Blog

  • 4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan

    July 26, 2021
    /
    Diet , Health , Life Style
    4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan image

    Masalah pada sistem pencernaan selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam keadaan sehat. Sistem pencernaan sendiri tidak hanya terdiri dari usus halus dan usus besar saja. Mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, kantong empedu, usus halus, usus besar, dan rektum merupakan bagian dari keseluruhan sistem pencernaan. Peranan sistem pencernaan begitu besar dalam menjaga keseimbangan kinerja tubuh. Usus merupakan tuan rumah bagi milyaran mikroorganisme yang juga disebut mikrobioma usus. Di sini, bakteri baik akan membantu usus untuk mencerna makanan dan mengubah nutrisi agar dapat diserap tubuh.

    Kesehatan pencernaan mempengaruhi imun tubuh bahkan saraf-saraf otak. Pencernaan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormon, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Menjaga kesehatan pencernaan tentu jadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.


    Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan? Berikut 4 langkah jaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari berbagai penyakit.

    Konsumsi Buah dan Sayur yang Tepat
    Sembelit, perut bergas, dan kembung yang membuat perut tak nyaman sering kali terjadi saat kita tidak mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan. Sering kali hal ini terjadi karena stress, namun pola makan ternyata juga dapat mempengaruhi terbentuknya sindrom iritasi usus besar (IBS) yang merupakan induk dari gangguan-gangguan tersebut.

    Veggies

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels

    Walau makan sayur dan buah apapun baik untuk tubuh, ada juga lho buah dan sayur yang ternyata tidak mudah dicerna oleh usus sehingga menyebabkan sakit. Perhatikan buah dan sayuran yang cocok dengan sistem pencernaanmu agar terhindar dari iritasi usus.

    Hindari Karbohidrat Tak Sehat
    Selain sayur dan buah, ada juga jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, seperti kue-kue, tepung gandum, dan makanan tinggi gluten lainnya. Jika pencernaanmu tidak cocok dengan gluten, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika harus menghilangkan gluten sama sekali dalam diet.

    Konsumsi Susu Plant Based

    Plant milk

    Sumber : cottonbro from Pexels


    Bukan rahasia lagi kalau dairy products sering menyebabkan gas berlebih pada perut. Orang dengan lactose intolerance, yaitu yang sistem pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa (produk susu hewani) dapat mengidap diare, muntah, perut kembung dan gangguan perut lain jika mengonsumsi produk laktosa. 70% populasi di dunia kini mengidap lactose intolerance. Karena itu susu plant based pun datang sebagai penyelamat. Selain aman untuk pencernaan, susu/produk yogurt berbasis nabati juga dapat menjadi sumber probiotik yang baik.

    Baca juga : 4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

    Hindari Daging Hewani dan Perbanyak Makanan Fermentasi
    Mengonsumsi produk hewani terutama daging merah dapat memperparah inflamasi pada usus. WHO melalui studi yang dikeluarkan oleh IARC Working Group menyebutkan bahwa konsumsi daging proses (sosis, spam, kornet, bacon) dapat menyebabkan kanker kolorektal.

    Kamu bisa mengganti daging dengan kacang-kacangan ditambah dengan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, miso, dan tempe. Selain kaya akan protein, makanan-makanan ini juga tinggi serat dan probiotik yang dapat membantu keseimbangan mikroba dalam pencernaan.

    Baca juga : 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    Kala pandemi saat ini, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kesehatan. Dimulai dari kesehatan pencernaan, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/red-and-processed-meats-raise-colorectal-cancer-risk

    https://www.who.int/news-room/q-a-detail/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

    https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/15221

    Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    July 23, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Veganism
    5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik image

    Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik bagi tubuh. Produk fermentasi satu ini tak hanya tinggi kalsium dan protein, tapi juga baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik pada saluran pencernaan karena kandungan bakteri L. acidophilusnya. Tubuh kita merupakan tuan rumah bagi triliunan mikroorganisme dengan 500 jenis di antaranya dapat ditemukan dalam usus yang sehat. Mengonsumsi probiotik tentu saja sangat disarankan demi menjaga kesehatan usus agar bakteri jahat tidak tinggal dan menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme yang akan mengundang berbagai penyakit.

