Blog

Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Melalui Makanan?

April 30, 2021
/
Life Style , sustainable
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Melalui Makanan? image

Tanpa kita sadari, setiap harinya mikroplastik masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi. Consumerreports.org menjelaskan, per minggunya manusia menelan plastik yang kasat mata setidaknya seukuran kartu kredit. Puing-puing sampah plastik sejak bertahun-tahun lalu telah tersebar ke seluruh lautan di bumi. Hewan laut menanggung akibatnya. Mereka terluka/terbunuh karena plastik, dan yang paling mengerikan adalah, hewan laut tak sengaja menelan puing plastik dan mikroplastik pun tinggal di dalam tubuh para hewan hingga mati. Jika ikan/hewan laut tersebut dimakan oleh makhluk lain, kandungan mikroplastik pun berpindah ke tubuh yang menyantap. Termasuk manusia yang menyantap boga bahari dengan kandungan mikroplastik. Ia tak pernah benar-benar hilang.

Plastik

Sumber : www.unep.org

Mikroplastik sendiri adalah plastik yang telah melebur. Karena tidak bisa 100% terurai, plastik pun meninggalkan jejak berupa partikel kecil yang semakin lama semakin mengecil hingga kasat mata, inilah mikroplastik. Sejak tahun 1950, kehidupan kita sebagai manusia telah dimudahkan oleh keberadaan plastik. Produksi plastik sejak itu diperkirakan mencapai 8,3 miliar ton. Plastik ada dalam pakaian kita, ada dalam tempat makan, sendok, garpu, dan gelas. Plastik benar-benar menjadi penerangan pada abad ini. Namun produksi dan pemakaiannya yang berlebihan harus dibayar oleh bumi serta makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.

Menurun United Nations, 80% sampah di lautan adalah plastik. Sehingga keberadaan mikroplastik diperkirakan mencapai 51 triliun partikel. Jika hal ini terus terjadi dan sampah plastik semakin banyak di lautan, pada tahun 2050 keberadaan plastik di lautan akan melebihi banyaknya ikan.

Selain boga bahari, mikroplastik ternyata juga ditemukan pada sayuran dan buah yang sering kita konsumsi sehari-hari. Studi dari Universitas Catania, Italia menemukan partikel plastik dalam wortel, apel, selada, dan buah pir, dengan apel sebagai buah dengan kandungan mikroplastik terbanyak, yaitu sekitar 195,500 partikel per gram.

Mikroplastik masuk ke dalam sayur dan buah melalui penggunaan plastik pada proses produksi dan distribusi. Air yang telah tercemar plastik digunakan saat menanam, dan supermarket yang mengemas buah/sayur menggunakan plastik berlapis-lapis.

Lalu apakah mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia berbahaya?


Studi menjelaskan bahwa resiko tubuh manusia tercemar racun dari mikroplastik tetap tinggi walau tidak memberi efek secara langsung. Beberapa jenis mikroplastik amengandung racun yang berbahaya seperti BPA, PVC, dan DBT. Penelitian mengenai efek mikroplastik yang tertelan manusia masih terus berlangsung hingga artikel ini diunggah.

Walau begitu, meminimalisir penggunaan plastik harus tetap kita lakukan. Efek buruk mikroplastik dalam tubuh manusia memang masih belum menemui titik terang, namun mikroplastik telah membunuh jutaan hewan laut.

Sumber thumbnail : www.greenpeace.org
Sumber studi :
https://www.unep.org/interactive/beat-plastic-pollution/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6132564/
https://www.consumerreports.org/health-wellness/how-to-eat-less-plastic-microplastics-in-food-water/

PLANTFUL