Blog

  • Hindari Food Waste dengan Membuat Kaldu Sayuran!

    October 30, 2020
    /
    Food , sustainable
    Hindari Food Waste dengan Membuat Kaldu Sayuran! image

    Food waste adalah masalah besar di bumi dan ini sudah menjadi rahasia umum. Makan adalah salah satu kebutuhan terpenting seluruh makhluk hidup, bahkan tanaman pun membutuhkan makanan. Dari sinilah akar permasalahan dimulai. Kita selalu merasa kurang hingga akhirnya menyiapkan segalanya secara berlebihan lalu terbuang sia-sia. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari food waste, salah satunya adalah memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita punya saat ini.

    Baca juga : 5 Kunci Utama Hindari Food Waste 

    Jika sedang memasak dan punya sisa-sisa potongan sayur yang tak terpakai, jangan dibuang dulu! Kamu bisa membuat sesuatu yang lezat dari sisa-sisa yang awalnya tak nampak lezat. Seperti kaldu sayuran misalnya. Kaldu sayuran nantinya dapat diolah menjadi sup, atau ditambahkan dalam aneka makanan yang membutuhkan kaldu sebagai salah satu bahannya. Membuatnya sangat mudah, kok! Kamu hanya membutuhkan sisa. Yap, SISA!

    Kumpulkan Sisa Sayuran Mentah

    Sisa sayuran

    Sumber : www.instagram.com/zerowastewithme


    Membuat tumis brokoli dan batangnya tidak terpakai? Jangan dibuang dulu, ya! Cuci dengan bersih lalu potong-potong batang brokoli, simpan dalam wadah kedap udara/kantong ziplock dan bekukan. Di dalam wadah itu kamu bisa kumpulkan sisa-sisa lainnya. Seperti bawang bombay yang hanya terpakai separuh, batang kale, kulit-kulit bawang, kepala dan kulit wortel atau daun salam yang sudah mengering.

    Tumis dengan Minyak Zaitun

    Kaldu Sayur

    Sumber : www.instagram.com/plantyou


    Atau dengan minyak apapun yang kamu punya. Jangan gunakan terlalu banyak agar bahan-bahannya tidak terlalu berminyak. Tumis dalam panci berdasar dalam yang akan kamu gunakan untuk membuat kaldu. Biarkan sayuran berubah warna menjadi kecoklatan dan pada dasar panci terdapat ‘gosong’ yang sebenarnya adalah salah satu perasa untuk kaldu. Jangan lupa tambahkan sedikit garam dan lada untuk perasa.

    Rebus dengan Air Selama Satu Jam
    Tambahkan air sesuai kebutuhan dalam panci, tutup dan rebus dengan api sedang selama satu jam. Jangan lupa untuk sesekali mengaduk dan buang buih-buih pada permukaan kaldu.

    Kaldu

    Sumber : www.instagram.com/maplealps


    Setelah satu jam, saring sayuran dan masukkan ke dalam kompos Atau kamu bisa menambahkannya dalam sup sebagai isian.

    Simpan kaldu dalam wadah kedap udara atau botol kaca yang telah disteril dengan air panas. Penyimpanan dalam freezer bisa bertahan hingga satu bulan, ya!

    Mudah, kan? Kini kita bisa perlahan mengurangi permasalahan food waste dari dalam rumah. Yuk dipraktekkan!

    Sumber thumbnail : www.minimalistbaker.com

    PLANTFUL


  • Kenalan Yuk dengan Kandungan Mentega Vegan!

    October 27, 2020
    /
    Food , Veganism
    Kenalan Yuk dengan Kandungan Mentega Vegan! image

    Butter atau mentega pada umumnya terbuat dari susu/krim sapi yang diproses untuk dipisahkan antara lemak solid dan cairan (buttermilk). Mentega sering disebut sebagai salah satu bahan masakan yang penting untuk digunakan. Mentega dapat digunakan untuk menggoreng, memanggang, menumis, juga sebagai lemak utama dalam kue yang menentukan tekstur serta rasa.

    Beberapa tahun lalu akan sulit menggantikan mentega dengan bahan substitusi lain yang tidak mengandung hewani sama sekali. Namun beruntunglah kini mentega vegan semakin marak diproduksi sehingga kita bisa bernapas lega.

