Blog

  • Vietnam Resmi Tutup Pasar Satwa Liar Demi Perangi Covid-19

    August 24, 2020
    /
    News
    Vietnam Resmi Tutup Pasar Satwa Liar Demi Perangi Covid-19 image

    Pada 23 Juli lalu, perdana menteri Vietnam, Nguyễn Xuân Phúc, resmi menandatangani perintah untuk menutup pasar perdagangan serta impor satwa liar sebagai pencegahan bertambahnya penyebaran virus covid-19 di Vietnam. 

    Sebelumnya petisi untuk menutup pasar satwa liar telah dibicarakan oleh Humane Society International Vietnam sejak pertama kali wabah covid-19 sampai di Vietnam pada awal tahun 2020. Pihak Humane Society International Vietnam menyurati perdana menteri untuk dengan segera menutup pasar satwa liar dan menghentikan konsumsi daging hewan liar yang erat hubungannya dengan wabah covid-19. Studi menyebutkan bahwa covid-19 kemungkinan besar berasal dari suatu pasar basah di kota Wuhan, RRC yang kemudian menjangkit manusia.

    Keputusan perdana menteri Nguyễn tentu disambut baik oleh para pegiat lingkungan. Berdasarkan studi, 75% penyakit menular adalah penyakit zoonosis. Pasar satwa liar/pasar basah memang kerap kali menjadi sumber dari virus-virus bawaan hewan yang dapat menularkannya pada manusia. Seperti Ebola, SARS, dan lainnya. 

    Keputusan untuk menutup pasar satwa liar adalah langkah yang tepat. Oleh karena itu Vietnam menjadi salah satu negara dengan penanganan covid-19 terbaik walau kini sedang diterpa gelombang kedua.

    PLANTFUL


  • 5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie

    August 23, 2020
    /
    Diet , Food , Health
    5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie image

    Dengan akrabnya kita dengan budaya negeri Ginseng selama sepuluh tahun terakhir ini, tak ada lagi yang terasa asing di telinga ketika mendengar hal-hal berbau Korea. Mulai dari musik, pakaian, apalagi ragam kulinernya. Restoran khas Korea pun tidak sedikit kita temui. Jadi sangat memudahkan kita untuk tahu dan merasakan makanan khas walau belum berkunjung langsung ke Korea.

    View this post on Instagram

    A post shared by Hyosun -- Korean Bapsang (@koreanbapsang) on

    Kimchi adalah panganan paling populer baik di Korea sendiri maupun di negara-negara lain, terutama Indonesia. Hidangan yang terbuat dari fermentasi sayur (kubis napa adalah yang paling umum namun ada ratusan resep lain) dengan kaldu dan bubuk cabai ini merupakan makanan pendamping yang wajib ada di setiap waktu makan orang Korea. Biasanya disajikan bersama nasi serta lauk-pauk. Atau sering kali dijadikan campuran pada hidangan tertentu seperti nasi goreng, sup, panekuk, dan lain sebagainya.

    View this post on Instagram

    A post shared by mycultureis (@mycultureis_official) on

    Walau terlihat seperti lauk biasa, kimchi mengandung banyak manfaat spektakuler untuk kesehatan. Kandungan probiotik di dalam kimchi yang didapat dari proses fermentasi lah alasan mengapa kimchi istimewa. Belum percaya? Yuk baca daftar 5 manfaat spektakuler kimchi berikut ini!

    Rendah Kalori, Rendah Gula
    Kimchi tentu saja menjadi makanan pendamping terbaik bagi kamu yang sedang diet. Jika disesuaikan dengan standar, kimchi kubis mengandung 40 kalori pada setiap 100 gramnya. Juga mengandung 1.1 gram protein, 0.4 gram lemak, 0.3 gram gula. Walau begitu, kebanyakan kimchi mengandung garam yang tinggi, jadi harus cek-cek lagi, ya kandungan dalam kimchi yang kamu beli.

    Memperindah Kulit dan Rambut


    Kandungan selenium pada bawang putih yang merupakan salah satu bahan utama pembuatan kimchi sangat sehat untuk kulit dan rambut. Selenium merupakan bagian dari glutathione yang dapat menyusun kembali kandungan vitamin c. Mengonsumsi kimchi secara teratur juga dapat mencegah keriput pada wajah, lho!

    Memperlambat Proses Penuaan
    Setelah proses fermentasi selama dua minggu sejak dibuat, kimchi mengandung limpahan antioksidan yang berperan penting untuk menghambat oksidasi sel. Gak heran ya kalau orang Korea nampak awet muda.

    Mencegah Kanker Perut
    Studi yang dipublikasikan oleh Universitas Chungnam menyebutkan bahwa kubis dan lobak yang terdapat dalam kimchi mengandung biokimia seperti isosianat dan sulfida. Dua unsur ini sangat bermanfaat untuk mendetoksifikasi racun pada liver, usus halus serta ginjal yang dapat menyebabkan kanker perut.

    Meningkatkan Imun

    View this post on Instagram

    A post shared by SBS Food (@sbsfood) on


    Menurut studi, 75% sistem imun tubuh terdapat dalam sistem pencernaan berkat makanan dan minuman yang kita konsumsi. Oleh karena itu, mengonsumsi kimchi yang kaya akan probiotik dapat meningkatkan imunitas. Kubis sudah terbukti memiliki kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh.

