Blog

  • Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

    July 29, 2021
    /
    Food , Health , Life Style
    Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup image

    Dengan kehidupan yang semakin modern, apa yang kita konsumsi kini pun terpengaruh dari kecepatan zaman yang terus bergerak. Walau pola makan sehat seperti diet plant based dan vegan sudah semakin populer, tetap saja kita masih lebih akrab dengan makanan-makanan dalam kemasan yang biasa disebut makanan ultra proses.

    Makanan ultra proses sendiri merupakan pangan yang telah banyak melalui proses lalu ditambahkan zat aditif seperti gula, perisa, lemak, dan garam. Atau lebih jelasnya adalah makanan yang tak lagi alami. Jika pergi ke supermarket, kita biasa menemui makanan ultra proses di berbagai rak, seperti sereal, sosis, camilan, makanan instan, dan lain-lain.

    Dalam studi yang dikeluarkan oleh The BMJ, peneliti menemukan bahwa sekiranya orang-orang yang mengonsumsi makanan ultra proses dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular hingga 12%. Karena rendah vitamin, mineral, serta serat, makanan ultra proses yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh terutama dalam sistem pencernaan. Makanan-makanan ini sangat berkontribusi dalam pembentukan diabetes, inflamasi, obesitas dan gangguan ritme jantung.

    Jika dikonsumsi oleh anak-anak, makanan ultra proses akan menghambat tumbuh kembang anak terutama dalam proses pembentukan otak.

    Makanan ultra proses ini juga kerap ditemui pada bahan makanan vegan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tidak diproses seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian. Tubuh membutuhkan aneka vitamin, mineral, dan serat pada bahan-bahan pangan alami sehingga tidak terjadi kekurangan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memunculkan penyakit.

    Makanlah untuk hidup!

    Sumber studi : https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ultra-processed-foods-appear-to-cause-overeating-and-weight-gain

    https://www.bmj.com/content/365/bmj.l1451

    Sumber thumbnail : Dids from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Jenis Teh yang Paling Sehat untuk Tubuh

    July 29, 2021
    /
    Health
    5 Jenis Teh yang Paling Sehat untuk Tubuh image

    Jika diminum dalam batas normal tanpa berlebihan, kopi memang menjadi teman terbaik untuk memulai hari. Namun tak sedikit yang ternyata tidak kuat meminum kopi karena kandungan asam yang dapat membuat lambung perih. Karena itu, teh menjadi pengganti kopi yang jauh lebih aman bahkan baik untuk kesehatan.

    Teh adalah minuman yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, lalu diseduh, dan disaring. Budaya minum teh bahkan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan menjadi minuman herbal kaya antioksidan turun temurun.

    Hampir seluruh negara di dunia memiliki budaya minum teh dengan teh andalannya masing-masing. Tapi tahu gak kalau ada 5 jenis teh yang paling sehat untuk tubuh? 5 jenis teh ini tidak hanya lebih kaya manfaat, tapi juga mudah ditemui, kok!

    Teh Hijau
    Sesuai dengan namanya, teh yang satu ini jika diseduh akan merubah air menjadi warna hijau terang. Teh hijau merupakan teh paling umum yang dapat ditemui di mana saja. Pada setiap 200 gram daun teh, terdapat 28 mg kafein.

    Teh hijau tinggi akan kandungan polifenol, yang dapat mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Polifenol juga berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh, lho. Jenis polifenol pada teh hijau bernama katekin. Katekin terbukti ampuh dalam mencegah penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan jenis-jenis kanker tertentu.

    Teh Hitam (Black Tea)

    Black Tea

    Sumber : Hasan Albari from Pexels


    Tidak kalah dengan teh hijau, teh hitam juga menawarkan manfaat luar biasa bagi tubuh. Teh hitam mengandung polifenol jenis theaflavin. Dengan kandungan ini, ditemukan bahwa mengonsumsi teh hitam secara rutin dapat menurunkan resiko gangguan neurokognitif seperti demensia juga kanker dan penyakit jantung.