    Mentega vegan berbeda dengan margarin. Margarin memang tidak mengandung dairy dalam proses pembuatannya, tetapi tidak semua margarin vegan. Karena masih ada beberapa jenis margarin yang memang dicampur dengan unsur hewani (susu/krim) agar dapat menjadi pengganti mentega yang murah. Tekstur margarin juga tidak selembut mentega dan rasanya cenderung asin, tidak tawar.

    View this post on Instagram

    A post shared by Earth Balance (@earthbalance) on

    Vegan butter/mentega vegan juga terbuat dari susu, hanya saja susu berbasis nabati. Fungsinya sama dengan mentega biasa. Bisa diaplikasikan dalam resep kue dan untuk memasak aneka hidangan, bahkan dioles di atas roti. Mentega vegan masih jarang ditemui di beberapa tempat, namun karena proses pembuatannya sangat mudah, banyak vegan yang akhirnya membuat mentega nabatinya sendiri.

    Dalam laman avirtualvegan.com, Ia membuat mentega vegan dengan delapan jenis bahan, yaitu :

    • Tepung badam (almond)
    • Susu nabati
    • Nutritional yeast
    • Garam
    • Cuka Apel
    • Minyak kelapa halus
    • Minyak zaitun/alpukat/kanola
    • Kunyit (sebagai pewarna)

    Delapan bahan ini masing-masing berperan penting dalam membentuk kepadatan, emulsifikasi, memberi warna dan memperkaya rasa. Hingga jadilah mentega vegan yang dapat digunakan dalam berbagai hidangan.

    Mentega vegan juga mengandung lemak, jadi bagi kamu yang sedang menurunkan berat badan atau alergi pada makanan tertentu, gunakan mentega vegan seperlunya saja, ya! Kamu juga bisa mencari resep mentega vegan lain yang sesuai dengan selera dan bahan-bahan yang lebih mudah ditemui.

    PLANTFUL


  • Veg News : Pizza Hut Luncurkan Menu Vegan!

    October 23, 2020
    /
    Food , News , Veganism
    Veg News : Pizza Hut Luncurkan Menu Vegan! image

    Belum cukup dengan menu pizza vegan dengan keju vegan pada 2019 lalu, rantai resto Pizza Hut Australia kini meluncurkan menu vegan chicken wings (sayap ayam vegan) dengan lima pilihan saus yang juga 100% vegan. Diantaranya adalah saus Chipotle, Buffalo, Smoky BBQ, Hickory & Brown Sugar, dan Hot Chili.

    wings

    Sumber : www.instagram.com/veganvanillaslice

    Menu terbaru ini dapat dipesan di seluruh cabang Pizza Hut di Australia dan diyakini sebagai menu yang akan diidolakan oleh para pelahap plant based.

    Pizza Hut Australia memang populer di kalangan vegan. Walau masih masuk dalam hitungan fast food, Pizza Hut Australia terus bereksperimen untuk memanjakan lidah dengan hidangan-hidangan berbasis nabati. Saat ini juga Pizza Hut Australia menyediakan menu hidangan penutup yang 100% vegan.

    Beruntung sekali ya para vegan di Australia. Kapan ya Pizza Hut di Indonesia akan meluncurkan menu-menu vegan yang kreatif, tidak membosankan, dan tentunya lezat!

    Sumber thumbnail : www.pizzahut.com.au

    PLANTFUL


  • Mengenal Roti-Roti Vegan

    October 21, 2020
    /
    Food , Veganism
    Mengenal Roti-Roti Vegan image

    Roti kerap kali digadang-gadang sebagai pengganti karbohidrat dalam nasi terutama pada waktu sarapan, ketika makan nasi masih terasa berat untuk sebagian orang. Roti juga mudah divariasikan dan menjadi pendamping sup krim paling lezat. Pada dasarnya roti biasa hanya terbuat dari tepung, ragi, air dan garam. Tidak ada bahan hewani sebagai pendukung adonan. Namun beberapa jenis roti memang menambahkan telur, susu, mentega dan madu dalam adonan sebagai penambah tekstur serta rasa.

