Blog

  • 4 Pengganti Krim Untuk Vegan

    July 31, 2021
    /
    Food , Veganism
    4 Pengganti Krim Untuk Vegan image

    Bagi yang gemar bikin kue dan hidangan penutup, heavy cream atau krim kental sering kali jadi bahan wajib. Krim kental terbuat dari bagian paling berlemak dan kental dari susu sapi segar. Krim mengandung setidaknya 36-40% lemak, dan menjadikannya produk dairy paling berlemak di antara yang lainnya.

    Krim kental gak hanya digunakan dalam makanan-makanan manis, beberapa resep seperti sup, pasta, aneka minuman dan saus harus menggunakan krim guna memberikan tekstur kental nan lembut. Tapi kalau bagi vegan, masa harus menggunakan krim kental yang terbuat dari susu sapi juga?

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    Tenang, ternyata krim kental dari susu sapi juga bisa diganti dengan krim berbasis nabati. Ini dia 4 pengganti krim untuk vegan agar kamu tetap bisa menikmati hidangan-hidangan berbahan krim kesukaanmu!

    Santan Kental
    Tekstur santan kental hampir mendekati krim kental biasa dan kamu bisa menggunakannya sebagai bagian dari bahan kue. Rasa kelapa memang sangat kuat, namun jika disandingkan dengan bahan-bahan yang tepat, hidangan penutup veganmu akan terasa lezat, lho! Kamu bisa membuat vegan panna cotta, kue coklat, bahkan jadi frosting untuk kue ulang tahun.

    Krim Kacang Mede
    Kacang mede sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan keju krim vegan. Kamu hanya cukup merendam kacang mede semalaman, lalu haluskan dengan blender bersama air putih dan sejumput garam. Cocok banget sebagai bahan utama cheesecake vegan. Bisa juga dijadikan bahan pengental sup krim.

    Non Dairy Whipping Cream
    Sekarang sudah banyak yang menjual whipping cream untuk vegan. Walau bukan krim kental, tapi bisa juga kok digunakan untuk resep-resep yang memerlukan krim. Non dairy whipping cream terbuat dari lemak nabati, biasanya berasal dari kelapa sawit. Kalau pergi ke toko bahan kue, pastikan whipping cream yang akan dibeli terdapat label non dairy, ya!

    Tahu Sutra + Susu Vegan
    Walau terdengar gak biasa, kombinasi tahu sutra dengan susu vegan yang diblender bisa menghasilkan krim yang bisa dikocok, lho! Cocok banget untuk resep frosting kalau kamu gak terlalu suka dengan kelapa. Kamu hanya perlu mencampurkan tahu sutra yang sudah dikeringkan lalu diblender dengan susu vegan kesukaan, gula/sirup maple, sedikit garam, dan ekstrak vanilla. Gampang banget, kan?

    Kalau kamu sering menemui hidangan penutup vegan yang versi non vegannya harus menggunakan krim, awalnya pasti gak akan percaya kalau krim dari susu sapi bisa digantikan dengan bahan berbasis nabati. Setelah baca artikel dari Plantful ini, jadi percaya, dong?

    Sumber thumbnail : Polina Tankilevitch from Pexels

    PLANTFUL


  • Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar

    July 31, 2021
    /
    News , Veganism
    Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar image

    Bulan Agustus akan menjadi bulan yang paling dinanti-nanti oleh penggemar Ariana Grande. Pasalnya pada tanggal 1 Agustus, penyanyi peraih penghargaan Grammy ini akan meluncurkan parfum terbarunya dengan nama God Is A Woman. Yang lebih mengejutkannya lagi, parfum ini akan dibuat dengan bahan-bahan yang 100% vegan.

    Parfum yang digadang-gadang akan cruelty free, vegan, dan dibuat dengan 91 persen bahan alami ini pertama kali diumumkan oleh Ariana Grande melalui video pendek yang diunggahnya pada akun Instagram sang penyanyi. Parfum dengan botol berbentuk persegi dan bernuansa serba ungu ini beraroma “Fruity Musk” yaitu campuran dari ambrette, buah pir, orris, dan kelopak mawar dari Turki. God Is A Woman akan mulai dijual di toko kosmetik Ulta Beauty di seluruh negara bagian Amerika Serikat pada 1 Agustus 2021.

    Ini bukan pertama kalinya Ariana Grande meluncurkan parfum cruelty free. Parfum pertamanya dijual pada tahun 2015 dengan nama ARI by Ariana Grande. Lalu Thank You Next pada 2018. Namun baru kali ini Ariana Grande membuat parfum berbasis nabati dengan bahan-bahan alami.

