Blog

  • 3 Cara Jadi Vegan Sehat

    March 31, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Veganism
    3 Cara Jadi Vegan Sehat image

    Menjadi vegan berarti memusatkan nyaris seluruh aspek kehidupan pada tumbuh-tumbuhan terutama yang kita konsumsi. Tumbuh-tumbuhan erat hubungannya dengan kesehatan. Sayuran, buah, kacang, dan gandum. Bahan pangan yang tumbuh di atas tanah ini menjadi sumber energi, vitamin, serta mineral bagi seluruh makhluk hidup, dan dalam kasus ini bagi seorang vegan.

    Makanan berbasis nabati pada umumnya terbukti lebih sehat dibandingkan panganan yang mengandung hewani seperti daging. Namun ternyata tidak semua makanan vegan bisa dibilang sehat. Dengan kemajuan teknologi, kini vegan bisa menikmati berbagai makanan yang tampak bukan vegan tetapi ternyata berbasis nabati. Seperti udang dari protein nabati, patty burger yang terbuat dari kacang hitam, telur dari bubuk kacang hijau, dan masih banyak lagi.

    Sayangnya, ragam makanan vegan pun banyak pula yang melalui aneka proses (processed food) dan tak lagi 100% murni. Belum lagi bahan makanan vegan yang pengolahannya tidak sehat, seperti digoreng dengan minyak. Vegan junk food pun kian populer karena digadang-gadang untuk memudahkan mereka yang hendak bertransisi ke veganisme.

    Makanan cepat saji baik vegan maupun tidak, tetap saja bukan makanan yang semestinya dikonsumsi setiap hari. Walau makanan vegan tentu lebih sehat, cepat saji tetaplah cepat saji, sekalipun berbasis nabati. Bahan-bahan hingga cara memasaknya telah melalui banyak proses yang dapat mengurangi nutrisi. Daging palsu vegan juga kerap kali mengandung sodium dan lemak saturasi yang tinggi.

    Beyond Meat

    Sumber : www.beyondmeat.com

    Contohnya saja Beyond Burger dari Beyond Meat. Per-sajinya, beyond burger mengandung 350 mg sodium atau 15%. Untuk asupan harian, tentu saja kadar yodiumnya masih terbilang rendah, namun jika Anda mengonsumsi beyond burger tiga hingga empat kali sehari, tentu akan melebihi asupan sodium harian yang disarankan.

    Tak hanya daging palsu, beberapa minyak pun walau berbasis nabati tidak selalu sehat untuk digunakan sehari-hari. Misalnya minyak kelapa yang sering dijadikan pengganti minyak mentega dan minyak kelapa sawit.

    Minyak Kelapa mengandung lemak saturasi tinggi yang dapat menaikkan level kolesterol LDL atau Low-Density Lipoprotein. Di saat yang bersamaan, lemak saturasi pada minyak kelapa murni juga dapat meningkatkan kolesterol HDL atau High-Density Lipoprotein yang sebenarnya menyehatkan. Walau begitu konsumsi minyak kelapa murni tidak disarankan setiap hari.

    Jadi apakah menjadi vegan sehat atau tidak? Tergantung dari apa saja yang kita konsumsi. Lakukan 3 cara jadi vegan sehat di bawah ini, agar kamu memiliki pilihan!

    Makan Bervariasi

    whole food

    Sumber : www.positivechoice.org


    Daging palsu vegan atau vegan junk food memang lezat, tapi lebih baik lagi kalau kamu mengonsumsi makanan yang bervariasi agar asupan kalori tidak kelebihan namun tetap kenyang. Misalnya dalam sepiring makan siang, perbanyak sayuran, protein dari kacang, dan karbohidrat penuh serat. Sesekali menambahkan daging vegan tidak masalah, yang penting perhatikan asupan nutrisi agar tidak terjadi defisit vitamin dan lainnya.

    Hindari Minyak yang Berlemak
    Pakai minyak kelapa sesekali untuk rasa makanan yang lebih lezat, tapi jika memungkinkan sebaiknya ganti minyak dengan jenis yang sehat. Seperti minyak kacang, extra virgin olive oil, dan avocado oil. Minyak-minyak ini lebih banyak mengandung lemak tak jenuh dan penuh dengan vitamin. Tidak mau pakai minyak? Kamu bisa pakai air biasa untuk menumis.

