Blog

  • Rihanna Luncurkan Produk Vegan dari Fenty Skin

    July 30, 2020
    /
    Life Style , News , Veganism
    Rihanna Luncurkan Produk Vegan dari Fenty Skin image

    Kesuksesan Fenty Beauty tak membuat Rihanna berhenti berinovasi dengan kreativitasnya. Pada 31 Juli mendatang, Rihanna akan meluncurkan Fenty Skin di bawah naungan merk dagang FENTY yang akan fokus memproduksi aneka ragam skin care. Kabar baiknya, Fenty Skin akan meluncurkan produk berbasis nabati yang ramah vegan.

    View this post on Instagram

    A post shared by FENTY SKIN (@fentyskin) on

    Tak hanya bahan-bahan skin care yang berbasis vegan, Rihanna pun menyatakan bahwa packaging yang digunakan Fenty Skin juga ramah lingkungan.

    View this post on Instagram

    A post shared by FENTY SKIN (@fentyskin) on

    Pada awal tahun 2020, Rihanna menerima penghargaan Compassion in Fashion dari organisasi PETA atas produk faux leather fesyennya.

    PETA mengapresiasi Rihanna atas kegigihannya untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan membela hak hewani melalui mode.

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/FentySkin

    PLANTFUL


  • Veg News : Liam Hemsworth Menyerah Pada Diet Vegan!

    July 20, 2020
    /
    Entertainment , Life Style , News , Veganism
    Veg News : Liam Hemsworth Menyerah Pada Diet Vegan! image

    Mendengar kabar selebriti tak lagi menjalani pola hidup vegan bukanlah hal baru. Alasan kesehatan biasanya menjadi patokan mereka untuk mengubah pola makan non-vegan. Hal yang sama juga diutarakan oleh Liam Hemsworth, aktor asal Australia yang pernah menyandang predikat Australia’s Sexiest Vegan dari organisasi PETA.

    Pada wawancara terbarunya dengan majalah Men’s Health, mantan suami Miley Cyrus tersebut berhenti menjadi vegan pada Februari 2019 karena menderita batu ginjal. Batu kristal yang terbentuk dalam ginjal Hemsworth terbentuk dari zat oxalate yang berlebihan. Oxalate sendiri bisa ditemukan pada kacang-kacangan, gandum, dan bayam.

    Baca juga : Tokoh  Vegan Bulan Maret, Miley Cyrus

    Veg News : Liam Hemsworth Menyerah Pada Diet Vegan!

    Sumber : www.instagram.com/LiamHemsworth

    Menurut pengakuannya, Hemsworth memang terlalu banyak mengonsumsi kacang terutama kacang badam (almond) bahkan untuk menu sarapannya selama lima tahun Ia menjadi vegan. Walau begitu, Hemsworth tetap percaya bahwa hal yang terjadi padanya belum tentu terjadi juga pada orang lain karena kekuatan tubuh orang berbeda-beda.

    “If something works for a period of time, great, keep doing it,” he advises. “If something changes and you’re not feeling great, then you’ve got to reassess it again and then figure it out.”

    Tentu saja hal ini menjadi pelajaran tambahan untuk kita dengan pola makan plant based untuk menyeimbangkan konsumsi gizi, vitamin dan mineral serta rajin mengonsumsi air putih. Dengarkan apa kata badan dan jangan lupa untuk berkonsultasi pada sang ahli!

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/liamhemsworth

    PLANTFUL


  • Efektif Turunkan Berat Badan dengan 6 Menu Plant Based Ini!

    June 29, 2020
    /
    Diet , Health , Life Style
    Efektif Turunkan Berat Badan dengan 6 Menu Plant Based Ini! image

    Menurunkan berat badan tak harus berlebihan apalagi menyiksa diri agar dapat turun dengan sangat drastis. Proses adalah kunci dalam menurunkan berat badan. Berat badan yang sangat berlebih tanpa mengatur konsumsi harian dengan makanan yang baik dan olahraga tentu saja dapat menyebabkan aneka penyakit komplikasi. Resiko diabetes, penyakit jantung dan stroke lebih tinggi pada penderita obesitas.

