Blog

  • Sumber Omega-3 Vegan

    April 15, 2020
    /
    Diet , Health , Veganism
    Sumber Omega-3 Vegan image

    Dalam omega-3 terdapat tiga asam lemak utama, yakni alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA). ALA sangat esensial karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri sehingga asam lemak tersebut harus didapatkan dari konsumsi makanan dan minuman. Dari ALA, tubuh akan mengonversikannya menjadi EPA kemudian DHA dalam jumlah yang minimum.

    ALA paling sering ditemui dalam minyak-minyak berbasis tumbuhan seperti minyak kacang, minyak flax, dan minyak kanola. Sementara EPA dan DHA didapatkan dari hidangan boga laut.

    Bagaimana seorang vegan mendapatkan omega-3 tanpa harus mengonsumsi makanan hewani?

    Walau EPA dan DHA ridak se-esensial ALA, kedua asam lemak tersebut tetap vital untuk kesehatan otak, terutama bagi bayi. Suplemen EPA dan DHA mengandung minyak ikan yang tentunya tidak dapat dikonsumsi oleh vegan. Oleh karena itu, penting bagi vegan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan ALA tinggi agar jumlah yang dikonversikan untuk menjadi EPA dan DHA tidak sedikit. Untuk pria berusia lebih dari 19 tahun, membutuhkan kisaran 1,600 mg ALA per hari sedangkan perempuan membutuhkan 1,100 mg ALA per hari. Lalu, makanan apa saja yang menjadi sumber omega-3 vegan?

    Chia Seeds

    Chia Seeds

    Sumber : www.instagram.com/@purelykaylie


    Biji Chia memiliki banyak manfaat karena kaya akan kandungan nutrisi. Chia seeds juga menjadi salah satu sumber utama bagi vegan untuk mendapatkan asam lemak omega-3. Dalam 28 gram chia seeds, kamu sudah bisa mendapatkan asupan harian omega-3 yang diperlukan tubuh.

    Kacang Walnuts
    Kandungan asam lemak omega-3 dalam satu ons kacang walnut lebih banyak jumlahnya dari pada dalam sepotong daging ikan salmon. Studi juga mengatakan bahwa mengonsumsi kacang walnuts secara teratur dapat meningkatkan daya ingat, lho.

    Flaxseeds

    Flax Seeds

    Sumber : www.instagram.com/@plantperform


    Sama dengan chia seeds, flaxseeds kaya akan asam lemak omega-3 dan cocok dikonsumsi bagi vegan baik berupa bubuk maupun minyaknya. Kamu bisa menambahkan bubuk flaxseeds pada smoothie/jus dan menggunakan minyak flaxseeds untuk memasak. Flaxseeds juga ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

    Minyak Alpukat/Avocado Oil
    Avocado oil mengandung konsentrat tinggi omega-3, bahkan 70% dari minyak alpukat terdapat oleic acid yang merupakan sumber omega-9 terbaik. Sesekali mengganti minyak masakmu dengan avocado oil atau menuangkannya di atas salad akan sangat baik untuk kesehatan.

    Selain mendapatkan omega-3 dari makanan-makanan di atas, jangan lupa juga untuk menambahkan vitamin dan suplemen vegan dalam dietmu, ya. Agar keseimbangan nutrisi bisa didapatkan dan kamu dapat selalu sehat, bugar.

    PLANTFUL


  • Diet Vegan Bisa Membantu Cegah Asma

    March 31, 2020
    /
    Diet , Health
    Diet Vegan Bisa Membantu Cegah Asma image

    Kabar baik datang dari dunia ilmu pengetahuan yang baru-baru ini membuktikan bahwa plant based diet mampu mencegah asma. Para peneliti dari Physicians Committee for Responsible Medicine melakukan riset mengenai korelasi antara pola makan dengan penyakit asma dan menemukan bahwasannya mengonsumsi sayuran, buah dan makanan tinggi serat seperti kacang/gandum justru memberi manfaat bagi para penderita asma. Sedangkan yang mengonsumsi dairy products secara berkala justru dapat memperparah asma. Penelitian ini ditulis dan dipublikasikan di Nutrition Reviews.

