Blog

Beras Merah vs Beras Cokelat : Pilih yang Mana?

September 25, 2020
/
Food , Health
Beras Merah vs Beras Cokelat : Pilih yang Mana? image

Nasi sudah lama dianggap sebagai sumber karbohidrat sebagian besar orang Asia terutama di Indonesia. Aneka menu nasi tradisional yang bervariasi menunjukkan betapa besarnya peran nasi dalam budaya kita. Namun, apakah harus selalu beras putih yang menjadi bintang utama?

Beras putih sendiri masih menjadi perdebatan karena dianggap tak lagi memberikan gizi dan vitamin. Proses pembuatan beras putih yang sering kali tidak sustainable menghilangkan sebagian besar vitamin sehingga saat dimakan, kita tak mendapat banyak gizi darinya. Walau beras putih memang terbukti lezat, ada lho alternatif beras lain yang lebih sehat dan tidak kalah enak. Salah satunya adalah beras merah dan beras cokelat.

Bagi kamu yang sedang diet untuk menjaga berat badan, pasti tidak asing dengan beras merah atau beras cokelat. Keduanya digemari karena dianggap lebih mengenyangkan, berserat tinggi dan minim kandungan gula. Tapi, beras mana yang lebih sehat? Beras merah, atau beras cokelat?

Beras Merah
Bagaimana bisa beras merah berwarna merah keunguan? Ini karena beras merah mengandung senyawa antosianin yang biasa terdapat dalam buah blueberry dan sayuran berwarna ungu. Kandungan antosianin pada beras merah membuatnya menjadi lebih bernutrisi daripada beras lainnya. Peran antosianin dalam mengendalikan kadar kolestrol dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung, lho!

View this post on Instagram

A post shared by Erica Ferraroni (@ferraronierica) on

Beras merah juga mengandung serat tertinggi di antara beras lainnya, yaitu 6,2 gram per 100 gram beras.

Kamu bisa memilih mau beras merah yang masih memiliki kulit ari atau tidak. Mana saja yang sesuai dengan selera.

Beras Cokelat
Beras yang warnanya mirip nasi goreng ini hanya melalui sekali proses penggilingan untuk menghilangkan bagian terluar kulit ari beras saja, tetapi masih memiliki sisa kulit sehingga masih berwarna kecokelatan. Proses ini juga menjadikan beras cokelat lebih bernutrisi dari beras putih.

Beras cokelat kaya akan magnesium, zinc dan zat besi dengan serat sebanyak 3,1 gram per 100 gram beras. Beras yang satu ini selalu dianjurkan untuk dikonsumsi para penderita diabetes. Harga beras cokelat juga tidak semahal beras merah sehingga cocok sebagai alternatif murah pengganti beras putih.
 
View this post on Instagram

A post shared by RACHEL SCOULAR DIETITIAN (@healthyhappyhabits) on

Kedua beras ini sama-sama sehat walau beras merah memang terbukti memiliki nutrisi dan serat yang lebih banyak dari beras cokelat. Dalam diet, yang penting adalah menyesuaikan porsi agar tidak kekurangan apalagi kelebihan. Kalau kamu, beras mana yang menjadi pilihanmu?

PLANTFUL