    Ariana Grande memang sangat vokal dalam menyuarakan dukungannya pada anti kekerasan terhadap hewan. Ia pun menyebut dirinya sebagai vegan sejak tahun 2013. Ariana mengaku telah menjalani pola makan berbahan dasar organik dan minim daging sejak kecil. Karena kecintaannya terhadap hewan kian bertambah, Ia akhirnya memutuskan untuk menjadi vegan penuh waktu.

    Ariana Grande

    Tak hanya menjadi vegan, Ariana juga membangun penampungan hewan terlantar di Los Angeles dengan nama Orange Twins Rescue. Penampungan ini berfokus pada anjing, kucing, serta babi yang terlantar. Jadi sangat tidak heran jika kini Ariana memilih untuk benar-benar menggunakan bahan vegan pada parfumnya. Kapan parfum God Is A Woman dapat dibeli di Indonesia? Kita tunggu saja kabar-kabarnya!

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ultabeauty

    PLANTFUL


  • Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan

    July 30, 2021
    /
    Life Style , Veganism
    Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan image

    Menjadi vegan tentu membutuhkan waktu dan cara-cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh. Merubah pola makan hewani menjadi nabati bagi sebagian orang bisa jadi sangatlah mudah. Namun, merubahnya saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, berapa banyak karbohidrat yang bisa diserap, atau apakah kita alergi terhadap gluten.

    Menjadi vegan sepenuhnya juga berarti menyerahkan sumber vitamin B12 pada suplemen tambahan, dan jika kita tidak mengetahuinya, defisit vitamin B12 akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Nah, agar terhindar dari hal-hal seperti ini, Plantful sudah merangkum daftar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat memulai diet vegan.

    Tidak Mengonsumsi Kalori Harian yang Cukup
    Seringnya pola makan vegan diasosiasikan dengan makan sangat sedikit. Padahal menjadi vegan dan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan adalah dua hal yang berbeda, lho. Walau tak lagi mengonsumsi bahan makanan berbasis hewani, bukan berarti kamu harus makan lebih sedikit dari biasanya. Ketahui asupan kalori harianmu dan penuhi angkanya setiap hari.

    Tubuh membutuhkan kalori untuk mengubahnya menjadi energi. Gak yakin gimana caranya menambah kalori dari menu veganmu? Minum segelas smoothie, makan kacang-kacangan dan karbohidrat, jadi angka kalori pada makanan bertambah.

    Membuat Masakan yang Sulit
    Kamu nggak perlu masak hidangan vegan yang ribet seperti Brown Rice Sei Vegan Sapi setiap hari kalau bisa makan sayur lodeh! Jadi vegan bukan berarti kamu harus jago masak makanan fancy, lho. Selama menu-menumu berbasis nabati tanpa tambahan bahan makanan hewani, you already are a vegan! Untuk hidangan unik, cukup Plantful saja yang menyajikannya untuk kamu.

    Makanan Vegan = Selalu Sehat
    EITS! Vegan junk food juga banyak, lho! Walau vegan junk food memang dapat memudahkan tahap transisi, tapi kalau dimakan terlalu banyak juga tidak sehat bagi tubuh. Camilan vegan pun tidak semuanya sehat, karena bisa jadi mengandung garam dan gula berlebih. Perhatikan lagi label makanan veganmu dan berhati-hati saat membeli suatu produk. Tidak semua makanan vegan selalu sehat.

    Tidak Mempelajari Kebutuhan Tubuh
    Mau menjalani diet apapun, kita harus selalu mendengarkan apa kata tubuh. Manusia memiliki sistem tubuh yang berbeda-beda, ada yang pencernaannya tidak bisa menerima susu hewani, ada yang alergi kacang, ada yang membutuhkan iron lebih banyak, ada yang tidak boleh mengonsumsi kalsium berlebih. Pelajari kebutuhan tubuh dengan perbanyak mencari informasi, baik dari buku, artikel-artikel Plantful, dan yang paling baik, berkonsultasi dengan ahli gizi. Jangan sampai menjadi vegan membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya didapatkan.

    Memaksakan Diri
    Sekali lagi, menjadi vegan tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui hingga akhirnya kamu benar-benar mampu menjadi vegan penuh waktu. Memaksakan diri untuk bertransisi sementara tubuh menolak malah dapat membahayakan. Kesalahan yang satu ini paling sering terjadi saat memulai diet vegan. Ikut komunitas-komunitas vegan seperti Jakarta Vegan Guide agar kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi vegan ini.