    Harvard Healthy Food Plate

    Sumber : www.health.harvard.edu

    Dari berbagai diet turun berat badan yang beragam, diet vegan / plant based masih menjadi pilihan terbaik. Dengan ragam bahan makanan kaya serat, protein dan karbohidrat, diet plant based dipastikan sangat bermanfaat untuk tubuh. Apalagi diet plant based yang sehat biasanya sangat rendah lemak saturasi. Nah, berikut ini 6 menu plant based yang efektif turunkan berat badan. Variannya gak membosankan, lho!

    Sayuran Berdaun Gelap

    Kenapa harus sayuran berdaun gelap? Mengonsumsi sayuran lain tentu saja tidak mengapa, namun sayuran dengan warna daun yang gelap mengandung lebih banyak vitamin, mineral dan rendah kalori. Bahkan ada beberapa sayuran berdaun gelap yang juga mengandung protein hingga sangat baik untuk tambahan asupan tubuh. Kamu juga akan merasa kenyang lebih lama, lho!

    leafy greens

    Sumber : www.unlockfood.ca

    Sayuran berdaun gelap antara lain adalah : Brokoli, lobak merah, kale, baby spinach, bit, microgreens, romaine lettuce, arugula, bok choy, sawi.

    Minyak Sehat Rendah Lemak

    Sebisa mungkin penggunaan minyak dalam masakan memang dikurangi, namun jika masih belum bisa melakukannya, gantilah minyak masakmu dengan minyak sehat rendah lemak.

    Pohon Zaitun

    Sumber : www.instagram.com/maedaya.olive

    Minyak zaitun dan canola adalah salah satu minyak rendah lemak yang terjangkau dan mudah ditemukan.

    Air mineral, teh dan kopi

    Meminum air mineral sangat penting tak hanya dalam diet plant based tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Untuk teh dan kopi, jangan menggunakan pemanis berlebih dan hindari juga mengonsumsi dairy products seperti susu, yogurt, keju dan mentega. Ganti dengan susu berbahan dasar tumbuhan.

    Gandum Utuh

    Wheat

    Sumber : www.instagram.com/scorpionmind

    Makanan yang mengandung gandum utuh juga jadi kunci dalam keberhasilan diet plant based. Gandum utuh dalam oatmeal, roti, pasta dan beras cokelat sangat disarankan untuk ditambah dalam menu sehari-hari. Selain sebagai sumber serat, gandum utuh juga merupakan sumber karbohidrat terbaik. Yang penting hindari olahan gandum ya, hanya konsumsi gandum utuh!

    Protein Sehat

    Kacang-kacangan

    Sumber : www.instagram.com/vegainsfood

    Jika kamu belum bisa menjalani diet vegan penuh waktu, maka sumber proteinmu bisa didapatkan dari ikan, poultry juga kacang-kacangan dan polong. Kurangi konsumsi daging merah juga daging proses, bahkan jika memungkinkan, hindari sama sekali daging merah.

    Aneka Buah Musiman

    Buah juga penting! Manis dalam buah memang terkesan meragukan mengingat gula adalah salah satu bahan yang sebaiknya diminimalisir, namun buah mengandung gula alami yang jauh lebih baik untuk tubuh dari pada pemanis buatan. Kamu tidak perlu membeli buah-buah import untuk mendapatkan nutrisi tambahan. Beli saja buah musiman yang tersedia di daerahmu! Selain dapat membantu petani lokal, buah musiman harganya jauh lebih murah, jadi bisa irit.

    Selain mengonsumsi 6 menu plant based di atas dalam misi menurunkan berat badan, jangan lupa untuk berolahraga, ya! Olahraga tidak perlu mahal-mahal ke tempat gym, ada banyak pilihan olahraga murah yang bisa kamu lakukan di rumah selama pandemi covid-19. Stay safe teman-teman!

