Blog

  • 4 Pengganti Krim Untuk Vegan

    July 31, 2021
    /
    Food , Veganism
    4 Pengganti Krim Untuk Vegan image

    Bagi yang gemar bikin kue dan hidangan penutup, heavy cream atau krim kental sering kali jadi bahan wajib. Krim kental terbuat dari bagian paling berlemak dan kental dari susu sapi segar. Krim mengandung setidaknya 36-40% lemak, dan menjadikannya produk dairy paling berlemak di antara yang lainnya.

    Krim kental gak hanya digunakan dalam makanan-makanan manis, beberapa resep seperti sup, pasta, aneka minuman dan saus harus menggunakan krim guna memberikan tekstur kental nan lembut. Tapi kalau bagi vegan, masa harus menggunakan krim kental yang terbuat dari susu sapi juga?

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    Tenang, ternyata krim kental dari susu sapi juga bisa diganti dengan krim berbasis nabati. Ini dia 4 pengganti krim untuk vegan agar kamu tetap bisa menikmati hidangan-hidangan berbahan krim kesukaanmu!

    Santan Kental
    Tekstur santan kental hampir mendekati krim kental biasa dan kamu bisa menggunakannya sebagai bagian dari bahan kue. Rasa kelapa memang sangat kuat, namun jika disandingkan dengan bahan-bahan yang tepat, hidangan penutup veganmu akan terasa lezat, lho! Kamu bisa membuat vegan panna cotta, kue coklat, bahkan jadi frosting untuk kue ulang tahun.

    Krim Kacang Mede
    Kacang mede sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan keju krim vegan. Kamu hanya cukup merendam kacang mede semalaman, lalu haluskan dengan blender bersama air putih dan sejumput garam. Cocok banget sebagai bahan utama cheesecake vegan. Bisa juga dijadikan bahan pengental sup krim.

    Non Dairy Whipping Cream
    Sekarang sudah banyak yang menjual whipping cream untuk vegan. Walau bukan krim kental, tapi bisa juga kok digunakan untuk resep-resep yang memerlukan krim. Non dairy whipping cream terbuat dari lemak nabati, biasanya berasal dari kelapa sawit. Kalau pergi ke toko bahan kue, pastikan whipping cream yang akan dibeli terdapat label non dairy, ya!

    Tahu Sutra + Susu Vegan
    Walau terdengar gak biasa, kombinasi tahu sutra dengan susu vegan yang diblender bisa menghasilkan krim yang bisa dikocok, lho! Cocok banget untuk resep frosting kalau kamu gak terlalu suka dengan kelapa. Kamu hanya perlu mencampurkan tahu sutra yang sudah dikeringkan lalu diblender dengan susu vegan kesukaan, gula/sirup maple, sedikit garam, dan ekstrak vanilla. Gampang banget, kan?

    Kalau kamu sering menemui hidangan penutup vegan yang versi non vegannya harus menggunakan krim, awalnya pasti gak akan percaya kalau krim dari susu sapi bisa digantikan dengan bahan berbasis nabati. Setelah baca artikel dari Plantful ini, jadi percaya, dong?

    Sumber thumbnail : Polina Tankilevitch from Pexels

    PLANTFUL


  • Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

    July 29, 2021
    /
    Food , Health , Life Style
    Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup image

    Dengan kehidupan yang semakin modern, apa yang kita konsumsi kini pun terpengaruh dari kecepatan zaman yang terus bergerak. Walau pola makan sehat seperti diet plant based dan vegan sudah semakin populer, tetap saja kita masih lebih akrab dengan makanan-makanan dalam kemasan yang biasa disebut makanan ultra proses.

    Makanan ultra proses sendiri merupakan pangan yang telah banyak melalui proses lalu ditambahkan zat aditif seperti gula, perisa, lemak, dan garam. Atau lebih jelasnya adalah makanan yang tak lagi alami. Jika pergi ke supermarket, kita biasa menemui makanan ultra proses di berbagai rak, seperti sereal, sosis, camilan, makanan instan, dan lain-lain.

    Dalam studi yang dikeluarkan oleh The BMJ, peneliti menemukan bahwa sekiranya orang-orang yang mengonsumsi makanan ultra proses dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular hingga 12%. Karena rendah vitamin, mineral, serta serat, makanan ultra proses yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh terutama dalam sistem pencernaan. Makanan-makanan ini sangat berkontribusi dalam pembentukan diabetes, inflamasi, obesitas dan gangguan ritme jantung.

    Jika dikonsumsi oleh anak-anak, makanan ultra proses akan menghambat tumbuh kembang anak terutama dalam proses pembentukan otak.