    Kayaknya kok berubah jadi vegan sulit banget, sih? Semua harus berproses, tapi menjalani proses itu yang membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil, kan? Menjadi vegan bukan masalah hasil akhirnya, namun bagaimana kita dapat belajar banyak hal darinya. Semangat!

    Sumber thumbnail : Vegan Liftz from Pexels

    PLANTFUL


  • Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

    July 29, 2021
    /
    Food , Health , Life Style
    Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup image

    Dengan kehidupan yang semakin modern, apa yang kita konsumsi kini pun terpengaruh dari kecepatan zaman yang terus bergerak. Walau pola makan sehat seperti diet plant based dan vegan sudah semakin populer, tetap saja kita masih lebih akrab dengan makanan-makanan dalam kemasan yang biasa disebut makanan ultra proses.

    Makanan ultra proses sendiri merupakan pangan yang telah banyak melalui proses lalu ditambahkan zat aditif seperti gula, perisa, lemak, dan garam. Atau lebih jelasnya adalah makanan yang tak lagi alami. Jika pergi ke supermarket, kita biasa menemui makanan ultra proses di berbagai rak, seperti sereal, sosis, camilan, makanan instan, dan lain-lain.

    Dalam studi yang dikeluarkan oleh The BMJ, peneliti menemukan bahwa sekiranya orang-orang yang mengonsumsi makanan ultra proses dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular hingga 12%. Karena rendah vitamin, mineral, serta serat, makanan ultra proses yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh terutama dalam sistem pencernaan. Makanan-makanan ini sangat berkontribusi dalam pembentukan diabetes, inflamasi, obesitas dan gangguan ritme jantung.

    Jika dikonsumsi oleh anak-anak, makanan ultra proses akan menghambat tumbuh kembang anak terutama dalam proses pembentukan otak.

    Makanan ultra proses ini juga kerap ditemui pada bahan makanan vegan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tidak diproses seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian. Tubuh membutuhkan aneka vitamin, mineral, dan serat pada bahan-bahan pangan alami sehingga tidak terjadi kekurangan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memunculkan penyakit.

    Makanlah untuk hidup!

    Sumber studi : https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ultra-processed-foods-appear-to-cause-overeating-and-weight-gain

    https://www.bmj.com/content/365/bmj.l1451

    Sumber thumbnail : Dids from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Jenis Teh yang Paling Sehat untuk Tubuh

    July 29, 2021
    /
    Health
    5 Jenis Teh yang Paling Sehat untuk Tubuh image

    Jika diminum dalam batas normal tanpa berlebihan, kopi memang menjadi teman terbaik untuk memulai hari. Namun tak sedikit yang ternyata tidak kuat meminum kopi karena kandungan asam yang dapat membuat lambung perih. Karena itu, teh menjadi pengganti kopi yang jauh lebih aman bahkan baik untuk kesehatan.

    Teh adalah minuman yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, lalu diseduh, dan disaring. Budaya minum teh bahkan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan menjadi minuman herbal kaya antioksidan turun temurun.

    Hampir seluruh negara di dunia memiliki budaya minum teh dengan teh andalannya masing-masing. Tapi tahu gak kalau ada 5 jenis teh yang paling sehat untuk tubuh? 5 jenis teh ini tidak hanya lebih kaya manfaat, tapi juga mudah ditemui, kok!

    Teh Hijau
    Sesuai dengan namanya, teh yang satu ini jika diseduh akan merubah air menjadi warna hijau terang. Teh hijau merupakan teh paling umum yang dapat ditemui di mana saja. Pada setiap 200 gram daun teh, terdapat 28 mg kafein.

    Teh hijau tinggi akan kandungan polifenol, yang dapat mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Polifenol juga berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh, lho. Jenis polifenol pada teh hijau bernama katekin. Katekin terbukti ampuh dalam mencegah penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan jenis-jenis kanker tertentu.

    Teh Hitam (Black Tea)

    Black Tea

    Sumber : Hasan Albari from Pexels


    Tidak kalah dengan teh hijau, teh hitam juga menawarkan manfaat luar biasa bagi tubuh. Teh hitam mengandung polifenol jenis theaflavin. Dengan kandungan ini, ditemukan bahwa mengonsumsi teh hitam secara rutin dapat menurunkan resiko gangguan neurokognitif seperti demensia juga kanker dan penyakit jantung.