    Konsumsi Suplemen dan Makan yang Cukup
    Mengonsumsi makanan berbasis nabati terkadang tidak cukup untuk memenuhi beberapa vitamin/nutrisi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Misalnya B12. Minumlah suplemen vegan secara rutin dan pastikan konsultasi terlebih dahulu ke dokter/ahli nutrisi untuk mengetahui apa yang dibutuhkan tubuh.

    Atur juga makanmu agar tidak kurang maupun berlebihan, ya. Makan yang cukup sangat penting untuk vegan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

    Di Plantful, kami memastikan untuk selalu membuat menu-menu yang sehat dan terjaga kebersihannya. Pada kemasan, Plantful juga menampilkan kalori pada setiap menu. Tunggu apalagi, pesan katering plant based mu di Plantful!

    Sumber studi : 

    https://zenhabits.net/plantstrong/

    https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/coconut-oil/#:~:text=The%20authors%20concluded%20that%20because,be%20limited%20in%20the%20diet.

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-coconut-oil-good-for-you

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels


    PLANTFUL


  • 6 Makanan Vegan di Plantful Mart

    March 30, 2021
    /
    Diet , Food , Veganism
    6 Makanan Vegan di Plantful Mart image

    Sudah tahu belum, sekarang kamu bisa memesan snack/bahan makanan berbasis nabati di Plantful Mart. Plantful berkolaborasi dengan berbagai penyedia makanan vegan, agar selain kamu dapat berlangganan katering plant based dari Plantful, kamu juga bisa menemukan berbagai merk makanan vegan favorit-mu, dari telur hingga roti vegan. Penasaran gak, apa aja sih yang bisa kamu beli di Plantful Mart? Ini dia 6 makanan vegan yang tersedia di Plantful Mart, yuk lihat-lihat sekarang!

    Plantful Mart

    EggNot - Vegan Egg
    Kamu yang sudah pernah baca artikel Plantful tentang EggNot pasti sudah tahu kalau kini kamu bisa mendapatkan telur vegan ini di website Plantful.

    Eggnot

    Selain itu, EggNot juga menawarkan kue-kue berbasis nabati yang salah satu bahan utamanya adalah telur vegan mereka. Ada Vegan White Chocolate Macadamia Cookie dan Vegan Dark Chocolate Cookie.

    Baca juga : Is it Egg? Is it not? It's Eggnot

    Louven - Chocolate Chip Cookie

    Louven


    Kata siapa chocolate chip cookie selalu gak sehat, gak vegan dan penuh lemak? Louven membuat chocolate chip cookienya dengan bahan-bahan yang bebas gluten, vegan, tanpa refined sugar yang ramah untuk penderita diabetes, dan menggunakan bahan-bahan alami.

    FitBreak - Oat Dessert

    FitBreak


    Mau dessert yang creamy tapi guilt-free? Pesan aja tiga dessert dari FitBreak! Ada varian rasa Dried Raisins, Dark Choco, dan Lotus Choco. Dalam dessert ini ada silky puddingnya juga, lho! Dan satu toples dessert dari FitBreak sangat rendah kalori, kok.

    Casa Grata - Crackers

    Casa Grata


    Bagi kamu yang doyan ngemil tapi gak mau makan yang manis-manis, bisa banget nih cobain aneka crackers dari Casa Grata. Ada rasa Sea Salt, Sesame & Chia, dan Herba. Casa Grata ini gluten free lho, karena menggunakan tepung mocaf singkong dan 100% vegan!

    Naked Buns

    Naked Buns


    Sebagai seorang vegan, pastinya gak gampang menemukan roti yang 100% vegan dengan harga terjangkau. Tapi sekarang kamu gak perlu kuatir lagi, di Plantful Mart kamu bisa membeli berbagai varian roti yang 100% vegan dari Naked Buns. Dari roti tawar, roti manis hingga roti dengan isian gurih tersedia di sini. Harganya? Ramah kantong, lah!

    Plantful’s Frozen Food

    Plantful


    Nggak ketinggalan dong aneka makanan beku/frozen food dari Plantful. Ada Rendang Vegan, Yayam Rica-Rica, Instant Mie Yayam Bakso, dan menu terbaru yaitu Instant Semur ‘Daging’ dan Brokoli!

