Blog

  • Sehat Lahir Batin dengan Green Exercise

    August 27, 2021
    /
    Environment , Health , Life Style
    Sehat Lahir Batin dengan Green Exercise image

    Pentingnya berolahraga secara rutin walau hanya 15 menit merupakan jalan menuju hidup sehat. Selain menjaga pola makan yang sehat, olahraga juga dibutuhkan agar tubuh dan psikis dapat berfungsi dengan baik. Kurangnya pergerakan fisik secara berkala akan meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular dan penyakit kronis lain seperti, diabetes melitus, kanker usus dan payudara, obesitas, tekanan darah tinggi, masalah reproduksi, depresi, dan osteoporosis.

    Olahraga juga tak melulu berat. Kita tidak harus melakukan olahraga angkat beban, pilates, lari marathon, atau pergi ke pusat kebugaran setiap hari. Olahraga bisa dimulai dengan gerakan-gerakan ringan, seperti berjalan kaki selama setengah jam, senam 15 menit, atau lompat tali.

    Bosan dengan olahraga yang itu-itu saja? Kamu bisa mencoba green exercise. Green exercise merupakan kegiatan fisik yang dilakukan di lingkungan alami, seperti taman, hutan, perbukitan. Sejak tahun 2003, tim peneliti dari University of Essex terus menemukan keterlibatan antara kegiatan yang dilakukan di alam, dengan kesehatan jasmani serta rohani.

    Green exercise

    Photo by RF._.studio from Pexels

    Dalam riset tersebut, disebutkan bahwa berolahraga di lingkungan alami dapat memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri, serta memperbaiki suasana hati. Hasil penelitian juga menunjukkan efek yang signifikan terhadap orang-orang dengan gangguan mental (depresi, gangguan kecemasan).

    Berolahraga di alam memang memberikan hasil yang jauh berbeda dengan olahraga di dalam ruangan, seperti di pusat kebugaran misalnya. Peneliti juga menunjukkan hasil bahwa tubuh manusia yang telah dirancang secara natural untuk berkegiatan di alam memang lebih kuat dan bugar saat melakukan green exercise. Berlari di luar misalnya, jika berlari terutama di daerah dengan perbukitan, akan memperkuat otot pergelangan kaki.

    Latihan fisik yang dilakukan di daerah hijau juga berkontribusi pada tekanan darah dan kadar kortisol yang lebih sehat.

    Green exercise

    Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

    Selain memberi efek luar biasa terhadap ketahanan tubuh dan mental, berada di lingkungan alami apalagi sembari berolahraga dapat memberi dampak baik untuk mikrobioma, sehingga kita bisa lebih kebal terhadap alergi, serta meningkatkan imun untuk menangkal bakteri.

    Dengan berbagai kebaikan yang bisa kita terima dari green exercise, apakah keuntungan tersebut hanya didapatkan oleh manusia? Tentu tidak! Dengan melakukan green exercise secara rutin, kita akan merasa lebih terhubung dengan alam. Rasa syukur dan terima kasih pun berkembang dalam diri, sehingga keinginan untuk menjaga lingkungan akan semakin membesar.

    Bagaimana jika saya tinggal di perkotaan? Apakah harus menunggu untuk bepergian ke pegunungan agar bisa berolahraga? Tidak perlu repot-repot! Cari info tentang ruang hijau di area-mu. Misalnya taman kota. Kamu juga tidak perlu berolahraga dalam waktu yang lama, 10-15 menit saja sudah cukup. Kamu bisa berlari, bersepeda, atau jalan kaki.

    Jika kian banyak kelompok masyarakat yang melakukan green exercise, masyarakat pun dapat bekerja sama menuntut penambahan ruang hijau pada pemerintah daerah, terutama bagi masyarakat perkotaan.

    Di masa pandemi seperti sekarang, green exercise menjadi sangat penting baik untuk kesehatan tubuh maupun mental. Tetapi jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker, ya! Jika peraturan daerahmu belum mengizinkan berolahraga di ruang terbuka, maka untuk sementara, olahraga di rumah saja, ya!