    Dalam studi kasusnya, peneliti membandingkan beberapa kelompok pasien asma yang melakukan diet-diet berbeda. Mereka lalu menemukan bahwa pasien asma yang menjalani diet plant based selama 8 minggu berkurang kebutuhan konsumsi obatnya dan presentase terjadi kekambuhan berkurang drastis.

    Kemudian pasien yang melakukan percobaan diet plant based selama satu tahun mengalami peningkatan perbaikan organ terutama pada area paru-paru.

    Penulis studi kasus ini menyarankan para pasien asma untuk mulai menjalani diet plant based karena dapat mengurangi peradangan sistemik yang dapat memperparah asma. Studi menunjukkan penganan berserat tinggi berpengaruh baik terhadap daya dan fungsi paru.

    Virus CoVid-19 terbukti dapat menginfeksi paru-paru manusia hingga berakibat fatal. Dengan adanya penemuan baru di atas, melakukan diet plant based sangat disarankan pada saat-saat ini agar daya tahan paru semakin kuat.

    Sumber studi:

    https://www.biocompare.com/Life-Science-News/562516-Plant-Based-Diet-Helps-Prevent-Asthma/

    https://medicaldialogues.in/psychiatry/news/plant-based-diet-linked-to-reduction-in-severity-in-asthma-64373

    http://www.atlashealthcarecenter.com/index.php?p=452180


    PLANTFUL


  • Turun Berat Badan ala Vegan dengan 6 Makanan Ini!

    March 30, 2020
    /
    Diet , Food , Veganism
    Turun Berat Badan ala Vegan dengan 6 Makanan Ini! image

    Menjaga kesehatan melalui monitoring berat badan merupakan salah satu bentuk mencintai diri sendiri. Fokus untuk menurunkan berat badan misalnya, tak melulu berhubungan dengan penampilan yang kesannya sering kali menjadi standar kecantikan masyarakat. Padahal menurunkan berat badan tanpa menyakiti diri seharusnya menjadi bentuk cinta kasih terhadap jiwa dan raga.

    Ada banyak macam diet yang tidak selalu seimbang. Cepat turun berat badan namun berakibat buruk bagi jantung. Penipuan obat dengan iming-iming turun berat badan instan tanpa olahraga dan makan sehat. Masih banyak lagi macam diet yang lebih tak masuk akal.

    Vegan

    Sumber : www.instagram.com/Shisodelicious

    Lain dengan diet plant based vegan yang jika diikuti secara teratur, tak hanya akan menurunkan berat badan dengan pace yang tepat, efeknya pun sangat baik untuk kesehatan. Plant based vegan diet sangat baik untuk mencegah obesitas dan penyakit kronik yang disebabkan oleh ketidak seimbangan pangan.

    WHO bahkan merekomendasikan agar kita memperbanyak konsumsi kacang-kacangan, gandum buah, sayuran dan mengurangi makan-makanan berlemak demi kesehatan.

    Lalu bagaimana diet vegan bisa menurunkan berat badan? Makanan apa yang dikonsumsi sehingga penurunan berat badan bisa ‘diangsur’ tanpa merusak kesehatan jiwa dan raga? Berikut ini Plantful sudah merangkum 6 makanan vegan untuk menurunkan berat badan.

    Kacang-Kacangan
    Selain menjadi sumber protein vegan, kacang-kacangan dengan kandungan karbohidrat kompleksnya jika dihidangkan bersama sayuran dan whole grains akan membuat kamu jadi lebih cepat kenyang. Kandungan vitamin dalam kacang-kacangan sangat baik untuk tubuh, lho, terutama bagi Ibu hamil dan menyusui.

    Oat

    Oatmeal

    Sumber : www.instagram.com/Scorpionmind


    Oatmeal sudah jadi makanan wajib bagi kamu yang sedang diet. Gak heran deh, karena oat memang rendah lemak juga rendah kalori. Oat yang masih utuh atau rolled oat dan instant oat sama-sama baik untuk kesehatan jantung, kok! Jadi jika kamu gak nemuin rolled oat dimana-mana, pakai saja instant oat yang ada. Tapi jangan lupa untuk mengecek apakah ada pemanis tambahan di dalamnya, ya!