    Tenang aja, Plantful akan segera berkolaborasi dengan merk-merk kesayangan lainnya. Sekarang jadi lebih mudah, kan membeli makanan dan snack berbasis nabati? Yuk pesan katering plant based bersama Plantful di sini!

    PLANTFUL


  • Apa Sih Lacto - Ovo Vegetarian?

    March 29, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Life Style
    Apa Sih Lacto - Ovo Vegetarian? image

    Dua jenis diet berbasis nabati yang sering kita lihat hanya sebatas pada vegetarian dan vegan. Namun ternyata, di dalam payung vegetarian, terdapat beberapa jenis diet lain. Vegetarian sendiri adalah diet yang lebih banyak mengonsumsi makanan berbasis nabati namun belum benar-benar lepas dari produk hewani. Flexitarian misalnya, masih sesekali mengonsumsi daging hewani serta Pescatarian yang sesekali menambahkan ikan pada menu dietnya.

    Lacto dan Ovo vegetarian adalah dua jenis diet yang sering membuat bingung. Apakah keduanya bisa dibilang sama dengan veganisme? Atau lebih mirip dengan flexitarian dan pescatarian? Di sini, Plantful akan menjabarkan apa itu Lacto - Ovo vegetarian agar kamu gak bingung lagi!

    Baca juga : Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya?

    Untuk mempermudah transisi menjadi vegan, biasanya seseorang akan mulai dengan diet yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya agar tidak terlalu sulit bertransisi. Beberapa memilih untuk menjadi lacto ovo vegetarian karena masih kesulitan terlepas dari dairy products atau telur namun sudah mampu untuk tidak mengonsumsi daging hewani sama sekali.

    Lacto ovo vegetarian adalah diet berbasis nabati yang masih menambahkan dairy products (keju, susu, yogurt, mentega) dan telur dalam menu. Jika menu makan diseimbangkan dengan baik, lacto ovo menjadi salah satu diet sehat yang bisa kamu jalani jika belum mampu menjadi vegan. Beberapa orang memilih untuk menjadi lacto vegetarian (mengonsumsi dairy tanpa telur), beberapa lagi memilih ovo vegetarian (mengonsumsi telur tanpa dairy) atau memilih lacto ovo vegetarian.

    Baca juga : 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Makan Telur!

    Namun, lacto ovo vegetarian tak datang tanpa resiko. Mengonsumsi telur masih berisiko meningkatkan kadar kolesterol tubuh. Dairy products komersial seperti yogurt pun seringkali mengandung pemanis buatan yang tidak sedikit. Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah saat menjalani diet lacto ovo vegetarian perlu dilakukan guna menyeimbangkan vitamin serta nutrisi yang baik bagi tubuh.

    Baca juga : Kenikmatan Diet Tanpa Sayur dan Buah ala Diet Tya Ariestya. Apakah Sehat Bagi Tubuh?

    Di Plantful, menu-menu yang tersedia semua berbasis nabati tanpa kandungan hewani sama sekali. Jadi cocok banget untuk kamu yang membutuhkan ekstra nutrisi dari tumbuh-tumbuhan dalam berbagai diet yang sedang dijalani. Yuk pesan katering plant based bersama Plantful.

    Sumber thumbnail : Foodie Factor from Pexels

    PLANTFUL


  • Kenikmatan Diet Tanpa Sayur dan Buah ala Diet Tya Ariestya. Apakah Sehat Bagi Tubuh?

    March 24, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Kenikmatan Diet Tanpa Sayur dan Buah ala Diet Tya Ariestya. Apakah Sehat Bagi Tubuh? image

    Beberapa waktu lalu publik ramai membicarakan tentang pola diet yang digagas oleh Tya Ariestya, seorang artis Ibukota sekaligus mantan atlet taekwondo. Pada akhir tahun 2020, Tya meluncurkan bukunya yang berjudul The Journey of Fit Tya Ariestya, berisikan perjalanannya selama empat bulan menurunkan berat badan hingga 25kg. Siapa yang tidak tertarik untuk mencari tahu bagaimana bisa menurunkan berat badan secara signifikan hanya dalam waktu yang singkat?