    Teh Kamomil (Chamomile tea)
    Kamomil merupakan bunga herba yang biasa digunakan sebagai teh dan tidak mengandung kafein. Teh kamomil populer di kalangan orang-orang yang memiliki gangguan tidur karena kerap memberikan efek menenangkan. Selain itu, teh kamomil terbukti ampuh dalam menstimulasi sistem imun dan mengurangi nyeri pada perempuan yang sedang mengalami PMS.

    Teh Jahe
    Siapa yang sering dibikinkan teh jahe saat sedang flu atau sakit perut? Orang Indonesia sudah mengenal teh jahe sejak lama sebagai obat ketika perut sedang tak sehat. Ternyata, teh jahe memang sangat baik untuk mengurangi mual, muntah dan gangguan pencernaan. Selain kaya akan antioksidan, teh jahe juga dapat mengurangi hipertensi dan membantu menurunkan berat badan. Kaya banget ya manfaat teh jahe?

    Teh Oolong
    Tampilannya membuat kita sering bertanya-tanya, teh oolong itu sebenarnya jenis teh hitam atau teh hijau, ya? Jawabannya adalah di antara keduanya! Teh yang lebih sering ditemui di RRC dan Taiwan ini difermentasi sebagian, tidak seperti teh hitam yang sepenuhnya difermentasi.

    oolong tea

    Sumber : Cup of Couple from Pexels

    Teh oolong mampu mengurangi tingkat kolesterol, hingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Dengan mengonsumsi teh oolong secara rutin, kamu juga dapat membantu menyehatkan sistem pencernaan, lho!

    Sumber thumbnail : Tima Miroshnichenko from Pexels

    PLANTFUL


  • 6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur

    July 27, 2021
    /
    Food , Health
    6 Cara Agar Anak Suka Makan Sayur image

    Nutrisi dari sayur yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada orang dewasa. Pertumbuhan anak-anak sangat bergantung pada asupan gizi yang didapat sejak dini. Dengan memakan sayuran dan buah pada usia belia, nutrisi yang diserap akan membantu perkembangan otak, pertumbuhan tulang serta otot, dan penguatan imun tubuh, jadi anak tak mudah terjangkit penyakit.

    Membantu anak untuk menikmati makan sayur-sayuran memang tidak mudah. Sayur selalu identik dengan rasa pahit, tekstur yang menjijikan, dan menu membosankan. Namun tenang saja, ada 6 cara agar anak suka makan sayur. Jangan panik, yuk ikuti cara-caranya!

    Berikan Contoh

    Kids

    Sumber : August de Richelieu from Pexels


    Anak-anak mempelajari apa yang dilakukan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Jika mau anak Anda mengonsumsi sayur dan buah, terapkan terlebih dahulu pola makan dominan sayur pada diri sendiri serta pasangan. Penting untuk anak melihat cara Anda makan sehingga ketertarikan awal pun mulai terbentuk.

    Ajak Anak Menyiapkan Menu Sayuran

    Kids Veggies

    Sumber : Kampus Production from Pexels


    Dengan mengajak anak untuk ikut menyiapkan menu berbasis sayuran, Anda jadi lebih memahami menu dan jenis sayur apa yang mereka sukai. Sayuran dengan tekstur renyah, sup, atau salad. Dengan melibatkan anak, mereka akan lebih leluasa juga dalam mengenal aneka sayur dan buah. Menu-menu kreatif pun dapat tercipta dalam proses ini. Tak akan ada lagi menu sayur yang membosankan!

    Sajikan Sayur Sebagai Kudapan
    Membiasakan anak untuk makan sayuran tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Selain mengenalkan aneka jenis sayur pada piring makan, menawarkan sayur dalam bentuk kudapan juga jadi cara ampuh untuk membiasakan anak pada sayur. Anda bisa menyajikan potongan kecil wortel dengan jagung manis yang bisa dicelupkan ke saus. Atau membuat sate buah yang diselipkan brokoli di antaranya.