    Tahu

    Tahu

    Sumber : www.instagram.com/eatingthemplants


    Selain kacang, tahu juga jadi sumber protein terbaik untuk vegan. Rendah lemak dan kalori menjadi alasan mengapa mengonsumsi tahu untuk menurunkan berat badan sangatlah disarankan. Udah gitu, tahu sangat enak untuk diolah dengan apapun.

    Buah

    Buah

    Sumber : www.instagram.com/vegainsfood


    Buah-buahan memang rasanya manis, tetapi manis yang dihasilkan prosesnya alami sehingga aman dikonsumsi untuk diet. Mengonsumsi buah secara teratur juga dapat menekan ngidam makan makanan manis, lho.

    Rumput Laut
    Sayur bawah laut satu ini digemari oleh orang Asia terutama Korea Selatan. Pasti kamu yang sering menonton drama Korea sudah hafal deh sesering apa orang Korea mengonsumsi rumput laut, baik yang kering maupun yang mentah.

    RUmput laut

    Sumber : www.instagram.com/Australian_seaweed_institute

    Memang gak salah kok untuk menggemari sayuran laut satu ini. Rumput laut itu kaya serat, rendah kalori dan mengandung fucoxanthin yang dipercaya dapat mencegah diabetes. Hmm kalau makan rumput laut, udah bisa dibilang mirip artis Korea belum ya?

    Sayuran

    Sayur

    Sumber : www.instagram.com/thelittleplantation


    Makan sayur sudah jadi kewajiban untuk seorang vegan. Tapi sayuran yang dimaksud di sini adalah yang daunnya berwarna lebih gelap. Misalnya kale, bayam, brokoli, bok choy, swiss chard dan masih banyak lagi. Sayuran dengan daun berwarna lebih gelap memang lebih kaya akan vitamin serta mengandung protein lebih banyak dari pada sayuran biasa. Dengan mengonsumsi sayuran-sayuran tersebut, dijamin perut kenyang lebih lama!

    Turun berat badan ala Vegan ternyata penuh warna, ya? Kamu sudah siap belum berpetualang bersama veganisme? Kalau sudah, yuk order katering vegan murah meriah Plantful di sini!

    PLANTFUL


  • Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya?

    January 30, 2020
    /
    Diet , Life Style
    Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya? image
    Kamu tahu gak kalau istilah vegan dan vegetarian itu berbeda maknanya? Walau rasanya sudah tak asing dengan keduanya, ternyata masih banyak yang belum tahu kalau vegan dan vegetarian adalah dua nama diet yang berbeda. Memang tidak terlalu signifikan sih perbedaannya, tapi tetap kalau kita tak tahu, bisa-bisa kita salah mengonsumsi makanan yang tepat.
     

    Selain vegan dan vegetarian, ada juga istilah diet flexitarian dan pascatarian. Sebelum kamu memilih diet mana yang cocok dengan tubuhmu, sebaiknya kamu cari tahu dulu apa sih sebenarnya perbedaan dari ke-empat istilah diet itu? Tenang saja, Plantful sudah rangkum penjelasannya di bawah ini!

     
    Vegan
    Veganisme adalah tipe diet yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani seperti daging-dagingan, dairy products, telur dan boga bahari. Selain konsumsi makanan, diet veganisme juga berlaku pada apapun yang dikenakan seperti pakaian dan aksesoris (tidak berbahan kulit hewan asli, ramah lingkungan), produk kecantikan dan riasan (cruelty free, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan), serta obat-obatan.
     
    Dari veganisme lahirlah lima tipe vegan, yaitu : Etikal, plant-based, raw, high carb low fat dan sadar/peduli lingkungan. Klik di sini untuk tahu perbedaannya!

     
    Vegetarian
    Tak sama dengan veganisme, seseorang yang mengaku menerapkan diet vegetarian belum sepenuhnya meninggalkan konsumsi produk hewani. Vegetarian memang tidak memakan daging hewani, namun masih mengonsumsi dairy products atau telur.
    vegetarian
    Sumber: www.bbc.co.uk

    Ada dua jenis vegetarian : Lacto-vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging serta telur namun masih menambahkan dairy products (susu, keju, yogurt, krim) pada menu dietnya. Lalu ada ovo-vegetarian, yaitu mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani apapun kecuali telur.
     
