Blog

4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan

July 26, 2021
/
Diet , Health , Life Style
4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan image

Masalah pada sistem pencernaan selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam keadaan sehat. Sistem pencernaan sendiri tidak hanya terdiri dari usus halus dan usus besar saja. Mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, kantong empedu, usus halus, usus besar, dan rektum merupakan bagian dari keseluruhan sistem pencernaan. Peranan sistem pencernaan begitu besar dalam menjaga keseimbangan kinerja tubuh. Usus merupakan tuan rumah bagi milyaran mikroorganisme yang juga disebut mikrobioma usus. Di sini, bakteri baik akan membantu usus untuk mencerna makanan dan mengubah nutrisi agar dapat diserap tubuh.

Kesehatan pencernaan mempengaruhi imun tubuh bahkan saraf-saraf otak. Pencernaan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormon, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Menjaga kesehatan pencernaan tentu jadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.


Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan? Berikut 4 langkah jaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari berbagai penyakit.

Konsumsi Buah dan Sayur yang Tepat
Sembelit, perut bergas, dan kembung yang membuat perut tak nyaman sering kali terjadi saat kita tidak mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan. Sering kali hal ini terjadi karena stress, namun pola makan ternyata juga dapat mempengaruhi terbentuknya sindrom iritasi usus besar (IBS) yang merupakan induk dari gangguan-gangguan tersebut.

Veggies

Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels

Walau makan sayur dan buah apapun baik untuk tubuh, ada juga lho buah dan sayur yang ternyata tidak mudah dicerna oleh usus sehingga menyebabkan sakit. Perhatikan buah dan sayuran yang cocok dengan sistem pencernaanmu agar terhindar dari iritasi usus.

Hindari Karbohidrat Tak Sehat
Selain sayur dan buah, ada juga jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, seperti kue-kue, tepung gandum, dan makanan tinggi gluten lainnya. Jika pencernaanmu tidak cocok dengan gluten, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika harus menghilangkan gluten sama sekali dalam diet.

Konsumsi Susu Plant Based

Plant milk

Sumber : cottonbro from Pexels


Bukan rahasia lagi kalau dairy products sering menyebabkan gas berlebih pada perut. Orang dengan lactose intolerance, yaitu yang sistem pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa (produk susu hewani) dapat mengidap diare, muntah, perut kembung dan gangguan perut lain jika mengonsumsi produk laktosa. 70% populasi di dunia kini mengidap lactose intolerance. Karena itu susu plant based pun datang sebagai penyelamat. Selain aman untuk pencernaan, susu/produk yogurt berbasis nabati juga dapat menjadi sumber probiotik yang baik.

Baca juga : 4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

Hindari Daging Hewani dan Perbanyak Makanan Fermentasi
Mengonsumsi produk hewani terutama daging merah dapat memperparah inflamasi pada usus. WHO melalui studi yang dikeluarkan oleh IARC Working Group menyebutkan bahwa konsumsi daging proses (sosis, spam, kornet, bacon) dapat menyebabkan kanker kolorektal.

Kamu bisa mengganti daging dengan kacang-kacangan ditambah dengan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, miso, dan tempe. Selain kaya akan protein, makanan-makanan ini juga tinggi serat dan probiotik yang dapat membantu keseimbangan mikroba dalam pencernaan.

Baca juga : 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

Kala pandemi saat ini, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kesehatan. Dimulai dari kesehatan pencernaan, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

Sumber studi :

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/red-and-processed-meats-raise-colorectal-cancer-risk

https://www.who.int/news-room/q-a-detail/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/15221

Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

PLANTFUL