    Awalnya tidak ada yang terlalu spesial dengan pola diet Tya. Ia menekankan untuk paling tidak berjalan kaki setiap harinya selama 45 menit, jam makan yang sangat teratur, berkonsultasi dengan dokter gizi dan tidak mengonsumsi makan-makanan yang mengandung minyak, tepung, gula, dan santan.

    Diet tanpa karbohidrat sederhana seperti tepung (gluten) dan gula atau Gluten Free Diet awalnya diperuntukkan bagi mereka yang mengidap Coeliac Disease atau penyakit celiac. Penyakit ini mengharuskan pengidapnya untuk menghindari makanan yang mengandung gandum karena ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi dengan sempurna. Namun popularitas GFD ternyata melebihi yang diharapkan. Banyak yang akhirnya menerapkan pola makan tanpa gluten untuk menurunkan berat badan. Padahal studi menjelaskan bahwa menjalani GFD tanpa anjuran dokter sangat tidak disarankan karena akan berakibat pada malnutrisi dan penyakit jangka panjang lainnya.

    Sayuran

    Sumber : Daria Shevtsova from Pexels

    Ada satu hal yang ternyata mengejutkan dari Fit Tya Ariestya. Tya mengaku tak mengonsumsi sayuran selama dietnya karena tidak cocok bagi tubuhnya. Belakangan Ia mengaku kalau dirinya tak terlalu menyukai sayur-sayuran sehingga dokter dietnya setuju agar Ia tak usah mengonsumsi sayuran selama diet.

    Publik dibuat tercengang dengan pernyataan ini. Menurunkan berat badan selalu menjadi tantangan bagi siapapun. Diet dan olahraga bukanlah hal yang mudah untuk dibiasakan. Dalam pola makan misalnya, diet kerap kali identik dengan mengunyah aneka sayuran terutama yang mentah seperti salad. Tidak semua orang terbiasa dengan konsumsi sayur-sayuran, apalagi sayuran selalu diasosiasikan dengan rasa yang tawar atau pahit, dingin, dan membosankan.


    Diet tanpa sayuran dan buah mungkin saja dilakukan dengan tujuan menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Beberapa diet yang sudah ada sebelumnya walau tak 100% menghilangkan sayur/buah pada menu hariannya, lebih mengedepankan konsumsi lemak yang terdapat pada telur, daging hewani, minyak, olahan susu, santan, dan buah berlemak seperti alpukat. Bisa menurunkan berat badan bukan berarti pola makan yang diterapkan sehat.

    Sama seperti tidak makan sama sekali atau menghindari karbohidrat karena takut menjadi gemuk. Untuk menurunkan berat badan ataupun tidak, menu makan harian haruslah bervariasi dari protein hingga karbohidrat.

    WHO memberikan rekomendasi porsi makan sehat harian orang dewasa sebagai berikut :

    Buah, sayuran, legumes, kacang-kacangan dan whole grains


    Setidaknya 400 gram / lima porsi buah dan sayuran setiap hari, tidak termasuk umbi-umbian.


    Kurang dari 5 gram (setara 1 sendok teh) garam per hari.

    Selanjutnya : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet

    Kemenkes RI

    Sumber : www.p2ptm.kemkes.go.id

    Kementerian Kesehatan Indonesia mencanangkan program Isi Piringku yang termasuk ke dalam 4 pilar utama prinsip gizi seimbang. Dalam gambar terlihat, sayuran disarankan untuk disantap dalam porsi yang sama banyaknya dengan makanan pokok (biasanya karbohidrat seperti nasi, umbi-umbian, pasta, olahan gandum).

    Kemenkes RI

    Sumber : www.p2ptm.kemkes.go.id

    Menurut survei SKMI oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, penduduk Indonesia hanya mengonsumsi kurang lebih 70 gram sayur dan 38,8 gram buah per orang setiap harinya. Jika dijumlahkan, satu orang di Indonesia hanya mengonsumsi sebanyak 108,8 gram porsi sayur serta buah, jauh di bawah standar WHO. Sebanyak 97,1% penduduk Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah setiap harinya.

    5 a day

    Sumber : www.medcarespain.com

    Di beberapa negara seperti Perancis, Amerika Serikat, Britania Raya, Jerman, Norwegia, dan Jepang, program 5 a day direkomendasikan untuk masyarakat agar dapat menjalani pola makan yang penuh nutrisi. 5 a day adalah kampanye yang mendorong konsumsi sekurang-kurangnya 5 porsi sayur dan buah setiap harinya. Gerakan ini mengacu pada rekomendasi dari WHO terkait porsi makan sehat harian.