    Broccoli

    Sumber : cottonbro from Pexels

    Jangan Biasakan Untuk Menyogok!
    Setelah berhasil makan sayur saat makan malam, Anda berjanji akan memberikan permen gula sebagai hadiah? Jangan! Dengan begini anak akan menanamkan pada dirinya bahwa makan sayur bukanlah suatu keharusan, melainkan paksaan. Berkomitmenlah untuk benar-benar membuat anak mencintai sayur dan buah dan menghabiskan apa yang ada di piringnya. Bersikap tegas tanpa menyogok atau mengancam, lama kelamaan anak akan memahami bahwa makan sayur lebih baik dari pada kelaparan.

    Pentingnya Mengolah Sayur yang Sehat
    Membuat tempura sayur tentu boleh-boleh saja, namun usahakan untuk tetap mengolah sayur dengan cara yang sehat dan baik sehingga nutrisi di dalam sayur tidak hilang sia-sia. Di sini Anda bisa menjadi lebih kreatif dalam menyajikan sayuran terutama jika anak masih sulit untuk menerima sayur. Masukkan sayur dalam smoothie, misalnya. Atau sembunyikan parutan sayur dalam saus pasta. Sehat namun harus tetap enak, ya!

    Jangan Menyerah!
    Anak masih menolak makan sayur? Jangan lelah dan jangan menyerah untuk tetap menyajikan aneka macam sayuran dalam menu serta kudapan harian. Anak-anak mudah berubah pikiran, mereka mungkin tidak akan suka pada awalnya. Namun jika terus didorong dengan sajian sayur, bisa saja mereka berubah pikiran dan mulai menikmati sayuran.

    Sumber thumbnail : Jill Wellington from Pexels

    PLANTFUL


  • 4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan

    July 26, 2021
    /
    Diet , Health , Life Style
    4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan image

    Masalah pada sistem pencernaan selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam keadaan sehat. Sistem pencernaan sendiri tidak hanya terdiri dari usus halus dan usus besar saja. Mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, kantong empedu, usus halus, usus besar, dan rektum merupakan bagian dari keseluruhan sistem pencernaan. Peranan sistem pencernaan begitu besar dalam menjaga keseimbangan kinerja tubuh. Usus merupakan tuan rumah bagi milyaran mikroorganisme yang juga disebut mikrobioma usus. Di sini, bakteri baik akan membantu usus untuk mencerna makanan dan mengubah nutrisi agar dapat diserap tubuh.

    Kesehatan pencernaan mempengaruhi imun tubuh bahkan saraf-saraf otak. Pencernaan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormon, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Menjaga kesehatan pencernaan tentu jadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.


    Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan? Berikut 4 langkah jaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari berbagai penyakit.

    Konsumsi Buah dan Sayur yang Tepat
    Sembelit, perut bergas, dan kembung yang membuat perut tak nyaman sering kali terjadi saat kita tidak mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan. Sering kali hal ini terjadi karena stress, namun pola makan ternyata juga dapat mempengaruhi terbentuknya sindrom iritasi usus besar (IBS) yang merupakan induk dari gangguan-gangguan tersebut.

    Veggies

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels

    Walau makan sayur dan buah apapun baik untuk tubuh, ada juga lho buah dan sayur yang ternyata tidak mudah dicerna oleh usus sehingga menyebabkan sakit. Perhatikan buah dan sayuran yang cocok dengan sistem pencernaanmu agar terhindar dari iritasi usus.

    Hindari Karbohidrat Tak Sehat
    Selain sayur dan buah, ada juga jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, seperti kue-kue, tepung gandum, dan makanan tinggi gluten lainnya. Jika pencernaanmu tidak cocok dengan gluten, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika harus menghilangkan gluten sama sekali dalam diet.

    Konsumsi Susu Plant Based

    Plant milk

    Sumber : cottonbro from Pexels


    Bukan rahasia lagi kalau dairy products sering menyebabkan gas berlebih pada perut. Orang dengan lactose intolerance, yaitu yang sistem pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa (produk susu hewani) dapat mengidap diare, muntah, perut kembung dan gangguan perut lain jika mengonsumsi produk laktosa. 70% populasi di dunia kini mengidap lactose intolerance. Karena itu susu plant based pun datang sebagai penyelamat. Selain aman untuk pencernaan, susu/produk yogurt berbasis nabati juga dapat menjadi sumber probiotik yang baik.