    Yogurt lebih dikenal sebagai produk non vegan, sehingga yogurt vegan yang biasanya terbuat dari bahan-bahan nabati sering dipertanyakan kandungan probiotiknya. Tapi tenang saja! Yogurt vegan juga mengandung probiotik, lho.

    Nah bagi kamu para vegan yang mau mencari alternatif dari yogurt sebagai sumber probiotik harian, ini dia daftar 5 makanan vegan mengandung probiotik dari Plantful!

    Baca juga : Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    Acar

    Pickle

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels


    Keberadaannya seringkali terlupakan karena hanya dianggap sebagai side dish. Tapi tahu gak kalau acar sayuran ternyata bisa menjadi sumber probiotik harian untuk tubuh, lho! Acar terbuat dari sayuran (biasanya ketimun) yang direndam dalam air garam, lalu dibiarkan untuk berfermentasi dan mengeluarkan asam laktat. Namun kamu harus berhati-hati, karena hanya acar yang difermentasi dengan air garam saja yang mengandung probiotik. Acar dengan tambahan cuka tidak memiliki kandungan probiotik sama sekali.

    Tempe
    Selain sebagai sumber protein terbaik, tempe juga kaya akan kandungan probiotik. Proses fermentasi kedelai (atau kacang-kacang lain yang bisa dijadikan tempe) dalam pembuatan tempe menghasilkan bakteri baik. Tapi berhati-hati saat memasak tempe agar tidak kehilangan probiotik dan nutrisinya, ya. Karena temperatur yang tinggi dapat membunuh bakteri baik.

    Baca juga : Yuk Berkenalan dengan Kombucha!

    Kombucha
    Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi melalui biang mengandung bakteri dan ragi bernama SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Kombucha kini sangat mudah ditemui karena popularitasnya sangat tinggi. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah untuk menghindari kombucha kemasan yang biasanya mengandung gula lebih dari 5 gram per saji.

    Roti Sourdough

    Sourdough

    Sumber : Geraud pfeiffer from Pexels


    Sourdough terbuat dari ragi alami yang hidup. Proses fermentasi biang sourdough (biasa disebut mother dough) yang panjang dan hanya menggunakan bahan-bahan alami membuatnya menjadi salah satu sumber probiotik terbaik.

    Baca juga : 3 Manfaat Roti Sourdough

    Kimchi
    Pecinta K-pop nggak mungkin gak tahu kimchi. Makanan sehari-hari orang Korea ini kerap digadang-gadang sebagai sumber probiotik paling sehat. Sama seperti ragi alami, kimchi melalui proses fermentasi yang panjang dan dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga bakteri baik di dalamnya sangat melimpah. Kimchi memang biasanya tidak vegan, namun kimchi yang terbuat dari bahan-bahan nabati atau vegan 100% juga mulai bermunculan, lho! Kandungan probiotiknya juga sama melimpahnya.

    Baca juga : 5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie


    Walau belum ada anjuran seberapa banyak probiotik yang harus kita konsumsi sehari-hari, tetap jangan sampai melewatkan manfaat dari probiotik, ya. Kamu juga bisa mendapatkan probiotik dari suplemen yang mengandung lebih dari enam jenis strain bakteri hidup dan setidaknya 20 miliar mikroorganisme per dosis. Jangan lupa pastikan suplemennya aman untuk vegan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    July 21, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus image

    Kita pasti sering membaca tulisan prebiotik atau probiotik pada kemasan makanan dan minuman yang biasa dibeli. Pada iklan-iklan makanan pun prebiotik maupun probiotik kerap disebut-sebut sebagai bakteri baik yang dibutuhkan sistem pencernaan. Kalau dibaca lagi, kelihatannya sama saja ya antara prebiotik dan probiotik. Apakah maknanya sama namun hanya berbeda penyebutan? Atau keduanya sangat berbeda dari satu sama lain?

    Kali ini, Plantful akan membahas perbedaan antara prebiotik dan probiotik. Keduanya sama-sama membantu pencernaan, namun dengan cara yang berbeda.

    Probiotik adalah bakteri "baik" yang berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik bisa ditemui dalam makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, atau dalam bentuk suplemen. Bagaimana cara probiotik bekerja dalam tubuh?