    Mengetahui apakah roti yang kita beli di toko/pedagang mengandung bahan berbasis hewani memang tidak mudah. Jika ada daftar bahan pada bungkusnya tentu saja akan memudahkan. Bagaimana kalau tidak?

    Jika tidak yakin, ada jenis-jenis roti yang sejatinya vegan friendly secara alamiah sehingga kamu tidak perlu kesulitan memilahnya. Semakin sedikit cara memproses suatu roti, maka bisa dipastikan roti tersebut berbasis nabati.

    Baguette
    Baguette
    Sumber : www.instagram.com/miller_baker

    Roti yang berasal dari Perancis ini sangat populer di seluruh dunia. Bentuknya lonjong dengan kulit luar roti yang renyah dan kering, namun ketika dipotong, tekstur lembut roti menyeruak dari dalam. Kabar baiknya, baguette bisa dikonsumsi oleh vegan. Asalkan kamu memilih baguette biasa tanpa tambahan topping seperti yang sering kali dijual di toko roti.

    Focaccia
    Foccacia
    Sumber : www.instagram.com/leos.veggieworld

    Walau teksturnya sering kali dirasa mirip pizza, focaccia sebenarnya bukan roti jenis pizza. Focaccia merupakan roti pipih khas Italia yang biasanya dihias dengan topping berupa sayuran, bawang dan rempah. Karena lemak yang dipakai dalam pembuatannya adalah minyak zaitun, Focaccia adalah roti vegan friendly. Ada beberapa resep yang menggunakan bahan-bahan hewani seperti telur dan mentega, jadi jangan lupa untuk memastikan, ya!

    Sourdough
    Sourdough
    Sumber : www.instagram.com/thegoodstuffmalta

    Roti satu ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Banyak yang telah mencoba membuat sourdough sendiri hingga tak harus membeli di toko roti.

    Baca juga : 3 Manfaat Roti Sourdough

    Rasanya yang asam dibentuk dari bakteri dalam ragi fermentasi atau yang biasa disebut ‘mother dough’. Sourdough sering menjadi roti andalan bagi para vegan karena mudah ditemukan dan pasti 100% vegan.

    Ciabatta
    Ciabatta
    Sumber : www.instagram.com/adamschihab

    Satu lagi roti khas Italia yang bisa dikonsumsi oleh para vegan, Ciabatta. Roti satu ini merupakan roti paling ‘normal’ karena hanya berbahan dasar tepung gandum, ragi, air dan garam. Walau lagi-lagi ada juga yang membuat Ciabatta dengan menambahkan telur/mentega pada adonannya, namun kamu akan lebih sering menemui Ciabatta dalam bentuk vegan.

    Dengan berkembangnya zaman dan kemudahan untuk mencari informasi, mengonsumsi roti bagi vegan tak lagi jadi hal yang sulit. Apakah kamu memilih untuk membeli atau membuat roti, pastikan resep dan bahan-bahannya 100% vegan, ya!

    Sumber thumbnail :Photo by Lisa Fotios from Pexels

    PLANTFUL


  • NEW! Frozen Food Siap Masak by Plantful

    October 20, 2020
    /
    Food , News , Veganism
    NEW! Frozen Food Siap Masak by Plantful image

    Masih menghindari makan di luar dan lebih suka masak serta makan di rumah aja? Mau mulai makan plant based food tapi belum terbiasa masaknya. Tenang aja karena sudah ada empat produk frozen food siap masak dari Plantful yang semuanya terbuat dari bahan-bahan berbasis nabati!

    Empat menu frozen food ini dikemas dengan baik dan aman dikirimkan sehingga dapat bertahan lama. Plantful tidak menggunakan pengawet, MSG, dan semuanya dibuat secara higienis, jadi gak perlu diragukan lagi deh kebersihannya! Apa saja sih produk frozen foodnya?

    Yayam Rica-Rica

    yayam


    Siapa nih penggemar bumbu khas Manado yang biasanya dibuat dengan daging ayam. Khusus buat kamu plant based eater dan para vegan, Plantful membuat ayam rica-rica versi vegannya, nih. Yayam berbahan dasar protein kacang kedelai dibalut dengan rempah-rempah penuh aroma dan cabai yang pedasnya nendang banget!

