarti cruelty free lho. Begitupun sebaliknya. Karena pada beberapa produk dengan label cruelty free juga masih ada yang mengandung bahan hewani. Biar gak bingung, begini cara melihat label vegan/cruelty free pada produk kesayanganmu!

    Logo vegan yang resmi diperoleh dari Vegan Action, The Vegan Society dan The Vegetarian Society.

    Vegan Labels

    Sumber : www.ethicalelephant.com

    Sedangkan untuk lisensi logo resmi cruelty free/non animal testing diperoleh dari PETA, The Leaping Bunny (Cruelty Free International) dan Choose Cruelty Free untuk area Australia.

    Cruelty Free

    Sumber : www.crueltyfreekitty.com

    Jangan lupa untuk cek n ricek database merk-merk yang sudah memegang lisensi cruelty free ya, karena ada juga beberapa merk yang tidak menambahkan logo pada packagingnya karena alasan biaya tambahan (yang tentunya tidak murah). Kamu bisa melihat daftar produk bersertifikasi cruelty free di laman PETA.ORG atau CrueltyFreeKitty.com.

    Sudah tahu kan perbedaannya? Yuk tumbuhkan kesadaran pada hak asasi hewan dan mulai perlahan mencermati produk kecantikan/perawatan yang kamu gunakan. Ingat, cantik kan tidak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.peta.org


  • Hemat Ala Vegan

    February 13, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    Hemat Ala Vegan image

    Siapa bilang veganisme selalu bikin kantong bolong?

    Sering kali kita dengar kalau merubah pola hidup menjadi vegan pasti harus siap merogoh kocek lebih dalam saking mahalnya aneka substitusi produk hewani. Belum lagi vitamin yang harus dikonsumsi sebagai tambahan asupan tubuh. Kalau benar adanya, sulit juga yah menjadi vegan!

    Ada beberapa produk bahan makanan vegan yang memang tidak murah, terutama di Indonesia yang pasarnya masih rendah peminat. Tapi bukan berarti menjadi vegan harus selalu menguras isi kantong. Sama seperti dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya, menjadi vegan juga bisa berhemat, kok!

    Gimana sih cara hemat ala vegan? Yuk ikutin tips-tips dari Plantful di bawah ini!

    Meal Prep!
    Meal prepping adalah perencanaan satu atau dua menu yang akan kamu masak dan siapakan sebagai makanan pokok selama beberapa hari ke depan. Selain menghemat waktu, meal prepping juga bikin kamu hemat dalam berbelanja bahan makanan karena sudah terencana sedemikian rupa.

    Meal prep

    Sumber : www.liveeatlearn.com

    Yang kamu perlukan dalam meal prep adalah tempat makan kedap udara agar aman disimpan dalam kulkas. Pastikan meal prep-mu mengandung asupan vitamin dan gizi harian yang cukup, juga bukan menu yang cepat basi. Nggak perlu masak yang heboh, asal tahu, tempe dan sayuran ada di dalam menu, you’ll be fine!

    Belanja Sesuai Kebutuhan!
    Sebaiknya jika kamu berbelanja bahan makanan, belilah untuk persiapan satu minggu (meal prep) ke depan. Dengan menulis daftar belanjaan dan merencanakan menu satu minggu ke depan, kamu jadi bisa terhindar dari membeli sesuatu yang gak dibutuhkan.

    Belanja

    Sumber : www.retailnews.asia

    Belanja sayur dan buah serta bumbu dapur bisa kamu lakukan di pasar tradisional terdekat. Selain lebih murah, pilihan buah musiman juga lebih bervariatif di pasar tradisional.

    Kurangi Jajan!
    Restoran vegan gak semuanya murah, lho! Akan lebih menguntungkan kantong kalau kamu buat smoothie-bowl sendiri di rumah. Undang teman-teman untuk potluck di rumah dari pada hang out di luar juga bisa jadi alternatif. Hemat, kenyang dan sama sehatnya, kok!

