Blog

Dapatkah Diet Plant Based Mencegah Alzheimer?

February 26, 2021
/
Diet , Food , Health
Dapatkah Diet Plant Based Mencegah Alzheimer? image

Menurut organisasi Alzheimer’s Indonesia, alzheimer termasuk di bawah payung demensia, yaitu kumpulan penyakit penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, emosi, pengambilan keputusan, dan fungsi otak lainnya. Dari 5 jenis penyakit di bawah payung demensia, alzheimer lah yang paling umum diderita oleh sekitar 60-70% orang.

Alzi

Sumber : www.alzi.or.id

Dari data World Health Organization (WHO), 50 juta orang di dunia mengidap alzheimer dengan 10 juta kasus baru setiap harinya. Ini berarti setiap 3 detik, 1 orang di dunia mengidap alzheimer. Pada tahun 2016, Indonesia menghitung sebanyak 1,2 juta orang terindikasi mengidap demensia. Kemungkinan angka akan terus meningkat hingga 2 juta kasus di tahun 2030, dan 4 juta kasus pada 2050.

ALZ

Sumber : www.alz.org

Alzheimer pertama kali ditemukan pada tahun 1906 oleh Alois Alzheimer, MD, seorang psikiater dari Jerman yang mencatat kasus-kasus perihal hilang ingatan. Penyakit ini termasuk dalam penyakit yang degeneratif dan natural progresif. Setiap harinya orang dengan alzheimer akan mengalami penurunan fungsi jaringan dan organ secara alami hingga kematiannya. Penyakit-penyakit demensia seperti alzheimer tidak dapat disembuhkan namun bisa diperlambat jika dilakukan deteksi dini.

WHO

Sumber : www.who.int

Umumnya, penyakit-penyakit demensia diderita oleh orang-orang dengan usia lebih dari 65 tahun, namun bukan berarti mereka yang berusia kurang dari tersebut tidak mungkin terdeteksi dengan demensia. Young onset dementia atau orang-orang yang mengalami demensia sebelum usia 65 tahun, meningkat hingga 9%.

Mencegah penyakit alzheimer dapat dilakukan dengan memperbaiki pola hidup. Berolahraga secara teratur, tidak merokok, menjaga tekanan darah, kadar gula dalam tubuh, serta kolesterol. Menjaga diet sehari-hari adalah yang utama, dengan mengonsumsi makanan sehat, kita bisa menjaga berat badan dan mengatur vitalitas tubuh, hingga kemungkinan untuk terkena alzheimer saat tua nanti dapat ditekan bahkan dihindari sama sekali.

nia

Sumber : www.nia.nih.gov

Studi terbaru menyebutkan bahwa menjalani kombinasi pola hidup sehat dapat mengurangi resiko hingga 60%. Ketika otak mengalami perubahan-perubahan dalam linimasa hidup seseorang, pada saat itu pula ditentukan apakah kita akan mengalami tahap awal demensia. Di sini, perubahan pola hidup sehat sangat diperlukan, terutama dalam berolahraga dan menu makan harian. Selain untuk mencegah demensia secara langsung, pola hidup sehat juga dapat menghindarkan kita dari penyakit-penyakit yang secara tak langsung membentuk bibit alzheimer di kemudian hari. Seperti darah tinggi, kolesterol, diabetes, dan penyakit jantung.

MIND atau Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay adalah salah satu jenis diet yang disarankan oleh para ilmuwan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diet Mediterania ini lebih menekankan pada konsumsi rutin sayur, buah, kacang-kacangan, dan daging ikan. Sayuran berdaun hijau disarankan untuk dikonsumsi 6 kali seminggu sedangkan ikan hanya seminggu sekali.

Studi lain dari Kanada juga menemukan bahwa seseorang yang lebih sering mengonsumsi sayuran, buah, kacang, dan polong-polongan, memiliki skor lebih tinggi dalam tes kefasihan verbal. Sebaliknya, studi yang dipublikasikan oleh Cambridge University menemukan bahwa 18.000 orang dengan pola makan tinggi daging olahan dan gorengan mendapat nilai rendah dalam kegiatan belajar dan mengingat.

Pola makan berbasis nabati memang tak hanya baik untuk kesehatan otak, tetapi juga untuk kesehatan manusia secara menyeluruh. Pesan katering plant based di Plantful agar tubuh semakin kuat dan sehat. Tenang saja, di Plantful, hidangan vegan kami 100% sehat, tanpa pengawet, MSG, dan tanpa gorengan.

Sumber thumbnail : Pixabay from Pexels

Sumber : https://www.nia.nih.gov/health/alzheimers-disease-fact-sheet

https://www.medicalnewstoday.com/articles/327046

https://alzi.or.id/

PLANTFUL