Blog

Jenis Cokelat Vegan yang Aman Dikonsumsi

November 23, 2020
/
Food , Veganism
Jenis Cokelat Vegan yang Aman Dikonsumsi image

Hampir semua orang menyukai cokelat dalam berbagai bentuk. Cokelat batang, minuman cokelat, kue cokelat, bola-bola cokelat, dan masih banyak lagi. Memakan cokelat seakan-akan membawa kebahagiaan dan menentramkan hati. Faktanya, keadaan di mana kita merasakan bahagia setelah makan cokelat bukanlah suatu pengandaian. Studi menjelaskan bahwa kandungan dalam cokelat berhubungan erat dengan produksi serotonin oleh saraf pada otak. Serotonin adalah neurotransmitter yang diproduksi saraf sebagai perantara komunikasi dalam otak. Serotonin memiliki berbagai fungsi bagi tubuh, seperti membantu makanan berpindah melalui saluran pencernaan, menyembuhkan luka pada kulit, menguatkan tulang, dan fungsi paling dikenalnya yaitu mempengaruhi mood.

Cokelat

Photo by Polina Tankilevitch from Pexels

Melalui komponen cokelat, triptofan, yang merupakan bagian dari asam amino, saraf otak dapat memproduksi zat serotonin. Karena itulah selepas memakan cokelat, kita merasa lebih senang. Cokelat juga dapat mempengaruhi level dopamin kita, lho! Dopamin ini merupakan neurotransmitter yang mengatur pusat kepuasan otak.

Cokelat sendiri merupakan panganan asli suku Maya sejak 4000 tahun lalu. Masyarakat Maya menggunakan kakao sehari-hari tak hanya sebagai pakan dan obat-obatan, suku Maya benar-benar menghormati kakao.

Kini cokelat dapat kita temui dalam tiga macam. Dark chocolate, Milk chocolate, dan White chocolate. Rasa dan pengolahan cokelat saat ini jauh berbeda dari cokelat buatan suku Maya. Biji cokelat diolah melalui penggilingan, pemanggangan, dan pencampuran dengan bahan-bahan lain untuk mendapatkan rasa cokelat yang sering kita temui saat ini. Pertanyaannya, apakah cokelat vegan?

Jawabannya tergantung pada jenis!

Milk Chocolate misalnya, karena dalam proses pembuatannya dicampur dengan susu (Dairy products), maka tidak dapat dikonsumsi oleh vegan. Begitu pula dengan white chocolate yang sebenarnya bukan betul-betul cokelat. White chocolate terbuat dari mentega kakao yang dicampur dengan susu serta pemanis.

Satu-satunya cokelat yang dapat dikonsumsi oleh vegan adalah dark chocolate. Dark chocolate hanya terdiri dari biji kakao dan tentu saja 100% vegan karena berasal dari tumbuh-tumbuhan (pohon kakao). Persentase biji kakao pada dark chocolate menentukan rasa pahitnya. Semakin tinggi tentu semakin pahit, namun berarti semakin terjamin vegannya.

Krakakoa

Sumber : www.instagram.com/krakakoa

Walau begitu, kamu tetap harus memperhatikan kandungan pada cokelat yang kamu beli. Terutama jika kamu sangat perhatian terhadap kadar gula yang kamu konsumsi.

Untuk saat ini, merk cokelat lokal yang menyatakan bahwa produk dark chocolatenya vegan adalah Krakakoa.

Sumber thumbnail : Photo by Snapwire from Pexels


PLANTFUL