    Di dalam saluran usus, terutama pada bagian bawah, terdapat mikroba yang membantu usus untuk mencerna makanan, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta melawan bakteri jahat. Namun terkadang, ada masanya jumlah mikroba dalam saluran usus tidak seimbang hingga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh atau yang biasa menjadi penyebab utama diare. Di sini lah probiotik menjalankan perannya.

    Probiotik mengembalikan keseimbangan mikroba dan mengeluarkan zat pelindung yang terbukti dapat mengaktifkan kembali sistem kekebalan tubuh. Sehingga patogen/mikroorganisme penyebab penyakit pada tubuh tak dapat bertahan.

    Bakteri-bakteri baik yang dapat dicerna adalah probiotik, namun yang paling umum ditemukan dalam makanan/minuman sehari-hari adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium atau biasa disingkat L & B pada label makanan.

    Beralih ke prebiotik. Prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri baik dalam usus. Biasanya prebiotik berbentuk zat karbohidrat yang tidak bisa dicerna tubuh. Mereka pun bergerak menuju saluran pencernaan bagian bawah, lalu menjadi pakan bagi bakteri-bakteri baik.

    Yogurt

    Sumber : Daria Shevtsova from Pexels

    Prebiotik dapat membantu tubuh untuk menyerap kalsium, memfermentasi makanan dalam lebih cepat sehingga dapat melancarkan pencernaan, dan memodifikasi lingkungan sekitar pencernaan. Prebiotik sendiri secara alami dapat ditemui dalam makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayuran, roti, dan kacang-kacangan. Atau produk makanan yang telah ditambahkan kandungan prebiotik. Dengan mengonsumsi pangan mengandung prebiotik, fungsi imunitas pun meningkat dengan memperbanyak populasi mikroorganisme pelindung.

    Frukto-oligosakarida dan galakto-oligosakarida adalah dua jenis prebiotik paling penting yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia.

    Fiber

    Sumber : Sarah Chai from Pexels

    Untuk mendapatkan asupan prebiotik dan probiotik harian, sumber terbaik terdapat dalam whole foods dan makanan yang tak melalui banyak proses pengolahan. Makanan fermentasi yang kerap kali menjadi sumber probiotik misalnya, jika makanan-makanan tersebut diolah dengan cara dipanaskan atau dimasak, proses ini akhirnya membunuh mikroorganisme baik dan tubuh tak mendapatkan manfaat dari makanannya.

    Begitu juga dengan diet yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan daging hewani. Mikroba sehat pada pencernaan akan menderita karena tidak dapat bertahan dalam lingkungan beracun yang disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan-makanan di atas. Bakteri baik sangat menyukai makanan tinggi serat, karena enzim mikrobiota dapat memecahkannya lalu menghasilkan zat asam lemak rantai pendek (LCFA). Zat asam ini dapat mengubah pH dalam usus besar sehingga mikroorganisme jahat tidak dapat bertahan di dalamnya.

    Sekarang sudah tahu, kan bedanya prebiotik dan probiotik yang ternyata manfaatnya banyak banget buat kesehatan pencernaan. Yuk mulai masukkan makanan-makanan mengandung prebiotik dan probiotik dalam menu sehari-hari demi kesehatan jangka panjang. Di Plantful, kami memastikan menu-menu makan siang dan makan malammu mengandung nutrisi seimbang dan dimasak dengan baik sehingga tak menghilangkan kandungan baik dalam sayuran/buah.

    Klik di sini untuk melakukan pemesanan plant based catering kamu bersama Plantful, yuk!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/vitamins-and-supplements/health-benefits-of-taking-probiotics

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6463098/

    https://www.umassmed.edu/nutrition/ibd/ask-Nutritionist/prebiotics-what-where-and-how-to-get-them/

    Sumber thumbnail : Alicia Harper from Pexel

    PLANTFUL


  • 4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak

    July 19, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak image

    Menjaga kesehatan otak harus menjadi prioritas terutama bagi kita yang masih berusia muda. Sampai artikel ini diunggah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak masih sedikit diketahui baik penyebab maupun cara menyembuhkannya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah, menjaga kesehatan otak semaksimal mungkin dengan menjaga gaya hidup.

    Makan makanan yang sehat selalu berada di peringkat pertama dalam daftar. Dengan makanan yang tepat, tubuh akan mendapatkan berbagai manfaat darinya hingga dapat bekerja lebih baik. Sayur, buah, kacang-kacangan, dan berbagai makanan utuh lainnya memang sangat dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh. Namun ada 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak.

