Blog

Kenikmatan Diet Tanpa Sayur dan Buah ala Diet Tya Ariestya. Apakah Sehat Bagi Tubuh?

March 24, 2021
/
Diet , Food , Health
Kenikmatan Diet Tanpa Sayur dan Buah ala Diet Tya Ariestya. Apakah Sehat Bagi Tubuh? image

Beberapa waktu lalu publik ramai membicarakan tentang pola diet yang digagas oleh Tya Ariestya, seorang artis Ibukota sekaligus mantan atlet taekwondo. Pada akhir tahun 2020, Tya meluncurkan bukunya yang berjudul The Journey of Fit Tya Ariestya, berisikan perjalanannya selama empat bulan menurunkan berat badan hingga 25kg. Siapa yang tidak tertarik untuk mencari tahu bagaimana bisa menurunkan berat badan secara signifikan hanya dalam waktu yang singkat?

Awalnya tidak ada yang terlalu spesial dengan pola diet Tya. Ia menekankan untuk paling tidak berjalan kaki setiap harinya selama 45 menit, jam makan yang sangat teratur, berkonsultasi dengan dokter gizi dan tidak mengonsumsi makan-makanan yang mengandung minyak, tepung, gula, dan santan.

Diet tanpa karbohidrat sederhana seperti tepung (gluten) dan gula atau Gluten Free Diet awalnya diperuntukkan bagi mereka yang mengidap Coeliac Disease atau penyakit celiac. Penyakit ini mengharuskan pengidapnya untuk menghindari makanan yang mengandung gandum karena ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi dengan sempurna. Namun popularitas GFD ternyata melebihi yang diharapkan. Banyak yang akhirnya menerapkan pola makan tanpa gluten untuk menurunkan berat badan. Padahal studi menjelaskan bahwa menjalani GFD tanpa anjuran dokter sangat tidak disarankan karena akan berakibat pada malnutrisi dan penyakit jangka panjang lainnya.

Sayuran

Sumber : Daria Shevtsova from Pexels

Ada satu hal yang ternyata mengejutkan dari Fit Tya Ariestya. Tya mengaku tak mengonsumsi sayuran selama dietnya karena tidak cocok bagi tubuhnya. Belakangan Ia mengaku kalau dirinya tak terlalu menyukai sayur-sayuran sehingga dokter dietnya setuju agar Ia tak usah mengonsumsi sayuran selama diet.

Publik dibuat tercengang dengan pernyataan ini. Menurunkan berat badan selalu menjadi tantangan bagi siapapun. Diet dan olahraga bukanlah hal yang mudah untuk dibiasakan. Dalam pola makan misalnya, diet kerap kali identik dengan mengunyah aneka sayuran terutama yang mentah seperti salad. Tidak semua orang terbiasa dengan konsumsi sayur-sayuran, apalagi sayuran selalu diasosiasikan dengan rasa yang tawar atau pahit, dingin, dan membosankan.


Diet tanpa sayuran dan buah mungkin saja dilakukan dengan tujuan menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Beberapa diet yang sudah ada sebelumnya walau tak 100% menghilangkan sayur/buah pada menu hariannya, lebih mengedepankan konsumsi lemak yang terdapat pada telur, daging hewani, minyak, olahan susu, santan, dan buah berlemak seperti alpukat. Bisa menurunkan berat badan bukan berarti pola makan yang diterapkan sehat.

Sama seperti tidak makan sama sekali atau menghindari karbohidrat karena takut menjadi gemuk. Untuk menurunkan berat badan ataupun tidak, menu makan harian haruslah bervariasi dari protein hingga karbohidrat.

WHO memberikan rekomendasi porsi makan sehat harian orang dewasa sebagai berikut :

Buah, sayuran, legumes, kacang-kacangan dan whole grains


Setidaknya 400 gram / lima porsi buah dan sayuran setiap hari, tidak termasuk umbi-umbian.


Kurang dari 5 gram (setara 1 sendok teh) garam per hari.

Selanjutnya : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

Kemenkes RI

Sumber : www.p2ptm.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Indonesia mencanangkan program Isi Piringku yang termasuk ke dalam 4 pilar utama prinsip gizi seimbang. Dalam gambar terlihat, sayuran disarankan untuk disantap dalam porsi yang sama banyaknya dengan makanan pokok (biasanya karbohidrat seperti nasi, umbi-umbian, pasta, olahan gandum).

Kemenkes RI

Sumber : www.p2ptm.kemkes.go.id

Menurut survei SKMI oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, penduduk Indonesia hanya mengonsumsi kurang lebih 70 gram sayur dan 38,8 gram buah per orang setiap harinya. Jika dijumlahkan, satu orang di Indonesia hanya mengonsumsi sebanyak 108,8 gram porsi sayur serta buah, jauh di bawah standar WHO. Sebanyak 97,1% penduduk Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah setiap harinya.

5 a day

Sumber : www.medcarespain.com

Di beberapa negara seperti Perancis, Amerika Serikat, Britania Raya, Jerman, Norwegia, dan Jepang, program 5 a day direkomendasikan untuk masyarakat agar dapat menjalani pola makan yang penuh nutrisi. 5 a day adalah kampanye yang mendorong konsumsi sekurang-kurangnya 5 porsi sayur dan buah setiap harinya. Gerakan ini mengacu pada rekomendasi dari WHO terkait porsi makan sehat harian.

Jadi, apakah makan sayur dan buah tidak bikin gemuk?

Tentu saja tergantung pada bagaimana sayur dan buah tersebut diolah! Akan lebih banyak kalorinya jika buah pisang dimakan dalam bentuk kue. Sayur pun akan meningkat kalorinya jika dimasak dengan santan terlalu banyak.

Di Plantful, kami memastikan agar kamu mendapat karbohidrat, protein, dan vitamin yang cukup untuk asupan harian! Menu kami dimasak dengan mempertimbangkan gizi, juga tanpa MSG dan lemak saturasi. Untuk menurunkan berat badan, jangan terlena dengan diet-diet yang mengesampingkan makanan sehat terutama sayur dan buah. Sesuaikan diet dengan kemampuan tubuh dan pesan katering plant based pertama kamu di PLANTFUL.

Sumber studi :

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/getting-your-five-a-day

https://celiac.org/gluten-free-living/gluten-free-foods/

https://www.pcrm.org/good-nutrition/nutrition-information/lowering-cholesterol-with-a-plant-based-diet

https://www.cdc.gov/nchs/products/databriefs/db397.htm

Sumber thumbnail : Min An from Pexels

PLANTFUL