    Semur “Daging” Brokoli

    semur


    Hidangan satu ini sebenarnya mudah banget buatnya dan sering ditemui di restoran, tapi sudah pernah belum makan versi vegannya? Daging nabati dalam hidangan ini Plantful buat dari jamur shitake dan protein kacang kedelai yang kemudian dicampur dengan bumbu serta rempah lokal. Dijamin bikin lidah bergoyang!

    Rendang

    rendang


    Belum pernah makan rendang vegan? Ini waktunya buat cobain! Daging vegan ini dibuat sedemikian rupa sehingga teksturnya mirip banget lho dengan daging sapi. Belum lagi aroma rempah khas rendang yang bakal bikin perut keroncongan.

    Mie Yayam Bakso

    Mie Yayam


    SERIUS! Mie yayam bakso 100% terbuat dari bahan berbasis nabati. Impossible bakso Plantful terbuat dari aneka jamur plus protein kacang kedelai. Mie-nya sendiri terbuat dari tepung singkong yang dilengkapi dengan bumbu siap saji. Jadi kamu tinggal menghangatkan mie dan tuang deh bumbunya!

    Sudah ngiler belum melihat menu-menu frozen food terbaru dari Plantful? Klik di sini yuk untuk melakukan pemesanan pertamamu!

    PLANTFUL


  • 5 Bahan Pengganti Seafood untuk Vegan

    October 19, 2020
    /
    Food , Veganism
    5 Bahan Pengganti Seafood untuk Vegan image
    Siapa bilang vegan gak bisa makan seafood lagi? Oke, memang gak bisa sih secara harfiah. Tetapi kamu sekarang bisa ‘seakan-akan’ makan seafood yang bahan dasarnya berbasis nabati, lho! Sama seperti pengganti daging, bahan pengganti seafood ini sangat disarankan untuk kalian yang baru menjadi vegan guna memudahkan transisi.

    Rasanya memang tidak sama persis, tetapi jauh lebih enak, sehat dan teksturnya pun jika dimasak dengan benar bisa mirip banget! Penasaran apa aja 5 bahan pengganti seafood untuk vegan? Yuk cek daftarnya di bawah ini!

    Kacang Arab/Chickpeas
    View this post on Instagram

    A post shared by Sammy Nicks | Plant Based (@sammynicks) on


    Jika sudah direndam semalaman dan direbus, chickpeas bisa ditumbuk sesuai selera dan menghasilkan tekstur yang sangat mirip dengan suwiran ikan kaleng seperti tuna/daging kepiting. Dengan chickpeas kamu bisa bikin aneka resep berbasis seafood seperti tuna sandwich, sushi, atau onigiri. Gak sangka, kan?
    Jamur King Oyster
    View this post on Instagram

    A post shared by Mise en Plants (@mise.en.plants) on


    Pernah lihat jamur besar ini? Batangnya yang besar dan gemuk ini bisa diolah menjadi seperti kerang/simping (Scallop), lho!
    View this post on Instagram

    A post shared by David Sim (@davidsim) on

    Teksturnya pun mirip dengan rasa dan aroma yang tentunya jauh lebih nikmat dari kerang aslinya. Kamu bisa bikin clam chowder, scallop steak, teriyaki, calamari dan lainnya. Siapa bilang vegan gak bisa makan enak?
    Rumput Laut dan Anggur Laut
    Vegan Caviar
    Sumber : www.instagram.com/bisdak.vegan

    Ragu menjadi vegan karena gak bisa makan caviar lagi? Tenaaang, kini vegan juga bisa lho menikmati caviar tanpa merasa bersalah. Caviar vegan tidak terbuat dari telur ikan namun terbuat dari kelp atau anggur laut. Teksturnya sedikit lebih renyah namun aroma dan rasanya mirip. Harga vegan caviar pun jauh lebih terjangkau. Ayooo, no excuses!

    Wortel
    Wortel
    Sumber : www.instagram.com/mniumniu

    Wortel yang dimarinasi dengan bumbu akan menghasilkan lembaran salmon palsu yang siap dikonsumsi oleh para vegan. Tampilannya sangat mirip dengan smoked salmon. Tapi jangan lupa untuk melumurkan bumbu marinasi, ya agar teksturnya lebih lembut dan mudah dikunyah layaknya irisan tipis daging salmon.