    Jadi, apakah makan sayur dan buah tidak bikin gemuk?

    Tentu saja tergantung pada bagaimana sayur dan buah tersebut diolah! Akan lebih banyak kalorinya jika buah pisang dimakan dalam bentuk kue. Sayur pun akan meningkat kalorinya jika dimasak dengan santan terlalu banyak.

    Di Plantful, kami memastikan agar kamu mendapat karbohidrat, protein, dan vitamin yang cukup untuk asupan harian! Menu kami dimasak dengan mempertimbangkan gizi, juga tanpa MSG dan lemak saturasi. Untuk menurunkan berat badan, jangan terlena dengan diet-diet yang mengesampingkan makanan sehat terutama sayur dan buah. Sesuaikan diet dengan kemampuan tubuh dan pesan katering plant based pertama kamu di PLANTFUL.

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/getting-your-five-a-day

    https://celiac.org/gluten-free-living/gluten-free-foods/

    https://www.pcrm.org/good-nutrition/nutrition-information/lowering-cholesterol-with-a-plant-based-diet

    https://www.cdc.gov/nchs/products/databriefs/db397.htm

    Sumber thumbnail : Min An from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Kacang Lokal Dengan Kandungan Gizi Tinggi

    March 22, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    5 Kacang Lokal Dengan Kandungan Gizi Tinggi image

    Bagi kamu yang tidak alergi dengan kacang, mengonsumsinya setiap hari sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Ada berbagai jenis kacang di seluruh dunia, tetapi kacang tanah dan almond (badam) adalah dua kacang paling populer menurut statista pada tahun 2018.

    Kacang-kacangan merupakan makanan kaya nutrisi serta lemak tak jenuh yang mengandung senyawa bioaktif seperti protein, serat, mineral, fitosterol, dan tokoferol. Jadi di dalam kacang terdapat paket lengkap konten makronutrien (protein, karbo, lemak), juga mikronutrien (vitamin, mineral). Keunikan struktur yang membentuk kacang-kacangan membuat panganan berjenis biji ini menjadi salah satu yang tersehat.

    Kacang-kacangan sendiri sudah masuk ke dalam menu makanan manusia bahkan sejak 780.000 tahun lalu. Penggalian oleh para arkeologi di Israel menemukan sisa-sisa dari 7 jenis kacang yang berbeda beserta alat pengupas kacang purba. Galian yang dilakukan di Irak juga telah membeberkan bukti yang serupa dengan perkiraan waktu sekitar 50.000 SM.

    Di Indonesia, kita juga terbiasa mengonsumsi kacang-kacangan pada menu yang berbeda. Kacang merah dalam sup, kacang ijo dalam bubur, kacang kedelai pada tempe/tahu, kacang tanah dalam peyek, juga kacang kenari dalam sajian pencuci mulut seperti klappertaart. Walau begitu, kita masih belum banyak mengenal jenis-jenis kacang lokal yang ternyata sangat banyak. Kurangnya apresiasi pada kacang lokal membuat kita terlalu fokus pada kacang import seperti hazelnut, kacang Brazil, kacang almond, bahkan bahan baku pembuatan tempe yaitu kacang kedelai seringkali diimpor dari negara Asia lainnya.

    Maka itu Plantful akan mengenalkan kamu dengan 5 kacang lokal yang kandungan gizinya sangat tinggi dan bisa kamu pertimbangkan untuk dikonsumsi sehari-hari menggantikan kacang-kacang import. Apa saja sih kacangnya?

    Kacang Kenari
    Kacang satu ini memiliki banyak nama di berbagai negara, karena itulah penampakannya dirasa tidak sepopuler kacang almond. Canarium ovatum atau pohon Pili, atau kenari merupakan pohon dari daerah tropis yang masuk dalam keluarga pepohonan burseraceae. Pohon ini aslinya bertumbuh di daerah kepulauan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina), Papua New Guinea, dan area Australia utara. Kacang kenari dari pohon Canarium lebih banyak ditanam di daerah Timur Indonesia seperti Maluku.