    Bagi kamu yang belum kuat untuk menerapkan veganisme, mencoba diet vegetarian tentu dapat jadi tolak ukur kekuatan tubuhmu.

     
    Flexitarian
    Belum bisa tidak makan daging hewani sama sekali? Kamu bisa jadi flexitarian sembari menerka-nerka kesanggupan tubuhmu, nih! Flexitarian adalah jenis diet yang lebih banyak porsi konsumsi plant-based namun sesekali masih mengonsumsi daging serta produk hewani lainnya. Demi kesehatan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang menjalani diet ini. Tapi biasanya, flexitarian juga sangat berhati-hati dalam memilih produk hewani yang hendak mereka konsumsi. Mereka mengutamakan daging dari hewan yang tidak dikandang, organik dan peternakannya ramah lingkungan.

     
    Pescatarian
    pescatarian
    Sumber : www.thespruceeats.com

    Jenis diet yang satu ini cukup unik karena fokus konsumsinya bukanlah daging (sapi, kambing, unggas, kelinci, dst) melainkan ikan. Sama seperti ke-tiga diet sebelumnya, pescatarian tetap mengedepankan konsumsi produk nabati dengan porsi yang sangat besar. Namun para penganut diet pescatarian menambahkan ikan dalam menunya. Agak serupa dengan diet Mediterania namun perbedaannya pescatarian tidak mengonsumsi daging putih sama sekali.
     
    Ternyata nama-nama diet yang berakhiran “ian” tidak sama maknanya, ya? Walau begitu, ke-empat jenis diet populer di atas ini memiliki satu tujuan utama, yaitu menyelamatkan lingkungan dan mengedepankan kesehatan tubuh. Setelah tahu perbedaannya, kamu mau menjalankan diet yang mana, nih?
     
    PLANTFUL
     

  • Sumber Protein Vegan

    January 22, 2020
    /
    Diet , Veganism
    Sumber Protein Vegan image

    Tubuh manusia dirancang untuk membutuhkan banyak sekali zat, vitamin dan mineral agar sistem dan saraf yang menggerakkan kehidupan kita dapat berfungsi dengan baik. Protein adalah salah satu zat yang tubuh perlukan dan selama ini kita tahu bahwa sumber protein terbesar untuk tubuh didapatkan melalui konsumsi daging hewani.

    Mengapa kita butuh protein? Protein terdiri dari sejumlah asam amino yang berperan vital dalam pembentukan sel dan jaringan serta membantu sistem kekebalan tubuh. Sudah pasti dong tiap harinya kita wajib mengonsumsi makanan yang mengandung protein.

    Vegan Protein

    Sumber : www.liveeatlearn.com

    Ketika seseorang mengubah pola hidupnya menjadi vegan, pertanyaan “Dari mana sumber protein vegan berasal?” tentunya akan berseliweran. Tidak banyak yang menyangka bahwa makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan juga dapat memberi asupan protein untuk tubuh, terutama jika dikombinasikan. Dibandingkan dengan sepiring steak seberat 250 gr, sepiring hidangan vegan yang terdiri dari kombinasi antara kacang, biji-bijian, sayur dan buah tentu saja lebih mengenyangkan juga dapat mengurangi resiko penyakit jantung.

    Asupan nutrisi harian (RNI) orang dewasa adalah 0.75g per kg berat badan dalam sehari. Jadi jika berat badanmu semisal 60kg kalikan 0.75, hasilnya adalah 45g. Berarti kamu membutuhkan asupan protein sebesar 45g sehari.

    Vegan Protein

    Sumber : www.livekindly.co

    Ada dua jenis sumber protein vegan yaitu Complete dan Incomplete Protein. Complete protein sudah mengandung 9 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Jadi harus didapatkan dari sumber pangan. Sementara Incomplete protein tidak sepenuhnya mengandung asam amino sehingga sebaiknya dikombinasikan agar dapat saling melengkapi.

