Blog

  • 3 Makanan Plant Based Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak

    February 28, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Life Style
    3 Makanan Plant Based Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak image

    Sudah setahun pandemi Covid-19 menyerang seluruh dunia, memaksa kita semua untuk lebih sering beraktivitas di rumah saja. Alhasil, berolahraga pun di rumah, bahkan bekerja juga di rumah. Aktivitas yang tidak terkendali waktunya membuat kita kewalahan mengatur jadwal terutama jam tidur.

    Tidur terlambat atau terlalu banyak akan membuat tubuh sakit dan produktivitas terganggu. Kita jadi sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Jika tidak diperbaiki, kualitas tidur yang buruk akan memperparah kesehatan dalam jangka panjang. Gak mau kan hal itu terjadi? Apalagi bagi kamu yang sudah tak lagi muda. Menurut Sleep Foundation, hormon melatonin yang diperoleh dengan menyerap asam amino triptofan dari makanan bisa memperbaiki kualitas tidur kita. Protein dan karbohidrat mengandung triptofan yang tinggi, kamu gak perlu makan produk hewani untuk mendapat triptofan dari protein. Konsumsi saja 3 makanan plant based ini secara teratur untuk bantu tidur lebih nyenyak.

    Selai Kacang

    Selai Kacang

    Photo by Karolina Grabowska from Pexels


    Oleskan selai kacang pada roti vegan favoritmu. Dua makanan ini mengandung protein dan karbohidrat yang dapat membantu tubuh mendapatkan melatonin. Konsumsi disarankan saat pagi hari, ya!

    Pisang

    Pisang

    Photo by Couleur from Pexels


    Buah satu ini kaya akan magnesium dan potasium yang dapat membuat otot-otot tubuh lebih rileks sehingga kamu bisa tidur lebih nyenyak.

    Humus

    Humus

    Photo by Nataliya Vaitkevich from Pexels


    Humus mengandung triptofan alami sehingga jika kamu mengonsumsi humus, hormon melatonin akan lebih mudah didapatkan tanpa harus melalui proses panjang dalam tubuh.

    Selain 3 makanan plant based di atas, meminum teh herbal tanpa kafein juga bisa membantu memperbaiki kualitas tidurmu. Jangan lupa untuk berolahraga paling sedikit selama lima belas menit setiap harinya agar tubuh juga mendapatkan serotonin yang dapat membuat pikiran lebih positif.

    PLANTFUL


  • ONA, Restoran Vegan Pertama Peraih Michelin Star

    February 28, 2021
    /
    Food , News , sustainable , Veganism
    ONA, Restoran Vegan Pertama Peraih Michelin Star image

    Pada Januari lalu, penghargaan Michelin Guide edisi Perancis mengumumkan peraih satu bintangnya jatuh kepada restoran vegan bernama ONA di Arès, Prancis barat daya. Seperti dilansir dari BBC News, ONA yang merupakan singkatan dari Origine Non-Animale (animal free-origin), dijalankan oleh Chef Claire Vallée. Bintang Michelin ini merupakan bintang pertama yang diraih oleh restoran vegan.

    Sebelum menjadi seorang chef, Claire bekerja sebagai arkeolog dan mendapat gelar doktor di bidang arkeologi. Setelah menyelesaikan studinya, perempuan asal Prancis ini memutuskan untuk bekerja selama musim panas di sebuah restoran di Swiss hingga akhirnya berlatih sebagai pastry chef selama delapan tahun setelahnya. Pada perjalanannya ke Thailand selama satu tahun, Claire terlena akan keindahan hidangan vegetarian. Ia berkenalan dengan bumbu-bumbu berbasis nabati, tahu, rempah, hingga seitan.

    Sekembalinya dari Thailand, Claire kembali bekerja di dapur dan merasa terpanggil hatinya untuk beralih menjadi seorang vegan. Pada 2016, Ia pun memutuskan untuk membangun ONA, restoran vegan dengan bahan-bahan organik, sistem kompos, serta seluruh restorannya menggunakan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

    Diterimanya bintang Michelin pertama bagi restoran vegan tentu membanggakan. Veganisme tak lagi dianggap sebelah mata bahkan bisa bersaing dengan restoran-restoran non vegan terutama di Prancis, raja gastronomi dunia. Ini membuktikan bahwa makanan berbasis nabati bisa diolah dengan menarik hingga menciptakan cita rasa yang luar biasa.