    Baca juga : 4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

    Hindari Daging Hewani dan Perbanyak Makanan Fermentasi
    Mengonsumsi produk hewani terutama daging merah dapat memperparah inflamasi pada usus. WHO melalui studi yang dikeluarkan oleh IARC Working Group menyebutkan bahwa konsumsi daging proses (sosis, spam, kornet, bacon) dapat menyebabkan kanker kolorektal.

    Kamu bisa mengganti daging dengan kacang-kacangan ditambah dengan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, miso, dan tempe. Selain kaya akan protein, makanan-makanan ini juga tinggi serat dan probiotik yang dapat membantu keseimbangan mikroba dalam pencernaan.

    Baca juga : 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    Kala pandemi saat ini, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kesehatan. Dimulai dari kesehatan pencernaan, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/red-and-processed-meats-raise-colorectal-cancer-risk

    https://www.who.int/news-room/q-a-detail/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

    https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/15221

    Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    July 23, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Veganism
    5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik image

    Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik bagi tubuh. Produk fermentasi satu ini tak hanya tinggi kalsium dan protein, tapi juga baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik pada saluran pencernaan karena kandungan bakteri L. acidophilusnya. Tubuh kita merupakan tuan rumah bagi triliunan mikroorganisme dengan 500 jenis di antaranya dapat ditemukan dalam usus yang sehat. Mengonsumsi probiotik tentu saja sangat disarankan demi menjaga kesehatan usus agar bakteri jahat tidak tinggal dan menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme yang akan mengundang berbagai penyakit.

    Yogurt lebih dikenal sebagai produk non vegan, sehingga yogurt vegan yang biasanya terbuat dari bahan-bahan nabati sering dipertanyakan kandungan probiotiknya. Tapi tenang saja! Yogurt vegan juga mengandung probiotik, lho.

    Nah bagi kamu para vegan yang mau mencari alternatif dari yogurt sebagai sumber probiotik harian, ini dia daftar 5 makanan vegan mengandung probiotik dari Plantful!

    Baca juga : Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    Acar

    Pickle

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels


    Keberadaannya seringkali terlupakan karena hanya dianggap sebagai side dish. Tapi tahu gak kalau acar sayuran ternyata bisa menjadi sumber probiotik harian untuk tubuh, lho! Acar terbuat dari sayuran (biasanya ketimun) yang direndam dalam air garam, lalu dibiarkan untuk berfermentasi dan mengeluarkan asam laktat. Namun kamu harus berhati-hati, karena hanya acar yang difermentasi dengan air garam saja yang mengandung probiotik. Acar dengan tambahan cuka tidak memiliki kandungan probiotik sama sekali.

    Tempe
    Selain sebagai sumber protein terbaik, tempe juga kaya akan kandungan probiotik. Proses fermentasi kedelai (atau kacang-kacang lain yang bisa dijadikan tempe) dalam pembuatan tempe menghasilkan bakteri baik. Tapi berhati-hati saat memasak tempe agar tidak kehilangan probiotik dan nutrisinya, ya. Karena temperatur yang tinggi dapat membunuh bakteri baik.

    Baca juga : Yuk Berkenalan dengan Kombucha!

    Kombucha
    Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi melalui biang mengandung bakteri dan ragi bernama SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Kombucha kini sangat mudah ditemui karena popularitasnya sangat tinggi. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah untuk menghindari kombucha kemasan yang biasanya mengandung gula lebih dari 5 gram per saji.

    Roti Sourdough

    Sourdough

    Sumber : Geraud pfeiffer from Pexels


    Sourdough terbuat dari ragi alami yang hidup. Proses fermentasi biang sourdough (biasa disebut mother dough) yang panjang dan hanya menggunakan bahan-bahan alami membuatnya menjadi salah satu sumber probiotik terbaik.

    Baca juga : 3 Manfaat Roti Sourdough

    Kimchi
    Pecinta K-pop nggak mungkin gak tahu kimchi. Makanan sehari-hari orang Korea ini kerap digadang-gadang sebagai sumber probiotik paling sehat. Sama seperti ragi alami, kimchi melalui proses fermentasi yang panjang dan dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga bakteri baik di dalamnya sangat melimpah. Kimchi memang biasanya tidak vegan, namun kimchi yang terbuat dari bahan-bahan nabati atau vegan 100% juga mulai bermunculan, lho! Kandungan probiotiknya juga sama melimpahnya.