    PLANTFUL


  • Sulitkah Menjadi Vegan di Indonesia?

    June 12, 2020
    /
    Health , Life Style , Veganism
    Sulitkah Menjadi Vegan di Indonesia? image

    Hidangan Indonesia memang lebih banyak yang mengandung sayur mayur serta kacang-kacangan, namun masih banyak juga masyarakat kita yang menolak veganisme walau sudah ada modalnya. Tempe, tahu, umbi, aneka ragam kacang, beras, gandum, dengan mudah bisa kita dapatkan di Indonesia, bahkan harganya jauh lebih murah dibandingkan daging hewani, terutama sapi. Hidangan yang menggunakan ekstrak hewani pun kini bisa mudah disubstitusikan dengan produk nabati.


    Menjadi vegan di Indonesia sepuluh tahun yang lalu jauh lebih sulit. Walau aneka sayur tersedia di berbagai restoran, tapi masih sangat sulit untuk menemukan tempat makan yang benar-benar menjual menu vegan only. Mungkin di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, masih lebih mudah, namun tidak bagi para vegan yang tinggal di kota lain di berbagai pelosok daerah, memasak sendiri adalah satu-satunya pilihan. Kala itu pengetahuan mengenai veganisme memang sangat minim, tak hanya di Indonesia saja tentunya tetapi juga di seluruh dunia.


    Kini dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, pilihan menu dan bahan-bahan berbasis vegan baik di tempat makan maupun di supermarket semakin banyak dipasarkan. Jika sebelumnya kita hanya mengenal selai kacang tanah, kini kita bisa menemukan selai kacang badam (almond) di manapun bahkan di aplikasi belanja daring.


    Tantangan untuk menjadi vegan di Indonesia tak lagi sebegitu menegangkannya. Media sosial juga berperan penting dalam menyebarkan veganisme di Indonesia. Memang untuk saat ini masih belum begitu merata, hingga mengakibatkan beberapa bahan pengganti berbasis nabati harganya selangit. Tetapi Plantful optimis kalau pada waktu mendatang, semua orang dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia akan mengenal dan berikrar dalam veganisme. Baik demi menjaga lingkungan maupun demi kesehatan pribadi.

    PLANTFUL


  • Tokoh Vegan Bulan Maret : Miley Cyrus

    March 13, 2020
    /
    Life Style , Veganism , Entertainment
    Tokoh Vegan Bulan Maret : Miley Cyrus image

    Dengan gayanya yang eksentrik dan terkesan urakan, siapa sangka ternyata penyanyi lagu hit Party in the USA ini seorang vegan dan sudah mempraktikkan veganisme sejak 2014 lalu. Awal mula Miley Cyrus memutuskan untuk menjadi vegan memang sangat unik. Ia menceritakan kisahnya dalam acara The Tonight Show Jimmy Fallon bahwa hewan-hewan peliharaannya lah yang menginspirasi Miley untuk mengubah pola hidupnya.

    Miley

    Sumber : www.instagram.com/MileyCyrus

    Ia begitu terkejut ketika suatu hari pulang ke rumah dan mendapati ikan buntal peliharaannya begitu senang melihatnya dari dalam aquarium. Miley pun menyadari bahwa ikan buntal adalah makhluk yang cerdas. Begitu pula dengan babi peliharaannya yang ternyata juga menganut veganisme. Unik, kan?

    Miley Stella Paris

    Sumber : www.spotern.com (Right to left : Miley Cyrus, Stella McCartney, Paris Jackson)

    Aksi Miley Cyrus dalam mendukung penuh Hak Asasi Hewan tak hanya berhenti pada mengonsumsi produk vegan, Ia juga bersikeras untuk mengenakan pakaian-pakaian yang ramah lingkungan dan 100% vegan. Dalam wawancaranya di majalah Vogue pada 2018 lalu saat Met Gala, Miley Cyrus menegaskan :

    "I'm here so excited to be a part of this because I think this moment can be
    about so many different things, and for me I want to bring a message which is
    veganism and that there doesn't have to be torture in fabulous fashion."