    Michelin Guide bahkan menulis pada akun instagram resminya :

    Michelin Star

    “At ONA, nothing is lost, everything is transformed and dressed into beautiful dishes with a splendid array of fruit and vegetables. The green terrace –open in summer— has 140 varieties of edible plants that the chef uses in her cuisine. ONA’s experience is an invitation to an unexpected journey that expresses itself in all its complexity: it is more than a restaurant, it’s a way of life!”

    ONA

    Michelin Guide merupakan seri buku (guidance) yang diprakarsai oleh perusahaan ban ternama Michelin dari Prancis berisikan daftar restoran-restoran dengan bintang Michelin. Penghargaan berupa satu bintang pada suatu restoran merupakan sanjungan terbaik di dunia. Restoran bisa mendapatkan hingga tiga bintang dalam kurun waktu yang berbeda, namun satu saja sudah merupakan pujian yang luar biasa. Tahun ini, untuk pertama kalinya Michelin Guide memberikan bintang pada restoran vegan, tak sabar menanti restoran berbasis nabati lain masuk ke dalam jajaran Michelin Guide.

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ona33740

    PLANTFUL


  • Veg News : Beyond Meat Gandeng McDonald's Hingga Taco Bell

    February 27, 2021
    /
    Food , News , Veganism
    Veg News : Beyond Meat Gandeng McDonald's Hingga Taco Bell image

    Perusahaan teknologi pangan asal California, Amerika, Beyond Meat baru saja meneken kerjasama dengan 4 rantai restoran cepat saji, McDonald’s, KFC, Taco Bell, dan Pizza Hut. Bersama Beyond Meat, restoran-restoran tersebut akan membawa menu vegan mereka ke level baru pada setiap cabangnya di seluruh dunia.

    Beyond Meat

    Sumber : www.twitter.com/beyondmeat

    Pada awal tahun 2021, McDonald’s corp sudah lebih dulu meneken perjanjian 3 tahun agar Beyond Meat menjadi satu-satunya pemasok McPlant patty yang baru-baru ini diluncurkan di cabang McDonald’s Swedia dan Denmark. Dengan adanya kerjasama ini, Beyond Meat juga akan membantu McDonald’s untuk mengembangkan menu-menu vegan berikutnya.


    “We are proud to enter into this strategic global agreement with McDonald’s, an exciting milestone for Beyond Meat, and look forward to serving McDonald’s as they bring expanded choice to menus globally,” Ujar founder dan CEO Beyond Meat, Ethan Brown.

    Yum!Brands selaku perusahaan yang menaungi KFC, Taco Bell, dan Pizza Hut pun ikut merangkul Beyond Meat sebagai pemasok daging vegan utama di tiga resto cepat saji ini. Sebelumnya, Yum!Brands sudah pernah bekerja sama dengan Beyond Meat untuk menyajikan menu-menu vegan Taco Bell, Pizza Hut, dan KFC di beberapa wilayah di daratan Cina.

    KFC Beyond Meat

    Sumber : www.instagram.com/KFC

    Pada 2019, KFC juga pernah meluncurkan menu vegan populer pertama mereka bersama Beyond Meat dengan nama Beyond Fried Chicken di Atlanta, dan 70 lokasi lain yang tersebar di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

    Siapa sangka, ya restoran cepat saji akan menyajikan menu vegan? Kapan menu-menu vegan ini bisa dijual di Indonesia? Kita tunggu saja, yuk!

    Sumber thumbnail : www.twitter.com/BeyondMeat

    PLANTFUL


  • Plantful Kini Hadir di Kemang

    February 27, 2021
    /
    Diet , Food
    Plantful Kini Hadir di Kemang image

    Kabar gembira untuk kamu vegan food lovers! Plantful kini hadir di Kemang, Jakarta Selatan dengan konsep take away. Kamu bisa memesan menu-menu andalan Plantful melalui GoFood dan GrabFood setiap Selasa hingga Jumat dari pukul 10.30 pagi hingga 19.00 malam.

    Plantful

    Cocok banget nih buat kamu yang belum bisa pesan katering plant based Plantful tetapi ingin mencoba menu vegan kami. Menu apa saja sih yang bisa dipesan? Ada Vegan Nasi Matah Bali yang menggunakan brown rice, Vegan Rendang Rice Box yang hanya mengandung 472 kalori, Vegan Satay Yayam dengan lontong beras merah, Vegan Char Noodle, Mie Yayam Bakso, Vegan Rica-Rica Box, Vegan Pempek, Vegan Kopi Susu, Healthy Cendol, dan menu kesayangan kita semua, Vegan Shirataki Mentai ala Plantful!