    Makanan ultra proses ini juga kerap ditemui pada bahan makanan vegan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tidak diproses seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian. Tubuh membutuhkan aneka vitamin, mineral, dan serat pada bahan-bahan pangan alami sehingga tidak terjadi kekurangan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memunculkan penyakit.

    Makanlah untuk hidup!

    Sumber studi : https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ultra-processed-foods-appear-to-cause-overeating-and-weight-gain

    https://www.bmj.com/content/365/bmj.l1451

    Sumber thumbnail : Dids from Pexels

    PLANTFUL


  • 6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur

    July 27, 2021
    /
    Food , Health
    6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur image

    Nutrisi dari sayur yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada orang dewasa. Pertumbuhan anak-anak sangat bergantung pada asupan gizi yang didapat sejak dini. Dengan memakan sayuran dan buah pada usia belia, nutrisi yang diserap akan membantu perkembangan otak, pertumbuhan tulang serta otot, dan penguatan imun tubuh, jadi anak tak mudah terjangkit penyakit.

    Membantu anak untuk menikmati makan sayur-sayuran memang tidak mudah. Sayur selalu identik dengan rasa pahit, tekstur yang menjijikan, dan menu membosankan. Namun tenang saja, ada 6 cara agar anak suka makan sayur. Jangan panik, yuk ikuti cara-caranya!

    Berikan Contoh

    Kids

    Sumber : August de Richelieu from Pexels


    Anak-anak mempelajari apa yang dilakukan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Jika mau anak Anda mengonsumsi sayur dan buah, terapkan terlebih dahulu pola makan dominan sayur pada diri sendiri serta pasangan. Penting untuk anak melihat cara Anda makan sehingga ketertarikan awal pun mulai terbentuk.

    Ajak Anak Menyiapkan Menu Sayuran

    Kids Veggies

    Sumber : Kampus Production from Pexels


    Dengan mengajak anak untuk ikut menyiapkan menu berbasis sayuran, Anda jadi lebih memahami menu dan jenis sayur apa yang mereka sukai. Sayuran dengan tekstur renyah, sup, atau salad. Dengan melibatkan anak, mereka akan lebih leluasa juga dalam mengenal aneka sayur dan buah. Menu-menu kreatif pun dapat tercipta dalam proses ini. Tak akan ada lagi menu sayur yang membosankan!

    Sajikan Sayur Sebagai Kudapan
    Membiasakan anak untuk makan sayuran tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Selain mengenalkan aneka jenis sayur pada piring makan, menawarkan sayur dalam bentuk kudapan juga jadi cara ampuh untuk membiasakan anak pada sayur. Anda bisa menyajikan potongan kecil wortel dengan jagung manis yang bisa dicelupkan ke saus. Atau membuat sate buah yang diselipkan brokoli di antaranya.

    Broccoli

    Sumber : cottonbro from Pexels

    Jangan Biasakan Untuk Menyogok!
    Setelah berhasil makan sayur saat makan malam, Anda berjanji akan memberikan permen gula sebagai hadiah? Jangan! Dengan begini anak akan menanamkan pada dirinya bahwa makan sayur bukanlah suatu keharusan, melainkan paksaan. Berkomitmenlah untuk benar-benar membuat anak mencintai sayur dan buah dan menghabiskan apa yang ada di piringnya. Bersikap tegas tanpa menyogok atau mengancam, lama kelamaan anak akan memahami bahwa makan sayur lebih baik dari pada kelaparan.

    Pentingnya Mengolah Sayur yang Sehat
    Membuat tempura sayur tentu boleh-boleh saja, namun usahakan untuk tetap mengolah sayur dengan cara yang sehat dan baik sehingga nutrisi di dalam sayur tidak hilang sia-sia. Di sini Anda bisa menjadi lebih kreatif dalam menyajikan sayuran terutama jika anak masih sulit untuk menerima sayur. Masukkan sayur dalam smoothie, misalnya. Atau sembunyikan parutan sayur dalam saus pasta. Sehat namun harus tetap enak, ya!

    Jangan Menyerah!
    Anak masih menolak makan sayur? Jangan lelah dan jangan menyerah untuk tetap menyajikan aneka macam sayuran dalam menu serta kudapan harian. Anak-anak mudah berubah pikiran, mereka mungkin tidak akan suka pada awalnya. Namun jika terus didorong dengan sajian sayur, bisa saja mereka berubah pikiran dan mulai menikmati sayuran.