    Teh Kamomil (Chamomile tea)
    Kamomil merupakan bunga herba yang biasa digunakan sebagai teh dan tidak mengandung kafein. Teh kamomil populer di kalangan orang-orang yang memiliki gangguan tidur karena kerap memberikan efek menenangkan. Selain itu, teh kamomil terbukti ampuh dalam menstimulasi sistem imun dan mengurangi nyeri pada perempuan yang sedang mengalami PMS.

    Teh Jahe
    Siapa yang sering dibikinkan teh jahe saat sedang flu atau sakit perut? Orang Indonesia sudah mengenal teh jahe sejak lama sebagai obat ketika perut sedang tak sehat. Ternyata, teh jahe memang sangat baik untuk mengurangi mual, muntah dan gangguan pencernaan. Selain kaya akan antioksidan, teh jahe juga dapat mengurangi hipertensi dan membantu menurunkan berat badan. Kaya banget ya manfaat teh jahe?

    Teh Oolong
    Tampilannya membuat kita sering bertanya-tanya, teh oolong itu sebenarnya jenis teh hitam atau teh hijau, ya? Jawabannya adalah di antara keduanya! Teh yang lebih sering ditemui di RRC dan Taiwan ini difermentasi sebagian, tidak seperti teh hitam yang sepenuhnya difermentasi.

    oolong tea

    Sumber : Cup of Couple from Pexels

    Teh oolong mampu mengurangi tingkat kolesterol, hingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Dengan mengonsumsi teh oolong secara rutin, kamu juga dapat membantu menyehatkan sistem pencernaan, lho!

    Sumber thumbnail : Tima Miroshnichenko from Pexels

    PLANTFUL


  • 6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur

    July 27, 2021
    /
    Food , Health
    6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur image

    Nutrisi dari sayur yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada orang dewasa. Pertumbuhan anak-anak sangat bergantung pada asupan gizi yang didapat sejak dini. Dengan memakan sayuran dan buah pada usia belia, nutrisi yang diserap akan membantu perkembangan otak, pertumbuhan tulang serta otot, dan penguatan imun tubuh, jadi anak tak mudah terjangkit penyakit.

    Membantu anak untuk menikmati makan sayur-sayuran memang tidak mudah. Sayur selalu identik dengan rasa pahit, tekstur yang menjijikan, dan menu membosankan. Namun tenang saja, ada 6 cara agar anak suka makan sayur. Jangan panik, yuk ikuti cara-caranya!

    Berikan Contoh

    Kids

    Sumber : August de Richelieu from Pexels


    Anak-anak mempelajari apa yang dilakukan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Jika mau anak Anda mengonsumsi sayur dan buah, terapkan terlebih dahulu pola makan dominan sayur pada diri sendiri serta pasangan. Penting untuk anak melihat cara Anda makan sehingga ketertarikan awal pun mulai terbentuk.

    Ajak Anak Menyiapkan Menu Sayuran

    Kids Veggies

    Sumber : Kampus Production from Pexels


    Dengan mengajak anak untuk ikut menyiapkan menu berbasis sayuran, Anda jadi lebih memahami menu dan jenis sayur apa yang mereka sukai. Sayuran dengan tekstur renyah, sup, atau salad. Dengan melibatkan anak, mereka akan lebih leluasa juga dalam mengenal aneka sayur dan buah. Menu-menu kreatif pun dapat tercipta dalam proses ini. Tak akan ada lagi menu sayur yang membosankan!

    Sajikan Sayur Sebagai Kudapan
    Membiasakan anak untuk makan sayuran tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Selain mengenalkan aneka jenis sayur pada piring makan, menawarkan sayur dalam bentuk kudapan juga jadi cara ampuh untuk membiasakan anak pada sayur. Anda bisa menyajikan potongan kecil wortel dengan jagung manis yang bisa dicelupkan ke saus. Atau membuat sate buah yang diselipkan brokoli di antaranya.

    Broccoli

    Sumber : cottonbro from Pexels

    Jangan Biasakan Untuk Menyogok!
    Setelah berhasil makan sayur saat makan malam, Anda berjanji akan memberikan permen gula sebagai hadiah? Jangan! Dengan begini anak akan menanamkan pada dirinya bahwa makan sayur bukanlah suatu keharusan, melainkan paksaan. Berkomitmenlah untuk benar-benar membuat anak mencintai sayur dan buah dan menghabiskan apa yang ada di piringnya. Bersikap tegas tanpa menyogok atau mengancam, lama kelamaan anak akan memahami bahwa makan sayur lebih baik dari pada kelaparan.