    Baca juga : 5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie


    Walau belum ada anjuran seberapa banyak probiotik yang harus kita konsumsi sehari-hari, tetap jangan sampai melewatkan manfaat dari probiotik, ya. Kamu juga bisa mendapatkan probiotik dari suplemen yang mengandung lebih dari enam jenis strain bakteri hidup dan setidaknya 20 miliar mikroorganisme per dosis. Jangan lupa pastikan suplemennya aman untuk vegan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    July 21, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus image

    Kita pasti sering membaca tulisan prebiotik atau probiotik pada kemasan makanan dan minuman yang biasa dibeli. Pada iklan-iklan makanan pun prebiotik maupun probiotik kerap disebut-sebut sebagai bakteri baik yang dibutuhkan sistem pencernaan. Kalau dibaca lagi, kelihatannya sama saja ya antara prebiotik dan probiotik. Apakah maknanya sama namun hanya berbeda penyebutan? Atau keduanya sangat berbeda dari satu sama lain?

    Kali ini, Plantful akan membahas perbedaan antara prebiotik dan probiotik. Keduanya sama-sama membantu pencernaan, namun dengan cara yang berbeda.

    Probiotik adalah bakteri "baik" yang berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Probiotik bisa ditemui dalam makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, atau dalam bentuk suplemen. Bagaimana cara probiotik bekerja dalam tubuh?

    Di dalam saluran usus, terutama pada bagian bawah, terdapat mikroba yang membantu usus untuk mencerna makanan, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta melawan bakteri jahat. Namun terkadang, ada masanya jumlah mikroba dalam saluran usus tidak seimbang hingga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh atau yang biasa menjadi penyebab utama diare. Di sini lah probiotik menjalankan perannya.

    Probiotik mengembalikan keseimbangan mikroba dan mengeluarkan zat pelindung yang terbukti dapat mengaktifkan kembali sistem kekebalan tubuh. Sehingga patogen/mikroorganisme penyebab penyakit pada tubuh tak dapat bertahan.

    Bakteri-bakteri baik yang dapat dicerna adalah probiotik, namun yang paling umum ditemukan dalam makanan/minuman sehari-hari adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium atau biasa disingkat L & B pada label makanan.

    Beralih ke prebiotik. Prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri baik dalam usus. Biasanya prebiotik berbentuk zat karbohidrat yang tidak bisa dicerna tubuh. Mereka pun bergerak menuju saluran pencernaan bagian bawah, lalu menjadi pakan bagi bakteri-bakteri baik.

    Yogurt

    Sumber : Daria Shevtsova from Pexels

    Prebiotik dapat membantu tubuh untuk menyerap kalsium, memfermentasi makanan dalam lebih cepat sehingga dapat melancarkan pencernaan, dan memodifikasi lingkungan sekitar pencernaan. Prebiotik sendiri secara alami dapat ditemui dalam makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayuran, roti, dan kacang-kacangan. Atau produk makanan yang telah ditambahkan kandungan prebiotik. Dengan mengonsumsi pangan mengandung prebiotik, fungsi imunitas pun meningkat dengan memperbanyak populasi mikroorganisme pelindung.

    Frukto-oligosakarida dan galakto-oligosakarida adalah dua jenis prebiotik paling penting yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia.

    Fiber

    Sumber : Sarah Chai from Pexels

    Untuk mendapatkan asupan prebiotik dan probiotik harian, sumber terbaik terdapat dalam whole foods dan makanan yang tak melalui banyak proses pengolahan. Makanan fermentasi yang kerap kali menjadi sumber probiotik misalnya, jika makanan-makanan tersebut diolah dengan cara dipanaskan atau dimasak, proses ini akhirnya membunuh mikroorganisme baik dan tubuh tak mendapatkan manfaat dari makanannya.