    Kacang Kenari

    Sumber : www.instagram.com/alexamaheswari

    Kacang kenari merupakan sumber asam amino eksogen terbaik. Kenari juga mengandung magnesium paling banyak di antara jenis kacang-kacang lainnya. Dengan mengonsumsi kacang kenari sesuai porsi setiap harinya, kamu bisa menurunkan kolesterol, menguatkan tulang, dan melawan inflamasi.

    Kacang Tunggak
    Belum pernah mendengar nama kacang yang satu ini? Dalam bahasa Inggris, kacang yang dipercaya asalnya dari Afrika ini biasa disebut Black Eyed Peas karena mata kacangnya yang berwarna hitam. Di Indonesia, kacang tunggak biasa juga disebut sebagai kacang tolo. Sering kali, kacang yang kulitnya sangat mirip dengan kacang panjang ini ditambahkan dalam hidangan-hidangan lokal seperti pada brongkos, gudeg, rempeyek, dan lainnya. Namun penggunaannya masih sangat terbatas karena minim pengetahuan dari masyarakat tentang pengolahan kacang yang rendah lemak ini.

    Kacang Tunggak

    Sumber : www.instagram.com/armithaap

    Kacang tunggak mengandung vitamin B1, asam amino lisin, asam aspartat, glutamat. dan pada setiap 100 gramnya terdapat 24.4 gram protein. Sehingga mengonsumsinya dalam sehari dapat memenuhi kebutuhan protein tubuh hampir separuhnya.

    Kacang Bogor
    Sesuai namanya kacang yang termasuk dalam golongan kacang tanah ini tumbuhnya lebih banyak di daerah Bogor, Jawa Barat. Kalau pernah jalan-jalan ke Bogor, pasti lihat deh para pedagang menjajakan kacang satu ini.

    Kacang Bogor

    Sumber : www.instagram.com/loetfiacarving

    Dalam setiap 100 gram kacang Bogor mengandung copper/tembaga sebesar 185%, serat 88%, vitamin B3 42%, dan berbagai vitamin serta mineral lainnya. Kacang Bogor juga mengandung asam lemak esensial (omega 3 & omega 6) yang dapat meningkatkan kecerdasan otak, lho!

    Kacang Hijau

    Kacang Hijau

    Sumber : www.yoesiariyani.com


    Siapa yang suka makan bubur kacang ijo saat sakit atau pas lagi ke warteg? Kacang yang satu ini begitu dicintai masyarakat Asia Tenggara khususnya Indonesia karena sangat mudah didapatkan. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Balitkabi Litbang Pertanian NTT, kacang hijau mengandung protein Isoleusin 6,95%, Leusin 12,90%, Lysin 7,94%, Metionin 0,84%, Phenylalanin 7,07%, Thereonin 4,50%, Valin 6,23%, dan asam amino non esensial. Gak hanya kaya akan vitamin dan mineral, kacang hijau juga bisa digunakan untuk menumbuhkan tauge untuk sayur, lho. Multitalenta banget, ya?

    Kacang Mete/Mede
    Kacang satu ini bisa disebut unik karena tumbuh bersama dengan buah jambu mete. Biji yang menggantung di bawah buah jambunya kemudian dikeringkan dan diolah hingga menjadi kacang yang bisa dimakan. Sering kita temui kacang mete dalam campuran coklat, kue-kue, atau dipanggang dan disajikan dalam toples saat hari raya.

    Kacang Mete

    Sumber : www.instagram.com/bibit.buah.pupuk.organik

    Tahu gak kalau kandungan zat besi dan tembaga pada kacang mete bisa mengatasi penyakit anemia. Selain itu, kacang mete juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang merupakan jenis antioksidan yang dapat memelihara kesehatan mata.


    Ternyata ada banyak kacang-kacang lokal yang menyehatkan jika dikonsumsi. Sekarang kamu sudah tahu, jadi gak perlu sering-sering beli kacang impor, ya! Yuk kita berdayakan pangan lokal agar petani lebih makmur dan juga demi mengurangi jejak karbon bahan makanan kita!