    Plantful

    Untuk menu-menu dengan nasi, kamu bisa lho request untuk menggantinya dengan beras shirataki, jadi gak perlu kuatir bagi kamu yang sedang diet nasi. Plantful juga akan segera menambahkan menu-menu terbaru di store Kemang ini. Jadi biar kamu gak ketinggalan infonya, yuk follow akun Instagram kami di @Plantful.Kemang.

    Kapan lagi bisa nyobain menu vegan yang unik, rendah kalori, sehat, dan tentunya murah meriah!

    Plantful Kemang

    Jl. Bangka Raya No. 104, Kemang, Jakarta Selatan
    Selasa - Jumat
    10.30 - 19.00
    Available on :
    GoFood & GrabFood


  • Dapatkah Diet Plant Based Mencegah Alzheimer?

    February 26, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Dapatkah Diet Plant Based Mencegah Alzheimer? image

    Menurut organisasi Alzheimer’s Indonesia, alzheimer termasuk di bawah payung demensia, yaitu kumpulan penyakit penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, emosi, pengambilan keputusan, dan fungsi otak lainnya. Dari 5 jenis penyakit di bawah payung demensia, alzheimer lah yang paling umum diderita oleh sekitar 60-70% orang.

    Alzi

    Sumber : www.alzi.or.id

    Dari data World Health Organization (WHO), 50 juta orang di dunia mengidap alzheimer dengan 10 juta kasus baru setiap harinya. Ini berarti setiap 3 detik, 1 orang di dunia mengidap alzheimer. Pada tahun 2016, Indonesia menghitung sebanyak 1,2 juta orang terindikasi mengidap demensia. Kemungkinan angka akan terus meningkat hingga 2 juta kasus di tahun 2030, dan 4 juta kasus pada 2050.

    ALZ

    Sumber : www.alz.org

    Alzheimer pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Alois Alzheimer, MD, seorang psikiater dari Jerman yang mencatat kasus-kasus perihal hilang ingatan. Penyakit ini termasuk dalam penyakit yang degeneratif dan natural progresif. Setiap harinya orang dengan alzheimer akan mengalami penurunan fungsi jaringan dan organ secara alami hingga kematiannya. Penyakit-penyakit demensia seperti alzheimer tidak dapat disembuhkan namun bisa diperlambat jika dilakukan deteksi dini.

    WHO

    Sumber : www.who.int

    Umumnya, penyakit-penyakit demensia diderita oleh orang-orang dengan usia lebih dari 65 tahun, namun bukan berarti mereka yang berusia kurang dari tersebut tidak mungkin terdeteksi dengan demensia. Young onset dementia atau orang-orang yang mengalami demensia sebelum usia 65 tahun, meningkat hingga 9%.

    Mencegah penyakit alzheimer dapat dilakukan dengan memperbaiki pola hidup. Berolahraga secara teratur, tidak merokok, menjaga tekanan darah, kadar gula dalam tubuh, serta kolesterol. Menjaga diet sehari-hari adalah yang utama, dengan mengonsumsi makanan sehat, kita bisa menjaga berat badan dan mengatur vitalitas tubuh, hingga kemungkinan untuk terkena alzheimer saat tua nanti dapat ditekan bahkan dihindari sama sekali.

    nia

    Sumber : www.nia.nih.gov

    Studi terbaru menyebutkan bahwa menjalani kombinasi pola hidup sehat dapat mengurangi resiko hingga 60%. Ketika otak mengalami perubahan-perubahan dalam linimasa hidup seseorang, pada saat itu pula ditentukan apakah kita akan mengalami tahap awal demensia. Di sini, perubahan pola hidup sehat sangat diperlukan, terutama dalam berolahraga dan menu makan harian. Selain untuk mencegah demensia secara langsung, pola hidup sehat juga dapat menghindarkan kita dari penyakit-penyakit yang secara tak langsung membentuk bibit alzheimer di kemudian hari. Seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan penyakit jantung.