    Kala itu Miley dan perancang busana ternama, Stella McCartney menghadiri acara Met Gala dengan mengenakan rancangan terbaru dari Stella yang bahan-bahannya 100% vegan serta sustainable.

    Vegan Miley

    Sumber : www.plantbasednews.org

    Di setiap kesempatan, Miley selalu lantang bersuara dan tak ragu ketika menyatakan kecintaannya terhadap hewan. Ia beberapa kali bekerja sama dengan perancang papan atas, salah satunya perusahaan sepatu Converse untuk membuat produk fesyen yang sama sekali tak mengandung hewani.

    Miley

    Sumber : www.happyhippies.org (Miley Cyrus for Happy Hippies x Converse)

    Organisasi PETA pun memberikan Miley Cyrus penghargaan The Best Voice 4 Animals pada tahun 2017 dan terus menjadikan penyanyi berusia 28 tahun ini sebagai ikon vegan. Dengan bangga Miley menyebutkan bahwa gaya hidup vegan akan terus mengambil alih peradaban dan sangat gembira untuk menyambut perubahan berkelanjutan.

    Tak sabar ya menanti perjuangan apa lagi yang akan Miley Cyrus tempuh dalam menyuarakan veganisme!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.happyhippies.org


  • Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik?

    February 29, 2020
    /
    Food , Life Style
    Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik? image

    Perbedaan bahan-bahan organik dengan bahan konvensional (non organic) terletak pada proses penanaman dan penanganannya. Pada tahap tersebut, terdapat indikasi bahwa sayuran/buah organik memang lebih sedikit mengandung pestisida dari pada bahan konvensional. Namun, tidak benar bahwa bahan organik jauh lebih bernutrisi. Karena pada kenyataannya baik produk organik maupun konvensional, keduanya memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral dan serat yang tidak berbeda.

    Market

    Sumber : www.deviliciouslyraw.com

    Pertanian organik sendiri dihadirkan guna meningkatkan kualitas tanah dan air karena penggunaan pestisida/bahan kimia yang diminimalisir. Sistem pertanian ini ramah lingkungan sehingga diharapkan dapat berkelanjutan (sustainable) di masa depan. Apalagi pertanian organik mengandalkan penggunaan pupuk kompos, jadi polusi dapat ditekan dari proses ini.

    Sementara produk konvensional memang lebih “egois”. Sistem pertanian konvensional lebih mementingkan kuantitas sehingga untuk memenuhi permintaan yang begitu besar, mereka mempercepat proses dengan pestisida/pupuk kimiawi.

    Walau dari segi “keamanan” dan keramahan lingkungan produk organik jauh lebih baik, bukan berarti kamu harus selalu membelinya. Apalagi dari segi harga, produk organik tidak selalu ramah di kantong. Kamu tetap bisa mendapatkan nutrisi yang sama dari buah/sayuran konvensional.

    Alternatif yang bisa kamu pilih adalah membeli keduanya dengan seimbang agar tidak terlalu terbebani. Namun jangan lupa untuk mengikuti beberapa tips berikut ini :

    Belilah varian sayur, buah, kacang-kacangan baik organik maupun konvensional agar nutrisimu tetap terlengkapi. Mungkin ada buah/sayur yang hanya tersedia organik atau hanya tersedia dalam bentuk konvensional. Pilih mana yang cocok dengan kebutuhanmu tanpa mengesampingkan asupan harian tubuh.


    Beli sayur dan buah yang sedang musim agar kamu bisa mendapatkan produk yang segar. Bagus juga kalau kamu punya kalender khusus produk pertanian yang sedang musim, jadi setiap hendak berbelanja, kamu sudah tahu harus membeli apa.