    Sumber thumbnail : Jill Wellington from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    July 23, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Veganism
    5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik image

    Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik bagi tubuh. Produk fermentasi satu ini tak hanya tinggi kalsium dan protein, tapi juga baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik pada saluran pencernaan karena kandungan bakteri L. acidophilusnya. Tubuh kita merupakan tuan rumah bagi triliunan mikroorganisme dengan 500 jenis di antaranya dapat ditemukan dalam usus yang sehat. Mengonsumsi probiotik tentu saja sangat disarankan demi menjaga kesehatan usus agar bakteri jahat tidak tinggal dan menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme yang akan mengundang berbagai penyakit.

    Yogurt lebih dikenal sebagai produk non vegan, sehingga yogurt vegan yang biasanya terbuat dari bahan-bahan nabati sering dipertanyakan kandungan probiotiknya. Tapi tenang saja! Yogurt vegan juga mengandung probiotik, lho.

    Nah bagi kamu para vegan yang mau mencari alternatif dari yogurt sebagai sumber probiotik harian, ini dia daftar 5 makanan vegan mengandung probiotik dari Plantful!

    Baca juga : Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    Acar

    Pickle

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels


    Keberadaannya seringkali terlupakan karena hanya dianggap sebagai side dish. Tapi tahu gak kalau acar sayuran ternyata bisa menjadi sumber probiotik harian untuk tubuh, lho! Acar terbuat dari sayuran (biasanya ketimun) yang direndam dalam air garam, lalu dibiarkan untuk berfermentasi dan mengeluarkan asam laktat. Namun kamu harus berhati-hati, karena hanya acar yang difermentasi dengan air garam saja yang mengandung probiotik. Acar dengan tambahan cuka tidak memiliki kandungan probiotik sama sekali.

    Tempe
    Selain sebagai sumber protein terbaik, tempe juga kaya akan kandungan probiotik. Proses fermentasi kedelai (atau kacang-kacang lain yang bisa dijadikan tempe) dalam pembuatan tempe menghasilkan bakteri baik. Tapi berhati-hati saat memasak tempe agar tidak kehilangan probiotik dan nutrisinya, ya. Karena temperatur yang tinggi dapat membunuh bakteri baik.

    Baca juga : Yuk Berkenalan dengan Kombucha!

    Kombucha
    Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi melalui biang mengandung bakteri dan ragi bernama SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Kombucha kini sangat mudah ditemui karena popularitasnya sangat tinggi. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah untuk menghindari kombucha kemasan yang biasanya mengandung gula lebih dari 5 gram per saji.

    Roti Sourdough

    Sourdough

    Sumber : Geraud pfeiffer from Pexels


    Sourdough terbuat dari ragi alami yang hidup. Proses fermentasi biang sourdough (biasa disebut mother dough) yang panjang dan hanya menggunakan bahan-bahan alami membuatnya menjadi salah satu sumber probiotik terbaik.

    Baca juga : 3 Manfaat Roti Sourdough

    Kimchi
    Pecinta K-pop nggak mungkin gak tahu kimchi. Makanan sehari-hari orang Korea ini kerap digadang-gadang sebagai sumber probiotik paling sehat. Sama seperti ragi alami, kimchi melalui proses fermentasi yang panjang dan dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga bakteri baik di dalamnya sangat melimpah. Kimchi memang biasanya tidak vegan, namun kimchi yang terbuat dari bahan-bahan nabati atau vegan 100% juga mulai bermunculan, lho! Kandungan probiotiknya juga sama melimpahnya.

    Baca juga : 5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie


    Walau belum ada anjuran seberapa banyak probiotik yang harus kita konsumsi sehari-hari, tetap jangan sampai melewatkan manfaat dari probiotik, ya. Kamu juga bisa mendapatkan probiotik dari suplemen yang mengandung lebih dari enam jenis strain bakteri hidup dan setidaknya 20 miliar mikroorganisme per dosis. Jangan lupa pastikan suplemennya aman untuk vegan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    July 21, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus image

    Kita pasti sering membaca tulisan prebiotik atau probiotik pada kemasan makanan dan minuman yang biasa dibeli. Pada iklan-iklan makanan pun prebiotik maupun probiotik kerap disebut-sebut sebagai bakteri baik yang dibutuhkan sistem pencernaan. Kalau dibaca lagi, kelihatannya sama saja ya antara prebiotik dan probiotik. Apakah maknanya sama namun hanya berbeda penyebutan? Atau keduanya sangat berbeda dari satu sama lain?

    Kali ini, Plantful akan membahas perbedaan antara prebiotik dan probiotik. Keduanya sama-sama membantu pencernaan, namun dengan cara yang berbeda.

