Blog

Save Ralph : Tampilkan Kekejian Animal Testing

June 28, 2021
/
Life Style , sustainable
Save Ralph : Tampilkan Kekejian Animal Testing image

Pada April 2021 lalu, The Humane Society of the United States menayangkan film pendek berdurasi 3:53 menit yang menampilkan eksploitasi kelinci sebagai hewan percobaan. Film animasi stop motion yang digarap bersama sutradara kawakan, Spencer Susser tersebut bercerita tentang Ralph, seekor kelinci buta paruh baya yang seumur hidupnya telah dijadikan ‘kelinci percobaan’ oleh perusahaan kosmetik dan obat-obatan. Di awal adegan, Ralph merinci kecacatan yang Ia alami setelah dilakukan beberapa rangkaian test pada tubuhnya. Mata kanannya mengalami kebutaan permanen, telinga kanan berdengung, serta luka bakar kimia di punggungnya.

“Tidak apa-apa, kami (para kelinci) melakukannya demi manusia, kan?” Ujar Ralph dengan suara lirih. Ralph lalu kembali bercerita bahwa seluruh keluarganya juga merupakan kelinci percobaan.

Di pertengahan film, Ralph kembali ke lab untuk menjalani serangkaian test yang dilakukan demi membuat produk-produk kecantikan seperti deodoran, lipstik, dan lainnya. Pada akhirnya, Ralph menampilkan pada penonton bahwa setelah percobaan tersebut, Ia mendapat tambahan luka-luka di tubuh dan kedua matanya buta total.

Animal Testing

Sumber : www.humanesociety.org

Perlakuan keji pada hewan bukan baru-baru ini saja terjadi. Animal testing adalah sebuah prosedur yang dilakukan pada hewan hidup bertujuan sebagai riset apakah suatu produk aman untuk digunakan/dikonsumsi oleh manusia. Sekecil apapun suatu percobaan, tetap akan berpotensi menimbulkan rasa sakit/tidak nyaman, serta stress pada hewan.

Proses percobaan terhadap hewan meliputi :

  1. Uji toksisitas dengan paparan bahan kimia seperti menginjeksi ke area kulit, mata, perut, otot, inhalasi paksa, dan menyuapi.
  2. Manipulasi genetika
  3. Diletakkan di dalam kerangkeng/pengekangan sebagai bagian dari observasi
  4. Tidak memberikan makan dan minum
  5. Pembedahan
  6. Sengaja melukai dan mencederai sebagai observasi cara penyembuhan
  7. Eksperimen tingkah laku
  8. Dan masih banyak lagi.

Produk-produk kecantikan merk ternama sekalipun masih banyak yang menggunakan kelinci percobaan dalam proses pembuatannya. Kelinci adalah hewan yang paling dieksploitasi di dalam laboratorium percobaan. Disusul dengan tikus, burung, hamster, dan marmut.

Ralph

Sumber : www.instagram.com/HSIGlobal

Menurut laman Humane Society International, sekiranya ada 115 juta hewan di seluruh dunia yang digunakan sebagai kelinci percobaan setiap tahunnya. Namun data yang sesungguhnya bisa jadi melebihi angka tersebut karena tidak semua negara melakukan pencatatan atau menerbitkan data-datanya. Di Uni Eropa, Jerman dan Perancis merupakan dua negara yang melakukan animal testing tertinggi. Disusul oleh kepulauan Britania Raya.

Percobaan terhadap hewan terus dilakukan sejak ribuan tahun lalu hingga saat ini. Ilmu pengetahuan bergantung terhadap uji coba hewan. Padahal pada kenyataannya, uji coba hewan nyaris tidak pernah benar-benar tepat dalam memprediksi reaksi kimia dalam tubuh manusia. Meniru penyakit yang terjadi di tubuh manusia ke fisik para hewan tentu hanya dapat menyajikan data-data terbatas karena DNA yang tidak sama. Ada ribuan obat stroke yang diujikan pada hewan, namun hanya satu atau dua yang dianggap bisa membantu manusia.

Dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan, banyak ilmuwan yang kini beralih dari percobaan pada hewan ke metode vitro. Yaitu metode percobaan yang dilakukan pada sel dan jaringan manusia. Ilmuwan juga bisa menggunakan komputer berteknologi canggih untuk menghitung kandungan kimia dan menghubungkannya pada efek terhadap manusia.

Lalu mengapa percobaan pada hewan masih terus terjadi? Dalam realita, tidak mudah menghentikan cara yang telah dilakukan selama ribuan tahun. Percobaan pada hewan dianggap lebih mudah dan murah karena bisa digantikan dengan cepat. Untuk menghentikan prosedur ini, kita sebagai konsumen harus mulai pintar dalam memilih produk yang akan kita beli.

Lihatlah lambang-lambang yang tertera pada kemasan. Adakah simbol no animal testing? Cari informasi mengenai merk-merk andalanmu di internet dan stop penggunaannya jika merek dagang tersebut ternyata melakukan percobaan terhadap hewan.

Baca juga : Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free


Cantik dan sehat tidak perlu kejam terhadap hewan, kan?

 

PLANTFUL