    Pentingnya Mengolah Sayur yang Sehat
    Membuat tempura sayur tentu boleh-boleh saja, namun usahakan untuk tetap mengolah sayur dengan cara yang sehat dan baik sehingga nutrisi di dalam sayur tidak hilang sia-sia. Di sini Anda bisa menjadi lebih kreatif dalam menyajikan sayuran terutama jika anak masih sulit untuk menerima sayur. Masukkan sayur dalam smoothie, misalnya. Atau sembunyikan parutan sayur dalam saus pasta. Sehat namun harus tetap enak, ya!

    Jangan Menyerah!
    Anak masih menolak makan sayur? Jangan lelah dan jangan menyerah untuk tetap menyajikan aneka macam sayuran dalam menu serta kudapan harian. Anak-anak mudah berubah pikiran, mereka mungkin tidak akan suka pada awalnya. Namun jika terus didorong dengan sajian sayur, bisa saja mereka berubah pikiran dan mulai menikmati sayuran.

    Sumber thumbnail : Jill Wellington from Pexels

    PLANTFUL


  • 4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan

    July 26, 2021
    /
    Diet , Health , Life Style
    4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan image

    Masalah pada sistem pencernaan selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam keadaan sehat. Sistem pencernaan sendiri tidak hanya terdiri dari usus halus dan usus besar saja. Mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, kantong empedu, usus halus, usus besar, dan rektum merupakan bagian dari keseluruhan sistem pencernaan. Peranan sistem pencernaan begitu besar dalam menjaga keseimbangan kinerja tubuh. Usus merupakan tuan rumah bagi milyaran mikroorganisme yang juga disebut mikrobioma usus. Di sini, bakteri baik akan membantu usus untuk mencerna makanan dan mengubah nutrisi agar dapat diserap tubuh.

    Kesehatan pencernaan mempengaruhi imun tubuh bahkan saraf-saraf otak. Pencernaan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormon, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Menjaga kesehatan pencernaan tentu jadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.


    Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan? Berikut 4 langkah jaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari berbagai penyakit.

    Konsumsi Buah dan Sayur yang Tepat
    Sembelit, perut bergas, dan kembung yang membuat perut tak nyaman sering kali terjadi saat kita tidak mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan. Sering kali hal ini terjadi karena stress, namun pola makan ternyata juga dapat mempengaruhi terbentuknya sindrom iritasi usus besar (IBS) yang merupakan induk dari gangguan-gangguan tersebut.

    Veggies

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels

    Walau makan sayur dan buah apapun baik untuk tubuh, ada juga lho buah dan sayur yang ternyata tidak mudah dicerna oleh usus sehingga menyebabkan sakit. Perhatikan buah dan sayuran yang cocok dengan sistem pencernaanmu agar terhindar dari iritasi usus.

    Hindari Karbohidrat Tak Sehat
    Selain sayur dan buah, ada juga jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, seperti kue-kue, tepung gandum, dan makanan tinggi gluten lainnya. Jika pencernaanmu tidak cocok dengan gluten, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika harus menghilangkan gluten sama sekali dalam diet.

    Konsumsi Susu Plant Based

    Plant milk

    Sumber : cottonbro from Pexels


    Bukan rahasia lagi kalau dairy products sering menyebabkan gas berlebih pada perut. Orang dengan lactose intolerance, yaitu yang sistem pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa (produk susu hewani) dapat mengidap diare, muntah, perut kembung dan gangguan perut lain jika mengonsumsi produk laktosa. 70% populasi di dunia kini mengidap lactose intolerance. Karena itu susu plant based pun datang sebagai penyelamat. Selain aman untuk pencernaan, susu/produk yogurt berbasis nabati juga dapat menjadi sumber probiotik yang baik.

    Baca juga : 4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

    Hindari Daging Hewani dan Perbanyak Makanan Fermentasi
    Mengonsumsi produk hewani terutama daging merah dapat memperparah inflamasi pada usus. WHO melalui studi yang dikeluarkan oleh IARC Working Group menyebutkan bahwa konsumsi daging proses (sosis, spam, kornet, bacon) dapat menyebabkan kanker kolorektal.

    Kamu bisa mengganti daging dengan kacang-kacangan ditambah dengan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, miso, dan tempe. Selain kaya akan protein, makanan-makanan ini juga tinggi serat dan probiotik yang dapat membantu keseimbangan mikroba dalam pencernaan.

    Baca juga : 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    Kala pandemi saat ini, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kesehatan. Dimulai dari kesehatan pencernaan, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/red-and-processed-meats-raise-colorectal-cancer-risk

    https://www.who.int/news-room/q-a-detail/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

    https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/15221

    Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

    PLANTFUL