    Probiotik adalah bakteri "baik" yang berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik bisa ditemui dalam makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, atau dalam bentuk suplemen. Bagaimana cara probiotik bekerja dalam tubuh?

    Di dalam saluran usus, terutama pada bagian bawah, terdapat mikroba yang membantu usus untuk mencerna makanan, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta melawan bakteri jahat. Namun terkadang, ada masanya jumlah mikroba dalam saluran usus tidak seimbang hingga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh atau yang biasa menjadi penyebab utama diare. Di sini lah probiotik menjalankan perannya.

    Probiotik mengembalikan keseimbangan mikroba dan mengeluarkan zat pelindung yang terbukti dapat mengaktifkan kembali sistem kekebalan tubuh. Sehingga patogen/mikroorganisme penyebab penyakit pada tubuh tak dapat bertahan.

    Bakteri-bakteri baik yang dapat dicerna adalah probiotik, namun yang paling umum ditemukan dalam makanan/minuman sehari-hari adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium atau biasa disingkat L & B pada label makanan.

    Beralih ke prebiotik. Prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri baik dalam usus. Biasanya prebiotik berbentuk zat karbohidrat yang tidak bisa dicerna tubuh. Mereka pun bergerak menuju saluran pencernaan bagian bawah, lalu menjadi pakan bagi bakteri-bakteri baik.

    Yogurt

    Sumber : Daria Shevtsova from Pexels

    Prebiotik dapat membantu tubuh untuk menyerap kalsium, memfermentasi makanan dalam lebih cepat sehingga dapat melancarkan pencernaan, dan memodifikasi lingkungan sekitar pencernaan. Prebiotik sendiri secara alami dapat ditemui dalam makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayuran, roti, dan kacang-kacangan. Atau produk makanan yang telah ditambahkan kandungan prebiotik. Dengan mengonsumsi pangan mengandung prebiotik, fungsi imunitas pun meningkat dengan memperbanyak populasi mikroorganisme pelindung.

    Frukto-oligosakarida dan galakto-oligosakarida adalah dua jenis prebiotik paling penting yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia.

    Fiber

    Sumber : Sarah Chai from Pexels

    Untuk mendapatkan asupan prebiotik dan probiotik harian, sumber terbaik terdapat dalam whole foods dan makanan yang tak melalui banyak proses pengolahan. Makanan fermentasi yang kerap kali menjadi sumber probiotik misalnya, jika makanan-makanan tersebut diolah dengan cara dipanaskan atau dimasak, proses ini akhirnya membunuh mikroorganisme baik dan tubuh tak mendapatkan manfaat dari makanannya.

    Begitu juga dengan diet yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan daging hewani. Mikroba sehat pada pencernaan akan menderita karena tidak dapat bertahan dalam lingkungan beracun yang disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan-makanan di atas. Bakteri baik sangat menyukai makanan tinggi serat, karena enzim mikrobiota dapat memecahkannya lalu menghasilkan zat asam lemak rantai pendek (LCFA). Zat asam ini dapat mengubah pH dalam usus besar sehingga mikroorganisme jahat tidak dapat bertahan di dalamnya.

    Sekarang sudah tahu, kan bedanya prebiotik dan probiotik yang ternyata manfaatnya banyak banget buat kesehatan pencernaan. Yuk mulai masukkan makanan-makanan mengandung prebiotik dan probiotik dalam menu sehari-hari demi kesehatan jangka panjang. Di Plantful, kami memastikan menu-menu makan siang dan makan malammu mengandung nutrisi seimbang dan dimasak dengan baik sehingga tak menghilangkan kandungan baik dalam sayuran/buah.

    Klik di sini untuk melakukan pemesanan plant based catering kamu bersama Plantful, yuk!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/vitamins-and-supplements/health-benefits-of-taking-probiotics

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6463098/

    https://www.umassmed.edu/nutrition/ibd/ask-Nutritionist/prebiotics-what-where-and-how-to-get-them/

    Sumber thumbnail : Alicia Harper from Pexel

    PLANTFUL


  • 4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak

    July 19, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak image

    Menjaga kesehatan otak harus menjadi prioritas terutama bagi kita yang masih berusia muda. Sampai artikel ini diunggah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak masih sedikit diketahui baik penyebab maupun cara menyembuhkannya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah, menjaga kesehatan otak semaksimal mungkin dengan menjaga gaya hidup.