    MIND atau Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay adalah salah satu jenis diet yang disarankan oleh para ilmuwan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diet Mediterania ini lebih menekankan pada konsumsi rutin sayur, buah, kacang-kacangan, dan daging ikan. Sayuran berdaun hijau disarankan untuk dikonsumsi 6 kali seminggu sedangkan ikan hanya seminggu sekali.

    Studi lain dari Kanada juga menemukan bahwa seseorang yang lebih sering mengonsumsi sayuran, buah, kacang, dan polong-polongan, memiliki skor lebih tinggi dalam tes kefasihan verbal. Sebaliknya, studi yang dipublikasikan oleh Cambridge University menemukan bahwa 18.000 orang dengan pola makan tinggi daging olahan dan gorengan mendapat nilai rendah dalam kegiatan belajar dan mengingat.

    Pola makan berbasis nabati memang tak hanya baik untuk kesehatan otak, tetapi juga untuk kesehatan manusia secara menyeluruh. Pesan katering plant based di Plantful agar tubuh semakin kuat dan sehat. Tenang saja, di Plantful, hidangan vegan kami 100% sehat, tanpa pengawet, MSG, dan tanpa gorengan.

    Sumber thumbnail : Pixabay from Pexels

    Sumber : https://www.nia.nih.gov/health/alzheimers-disease-fact-sheet

    https://www.medicalnewstoday.com/articles/327046

    https://alzi.or.id/

    PLANTFUL


  • 5 Makanan yang Kaya Akan Antioksidan

    February 24, 2021
    /
    Food , Health , Veganism
    5 Makanan yang Kaya Akan Antioksidan image

    Sebenarnya bagaimana sih rupanya antioksidan? Apa yang membuat kandungan antioksidan istimewa hingga selalu menjadi bagian penting dari usaha menyehatkan tubuh? Antioksidan adalah sifat dari berbagai senyawa (agen) yang bekerja untuk menangkal radikal bebas.

    Radikal bebas sangatlah berbahaya bagi kesehatan karena cara kerjanya dapat merusak susunan sel DNA. Apalagi zat beracun ini bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada asap rokok, polusi, pestisida, dan lainnya. Untuk itulah kita memerlukan asupan antioksidan setiap harinya.

    Agen antioksidan sebenarnya tidak hanya satu. Ada adalah flavonoid, polifenol, beta karoten, likopen, zat besi. Namun agen antioksidan yang paling umum dan vital adalah vitamin C serta vitamin E. Utamanya ditemukan dalam makanan seperti sayur dan buah-buahan

    Vitamin C atau ascorbic acid (AsA) adalah senyawa organik alami yang bersifat larut dalam air. Vitamin C tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, karena itulah penting sekali untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian melalui makanan (buah dan sayur) atau suplemen. Sementara vitamin E adalah senyawa organik alami/nutrisi yang larut dalam lemak dan memiliki berbagai jenis bentuk namun hanya alpha-tocopherol lah yang bermanfaat bagi tubuh.

    Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan E setiap harinya dalam porsi cukup, kamu sudah bisa melindungi tubuh dari radikal bebas. Kabar baiknya, bahan makanan yang paling tinggi kandungan antioksidannya berbasis nabati, lho! Berikut ini 5 makanan yang kaya akan antioksidan.


    Buah Mangga

    Mangga

    Photo by MESSALA CIULLA from Pexels


    Si manis yang kaya akan air buah ini paling mudah ditemui di Indonesia, terutama saat sedang musimnya. Selain rendah kalori, mangga ternyata kaya akan serat, dan mengandung vitamin A serta vitamin C yang tinggi. Jika kamu mau mengonsumsi makanan yang paling banyak mengandung antioksidan, mangga adalah jawabannya.

    Dark Chocolate
    Bukan milk chocolate atau white chocolate, namun dark chocolate. Bentuk coklat yang paling alami dan kaya akan antioksidan. Memakan dark chocolate yang kaya akan nutrisi dapat membantu tubuh mencegah kolesterol jahat.

    Ubi Jalar
    Beta karoten yang memberi warna cerah pada ubi dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A dan C guna menjaga kesehatan mata dan metabolisme tubuh. Inilah yang membuat ubi jalar semakin istimewa, dengan aneka kandungan vitamin di dalamnya, bisa dibilang ubi sangat kaya akan antioksidan. Coba mulai ganti nasimu dengan ubi jalar, yuk!

