Blog

4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

January 31, 2021
/
Diet , Food , Veganism
4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi! image

Kita tidak selalu memerlukan susu sapi sebagai sumber kalsium untuk tulang. Bloating atau kembung adalah salah satu dari beberapa akibat yang disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi susu. Bagi mereka yang mengidap lactose intolerance, susu dan produk dairy lainnya tidak dapat diserap oleh pencernaan dengan sempurna hingga mengakibatkan kembung parah, perut bergas, bahkan diare. Walau tidak membahayakan, terlalu banyak minum susu bisa berujung pada ketidak seimbangan pola hidup bagi orang dewasa.

 

Selain untuk menjaga kesehatan, alasan lingkungan dan hak asasi hewan adalah alasan lain mengapa kita sebaiknya tidak terlalu sering atau bahkan tidak sama sekali mengonsumsi susu sapi. Berikut 4 alasan mengapa kamu tidak butuh susu sapi!

 

Susu sapi untuk bayi sapi

Guna memberi kita segelas susu setiap harinya, sapi harus dibuat hamil agar dapat diperah. Susu-susu ini seharusnya diperuntukkan bagi bayi-bayi sapi yang sudah lahir. Setelah itu, induk sapi akan terus dipaksa hamil hingga berulang sampai sang induk tak lagi mampu beranak.

 

Baca juga : Dari Mana Sumber Kalsium Vegan?

Susu sapi dan produk dairy tinggi akan lemak

Segala produk yang terbuat dari dairy (susu sapi terutama) memiliki kalori yang tinggi. Lemak dalam susu sapi (tergantung pada jenis sapi) bisa mencapai hingga 5% lemak. Selain itu, produk-produk berbasis susu seringkali mengandung lemak saturasi/lemak jenuh yang sangat buruk untuk kesehatan. Susu sapi juga biasanya masih mengandung hormon sapi.

 

Penghasil gas emisi yang tinggi

Untuk menghasilkan segelas susu sapi saja, peternakan telah menghasilkan tiga kali lipat efek rumah kaca. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi bumi yang kian hari kian panas karena krisis iklim.

 

Mengakibatkan alergi

Bayi dan anak-anak sering kali mengalami reaksi alergi terhadap susu sapi. Walau hal ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi kemungkinan orang dewasa juga mengalaminya tetap ada. Alergi pada susu bisa berakibat pada ruam kulit dan gatal-gatal, sesak nafas, kembung, diare, serta infeksi pada telinga.

 

Baca juga : 5 Susu Alternatif Pengganti Susu Sapi

Belum bisa meninggalkan susu sapi sepenuhnya? Coba untuk mengeleminasinya secara bertahap. Susu sapi tidak melulu buruk, tetapi menjadikannya menu utama dalam pola makan tentu bukan keputusan yang baik. Ganti susu sapi dengan susu berbasis nabati.

Sumber thumbnail : freestocks.org from Pexels

PLANTFUL