    Sumber : https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Nuts-and-seeds

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257681/

    http://pangan.litbang.pertanian.go.id/m/?headline=831

    https://www.greeners.co/flora-fauna/kacang-tunggak-sumber-protein-pesaing-daging/

    Sumber thumbnail : Pixabay from Pexels

    PLANTFUL


  • 3 Makanan Plant Based Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak

    February 28, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Life Style
    3 Makanan Plant Based Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak image

    Sudah setahun pandemi Covid-19 menyerang seluruh dunia, memaksa kita semua untuk lebih sering beraktivitas di rumah saja. Alhasil, berolahraga pun di rumah, bahkan bekerja juga di rumah. Aktivitas yang tidak terkendali waktunya membuat kita kewalahan mengatur jadwal terutama jam tidur.

    Tidur terlambat atau terlalu banyak akan membuat tubuh sakit dan produktivitas terganggu. Kita jadi sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Jika tidak diperbaiki, kualitas tidur yang buruk akan memperparah kesehatan dalam jangka panjang. Gak mau kan hal itu terjadi? Apalagi bagi kamu yang sudah tak lagi muda. Menurut Sleep Foundation, hormon melatonin yang diperoleh dengan menyerap asam amino triptofan dari makanan bisa memperbaiki kualitas tidur kita. Protein dan karbohidrat mengandung triptofan yang tinggi, kamu gak perlu makan produk hewani untuk mendapat triptofan dari protein. Konsumsi saja 3 makanan plant based ini secara teratur untuk bantu tidur lebih nyenyak.

    Selai Kacang

    Selai Kacang

    Photo by Karolina Grabowska from Pexels


    Oleskan selai kacang pada roti vegan favoritmu. Dua makanan ini mengandung protein dan karbohidrat yang dapat membantu tubuh mendapatkan melatonin. Konsumsi disarankan saat pagi hari, ya!

    Pisang

    Pisang

    Photo by Couleur from Pexels


    Buah satu ini kaya akan magnesium dan potasium yang dapat membuat otot-otot tubuh lebih rileks sehingga kamu bisa tidur lebih nyenyak.

    Humus

    Humus

    Photo by Nataliya Vaitkevich from Pexels


    Humus mengandung triptofan alami sehingga jika kamu mengonsumsi humus, hormon melatonin akan lebih mudah didapatkan tanpa harus melalui proses panjang dalam tubuh.

    Selain 3 makanan plant based di atas, meminum teh herbal tanpa kafein juga bisa membantu memperbaiki kualitas tidurmu. Jangan lupa untuk berolahraga paling sedikit selama lima belas menit setiap harinya agar tubuh juga mendapatkan serotonin yang dapat membuat pikiran lebih positif.

    PLANTFUL


  • Plantful Kini Hadir di Kemang

    February 27, 2021
    /
    Diet , Food
    Plantful Kini Hadir di Kemang image

    Kabar gembira untuk kamu vegan food lovers! Plantful kini hadir di Kemang, Jakarta Selatan dengan konsep take away. Kamu bisa memesan menu-menu andalan Plantful melalui GoFood dan GrabFood setiap Selasa hingga Jumat dari pukul 10.30 pagi hingga 19.00 malam.

    Plantful

    Cocok banget nih buat kamu yang belum bisa pesan katering plant based Plantful tetapi ingin mencoba menu vegan kami. Menu apa saja sih yang bisa dipesan? Ada Vegan Nasi Matah Bali yang menggunakan brown rice, Vegan Rendang Rice Box yang hanya mengandung 472 kalori, Vegan Satay Yayam dengan lontong beras merah, Vegan Char Noodle, Mie Yayam Bakso, Vegan Rica-Rica Box, Vegan Pempek, Vegan Kopi Susu, Healthy Cendol, dan menu kesayangan kita semua, Vegan Shirataki Mentai ala Plantful!

    Plantful

    Untuk menu-menu dengan nasi, kamu bisa lho request untuk menggantinya dengan beras shirataki, jadi gak perlu kuatir bagi kamu yang sedang diet nasi. Plantful juga akan segera menambahkan menu-menu terbaru di store Kemang ini. Jadi biar kamu gak ketinggalan infonya, yuk follow akun Instagram kami di @Plantful.Kemang.

    Kapan lagi bisa nyobain menu vegan yang unik, rendah kalori, sehat, dan tentunya murah meriah!

    Plantful Kemang

    Jl. Bangka Raya No. 104, Kemang, Jakarta Selatan
    Selasa - Jumat
    10.30 - 19.00
    Available on :
    GoFood & GrabFood