Blog

Sulitkah Menjadi Vegan di Indonesia?

June 12, 2020
/
Health , Life Style , Veganism
Sulitkah Menjadi Vegan di Indonesia? image

Hidangan Indonesia memang lebih banyak yang mengandung sayur mayur serta kacang-kacangan, namun masih banyak juga masyarakat kita yang menolak veganisme walau sudah ada modalnya. Tempe, tahu, umbi, aneka ragam kacang, beras, gandum, dengan mudah bisa kita dapatkan di Indonesia, bahkan harganya jauh lebih murah dibandingkan daging hewani, terutama sapi. Hidangan yang menggunakan ekstrak hewani pun kini bisa mudah disubstitusikan dengan produk nabati.


Menjadi vegan di Indonesia sepuluh tahun yang lalu jauh lebih sulit. Walau aneka sayur tersedia di berbagai restoran, tapi masih sangat sulit untuk menemukan tempat makan yang benar-benar menjual menu vegan only. Mungkin di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, masih lebih mudah, namun tidak bagi para vegan yang tinggal di kota lain di berbagai pelosok daerah, memasak sendiri adalah satu-satunya pilihan. Kala itu pengetahuan mengenai veganisme memang sangat minim, tak hanya di Indonesia saja tentunya tetapi juga di seluruh dunia.


Kini dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, pilihan menu dan bahan-bahan berbasis vegan baik di tempat makan maupun di supermarket semakin banyak dipasarkan. Jika sebelumnya kita hanya mengenal selai kacang tanah, kini kita bisa menemukan selai kacang badam (almond) di manapun bahkan di aplikasi belanja daring.


Tantangan untuk menjadi vegan di Indonesia tak lagi sebegitu menegangkannya. Media sosial juga berperan penting dalam menyebarkan veganisme di Indonesia. Memang untuk saat ini masih belum begitu merata, hingga mengakibatkan beberapa bahan pengganti berbasis nabati harganya selangit. Tetapi Plantful optimis kalau pada waktu mendatang, semua orang dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia akan mengenal dan berikrar dalam veganisme. Baik demi menjaga lingkungan maupun demi kesehatan pribadi.

PLANTFUL