Blog

Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan?

June 29, 2021
/
Diet , Health , Veganism
Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan? image

Saat hamil, menjalani diet/pola makan tertentu terkadang jadi hal yang meresahkan karena asupan yang masuk ke dalam tubuh benar-benar harus diperhatikan. Kehati-hatian atas makanan semasa mengandung memang meningkat tajam. Terutama saat janin sedang mengalami pertumbuhan di usia dini. Makanan cepat saji, instan, sayuran mentah, hingga buah-buahan tertentu, harus dihindari demi menghindari penyakit bawaan pada janin serta resiko keguguran.

Kekurangan vitamin dan mineral saat hamil juga dapat membahayakan janin serta sang ibu. Beberapa vitamin yang esensial saat hamil seperti B12 dan kalsium lebih mudah ditemukan pada bahan makanan berbasis hewani seperti daging, susu, yogurt, keju, telur. Lalu bagaimana jika seorang vegan mengandung? Apakah pola makan vegan membahayakan kehamilan?

Studi menggaris bawahi bahwa pola makan vegan saat hamil tentu bisa dilakukan selama berkonsultasi dengan dokter dan memiliki cukup informasi asupan yang disarankan. Pola makan vegan kerap kali diasosiasikan dengan defisit vitamin B12, D, Kalsium, Iron dan Protein. Padahal ibu hamil sangat memerlukan zat-zat ini untuk perkembangan bayi. Demi memenuhi asupan harian, vegan menambahkan suplemen dalam dietnya. Berikut ini langkah aman Ibu hamil untuk tetap menjalani pola makan vegan.

Pastikan asupan vitamin yang dibutuhkan terpenuhi
Kekurangan vitamin B12 pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang bayi. Vitamin B12 sangat disarankan untuk dikonsumsi lebih dalam bentuk suplemen atau makanan yang telah diberi tambahan B12, seperti sereal. Ibu hamil yang menjalani pola makan vegan juga berpotensi mengalami kekurangan vitamin D. Padahal vitamin D dibutuhkan untuk menghindari osteoporosis dini dan hipokalsemia. Bicarakan dengan dokter Anda tentang menambah vitamin dan mineral dari suplemen selama kehamilan.


Jaga Berat Badan
Mitos bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang benar-benar salah. Ibu hamil memang perlu makan sedikit lebih banyak dari biasanya, namun tidak harus dua kali lipat. Berat badan saat hamil harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kesehatan janin. Kekurangan berat badan dapat berdampak pada kecilnya berat bayi ketika lahir. Sementara kelebihan berat badan saat hamil bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang bayi pasca kelahiran, seperti diabetes tipe 2, preeklamsia, obesitas, pendeknya durasi menyusui. Konsultasikan dengan dokter mengenai berat badan Anda saat ini.

Makan Sehat
Menghindari bahan makan yang diproses harus menjadi fokus utama, apalagi ketika menjalani pola makan vegan saat hamil. Artinya, Anda harus mengurangi vegan junk food dan fokus pada makanan whole foods. Kehamilan jadi semua momentum untuk ibu hamil memperbaiki pola makannya. Perbanyak sayur (matang) serta buah yang disarankan untuk dikonsumsi. Saat trimester pertama, mual dan muntah akan sering terjadi. Siapkan makanan-makanan yang bisa dikonsumsi seperti roti, cracker, buah kering, buah segar, dan tidak berbau menyengat.

Perbanyak Air Putih
Jangan sampai dehidrasi! Minum jus buah dan sayur memang sehat, namun air putih lebih disarankan untuk diminum saat hamil. Dehidrasi akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

Sekali lagi, pastikan pola makan mu disetujui oleh dokter dan perbanyak literasi serta informasi agar tidak terjadi kesalahan. Jangan lupa untuk selalu dengarkan apa kata tubuh, ya!

Sumber studi : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6470702/

https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/what-to-eat-when-pregnant

https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vegetarian-or-vegan-and-pregnant/

Sumber thumbnail : Leah Kelley from Pexels

PLANTFUL