    Cuci bersih sayur serta buah-buahan yang sudah kamu beli! Karena dengan mencuci bersih sayuran dan buahmu, kamu dapat terhindar dari bakteri seperti E.Coli. Rendam sayuran/buah dalam air (bisa juga menggunakan sabun khusus sayuran) selama satu jam lalu keringkan dan simpan di tempat yang sejuk. Untuk buah, kamu bisa menggunakan garam kasar dan menggosokkannya pada kulit buah.

    Organik maupun konvensional, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selalu coba setiap produk agar kamu tahu mana yang cocok dengan kebutuhanmu. Yang terpenting juga selalu perhatikan kesehatanmu, ya!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.ubudorganicmarket.com


  • Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free

    February 19, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free image

    Meningkatnya kesadaran orang-orang terhadap non animal testing products alhasil membuat permintaan produk kecantikan dan perawatan yang cruelty free meningkat pesat. Merk-merk berlabel cruelty free dan vegan pun bermunculan guna memenuhi permintaan dan membawa pesan pada masyarakat bahwa kecantikan tak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    Labels

    Sumber : www.vforveganism.com

    Tapi bagaimana caranya kita mengetahui apakah suatu produk sudah bersertifikasi vegan/cruelty free? Adakah perbedaan dalam nama-nama label tersebut?

    Kali ini Plantful akan membahas tentang cara mengenali produk vegan dan cruelty free sehingga kamu-kamu yang sudah mulai concern dengan isu animal testing bisa lebih cermat ketika membeli suatu produk kecantikan.

    Pertama kita ketahui lebih dulu apa sih perbedaan antara vegan dan cruelty free?

    Vegan
    Produk kecantikan/perawatan yang tercantum label vegan artinya tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Misalnya susu sapi/kambing, madu, ekstrak hewani dan lainnya. Bahan yang digunakan biasanya alami dan 100% berasal dari tumbuh-tumbuhan.

    Cruelty Free
    Jika kamu membaca label cruelty free pada suatu produk, artinya produk ini tidak melakukan percobaan pada hewan. Walau ada merk yang mengatakan mereka tak menyakiti hewan dalam proses percobaan di laboratorium (namun tetap menggunakan hewan percobaan), ini tetap tidak bisa dilabeli cruelty free karena proses percobaan pada hewan telah terbukti menyakitkan bahkan dapat berujung pada kematian yang mengerikan. Selain tidak mencoba produk akhir pada hewan, merk dengan tanda cruelty free juga memastikan bahwa bahan-bahan yang didapatkan dari suplier tidak dicoba pada hewan.

    Walau kedua label di atas terkesan saling berkesinambungan, tidak selalu suatu produk misalnya berlabel vegan berarti cruelty free lho. Begitupun sebaliknya. Karena pada beberapa produk dengan label cruelty free juga masih ada yang mengandung bahan hewani. Biar gak bingung, begini cara melihat label vegan/cruelty free pada produk kesayanganmu!

    Logo vegan yang resmi diperoleh dari Vegan Action, The Vegan Society dan The Vegetarian Society.

    Vegan Labels

    Sumber : www.ethicalelephant.com

    Sedangkan untuk lisensi logo resmi cruelty free/non animal testing diperoleh dari PETA, The Leaping Bunny (Cruelty Free International) dan Choose Cruelty Free untuk area Australia.

    Cruelty Free

    Sumber : www.crueltyfreekitty.com

    Jangan lupa untuk cek n ricek database merk-merk yang sudah memegang lisensi cruelty free ya, karena ada juga beberapa merk yang tidak menambahkan logo pada packagingnya karena alasan biaya tambahan (yang tentunya tidak murah). Kamu bisa melihat daftar produk bersertifikasi cruelty free di laman PETA.ORG atau CrueltyFreeKitty.com.

    Sudah tahu kan perbedaannya? Yuk tumbuhkan kesadaran pada hak asasi hewan dan mulai perlahan mencermati produk kecantikan/perawatan yang kamu gunakan. Ingat, cantik kan tidak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.peta.org