    Itu dia 5 manfaat spektakuler kimchi yang pasti langsung bikin kamu kepengin buru-buru melahapnya. Kebanyakan kimchi masih mengandung hewani (boga bahari), tetapi kamu bisa mencari produk kimchi yang 100% vegan, kok!

    Thumbnail source : www.instagram.com/okonomikitchen

    PLANTFUL


  • Bantu Bumi dengan 3 Langkah Pemanfaatan Sampah Ini!

    August 19, 2020
    /
    Life Style , sustainable
    Bantu Bumi dengan 3 Langkah Pemanfaatan Sampah Ini! image

    Krisis iklim menjadi masalah kita bersama. Suhu bumi yang kian hari kian naik dibarengi dengan minimnya aksi nyata dari setiap pihak untuk menyelesaikan masalah krisis iklim tentu saja memperparah keadaan. Bisakah kita sebagai individu tanpa kekuasaan melakukan langkah kecil untuk membantu selamatkan bumi? Apa saja yang dapat kita lakukan?

    Merubah gaya hidup ramah lingkungan adalah salah satunya. Kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan berbasis nabati (plant based) yang sumber bahan-bahannya lokal. Mulai menggunakan sabun all in one alami untuk kegiatan bebersih sehari-hari. Atau bisa memulainya dengan memilah sampah organik dan anorganik. Langkah ini memang kecil namun dampaknya besar karena sampah rumah tangga (sisa sayuran dan buah, misalnya) yang menggunung di TPS selama ini telah menghasilkan sejumlah besar gas metana. Gas metana dapat memberi efek besar terhadap efek rumah kaca karena kekuatannya dalam memanaskan suhu bumi 28 kali lebih besar dari karbondioksida.

    Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik yang masih bisa digunakan kembali, dampak yang kita berikan bisa membuat perubahan berarti. Berikut 3 langkah yang bisa kamu lakukan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga!

    Mengompos Sisa Sampah
    Kompos organik merupakan emas bagi kamu yang gemar berkebun. Kompos organik sangat kaya akan nutrisi sehingga baik untuk tanaman. Membuat kompos organik tidaklah sulit karena bahan-bahannya sudah tersedia di rumah. Ada greens dan browns sebagai bahan dasar. Greens terdiri dari sisa sayuran/buah, rumput yang dicabuti, cangkang telur, ampas teh dan kopi. Sementara browns terdiri dari koran, tisu (yang tidak mengandung bahan kimiawi seperti tisu basah), potongan kardus, daun-daun kering. Pertama cuci bersih dan potong kecil-kecil greens-mu agar proses dekomposisi bisa lebih cepat. Taruh tumpukan browns dan sedikit tanah (lebih baik tanah yang ada cacingnya) pada dasar ember, lalu tumpuk dengan greens dan tumpuk lagi dengan browns. Kamu bisa mengulang proses sampai ember kompos penuh, tapi ingat untuk selalu menaruh browns di posisi teratas, ya. Jadi kompos tidak mengeluarkan bau. Tutup rapat ember, aduk kompos beberapa hari sekali agar bisa bernapas.

    View this post on Instagram

    A post shared by Sustaination (@sustaination) on

    Kompos biasanya memerlukan waktu kurang lebih dua bulan sampai panen. Setelah jadi, ayak kompos dan masukkan sisa bahan yang belum terurai kembali ke ember. Kompos organik sudah bisa kamu gunakan sebagai campuran media tanam penuh nutrisi.

    Membuat Eco-Enzyme

    View this post on Instagram

    A post shared by Sustainable Indonesia (@sustainableindonesia) on


    Masih punya sisa kulit buah? Yuk bikin eco enzyme! Eco enzyme memiliki aneka fungsi dalam kegiatan sehari-hari lho. Kamu bisa membuat sabun serba guna untuk cuci baju, mengepel, cuci piring dan pupuk tambahan untuk tanaman! Cukup potong-potong kulit buah, masukkan ke dalam botol bekas (lebih baik botol besar seperti botol bekas soda), masukkan potongan gula merah dan isi dengan air. Buka botol setiap hari untuk mengeluarkan gas. Kamu bisa memanen eco enzyme dalam tiga bulan setelah pembuatan.

    Sisa sayuran bisa jadi kaldu sayur
    Jangan buang sisa sayuranmu! Kamu bisa membuat kaldu dari kulit dan batang sayur, lho. Surga banget kan untuk para vegan?

    View this post on Instagram

    A post shared by simple(ish) living (@simpleishliving) on

    Pilah batang sayur yang tidak busuk dan pisahkan akar jika ada. Masukkan ke dalam panci berisi air dan rebus selama dua jam. Kamu juga bisa memasukkan kulit bawang-bawangan sebagai penambah rasa. Saring sayuran dan tadaaaa, kaldu sayur sudah dapat digunakan! Sisa sayurnya dikemanain? Masukkan kompos, dong!

    3 langkah pemanfaatan sampah ternyata mudah banget, kan? Ayo kita kawal pemerintah untuk mengeluarkan peraturan yang berhak pada alam dan lakukan aksi nyata dari langkah terkecil untuk menyelamatkan bumi! Jangan lupa untuk menandatangani petisi "Kembalikan Langit Biru Jakarta" yang diprakarsai oleh Plantful. Suaramu berarti!

    PLANTFUL