Blog

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan

July 30, 2021
/
Life Style , Veganism
Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan image

Menjadi vegan tentu membutuhkan waktu dan cara-cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh. Merubah pola makan hewani menjadi nabati bagi sebagian orang bisa jadi sangatlah mudah. Namun, merubahnya saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, berapa banyak karbohidrat yang bisa diserap, atau apakah kita alergi terhadap gluten.

Menjadi vegan sepenuhnya juga berarti menyerahkan sumber vitamin B12 pada suplemen tambahan, dan jika kita tidak mengetahuinya, defisit vitamin B12 akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Nah, agar terhindar dari hal-hal seperti ini, Plantful sudah merangkum daftar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat memulai diet vegan.

Tidak Mengonsumsi Kalori Harian yang Cukup
Seringnya pola makan vegan diasosiasikan dengan makan sangat sedikit. Padahal menjadi vegan dan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan adalah dua hal yang berbeda, lho. Walau tak lagi mengonsumsi bahan makanan berbasis hewani, bukan berarti kamu harus makan lebih sedikit dari biasanya. Ketahui asupan kalori harianmu dan penuhi angkanya setiap hari.

Tubuh membutuhkan kalori untuk mengubahnya menjadi energi. Gak yakin gimana caranya menambah kalori dari menu veganmu? Minum segelas smoothie, makan kacang-kacangan dan karbohidrat, jadi angka kalori pada makanan bertambah.

Membuat Masakan yang Sulit
Kamu nggak perlu masak hidangan vegan yang ribet seperti Brown Rice Sei Vegan Sapi setiap hari kalau bisa makan sayur lodeh! Jadi vegan bukan berarti kamu harus jago masak makanan fancy, lho. Selama menu-menumu berbasis nabati tanpa tambahan bahan makanan hewani, you already are a vegan! Untuk hidangan unik, cukup Plantful saja yang menyajikannya untuk kamu.

Makanan Vegan = Selalu Sehat
EITS! Vegan junk food juga banyak, lho! Walau vegan junk food memang dapat memudahkan tahap transisi, tapi kalau dimakan terlalu banyak juga tidak sehat bagi tubuh. Camilan vegan pun tidak semuanya sehat, karena bisa jadi mengandung garam dan gula berlebih. Perhatikan lagi label makanan veganmu dan berhati-hati saat membeli suatu produk. Tidak semua makanan vegan selalu sehat.

Tidak Mempelajari Kebutuhan Tubuh
Mau menjalani diet apapun, kita harus selalu mendengarkan apa kata tubuh. Manusia memiliki sistem tubuh yang berbeda-beda, ada yang pencernaannya tidak bisa menerima susu hewani, ada yang alergi kacang, ada yang membutuhkan iron lebih banyak, ada yang tidak boleh mengonsumsi kalsium berlebih. Pelajari kebutuhan tubuh dengan perbanyak mencari informasi, baik dari buku, artikel-artikel Plantful, dan yang paling baik, berkonsultasi dengan ahli gizi. Jangan sampai menjadi vegan membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya didapatkan.

Memaksakan Diri
Sekali lagi, menjadi vegan tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui hingga akhirnya kamu benar-benar mampu menjadi vegan penuh waktu. Memaksakan diri untuk bertransisi sementara tubuh menolak malah dapat membahayakan. Kesalahan yang satu ini paling sering terjadi saat memulai diet vegan. Ikut komunitas-komunitas vegan seperti Jakarta Vegan Guide agar kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi vegan ini.

Kayaknya kok berubah jadi vegan sulit banget, sih? Semua harus berproses, tapi menjalani proses itu yang membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil, kan? Menjadi vegan bukan masalah hasil akhirnya, namun bagaimana kita dapat belajar banyak hal darinya. Semangat!

Sumber thumbnail : Vegan Liftz from Pexels

PLANTFUL