Blog

Gejala Asma Dapat Berkurang dengan Diet Plant Based

October 23, 2021
/
Food , Health , Life Style
Gejala Asma Dapat Berkurang dengan Diet Plant Based image

Asma adalah jenis penyakit tidak menular jangka panjang (kronis) yang menyerang saluran pernapasan. Kondisi ditandai dengan terjadinya peradangan (inflamasi) serta penyempitan pada saluran udara paru-paru sehingga menimbulkan sesak napas. Pada Desember 2016, WHO melaporkan sekiranya terdapat 383.000 kematian di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyakit asma.

Hingga saat ini, ada 235 juta orang yang mengidap asma dengan persentase terbesar pada anak-anak, karena penderita asma tak terbatas usia. Gejala asma dapat terjadi berulang kali dalam satu hari, dan sebagian orang dapat memiliki gejala yang kian parah seiring berjalannya waktu jika tidak ditangani dengan baik. Pada anak-anak, asma dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Walau belum benar-benar diketahui apa penyebab seseorang dapat mengidap asma, namun pemicu terbesarnya adalah zat dan partikel tertentu yang dihirup hingga reaksi alergi pun muncul dan akhirnya mengiritasi saluran pernapasan. Selain itu, faktor genetik juga berperan dalam hal ini. Untuk mengurangi terjadinya kambuh, orang pengidap asma harus minum obat yang disarankan oleh Dokter. Hingga saat ini tidak ada makanan tertentu yang dapat 100% mengobati asma, namun menghindari makanan penyebab alergi sangatlah disarankan.

Makanan-makanan yang paling umum menyebabkan alergi adalah gluten, dairy products (susu, yogurt, keju hewani), kacang pohon, dan boga bahari. Penting sekali untuk para pengidap asma untuk mengetahui apakah dirinya memiliki alergi pada makanan tertentu. Karena reaksi alergi yang parah atau anafilaksis dapat mengancam nyawa.

Studi yang dipublikasikan oleh Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) menemukan bahwa pola makan plant based (berbasis nabati) dapat membantu mengurangi resiko kambuh pada asma. Sayur serta buah-buahan merupakan sumber antioksidan terbaik yang juga dapat mengurangi pembengkakan serta inflamasi oleh radikal bebas. Inflamasi kronis dapat memperparah asma. Karena pola makan plant based yang baik kaya akan serat, kesehatan paru-paru pun dapat meningkat.


Selain itu, penting sekali untuk pengidap asma agar memperhatikan kebiasaan sehari-harinya. Asma akan semakin parah jika pengidapnya juga mengidap obesitas, sehingga penting sekali untuk memperhatikan berat badan. Hindari konsumsi makanan dengan lemak jenuh yang tinggi karena makanan-makanan ini akan menyebabkan inflamasi kronis dalam tubuh serta kenaikan berat badan yang tidak terkendali.

Plantful

Menghindari makanan/minuman yang mengandung pengawet sulfit juga penting bagi penderita asma. Studi menyebutkan bahwa konsumsi makanan olahan (ultra processed food) yang sering kali mengandung sulfit dan tartrazin dapat menjadi pemicu eksaserbasi asma.

Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat mungkin tidak akan langsung menyembuhkan penyakit yang diderita, namun mengurangi gejala yang dapat memperparah tentu harus dilakukan demi kesehatan jangka panjang. Dalam hal ini, pola makan plant based (berbasis nabati) sangat penting untuk diterapkan karena banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan.

Sumber studi : 

Penderita Asma di Indonesia oleh KemKes

Diet and Asthma

Asthma and Ultra-Processed Food

Sumber thumbnail : Photo by Kelvin Valerio from Pexels

PLANTFUL