Blog

Limpahan Limbah Medis Kian Sulit Ditangani

October 31, 2020
/
Health , News , sustainable
Limpahan Limbah Medis Kian Sulit Ditangani image

Di masa pandemi Covid-19 sejak Maret, tempat pembuangan sampah (TPA) dilaporkan menerima limpahan limbah infeksius/Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang diduga berasal dari pusat-pusat pelayanan kesehatan. Hal ini tentu saja disebabkan oleh bertambah pesatnya pasien Covid-19 di Indonesia yang disertai oleh buruknya penanganan limbah B3.

Masalah limpahan limbah ini sangatlah serius karena limbah yang seharusnya dimusnahkan ini dapat menyebarkan penyakit-penyakit menular terutama pada mereka yang bekerja/berada di lingkungan TPA. Tak berhenti di situ saja, tumpukan limbah B3 yang sangat berbahaya dapat berdampak buruk terhadap lingkungan bahkan berkali-kali lipat dari sampah biasa.

Dalam studi yang dipublikasikan oleh National Natural Science Foundation of China pada Juli lalu, kota Wuhan di Cina telah menghasilkan limbah medis sebesar 247 ton per hari dalam masa puncak pandemi per 15 Februari hingga 15 Maret. Sebelum Covid-19, Wuhan hanya menghasilkan 50 ton limbah medis per hari.

Sementara di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencatat peningkatan limbah medis berbahaya sebesar 30% di masa pandemi. Jumlah yang tercatat saat ini mencapai 382,03 ton per hari.

Limbah Medis

Sumber : Adi Renaldi/ Mongabay Indonesia

Dalam penelusuran BBC Indonesia, terbukti banyaknya gunungan sampah baru di TPA Burangkeng, Bekasi yang tingginya dapat mencapai 20-30 meter. Dalam tumpukan-tumpukan itu, terdapat banyak limbah medis seperti botol infus bekas pakai, sarung tangan medis, botol infus dengan jarum dan darah yang masih ada, masker dan limbah lainnya.

Masalah limbah B3 dibarengi dengan masalah minimnya fasilitas kesehatan yang memiliki izin untuk mengelola limbah medis sendiri hingga akhirnya mereka mengandalkan perusahaan pengelola limbah medis swasta yang jumlahnya pun tak merata di penjuru negeri.

Walau aturan dalam pengelolaan limbah B3 telah diatur oleh KLHK melalui Surat Edaran (SE) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.02/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3 dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19), pada kenyataannya limbah yang terlalu melimpah tak mudah untuk dikendalikan.

PLANTFUL