Blog

Kenalan dengan Seitan, Kegemaran Para Vegan

February 23, 2021
/
Food , Veganism
Kenalan dengan Seitan, Kegemaran Para Vegan image

Beberapa di antara kamu pasti masih bingung ketika mendengar kata ‘seitan’. Bukan, seitan ini bukan sejenis kuntilanak, melainkan salah satu penemuan hebat dalam dunia kuliner yang dicintai oleh para vegan karena selalu dijadikan pengganti daging hewani. Kok bisa? Memangnya seitan terbuat dari apa? Apakah teksturnya sama persis dengan daging?

Untuk mengetahui apa itu seitan, kita harus kembali ke 1500 tahun lalu tepatnya pada abad ke-6 di daratan Cina. Kala itu para penganut Buddha sudah mengonsumsi gluten gandum sebagai pengganti daging karena memakan daging hewani sangat dilarang dalam agama Buddha. Para biksu menemukan bahwa adonan gandum yang direndam dalam air memudarkan semua pati gandum dan menyisakan gluten gandum berprotein tinggi dengan tekstur seperti daging. Kemudian pada tahun 1961 di Jepang, seorang pendukung gerakan diet makrobiotik, George Ohsawa mengenalkan nama ‘seitan’ sebagai sebutan gluten gandum ini.

Seitan

Sumber : www.instagram.com/plntbsd_rebecca

Pada pertengahan abad ke-20, seitan pun mulai populer di kalangan masyarakat barat sebagai bahan makanan untuk vegetarian. Biasanya seitan dijual dalam bentuk blok dan dapat ditemui di berbagai supermarket.

Seitan mengandung protein yang lebih tinggi dari pada tahu. Pada setiap 100 gram seitan mengandung 75 gram protein. Bagi kamu yang alergi terhadap gandum atau gluten, tentu saja seitan bukan pilihan yang tepat untuk dijadikan pengganti daging. Namun bagi kamu yang tidak alergi pada gluten (namun alergi pada kacang-kacangan), seitan bisa menggantikan semua daging hewani dalam resep-resep masakan, lho. Karena terbuat dari gandum yang telah hilang patinya, tekstur seitan bisa dibilang mirip sekali dengan daging kualitas baik.

Selain tinggi protein, seitan ternyata hanya mengandung 1,5 gram (per 100 g) lemak karena pada dasarnya gandum memang tidak mengandung lemak sama sekali. Bisa dibilang bahan makanan satu ini tidak mengandung kolesterol sama sekali, lho. Seitan juga kaya akan serat, zat besi, dan kalsium.

Walau begitu kamu harus tetap memperhatikan kandungan garam pada produk seitan yang akan dibeli, ya. Sering kali seitan sudah mengalami proses pengolahan dengan tambahan vitamin juga bumbu-bumbu. Batasi juga konsumsi seitan, misalnya seminggu dua kali, karena terlalu banyak gluten juga tidak baik bagi tubuh dan pencernaan.

Apa kamu sudah pernah mencoba seitan?

Sumber thumbnail : www.instagram.com/al_diabolo

PLANTFUL