    Makan makanan yang sehat selalu berada di peringkat pertama dalam daftar. Dengan makanan yang tepat, tubuh akan mendapatkan berbagai manfaat darinya hingga dapat bekerja lebih baik. Sayur, buah, kacang-kacangan, dan berbagai makanan utuh lainnya memang sangat dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh. Namun ada 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak.

    Sayuran Berdaun Hijau
    Seperti dilansir dari laman Health Harvard, sayur-sayuran berdaun hijau terutama yang lebih gelap warnanya seperti brokoli, bayam, kale, dll dapat memperlambat resiko penurunan kognitif. Sayur-sayuran berdaun hijau kaya akan nutrisi yang dapat memperkuat otak, seperti vitamin K, lutein, beta karoten, dan folat.

    Alpukat
    Walau alpukat mengandung lemak, namun lemak yang terdapat di dalamnya merupakan lemak tak jenuh tunggal, yang artinya mengonsumsi alpukat sangat baik untuk kelancaran aliran darah. Jika aliran darah dalam tubuh lancar tak tersumbat lemak-lemak jahat, maka otomatis alirannya menuju otak pun lancar dan kesehatan otak terjamin.

    Teh
    Studi dari National University of Singapore (NUS) menunjukkan bahwa orang yang meminum teh secara rutin memiliki struktur otak yang terorganisir dari pada mereka yang bukan peminum teh. Hal ini membuat fungsi kognitif peminum teh jauh lebih baik.


    Dark Chocolate
    Dark chocolate kaya akan flavonoid, yang merupakan kumpulan senyawa bioaktif yang sama dengan antioksidan. Flavonoid pada coklat terhubung erat dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat. Studi menjelaskan bahwa orang yang rajin mengonsumsi coklat, memiliki kemampuan kognitif lebih baik seperti mengingat, mengorganisir, dan bernalar.

    Walau 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak di atas kini masuk ke dalam daftar makanan wajib, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi whole foods lain seperti umbi, kacang, buah, dan lainnya. Karena keseimbangan nutrisi untuk tubuh harus tetap dijaga.

    Sumber tambahan : https://www.medicalnewstoday.com/articles/327046#Studying-diets-and-cognitive-health

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26873453/

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Martabak Camilan Nikmat Penuh Bahaya

    June 22, 2021
    /
    Food , Health
    Martabak Camilan Nikmat Penuh Bahaya image

    Siapa sih yang tidak tahu martabak? Camilan yang kerap dikonsumsi saat malam hari ini selalu jadi teman baik bagi hampir seluruh orang di Indonesia. Martabak biasa hingga kekinian, baik asin maupun manis, dan gampang ditemukan di manapun membuat kepopuleran martabak tak pernah redup.

    Rasanya tentu saja enak! Siapa yang bisa menolak martabak dengan isian kacang, cokelat, keju yang melimpah? Atau martabak asin yang dinikmati dengan kuah cuka gurih. Memikirkannya saja bikin perut keroncongan, kan?

    Kenikmatan martabak tidak terelakkan, deh. Tapi kamu juga pasti tahu kalau kalori dalam martabak tuh tinggi banget! Menurut informasi nilai gizi yang dikeluarkan oleh laman www.nilaigizi.com, sepotong martabak manis (100gram) mengandung kalori sebesar 270 kkal, dengan lemak total 11,31 g, dan karbo sebesar 37.37 g. Ini saja masih martabak manis yang standar, belum martabak manis dengan ekstra topping yang tentu saja kalorinya akan lebih banyak.

    Untuk martabak telur sendiri, kalori yang terkandung dalam sepotongnya adalah 203 kkal, lemak 8.45 g, dan karbo sebesar 20.38 g.

    Martabak bukan camilan yang ramah vegan karena seluruh bahannya dari mentega, telur, keju, hingga susu tidak ada yang berbasis nabati. Kebayangkan dari mana datangnya kalori sebanyak itu dalam martabak?

    Jika terlalu banyak mengonsumsi martabak apalagi di malam hari, lemak berlebih pada martabak bisa menyumbat aliran darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung sewaktu-waktu. Belum lagi kadar gula dalam darah yang bisa melesat naik hingga akhirnya mengganggu keseimbangan tubuh dan menimbulkan penyakit.

    Walau kini ada banyak yang menjual martabak vegan bebas gluten dan kolesterol, tetap saja martabak hanya boleh dikonsumsi sesekali, ya! Ganti camilan dengan coklat batang murni atau buah-buahan yang bisa menahan kecanduan gula. Perbanyak konsumsi makanan yang whole hingga perut kenyang lebih lama dan kamu gak membutuhkan camilan dengan pemanis buatan lagi!

    PLANTFUL