Blog

5 Kacang Lokal Dengan Kandungan Gizi Tinggi

March 22, 2021
/
Diet , Food , Health
5 Kacang Lokal Dengan Kandungan Gizi Tinggi image

Bagi kamu yang tidak alergi dengan kacang, mengonsumsinya setiap hari sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Ada berbagai jenis kacang di seluruh dunia, tetapi kacang tanah dan almond (badam) adalah dua kacang paling populer menurut statista pada tahun 2018.

Kacang-kacangan merupakan makanan kaya nutrisi serta lemak tak jenuh yang mengandung senyawa bioaktif seperti protein, serat, mineral, fitosterol, dan tokoferol. Jadi di dalam kacang terdapat paket lengkap konten makronutrien (protein, karbo, lemak), juga mikronutrien (vitamin, mineral). Keunikan struktur yang membentuk kacang-kacangan membuat panganan berjenis biji ini menjadi salah satu yang tersehat.

Kacang-kacangan sendiri sudah masuk ke dalam menu makanan manusia bahkan sejak 780.000 tahun lalu. Penggalian oleh para arkeologi di Israel menemukan sisa-sisa dari 7 jenis kacang yang berbeda beserta alat pengupas kacang purba. Galian yang dilakukan di Irak juga telah membeberkan bukti yang serupa dengan perkiraan waktu sekitar 50.000 SM.

Di Indonesia, kita juga terbiasa mengonsumsi kacang-kacangan pada menu yang berbeda. Kacang merah dalam sup, kacang ijo dalam bubur, kacang kedelai pada tempe/tahu, kacang tanah dalam peyek, juga kacang kenari dalam sajian pencuci mulut seperti klappertaart. Walau begitu, kita masih belum banyak mengenal jenis-jenis kacang lokal yang ternyata sangat banyak. Kurangnya apresiasi pada kacang lokal membuat kita terlalu fokus pada kacang import seperti hazelnut, kacang Brazil, kacang almond, bahkan bahan baku pembuatan tempe yaitu kacang kedelai seringkali diimpor dari negara Asia lainnya.

Maka itu Plantful akan mengenalkan kamu dengan 5 kacang lokal yang kandungan gizinya sangat tinggi dan bisa kamu pertimbangkan untuk dikonsumsi sehari-hari menggantikan kacang-kacang import. Apa saja sih kacangnya?

Kacang Kenari
Kacang satu ini memiliki banyak nama di berbagai negara, karena itulah penampakannya dirasa tidak sepopuler kacang almond. Canarium ovatum atau pohon Pili, atau kenari merupakan pohon dari daerah tropis yang masuk dalam keluarga pepohonan burseraceae. Pohon ini aslinya bertumbuh di daerah kepulauan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina), Papua New Guinea, dan area Australia utara. Kacang kenari dari pohon Canarium lebih banyak ditanam di daerah Timur Indonesia seperti Maluku.

Kacang Kenari

Sumber : www.instagram.com/alexamaheswari

Kacang kenari merupakan sumber asam amino eksogen terbaik. Kenari juga mengandung magnesium paling banyak di antara jenis kacang-kacang lainnya. Dengan mengonsumsi kacang kenari sesuai porsi setiap harinya, kamu bisa menurunkan kolesterol, menguatkan tulang, dan melawan inflamasi.

Kacang Tunggak
Belum pernah mendengar nama kacang yang satu ini? Dalam bahasa Inggris, kacang yang dipercaya asalnya dari Afrika ini biasa disebut Black Eyed Peas karena mata kacangnya yang berwarna hitam. Di Indonesia, kacang tunggak biasa juga disebut sebagai kacang tolo. Sering kali, kacang yang kulitnya sangat mirip dengan kacang panjang ini ditambahkan dalam hidangan-hidangan lokal seperti pada brongkos, gudeg, rempeyek, dan lainnya. Namun penggunaannya masih sangat terbatas karena minim pengetahuan dari masyarakat tentang pengolahan kacang yang rendah lemak ini.

Kacang Tunggak

Sumber : www.instagram.com/armithaap

Kacang tunggak mengandung vitamin B1, asam amino lisin, asam aspartat, glutamat. dan pada setiap 100 gramnya terdapat 24.4 gram protein. Sehingga mengonsumsinya dalam sehari dapat memenuhi kebutuhan protein tubuh hampir separuhnya.

Kacang Bogor
Sesuai namanya kacang yang termasuk dalam golongan kacang tanah ini tumbuhnya lebih banyak di daerah Bogor, Jawa Barat. Kalau pernah jalan-jalan ke Bogor, pasti lihat deh para pedagang menjajakan kacang satu ini.

Kacang Bogor

Sumber : www.instagram.com/loetfiacarving

Dalam setiap 100 gram kacang Bogor mengandung copper/tembaga sebesar 185%, serat 88%, vitamin B3 42%, dan berbagai vitamin serta mineral lainnya. Kacang Bogor juga mengandung asam lemak esensial (omega 3 & omega 6) yang dapat meningkatkan kecerdasan otak, lho!

Kacang Hijau

Kacang Hijau

Sumber : www.yoesiariyani.com


Siapa yang suka makan bubur kacang ijo saat sakit atau pas lagi ke warteg? Kacang yang satu ini begitu dicintai masyarakat Asia Tenggara khususnya Indonesia karena sangat mudah didapatkan. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Balitkabi Litbang Pertanian NTT, kacang hijau mengandung protein Isoleusin 6,95%, Leusin 12,90%, Lysin 7,94%, Metionin 0,84%, Phenylalanin 7,07%, Thereonin 4,50%, Valin 6,23%, dan asam amino non esensial. Gak hanya kaya akan vitamin dan mineral, kacang hijau juga bisa digunakan untuk menumbuhkan tauge untuk sayur, lho. Multitalenta banget, ya?

Kacang Mete/Mede
Kacang satu ini bisa disebut unik karena tumbuh bersama dengan buah jambu mete. Biji yang menggantung di bawah buah jambunya kemudian dikeringkan dan diolah hingga menjadi kacang yang bisa dimakan. Sering kita temui kacang mete dalam campuran coklat, kue-kue, atau dipanggang dan disajikan dalam toples saat hari raya.

Kacang Mete

Sumber : www.instagram.com/bibit.buah.pupuk.organik

Tahu gak kalau kandungan zat besi dan tembaga pada kacang mete bisa mengatasi penyakit anemia. Selain itu, kacang mete juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang merupakan jenis antioksidan yang dapat memelihara kesehatan mata.


Ternyata ada banyak kacang-kacang lokal yang menyehatkan jika dikonsumsi. Sekarang kamu sudah tahu, jadi gak perlu sering-sering beli kacang impor, ya! Yuk kita berdayakan pangan lokal agar petani lebih makmur dan juga demi mengurangi jejak karbon bahan makanan kita!

Sumber : https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Nuts-and-seeds

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257681/

http://pangan.litbang.pertanian.go.id/m/?headline=831

https://www.greeners.co/flora-fauna/kacang-tunggak-sumber-protein-pesaing-daging/

Sumber thumbnail : Pixabay from Pexels

PLANTFUL