    Petai

    Petai

    Sumber : www.instagram.com/rollinggrace


    Walau tak banyak yang menyukai karena bau, petai ternyata kaya akan antioksidan. Selain mengandung vitamin C dan E sekaligus, petai juga mengandung polifenol, flavonoid, dan tanin, agen-agen lain yang membentuk antioksidan.

    Kopi Hitam

    Kopi

    //sirclocdn.com/plantfuljkt/files/pexels-marta-dzedyshko-2775859.jpg


    Kopi adalah salah satu sumber antioksidan yang populer dan paling banyak digemari. Kopi mengandung hydrocinnamic acids dan polyphenols yang merupakan agen terkuat antioksidan. Walau begitu, terlalu banyak meminum kopi akan berakibat buruk bagi kesehatan, jadi minumlah secukupnya dan hindari jika lambung tidak kuat.

    Masih banyak daftar makanan yang kaya akan antioksidan. Di Plantful, kami selalu berusaha untuk memasukkan bahan-bahan yang kaya akan vitamin pada setiap menu agar dapat membantu kamu memenuhi nutrisi harian tubuh. Sudah siap berpetualang dengan menu-menu Plantful? Klik di sini untuk memesan katering plant based-mu, ya!

    Sumber thumbnail : Mark Stebnicki from Pexels

    PLANTFUL


  • Kenalan dengan Seitan, Kegemaran Para Vegan

    February 23, 2021
    /
    Food , Veganism
    Kenalan dengan Seitan, Kegemaran Para Vegan image

    Beberapa di antara kamu pasti masih bingung ketika mendengar kata ‘seitan’. Bukan, seitan ini bukan sejenis kuntilanak, melainkan salah satu penemuan hebat dalam dunia kuliner yang dicintai oleh para vegan karena selalu dijadikan pengganti daging hewani. Kok bisa? Memangnya seitan terbuat dari apa? Apakah teksturnya sama persis dengan daging?

    Untuk mengetahui apa itu seitan, kita harus kembali ke 1500 tahun lalu tepatnya pada abad ke-6 di daratan Cina. Kala itu para penganut Buddha sudah mengonsumsi gluten gandum sebagai pengganti daging karena memakan daging hewani sangat dilarang dalam agama Buddha. Para biksu menemukan bahwa adonan gandum yang direndam dalam air memudarkan semua pati gandum dan menyisakan gluten gandum berprotein tinggi dengan tekstur seperti daging. Kemudian pada tahun 1961 di Jepang, seorang pendukung gerakan diet makrobiotik, George Ohsawa mengenalkan nama ‘seitan’ sebagai sebutan gluten gandum ini.

    Seitan

    Sumber : www.instagram.com/plntbsd_rebecca

    Pada pertengahan abad ke-20, seitan pun mulai populer di kalangan masyarakat barat sebagai bahan makanan untuk vegetarian. Biasanya seitan dijual dalam bentuk blok dan dapat ditemui di berbagai supermarket.

    Seitan mengandung protein yang lebih tinggi dari pada tahu. Pada setiap 100 gram seitan mengandung 75 gram protein. Bagi kamu yang alergi terhadap gandum atau gluten, tentu saja seitan bukan pilihan yang tepat untuk dijadikan pengganti daging. Namun bagi kamu yang tidak alergi pada gluten (namun alergi pada kacang-kacangan), seitan bisa menggantikan semua daging hewani dalam resep-resep masakan, lho. Karena terbuat dari gandum yang telah hilang patinya, tekstur seitan bisa dibilang mirip sekali dengan daging kualitas baik.

    Selain tinggi protein, seitan ternyata hanya mengandung 1,5 gram (per 100 g) lemak karena pada dasarnya gandum memang tidak mengandung lemak sama sekali. Bisa dibilang bahan makanan satu ini tidak mengandung kolesterol sama sekali, lho. Seitan juga kaya akan serat, zat besi, dan kalsium.

    Walau begitu kamu harus tetap memperhatikan kandungan garam pada produk seitan yang akan dibeli, ya. Sering kali seitan sudah mengalami proses pengolahan dengan tambahan vitamin juga bumbu-bumbu. Batasi juga konsumsi seitan, misalnya seminggu dua kali, karena terlalu banyak gluten juga tidak baik bagi tubuh dan pencernaan.

    Apa kamu sudah pernah mencoba seitan?

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/al_diabolo

    PLANTFUL