    Sayuran Berdaun Hijau
    Seperti dilansir dari laman Health Harvard, sayur-sayuran berdaun hijau terutama yang lebih gelap warnanya seperti brokoli, bayam, kale, dll dapat memperlambat resiko penurunan kognitif. Sayur-sayuran berdaun hijau kaya akan nutrisi yang dapat memperkuat otak, seperti vitamin K, lutein, beta karoten, dan folat.

    Alpukat
    Walau alpukat mengandung lemak, namun lemak yang terdapat di dalamnya merupakan lemak tak jenuh tunggal, yang artinya mengonsumsi alpukat sangat baik untuk kelancaran aliran darah. Jika aliran darah dalam tubuh lancar tak tersumbat lemak-lemak jahat, maka otomatis alirannya menuju otak pun lancar dan kesehatan otak terjamin.

    Teh
    Studi dari National University of Singapore (NUS) menunjukkan bahwa orang yang meminum teh secara rutin memiliki struktur otak yang terorganisir dari pada mereka yang bukan peminum teh. Hal ini membuat fungsi kognitif peminum teh jauh lebih baik.


    Dark Chocolate
    Dark chocolate kaya akan flavonoid, yang merupakan kumpulan senyawa bioaktif yang sama dengan antioksidan. Flavonoid pada coklat terhubung erat dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat. Studi menjelaskan bahwa orang yang rajin mengonsumsi coklat, memiliki kemampuan kognitif lebih baik seperti mengingat, mengorganisir, dan bernalar.

    Walau 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak di atas kini masuk ke dalam daftar makanan wajib, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi whole foods lain seperti umbi, kacang, buah, dan lainnya. Karena keseimbangan nutrisi untuk tubuh harus tetap dijaga.

    Sumber tambahan : https://www.medicalnewstoday.com/articles/327046#Studying-diets-and-cognitive-health

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26873453/

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan?

    June 29, 2021
    /
    Diet , Health , Veganism
    Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan? image

    Saat hamil, menjalani diet/pola makan tertentu terkadang jadi hal yang meresahkan karena asupan yang masuk ke dalam tubuh benar-benar harus diperhatikan. Kehati-hatian atas makanan semasa mengandung memang meningkat tajam. Terutama saat janin sedang mengalami pertumbuhan di usia dini. Makanan cepat saji, instan, sayuran mentah, hingga buah-buahan tertentu, harus dihindari demi menghindari penyakit bawaan pada janin serta resiko keguguran.

    Kekurangan vitamin dan mineral saat hamil juga dapat membahayakan janin serta sang ibu. Beberapa vitamin yang esensial saat hamil seperti B12 dan kalsium lebih mudah ditemukan pada bahan makanan berbasis hewani seperti daging, susu, yogurt, keju, telur. Lalu bagaimana jika seorang vegan mengandung? Apakah pola makan vegan membahayakan kehamilan?

    Studi menggaris bawahi bahwa pola makan vegan saat hamil tentu bisa dilakukan selama berkonsultasi dengan dokter dan memiliki cukup informasi asupan yang disarankan. Pola makan vegan kerap kali diasosiasikan dengan defisit vitamin B12, D, Kalsium, Iron dan Protein. Padahal ibu hamil sangat memerlukan zat-zat ini untuk perkembangan bayi. Demi memenuhi asupan harian, vegan menambahkan suplemen dalam dietnya. Berikut ini langkah aman Ibu hamil untuk tetap menjalani pola makan vegan.

    Pastikan asupan vitamin yang dibutuhkan terpenuhi
    Kekurangan vitamin B12 pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang bayi. Vitamin B12 sangat disarankan untuk dikonsumsi lebih dalam bentuk suplemen atau makanan yang telah diberi tambahan B12, seperti sereal. Ibu hamil yang menjalani pola makan vegan juga berpotensi mengalami kekurangan vitamin D. Padahal vitamin D dibutuhkan untuk menghindari osteoporosis dini dan hipokalsemia. Bicarakan dengan dokter Anda tentang menambah vitamin dan mineral dari suplemen selama kehamilan.