    Tanam Sendiri, Yuk!
    Menanam sayuran di rumah tak hanya bermanfaat untuk tanah dan udara, juga bermanfaat untuk kantongmu. Kamu yang sudah jago bercocok tanam bisa mulai menanam aneka sayuran yang nanti akan kamu panen untuk stok mingguan. Nah untuk kamu yang belum pernah belajar cara berkebun, ayooooo mulai cari-cari komunitas berkebun lokal yang bisa kamu ikuti kelasnya. Berkebun banyak manfaatnya lho, terutama untuk seorang vegan!

    Pesan Plantful
    Mau belanja dan masak gak ada waktu karena kesibukan? Tenang saja, Plantful hadir untuk kamu-kamu para vegan yang sedang mencari katering vegan murah tapi gak kaleng-kaleng. Di Plantful kamu bisa memesan menu paket makan siang/malam harian, 5 harian atau full selama 20 hari.

    Plantful

    Selain menu makanannya yang nggak ngebosenin, kamu juga bisa pilih sendiri karbo utamanya. Ada nasi merah, kentang, nasi kembang kol dan nasi shirataki. Gak hanya berhenti di situ aja, Plantful juga menyediakan paket weight loss, cleansing, pressed juice dan fit mom dengan harga yang ramah kantong.

    Yuk pesan paket Plantful-mu di sini!

    Itu dia 5 cara hemat ala Vegan yang gak akan rugi kamu ikuti! Terpatahkan ya mitos vegan itu mahal. Siapapun bisa jadi vegan, di manapun, kapanpun!

    PLANTFUL


  • Bersama 400000 Pendaftar, Veganuary Meraih Rekor Terbaru!

    February 6, 2020
    /
    Veganism
    Bersama 400000 Pendaftar, Veganuary Meraih Rekor Terbaru! image

    Bulan Januari sudah terlewati dengan berbagai warna. Walau banyak sekali keresahan yang terjadi di awal tahun 2020 ini, semangat gerakan veganuary ternyata tidak surut dan bahkan membuahkan hasil yang mengejutkan. Dilansir dalam Vegworld Magazine, Veganuary 2020 berhasil menembus angka lebih dari 400.000 peserta.

    veganuary

    Sumber : www.instagram.com/weareveganuary

    Gerakan yang diprakarsai oleh penganut veganisme di Britania Raya ini awalnya hanya menargetkan sebanyak 50.000 orang meskipun pada tahun 2019, pendaftarnya telah mencapai hingga 250.000 peserta. Menurut tim Veganuary UK, 400.000 peserta di tahun 2020 ini berasal dari berbagai negara kecuali Korea Utara, Vatikan dan Eswatini.

     

    Para selebriti seperti Joaquin Phoenix, Brian May, Billie Eilish pun ikut meriuhkan kampanye veganuary.

     

    Partisipan veganuary 2020 tak berhenti pada individu saja karena di tahun ini banyak perusahaan-perusahaan besar yang berpartisipasi dengan meluncurkan produk-produk 100% vegan. Salah satunya adalah gerai Pizza Hut di Britania Raya dengan menu pizza vegan “Pepperphoni” yang penjualannya meningkat dua kali lipat pada masa kampanye veganuary bulan ini.

     

    Hal serupa juga dilakukan oleh KFC yang meluncurkan burger vegan untuk veganuary dan berhasil menjual sebanyak lebih dari satu juta burger dalam waktu satu bulan.

     

    Dampak dari veganuary tahun 2020 begitu besar kepada setiap lapisan masyarakat. Juru bicara veganuary UK, Toni Vernelli menyampaikan : “With the link between animal farming and the climate crisis making headlines nearly every day, we expected Veganuary 2020 to be the biggest yet, but it exceeded all our expectations. We applaud everyone who took part and encourage them to continue eating vegan food as often as possible.”

     

    Banyak dari partisipan veganuary yang menyatakan bahwa mereka akan meneruskan gerakan veganisme walaupun veganuary telah berakhir guna mereduksi kerusakan lingkungan akibat peternakan yang tidak sustainable

     

    PLANTFUL