    Yam
    Yam
    Sumber : www.instagram.com/forkinplants

    Yam adalah akar umbi sejenis ubi namun tidak satu jenis dengan kentang. Yam kini menjadi bahan utama dalam pembuatan udang vegan. Tepung yam memberikan tekstur kenyal khas udang juga mengandung vitamin, mineral serta serat yang tinggi, lho!

    Makanan vegan tidak membosankan, kan? Dari daging, dairy products hingga seafood, semua punya substitusi untuk vegan. Kita semua bisa makan sehat tanpa merusak lingkungan apalagi menyakiti makhluk hidup.

    Sumber thumbnail : Photo by Fuzzy Rescue from Pexels

    PLANTFUL

  • Beras Merah vs Beras Cokelat : Pilih yang Mana?

    September 25, 2020
    /
    Food , Health
    Beras Merah vs Beras Cokelat : Pilih yang Mana? image

    Nasi sudah lama dianggap sebagai sumber karbohidrat sebagian besar orang Asia terutama di Indonesia. Aneka menu nasi tradisional yang bervariasi menunjukkan betapa besarnya peran nasi dalam budaya kita. Namun, apakah harus selalu beras putih yang menjadi bintang utama?

    Beras putih sendiri masih menjadi perdebatan karena dianggap tak lagi memberikan gizi dan vitamin. Proses pembuatan beras putih yang sering kali tidak sustainable menghilangkan sebagian besar vitamin sehingga saat dimakan, kita tak mendapat banyak gizi darinya. Walau beras putih memang terbukti lezat, ada lho alternatif beras lain yang lebih sehat dan tidak kalah enak. Salah satunya adalah beras merah dan beras cokelat.

    Bagi kamu yang sedang diet untuk menjaga berat badan, pasti tidak asing dengan beras merah atau beras cokelat. Keduanya digemari karena dianggap lebih mengenyangkan, berserat tinggi dan minim kandungan gula. Tapi, beras mana yang lebih sehat? Beras merah, atau beras cokelat?

    Beras Merah
    Bagaimana bisa beras merah berwarna merah keunguan? Ini karena beras merah mengandung senyawa antosianin yang biasa terdapat dalam buah blueberry dan sayuran berwarna ungu. Kandungan antosianin pada beras merah membuatnya menjadi lebih bernutrisi daripada beras lainnya. Peran antosianin dalam mengendalikan kadar kolestrol dipercaya dapat menjaga kesehatan jantung, lho!

    View this post on Instagram

    A post shared by Erica Ferraroni (@ferraronierica) on

    Beras merah juga mengandung serat tertinggi di antara beras lainnya, yaitu 6,2 gram per 100 gram beras.

    Kamu bisa memilih mau beras merah yang masih memiliki kulit ari atau tidak. Mana saja yang sesuai dengan selera.

    Beras Cokelat
    Beras yang warnanya mirip nasi goreng ini hanya melalui sekali proses penggilingan untuk menghilangkan bagian terluar kulit ari beras saja, tetapi masih memiliki sisa kulit sehingga masih berwarna kecokelatan. Proses ini juga menjadikan beras cokelat lebih bernutrisi dari beras putih.

    Beras cokelat kaya akan magnesium, zinc dan zat besi dengan serat sebanyak 3,1 gram per 100 gram beras. Beras yang satu ini selalu dianjurkan untuk dikonsumsi para penderita diabetes. Harga beras cokelat juga tidak semahal beras merah sehingga cocok sebagai alternatif murah pengganti beras putih.
     
    View this post on Instagram

    A post shared by RACHEL SCOULAR DIETITIAN (@healthyhappyhabits) on

    Kedua beras ini sama-sama sehat walau beras merah memang terbukti memiliki nutrisi dan serat yang lebih banyak dari beras cokelat. Dalam diet, yang penting adalah menyesuaikan porsi agar tidak kekurangan apalagi kelebihan. Kalau kamu, beras mana yang menjadi pilihanmu?

    PLANTFUL