    Jaga Berat Badan
    Mitos bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang benar-benar salah. Ibu hamil memang perlu makan sedikit lebih banyak dari biasanya, namun tidak harus dua kali lipat. Berat badan saat hamil harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kesehatan janin. Kekurangan berat badan dapat berdampak pada kecilnya berat bayi ketika lahir. Sementara kelebihan berat badan saat hamil bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang bayi pasca kelahiran, seperti diabetes tipe 2, preeklamsia, obesitas, pendeknya durasi menyusui. Konsultasikan dengan dokter mengenai berat badan Anda saat ini.

    Makan Sehat
    Menghindari bahan makan yang diproses harus menjadi fokus utama, apalagi ketika menjalani pola makan vegan saat hamil. Artinya, Anda harus mengurangi vegan junk food dan fokus pada makanan whole foods. Kehamilan jadi semua momentum untuk ibu hamil memperbaiki pola makannya. Perbanyak sayur (matang) serta buah yang disarankan untuk dikonsumsi. Saat trimester pertama, mual dan muntah akan sering terjadi. Siapkan makanan-makanan yang bisa dikonsumsi seperti roti, cracker, buah kering, buah segar, dan tidak berbau menyengat.

    Perbanyak Air Putih
    Jangan sampai dehidrasi! Minum jus buah dan sayur memang sehat, namun air putih lebih disarankan untuk diminum saat hamil. Dehidrasi akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

    Sekali lagi, pastikan pola makan mu disetujui oleh dokter dan perbanyak literasi serta informasi agar tidak terjadi kesalahan. Jangan lupa untuk selalu dengarkan apa kata tubuh, ya!

    Sumber studi : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6470702/

    https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/what-to-eat-when-pregnant

    https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vegetarian-or-vegan-and-pregnant/

    Sumber thumbnail : Leah Kelley from Pexels

    PLANTFUL


  • Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia

    June 21, 2021
    /
    Diet , Life Style , Veganism
    Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia image

    Pandemi yang mulai terjadi pada 2020 lalu bukanlah awal mula ditemukannya pola makan berbasis nabati. Namun pada tahun yang kelam itu, penjualan bahan pangan berbasis nabati mengalami kenaikan drastis di seluruh dunia. Semua orang berbondong-bondong untuk beralih ke pola hidup yang lebih sehat di tengah pusaran Covid-19. Siapapun harus berusaha memperbaiki tata cara hidup demi imun yang kuat hingga dapat terhindar dari sang virus. Kebersihan menjadi nomor satu, dan pola makan yang terlalu banyak mengandung hewani perlahan ditinggalkan.

    plant based

    Sumber : www.plantbasedfoods.org

    Di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat, penjualan plant based food bahkan melewati lebih dari 7 milyar USD atau kurang lebih mencapai 27% pada 2020. Di tahun yang sama, tercatat bahwa ada 71 juta rumah tangga yang telah membeli bahan makanan berbasis nabati. Kenaikannya 9 kali lebih cepat dari dua tahun sebelumnya.

    Inggris adalah salah satu negara dengan perkembangan plant based eaters yang pesat selain Amerika Serikat. Pada tahun 2019, sebanyak 600.000 orang di UK mendedikasikan dirinya pada veganisme. Angka yang terus bertambah tiap tahunnya tak lagi hanya sekadar trend. Merk-merk bahan makanan raksasa pun mulai berlomba-lomba menjual pakan vegan. Mulai dari Heinz, Kit Kat, hingga resto cepat saji kini menawarkan variasi berbasis nabati.

    Di Indonesia sendiri, plant based food bukan suatu hal yang baru. Namun popularitasnya memang mulai meningkat sejak tahun 2018. Hingga kini, plant based eater di Indonesia bisa mulai leluasa memilih tempat makan selain di restoran khusus. Burger King dan Abuba Steak misalnya, kini keduanya menawarkan menu plant based di seluruh cabangnya di Indonesia. Supermarket di beberapa kota besar pun mulai menjual aneka bahan pakan vegan sebagai substitusi makanan berbasis hewani. Seperti keju, susu, daging tumbuhan, dan lainnya.

    Baca juga : Plant Based Whopper Burger King Indonesia Raih Popularitas

    Untuk konsumsi sayuran, masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa dengan aneka hidangan sayur yang kerap menjadi menu harian kita. Urap, gado-gado, ketoprak, sop bening, hingga gudeg, hidangan-hidangan khas Indonesia ini lebih banyak menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Belum lagi tempe dan tahu sebagai sumber protein terbesar para vegan yang sangat mudah didapatkan di Indonesia.