    Sumber Complete Protein (protein dalam gram : g) :

    1. Tahu, matang (8-10g /100gr)
    2. Tempe, matang (18g / 100gr)
    3. Nasi dan kacang-kacangan, matang (10-15g / 1 cup)
    4. Quinoa, matang (8g / 1 cup)
    5. Chia seeds (4g / 2 sdm)
    6. Gandum hitam / buckwheat, butiran (23g / 100gr)
    7. Spirulina (4g / 1 sdm)
    8. Kacang kedelai, mentah (36g / 100gr)
    9. Hemp seeds (11g / 30gr)

    Sumber Incomplete Protein :

    1. Grains, matang (sekitar 5g / 100gr)
    2. Kacang dan biji-bijian (6-9g / 30gr)
    3. Kacang-kacang polong (7-9g / 100gr)
    4. Sayuran (ercis = 7g / 1 cup, bayam & brokoli = 3-4g / 1cup)
    5. Nutritional yeast (4g / 1 sdm)

    Tentunya masih banyak lagi sumber protein vegan yang bisa dikonsumsi oleh vegans guna memperkuat daya tahan tubuh. Kita bisa membuat kombinasi menu seperti gado-gado, Buddha Bowl, cap cay vegan, sandwich tuna vegan, smoothie bowl, oatmeal dengan toping selai kacang dengan buah-buahan dan banyak menu vegan lainnya.

    Plantful

    Katering vegan Plantful juga menyiapkan menu full plant based yang tentunya mementingkan asupan protein dan vitamin harian kamu, lho! Klik Di sini untuk melakukan pemesanan pertamamu!

    PLANTFUL

    Sumber referensi : https://trisalexandranutrition.com/blog/plant-based-protein-sources


  • 5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer

    January 7, 2020
    /
    Diet
    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer image

    Memasuki tahun 2020 ternyata tak menyurutkan semangat untuk mengubah pola makan dari junk food menjadi whole food. Justru semakin banyak orang berikrar pada gerakan gaya hidup sehat dan tahun 2020 diperkirakan akan menjadi puncak tren ini. Tak hanya untuk menyehatkan diri sendiri, ada beberapa alasan ekstra mengapa orang-orang perlahan berpindah haluan dari nasi putih ke quinoa. Menjaga lingkungan, memulai hidup minim sampah, mencintai hewan, juga untuk spiritualisme adalah sekian dari banyak alasan-alasan tersebut.

    "Langsingan" kini bukan lagi menjadi alasan utama untuk seseorang melakukan diet, melainkan sebagai bonus yang didapatkan setelah berkomitmen pada diet yang dipilih. Berminat untuk bergabung dalam gerakan gaya hidup sehat? Berikut adalah daftar 5 tren diet di 2020.

     

    1. Vegan

    Diet vegan masih merajai daftar tren diet di 2020. Kepopulerannya berdampak besar terhadap industri kuliner di dunia. Semakin banyak restoran-restoran yang menyuguhkan varian menu vegan dan tak hanya berhenti pada salad atau sup. Kita dikejutkan oleh substitusi bahan hewani yang dikemas sedemikian rupa hingga terasa tak ada perubahan pada makanan tersebut, padahal vegan chocolate chip cookies itu tidak mengandung telur dan susu sama sekali. Di Indonesia pun tren vegan mulai merangkak naik. Tidak terlalu sulit sebenarnya menjadi seorang vegan di Indonesia, karena banyak makanan khas Negeri ini yang bahan dasarnya adalah tumbuh-tumbuhan. Tempe merupakan dewa protein bagi para vegan dan tentu saja kita bisa berbangga karena di sini mendapatkan tempe bukanlah hal yang sulit.

    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer

    Plantful's Vegan Package

    Krisis iklim menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang beralih ke veganism. Tingkat konsumsi produk hewani yang tinggi otomatis harus dipenuhi oleh pasar. Lahan-lahan pun dibuka guna dijadikan peternakan, hingga lahan hijau semakin berkurang dan krisis iklim pun perlahan terjadi. Hal ini lah yang menjadi perhatian utama veganism dan menjadikannya pakem untuk menyelamatkan bumi. Menjadi vegan tidaklah mudah. Kamu terlebih dahulu harus melakukan riset dan uji coba sebelum benar-benar menjadi seorang vegan purnawaktu.