    Sumber studi : 

    Impact: How we started the green exercise revolution 

    Comparison of Lower Extremity Kinematic Curves During Overground and Treadmill Running

    What is green exercise and should you be doing it?

    https://www.greenexercise.org/

    The great outdoors: how a green exercise environment can benefit all

    Green exercise can improve physical and mental health

    Health benefits of physical activity: the evidence

    Sumber thumbnail : Photo by Dorothy Castillo from Pexels

    PLANTFUL


  • Bahayanya Polusi Puntung Rokok Melebihi Sedotan Plastik

    June 30, 2021
    /
    sustainable , Environment
    Bahayanya Polusi Puntung Rokok Melebihi Sedotan Plastik image

    Demi mencegah terjadinya peningkatan volume sampah plastik di lautan, beberapa negara telah mengeluarkan peraturan perihal pemakaian sedotan plastik sekali pakai. Langkah ini tentu saja patut diapresiasi, namun ternyata, sedotan plastik bukanlah satu-satunya penyebab kerusakan lingkungan. Studi menemukan bahwa puntung rokok termasuk ke dalam sampah plastik yang seharusnya lebih diperhatikan karena volumenya kian tak terbendung.

    Di Indonesia, rokok sudah diproduksi massal sejak tahun 1700. Industri rokok yang kian melonjak telah menjadi gaya hidup tetap pada sebagian masyarakat Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan, pecandu tembakau di Indonesia telah mencapai 90 juta jiwa. Angka ini merupakan yang tertinggi di dunia.

    Menambah kabar buruk berikutnya, puntung rokok merupakan sampah pencemar teratas. Tidak mengherankan mengingat banyaknya angka perokok di seluruh dunia. Kebanyakan puntung rokok terbuat dari serat selulosa asetat, yang masuk ke dalam jenis bioplastik, bahan yang sama untuk membuat kacamata hitam. Artinya, puntung rokok membutuhkan waktu tahunan hingga dekade untuk terurai secara menyeluruh. Diperkirakan ada sekitar 4,5 triliun puntung rokok berserakan setiap tahun, sehingga menjadikannya bentuk polusi plastik yang paling luas pergerakannya di dunia.

    Sampah puntung rokok bisa ditemui di manapun. Di tanah bahkan hingga lautan. Menurut penelitian yang diselenggarakan oleh Universitas Anglia Ruskin, puntung rokok di tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

    pollution

    Sumber : Lucien Wanda from Pexels

    Filter yang telah terpakai juga mengandung ratusan zat kimia, termasuk logam berat seperti timbal dan kadmium, yang dapat larut ke dalam air dan mencemari air.


    Puntung rokok yang telah mengalir ke perairan tak hanya dapat mencemarinya namun juga membahayakan kelangsungan hidup hewan-hewan air. Hewan kerap kali salah mengira bahwa puntung-puntung rokok tersebut adalah makanan mereka.

    Water Pollution

    Sumber : Lisa from Pexels

    Tak berhenti hingga di situ saja, puntung rokok yang telah terurai tidak betul-betul menghilang. Malahan melebur menjadi mikroplastik yang keberadaannya dapat membahayakan lingkungan hingga berkali-kali lipat.

    Lalu bagaimana kita bisa menjadi solusi untuk menghentikan sampah puntung rokok yang tak terbendung ini? Berhenti merokok adalah solusi pasti. Rokok telah merenggut 100 juta jiwa, jauh lebih banyak dari pada korban perang dunia II. Merokok pun dapat meningkatkan resiko terjangkit virus Covid-19 yang kini semakin meningkat penularannya.

    Namun jika sulit untuk berhenti, sebaiknya mulai untuk belajar melinting rokok sendiri menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

    Sumber thumbnail : Sera Cocora from Pexels

    Sumber studi : 

    nationalgeographic.com/environment/article/cigarettes-story-of-plastic

    http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dilema-industri-rokok-indonesia

    https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0025326X15001927?via%3Dihub

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3088407/

    PLANTFUL