    Baca juga : 4 Alasan Jadi Vegan di Jakarta Itu Gampang Banget!

    Dengan sejarah kuliner Indonesia yang erat akan masakan berbasis nabati, masa depan plant based food di Indonesia tidak akan merosot. Semakin banyak yang sadar akan pentingnya mengonsumsi plant based food, maka perjalanan plant based baru saja dimulai.

    Ayo mulai petualangan plant based food mu di Jakarta bersama Plantful. Klik di sini untuk melakukan pemesanan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Alternatif Kue Kering Lebaran yang Lebih Sehat

    April 30, 2021
    /
    Diet , Health
    5 Alternatif Kue Kering Lebaran yang Lebih Sehat image

    Sudah mendekati lebaran pasti deg-degan kalau berat badan melambung naik karena suguhan makanan yang tiada henti. Hidangan lebaran khas Indonesia yang biasanya mengandung banyak santan pasti bikin was-was. Apalagi kalau kue-kue kering memanggil-manggil nafsu makan kita, waaaah bisa sia-sia nih nurunin berat badan kalau gak bisa kontrol.

    Makan sekali dua kali tentu gak masalah, namun kalau kamu ingin mengganti makanan berlemak dengan yang lebih sehat justru lebih baik, lho! Misalnya aja seperti 5 alternatif kue kering lebaran ini yang jauh lebih sehat tapi tetap enak. Kamu gak harus selalu makan kue nastar untuk merayakan lebaran.

    Vegan Cookies

    Louven


    Apalagi varian cookies yang gluten free dan tanpa pemanis buatan. Selain aman untuk menjaga berat badan, vegan cookies juga jauh lebih sehat dari pada kue-kue kering berlemak. Di Plantful Mart, kamu bisa memilih vegan cookies dari Louven atau EggNot.

     

    Baca juga : 6 Makanan Vegan di Plantful Mart


    Roti Vegan dengan Selai Kacang
    Mau ngemil yang gak terlalu banyak tapi mengenyangkan? Kamu bisa mengganti kue kering lebaran dengan roti vegan yang dioles selai kacang.

    Vegan Bread

    Selai kacangnya bisa berbahan dasar mete, almond atau kenari. Contohnya seperti roti-roti dan selai dari Naked Bun ini! Dengan makan ini, kamu dapat membantu pencernaan untuk bekerja lebih baik karena serat yang terdapat dalam roti serta selai kacang sangat tinggi.

    Popcorn
    Popcorn gak cuma jadi cemilan saat nonton bioskop. Kamu tahu gak kalau popcorn merupakan sumber antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan serta sirkulasi darah. Popcorn juga rendah kalori namun mengandung serat tinggi, jadi bisa bikin kenyang tanpa merasa bersalah.

    Buah

    Buah

    Sumber : Mark Stebnicki from Pexels


    Ngebosenin yah selalu ada buah di manapun. Tapi memang gak bisa dipungkiri, buah merupakan cemilan natural yang kaya akan vitamin dan tentu saja rendah kalori. Kamu bisa berkreasi saat lebaran dengan membuat salad buah (tanpa keju dan mayones, ya!) atau sate buah.

    Baca juga : VegaDan : Agar Sahur Cukup, Makan 4 Buah Paling Bergizi Ini, Yuk!

    Kacang Panggang
    Dari pada nyemil kue kering berlemak yang tinggi kalori, lebih baik menggantinya dengan mengonsumsi kacang-kacangan yang dipanggang. Ada aneka pilihan kacang yang bisa dipanggang seperti almond, mete, walnut, dan masih banyak lagi.

    Baca juga : 5 Kacang Lokal Dengan Kandungan Gizi Tinggi

    Selain karena lebih sehat, kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Kacang juga merupakan sumber serat, protein, vitamin dan mineral, termasuk folat, vitamin E, kalium serta magnesium. Masih ragu makan kacang panggang?

    Tuh kan, kamu bisa tetap menjaga makan saat lebaran. Pilih makan makanan yang sehat akan berefek baik untuk kesehatan. Jangan sampai kalap, ya!

    Sumber thumbnail : Patrícia Paixao from Pexels

    PLANTFUL