    Coba berbagai paket katering vegan Plantful sebagai uji coba diet vegan Kamu! Klik di sini untuk melakukan pemesanan!

    2. Flexitarian

    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer

    Sumber : https://www.instagram.com/somiigbene/

    Ada yang lebih fleksibel dari diet vegan pada daftar tren diet di 2020, yaitu Flexitarian. Diet yang satu ini mengutamakan plant based menu (makanan berbasis tumbuh-tumbuhan) dengan sesekali  mengonsumsi produk hewani. Porsi produk hewani yang dikonsumsi sangatlah minim dan diberi jangka waktu (semisal seminggu sekali) hingga kedepannya benar-benar bisa meniadakan daging merah sama sekali. Bagi kamu yang belum sanggup menjadi vegan, flexitarian adalah solusi yang tepat karena perubahan pola makan di dalamnya tidak drastis sehingga tubuh kamu bisa beradaptasi dengan baik.



    3. Non Alkohol

    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer
    Plantful's Juice

    Minuman beralkohol nampaknya akan kurang digandrungi pada tahun 2020, karena minuman-minuman sehat seperti Kombucha dan jus sayuran akan menggantikannya. 2020's resolution is to get healthier sehingga konsumsi alkohol pun mulai dikurangi oleh para pegiat gaya hidup ini. Bahkan sudah banyak lho yang menjual minuman alkohol tanpa alkohol. Bagaimana rasanya, ya?

    4. Mediterranean Diet

    Salah satu diet yang tak lekang oleh waktu adalah diet Mediteranian. Diet yang telah dinyatakan oleh World Health Organization sebagai diet ter-sehat ini sangat dianjurkan untuk kamu-kamu yang ingin menjaga kesehatan jantung.

    Hampir mirip dengan Flexitarian, diet Mediteranian juga menyarankan kita untuk mengurangi konsumsi daging merah serta dairy products (susu hewani, keju, yogurt) dan lebih banyak mengonsumsi biji-bijian (gandum), sayur, buah, minyak zaitun sebagai sumber lemak baik dan daging putih (ikan & ayam).

    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer
    Sumber : www.barefootblonde.com

    Diet ini pertama kali ditemukan pada tahun 1960 dalam penelitian mengenai penyembuhan penyakit jantung. Negara-negara Mediteranian seperti Yunani dan Italia, terbukti memiliki tingkat penyakit jantung ter-rendah. Hal ini disebabkan oleh pola makan khas daerah pesisir yang didasari oleh lemak baik, protein nabati dan boga bahari. Tak hanya baik untuk jantung, diet Mediteranean juga terbukti ampuh untuk menjaga stabilitas berat badan. Berminat mencoba?

     

    5. Sugar Free Diet

    Tidak bisa dipungkiri bahwa gula artifisial memang membawa banyak petaka untuk kesehatan tubuh. Diabetes, gigi keropos, masalah gula darah dan ginjal. Mimpi buruk bagi para pecinta makanan manis. Di tahun 2020, diet bebas gula akan naik peringkat mengingat pada tahun kemarin, varian minuman super manis sangat diminati.

    5 Tren Diet di 2020, Vegan Masih Populer
    Sumber: www.foodfaithfitness.com

    Diabetes, si pembunuh dalam senyap, adalah penyakit yang salah satunya diakibatkan oleh konsumsi gula berlebih. Tak hanya merusak fungsi organ, diabetes juga menyebabkan obesitas hingga penyakit-penyakit komplikasi berdatangan. Gula alami sebagai substitusi pemnanis buatan pun muncul di pasaran guna memuaskan sugar craving. Ada sirup maple, kurma, gula kelapa, manis alami buah dan masih banyak lagi.  Demi kesehatan jangka panjang, diet bebas gula memang sangat diperlukan di tengah maraknya aneka boba!

     

    Itu dia 5 tren diet di 2020 yang bisa kamu jalani sebagai resolusi tahun baru. Sebelum menjalani salah satunya, jangan lupa untuk riset, bertanya pada para ahli dan dengarkan apa kata tubuhmu, ya! Stay healthy and fabulous!

     

    Plantful