    Begitu juga dengan diet yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, dan daging hewani. Mikroba sehat pada pencernaan akan menderita karena tidak dapat bertahan dalam lingkungan beracun yang disebabkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan-makanan di atas. Bakteri baik sangat menyukai makanan tinggi serat, karena enzim mikrobiota dapat memecahkannya lalu menghasilkan zat asam lemak rantai pendek (LCFA). Zat asam ini dapat mengubah pH dalam usus besar sehingga mikroorganisme jahat tidak dapat bertahan di dalamnya.

    Sekarang sudah tahu, kan bedanya prebiotik dan probiotik yang ternyata manfaatnya banyak banget buat kesehatan pencernaan. Yuk mulai masukkan makanan-makanan mengandung prebiotik dan probiotik dalam menu sehari-hari demi kesehatan jangka panjang. Di Plantful, kami memastikan menu-menu makan siang dan makan malammu mengandung nutrisi seimbang dan dimasak dengan baik sehingga tak menghilangkan kandungan baik dalam sayuran/buah.

    Klik di sini untuk melakukan pemesanan plant based catering kamu bersama Plantful, yuk!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/vitamins-and-supplements/health-benefits-of-taking-probiotics

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6463098/

    https://www.umassmed.edu/nutrition/ibd/ask-Nutritionist/prebiotics-what-where-and-how-to-get-them/

    Sumber thumbnail : Alicia Harper from Pexel

    PLANTFUL


  • 4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak

    July 19, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    4 Makanan Khusus yang Dapat Memperkuat Otak image

    Menjaga kesehatan otak harus menjadi prioritas terutama bagi kita yang masih berusia muda. Sampai artikel ini diunggah, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak masih sedikit diketahui baik penyebab maupun cara menyembuhkannya. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah, menjaga kesehatan otak semaksimal mungkin dengan menjaga gaya hidup.

    Makan makanan yang sehat selalu berada di peringkat pertama dalam daftar. Dengan makanan yang tepat, tubuh akan mendapatkan berbagai manfaat darinya hingga dapat bekerja lebih baik. Sayur, buah, kacang-kacangan, dan berbagai makanan utuh lainnya memang sangat dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh. Namun ada 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak.

    Sayuran Berdaun Hijau
    Seperti dilansir dari laman Health Harvard, sayur-sayuran berdaun hijau terutama yang lebih gelap warnanya seperti brokoli, bayam, kale, dll dapat memperlambat resiko penurunan kognitif. Sayur-sayuran berdaun hijau kaya akan nutrisi yang dapat memperkuat otak, seperti vitamin K, lutein, beta karoten, dan folat.

    Alpukat
    Walau alpukat mengandung lemak, namun lemak yang terdapat di dalamnya merupakan lemak tak jenuh tunggal, yang artinya mengonsumsi alpukat sangat baik untuk kelancaran aliran darah. Jika aliran darah dalam tubuh lancar tak tersumbat lemak-lemak jahat, maka otomatis alirannya menuju otak pun lancar dan kesehatan otak terjamin.

    Teh
    Studi dari National University of Singapore (NUS) menunjukkan bahwa orang yang meminum teh secara rutin memiliki struktur otak yang terorganisir dari pada mereka yang bukan peminum teh. Hal ini membuat fungsi kognitif peminum teh jauh lebih baik.


    Dark Chocolate
    Dark chocolate kaya akan flavonoid, yang merupakan kumpulan senyawa bioaktif yang sama dengan antioksidan. Flavonoid pada coklat terhubung erat dengan peningkatan kemampuan belajar dan mengingat. Studi menjelaskan bahwa orang yang rajin mengonsumsi coklat, memiliki kemampuan kognitif lebih baik seperti mengingat, mengorganisir, dan bernalar.

    Walau 4 makanan khusus yang dapat memperkuat otak di atas kini masuk ke dalam daftar makanan wajib, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi whole foods lain seperti umbi, kacang, buah, dan lainnya. Karena keseimbangan nutrisi untuk tubuh harus tetap dijaga.

    Sumber tambahan : https://www.medicalnewstoday.com/articles/327046#Studying-diets-and-cognitive-health

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26873453/

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL