Blog

  • Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan

    July 30, 2021
    /
    Life Style , Veganism
    Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan image

    Menjadi vegan tentu membutuhkan waktu dan cara-cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh. Merubah pola makan hewani menjadi nabati bagi sebagian orang bisa jadi sangatlah mudah. Namun, merubahnya saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, berapa banyak karbohidrat yang bisa diserap, atau apakah kita alergi terhadap gluten.

    Menjadi vegan sepenuhnya juga berarti menyerahkan sumber vitamin B12 pada suplemen tambahan, dan jika kita tidak mengetahuinya, defisit vitamin B12 akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Nah, agar terhindar dari hal-hal seperti ini, Plantful sudah merangkum daftar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat memulai diet vegan.

    Tidak Mengonsumsi Kalori Harian yang Cukup
    Seringnya pola makan vegan diasosiasikan dengan makan sangat sedikit. Padahal menjadi vegan dan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan adalah dua hal yang berbeda, lho. Walau tak lagi mengonsumsi bahan makanan berbasis hewani, bukan berarti kamu harus makan lebih sedikit dari biasanya. Ketahui asupan kalori harianmu dan penuhi angkanya setiap hari.

    Tubuh membutuhkan kalori untuk mengubahnya menjadi energi. Gak yakin gimana caranya menambah kalori dari menu veganmu? Minum segelas smoothie, makan kacang-kacangan dan karbohidrat, jadi angka kalori pada makanan bertambah.

    Membuat Masakan yang Sulit
    Kamu nggak perlu masak hidangan vegan yang ribet seperti Brown Rice Sei Vegan Sapi setiap hari kalau bisa makan sayur lodeh! Jadi vegan bukan berarti kamu harus jago masak makanan fancy, lho. Selama menu-menumu berbasis nabati tanpa tambahan bahan makanan hewani, you already are a vegan! Untuk hidangan unik, cukup Plantful saja yang menyajikannya untuk kamu.

    Makanan Vegan = Selalu Sehat
    EITS! Vegan junk food juga banyak, lho! Walau vegan junk food memang dapat memudahkan tahap transisi, tapi kalau dimakan terlalu banyak juga tidak sehat bagi tubuh. Camilan vegan pun tidak semuanya sehat, karena bisa jadi mengandung garam dan gula berlebih. Perhatikan lagi label makanan veganmu dan berhati-hati saat membeli suatu produk. Tidak semua makanan vegan selalu sehat.

    Tidak Mempelajari Kebutuhan Tubuh
    Mau menjalani diet apapun, kita harus selalu mendengarkan apa kata tubuh. Manusia memiliki sistem tubuh yang berbeda-beda, ada yang pencernaannya tidak bisa menerima susu hewani, ada yang alergi kacang, ada yang membutuhkan iron lebih banyak, ada yang tidak boleh mengonsumsi kalsium berlebih. Pelajari kebutuhan tubuh dengan perbanyak mencari informasi, baik dari buku, artikel-artikel Plantful, dan yang paling baik, berkonsultasi dengan ahli gizi. Jangan sampai menjadi vegan membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya didapatkan.

    Memaksakan Diri
    Sekali lagi, menjadi vegan tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui hingga akhirnya kamu benar-benar mampu menjadi vegan penuh waktu. Memaksakan diri untuk bertransisi sementara tubuh menolak malah dapat membahayakan. Kesalahan yang satu ini paling sering terjadi saat memulai diet vegan. Ikut komunitas-komunitas vegan seperti Jakarta Vegan Guide agar kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi vegan ini.

    Kayaknya kok berubah jadi vegan sulit banget, sih? Semua harus berproses, tapi menjalani proses itu yang membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil, kan? Menjadi vegan bukan masalah hasil akhirnya, namun bagaimana kita dapat belajar banyak hal darinya. Semangat!

    Sumber thumbnail : Vegan Liftz from Pexels

    PLANTFUL


  • Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

    July 29, 2021
    /
    Food , Health , Life Style
    Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup image

    Dengan kehidupan yang semakin modern, apa yang kita konsumsi kini pun terpengaruh dari kecepatan zaman yang terus bergerak. Walau pola makan sehat seperti diet plant based dan vegan sudah semakin populer, tetap saja kita masih lebih akrab dengan makanan-makanan dalam kemasan yang biasa disebut makanan ultra proses.

    Makanan ultra proses sendiri merupakan pangan yang telah banyak melalui proses lalu ditambahkan zat aditif seperti gula, perisa, lemak, dan garam. Atau lebih jelasnya adalah makanan yang tak lagi alami. Jika pergi ke supermarket, kita biasa menemui makanan ultra proses di berbagai rak, seperti sereal, sosis, camilan, makanan instan, dan lain-lain.

    Dalam studi yang dikeluarkan oleh The BMJ, peneliti menemukan bahwa sekiranya orang-orang yang mengonsumsi makanan ultra proses dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular hingga 12%. Karena rendah vitamin, mineral, serta serat, makanan ultra proses yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh terutama dalam sistem pencernaan. Makanan-makanan ini sangat berkontribusi dalam pembentukan diabetes, inflamasi, obesitas dan gangguan ritme jantung.

    Jika dikonsumsi oleh anak-anak, makanan ultra proses akan menghambat tumbuh kembang anak terutama dalam proses pembentukan otak.

    Makanan ultra proses ini juga kerap ditemui pada bahan makanan vegan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tidak diproses seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian. Tubuh membutuhkan aneka vitamin, mineral, dan serat pada bahan-bahan pangan alami sehingga tidak terjadi kekurangan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memunculkan penyakit.

    Makanlah untuk hidup!

    Sumber studi : https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ultra-processed-foods-appear-to-cause-overeating-and-weight-gain

    https://www.bmj.com/content/365/bmj.l1451

    Sumber thumbnail : Dids from Pexels

    PLANTFUL


  • 4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan

    July 26, 2021
    /
    Diet , Health , Life Style
    4 Langkah Jaga Kesehatan Pencernaan image

    Masalah pada sistem pencernaan selalu menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam keadaan sehat. Sistem pencernaan sendiri tidak hanya terdiri dari usus halus dan usus besar saja. Mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, kantong empedu, usus halus, usus besar, dan rektum merupakan bagian dari keseluruhan sistem pencernaan. Peranan sistem pencernaan begitu besar dalam menjaga keseimbangan kinerja tubuh. Usus merupakan tuan rumah bagi milyaran mikroorganisme yang juga disebut mikrobioma usus. Di sini, bakteri baik akan membantu usus untuk mencerna makanan dan mengubah nutrisi agar dapat diserap tubuh.

    Kesehatan pencernaan mempengaruhi imun tubuh bahkan saraf-saraf otak. Pencernaan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko ketidak seimbangan hormon, diabetes, hingga gangguan kecemasan dan depresi. Menjaga kesehatan pencernaan tentu jadi hal krusial yang tak boleh diabaikan.


    Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan? Berikut 4 langkah jaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari berbagai penyakit.

    Konsumsi Buah dan Sayur yang Tepat
    Sembelit, perut bergas, dan kembung yang membuat perut tak nyaman sering kali terjadi saat kita tidak mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan. Sering kali hal ini terjadi karena stress, namun pola makan ternyata juga dapat mempengaruhi terbentuknya sindrom iritasi usus besar (IBS) yang merupakan induk dari gangguan-gangguan tersebut.

    Veggies

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels

    Walau makan sayur dan buah apapun baik untuk tubuh, ada juga lho buah dan sayur yang ternyata tidak mudah dicerna oleh usus sehingga menyebabkan sakit. Perhatikan buah dan sayuran yang cocok dengan sistem pencernaanmu agar terhindar dari iritasi usus.

    Hindari Karbohidrat Tak Sehat
    Selain sayur dan buah, ada juga jenis karbohidrat yang dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, seperti kue-kue, tepung gandum, dan makanan tinggi gluten lainnya. Jika pencernaanmu tidak cocok dengan gluten, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika harus menghilangkan gluten sama sekali dalam diet.

    Konsumsi Susu Plant Based

    Plant milk

    Sumber : cottonbro from Pexels


    Bukan rahasia lagi kalau dairy products sering menyebabkan gas berlebih pada perut. Orang dengan lactose intolerance, yaitu yang sistem pencernaannya tidak dapat mencerna laktosa (produk susu hewani) dapat mengidap diare, muntah, perut kembung dan gangguan perut lain jika mengonsumsi produk laktosa. 70% populasi di dunia kini mengidap lactose intolerance. Karena itu susu plant based pun datang sebagai penyelamat. Selain aman untuk pencernaan, susu/produk yogurt berbasis nabati juga dapat menjadi sumber probiotik yang baik.

    Baca juga : 4 Alasan Mengapa Kamu Tidak Butuh Susu Sapi!

    Hindari Daging Hewani dan Perbanyak Makanan Fermentasi
    Mengonsumsi produk hewani terutama daging merah dapat memperparah inflamasi pada usus. WHO melalui studi yang dikeluarkan oleh IARC Working Group menyebutkan bahwa konsumsi daging proses (sosis, spam, kornet, bacon) dapat menyebabkan kanker kolorektal.

    Kamu bisa mengganti daging dengan kacang-kacangan ditambah dengan makanan fermentasi seperti kimchi, yogurt, miso, dan tempe. Selain kaya akan protein, makanan-makanan ini juga tinggi serat dan probiotik yang dapat membantu keseimbangan mikroba dalam pencernaan.

    Baca juga : 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    Kala pandemi saat ini, ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kesehatan. Dimulai dari kesehatan pencernaan, sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan selalu, ya!

    Sumber studi :

    https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/red-and-processed-meats-raise-colorectal-cancer-risk

    https://www.who.int/news-room/q-a-detail/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

    https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JIS/article/view/15221

    Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

    PLANTFUL


  • Save Ralph : Tampilkan Kekejian Animal Testing

    June 28, 2021
    /
    Life Style , sustainable
    Save Ralph : Tampilkan Kekejian Animal Testing image

    Pada April 2021 lalu, The Humane Society of the United States menayangkan film pendek berdurasi 3:53 menit yang menampilkan eksploitasi kelinci sebagai hewan percobaan. Film animasi stop motion yang digarap bersama sutradara kawakan, Spencer Susser tersebut bercerita tentang Ralph, seekor kelinci buta paruh baya yang seumur hidupnya telah dijadikan ‘kelinci percobaan’ oleh perusahaan kosmetik dan obat-obatan. Di awal adegan, Ralph merinci kecacatan yang Ia alami setelah dilakukan beberapa rangkaian test pada tubuhnya. Mata kanannya mengalami kebutaan permanen, telinga kanan berdengung, serta luka bakar kimia di punggungnya.

    “Tidak apa-apa, kami (para kelinci) melakukannya demi manusia, kan?” Ujar Ralph dengan suara lirih. Ralph lalu kembali bercerita bahwa seluruh keluarganya juga merupakan kelinci percobaan.

    Di pertengahan film, Ralph kembali ke lab untuk menjalani serangkaian test yang dilakukan demi membuat produk-produk kecantikan seperti deodoran, lipstik, dan lainnya. Pada akhirnya, Ralph menampilkan pada penonton bahwa setelah percobaan tersebut, Ia mendapat tambahan luka-luka di tubuh dan kedua matanya buta total.

    Animal Testing

    Sumber : www.humanesociety.org

    Perlakuan keji pada hewan bukan baru-baru ini saja terjadi. Animal testing adalah sebuah prosedur yang dilakukan pada hewan hidup bertujuan sebagai riset apakah suatu produk aman untuk digunakan/dikonsumsi oleh manusia. Sekecil apapun suatu percobaan, tetap akan berpotensi menimbulkan rasa sakit/tidak nyaman, serta stress pada hewan.

    Proses percobaan terhadap hewan meliputi :

    1. Uji toksisitas dengan paparan bahan kimia seperti menginjeksi ke area kulit, mata, perut, otot, inhalasi paksa, dan menyuapi.
    2. Manipulasi genetika
    3. Diletakkan di dalam kerangkeng/pengekangan sebagai bagian dari observasi
    4. Tidak memberikan makan dan minum
    5. Pembedahan
    6. Sengaja melukai dan mencederai sebagai observasi cara penyembuhan
    7. Eksperimen tingkah laku
    8. Dan masih banyak lagi.

    Produk-produk kecantikan merk ternama sekalipun masih banyak yang menggunakan kelinci percobaan dalam proses pembuatannya. Kelinci adalah hewan yang paling dieksploitasi di dalam laboratorium percobaan. Disusul dengan tikus, burung, hamster, dan marmut.

    Ralph

    Sumber : www.instagram.com/HSIGlobal

    Menurut laman Humane Society International, sekiranya ada 115 juta hewan di seluruh dunia yang digunakan sebagai kelinci percobaan setiap tahunnya. Namun data yang sesungguhnya bisa jadi melebihi angka tersebut karena tidak semua negara melakukan pencatatan atau menerbitkan data-datanya. Di Uni Eropa, Jerman dan Perancis merupakan dua negara yang melakukan animal testing tertinggi. Disusul oleh kepulauan Britania Raya.

    Percobaan terhadap hewan terus dilakukan sejak ribuan tahun lalu hingga saat ini. Ilmu pengetahuan bergantung terhadap uji coba hewan. Padahal pada kenyataannya, uji coba hewan nyaris tidak pernah benar-benar tepat dalam memprediksi reaksi kimia dalam tubuh manusia. Meniru penyakit yang terjadi di tubuh manusia ke fisik para hewan tentu hanya dapat menyajikan data-data terbatas karena DNA yang tidak sama. Ada ribuan obat stroke yang diujikan pada hewan, namun hanya satu atau dua yang dianggap bisa membantu manusia.

    Dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan, banyak ilmuwan yang kini beralih dari percobaan pada hewan ke metode vitro. Yaitu metode percobaan yang dilakukan pada sel dan jaringan manusia. Ilmuwan juga bisa menggunakan komputer berteknologi canggih untuk menghitung kandungan kimia dan menghubungkannya pada efek terhadap manusia.

    Lalu mengapa percobaan pada hewan masih terus terjadi? Dalam realita, tidak mudah menghentikan cara yang telah dilakukan selama ribuan tahun. Percobaan pada hewan dianggap lebih mudah dan murah karena bisa digantikan dengan cepat. Untuk menghentikan prosedur ini, kita sebagai konsumen harus mulai pintar dalam memilih produk yang akan kita beli.

    Lihatlah lambang-lambang yang tertera pada kemasan. Adakah simbol no animal testing? Cari informasi mengenai merk-merk andalanmu di internet dan stop penggunaannya jika merek dagang tersebut ternyata melakukan percobaan terhadap hewan.

    Baca juga : Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free


    Cantik dan sehat tidak perlu kejam terhadap hewan, kan?

     

    PLANTFUL


  • 5 Cara Gunakan Ampas Kopi Agar Tak Jadi Sampah

    June 25, 2021
    /
    Life Style , sustainable
    5 Cara Gunakan Ampas Kopi Agar Tak Jadi Sampah image

    Siapa di sini yang suka bikin kopi sendiri di rumah? Pasti tahu kan kalau membuat kopi, ada ampas yang sayangya sering kali berakhir di tempat sampah. Padahal, ampas kopi memiliki banyak kegunaan setelah diolah lagi. Mengolah ampas kopi agar tidak jadi sampah bukanlah proses yang sulit, kok! Hmm, apa saja sih memang kegunaan ampas kopi dalam kehidupan sehari-hari?

    Baca dulu yuk 5 cara gunakan ampas kopi agar tak jadi sampah!

    Jadikan Campuran Kompos
    Kompos adalah harta karun bagi para pecinta bercocok tanam. Fungsinya yang tak main-main bagi tanah dan tanaman seperti menyuburkan dan memberi nutrisi, membuat siapapun rela deh bikin kompos sendiri. Apalagi membuat kompos di rumah itu gampang banget. Sudah punya komposter? Saatnya tambahin ampas kopi di komposmu! Ampas kopi memiliki 1.45% nitrogen, serta magnesium, kalsium, dan potassium yang akan memperkaya hasil akhir kompos. Semakin banyak mineral, semakin bagus untuk tanaman.

    Tebar Di Pot

    Compost

    Sumber : Eva Elijas from Pexels


    Nggak punya komposter? Kamu bisa langsung menebarkan ampas kopi di pot tanaman. Pastikan ampas kopi dikeringkan terlebih dahulu, dan gunakan sedikit-sedikit apoasnya di setiap pot. Karena kalau tidak melalui proses penguraian, tumpukan ampas kopi di tanah bisa menghalau air untuk masuk.

    Anti Serangga
    Di rumah sedang banyak semut tapi gak tega melukainya? Atau sedang terjadi serangan bekicot di kebunmu saat musim hujan? Tebar ampas kopi di sekitar jalur yang dilewati, dijamin hama langsung kabur! Semut terutama tidak menyukai bau-bauan yang begitu menyengat. Tapi kalau sudah beres, jangan lupa bersihkan ampasnya, ya! Biar gak datang lalat.

    Percantik Kulit dengan Scrub Kopi
    Selama kulit tidak alergi dengan kopi, kamu bisa mengubah ampas kopi jadi scrub tubuh agar semakin glowing. Cukup campur 3 sendok makan ampas kopi, 1 sendok makan minyak kelapa, dan 1 sendok makan brown sugar, simpan dalam toples kedap udara. Tadaaaa, jadi deh exfoliator irit kantong yang bisa tahan berbulan-bulan.

    Soap and Scrub

    Sumber : Monstera from Pexels

    Buat sabun
    Kalau yang satu ini, kamu perlu keahlian di bidang pembuatan sabun alami. Kamu bisa ikut kelas membuat sabun atau mencari resepnya di Google/Youtube dan manfaatkan ampas kopi yang sudah kamu kumpulkan!

    Baca juga : Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Melalui Makanan?

    Gak susah kan untuk mengolah sampah rumah tangga? Dimulai dari mengolah ampas kopi, hingga nanti betul-betul mengolah berbagai limbah agar tidak sampai ke tempat pembuangan akhir.

    Sumber thumbnail : cottonbro from Pexels

    PLANTFUL


  • Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia

    June 21, 2021
    /
    Diet , Life Style , Veganism
    Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia image

    Pandemi yang mulai terjadi pada 2020 lalu bukanlah awal mula ditemukannya pola makan berbasis nabati. Namun pada tahun yang kelam itu, penjualan bahan pangan berbasis nabati mengalami kenaikan drastis di seluruh dunia. Semua orang berbondong-bondong untuk beralih ke pola hidup yang lebih sehat di tengah pusaran Covid-19. Siapapun harus berusaha memperbaiki tata cara hidup demi imun yang kuat hingga dapat terhindar dari sang virus. Kebersihan menjadi nomor satu, dan pola makan yang terlalu banyak mengandung hewani perlahan ditinggalkan.

    plant based

    Sumber : www.plantbasedfoods.org

    Di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat, penjualan plant based food bahkan melewati lebih dari 7 milyar USD atau kurang lebih mencapai 27% pada 2020. Di tahun yang sama, tercatat bahwa ada 71 juta rumah tangga yang telah membeli bahan makanan berbasis nabati. Kenaikannya 9 kali lebih cepat dari dua tahun sebelumnya.

    Inggris adalah salah satu negara dengan perkembangan plant based eaters yang pesat selain Amerika Serikat. Pada tahun 2019, sebanyak 600.000 orang di UK mendedikasikan dirinya pada veganisme. Angka yang terus bertambah tiap tahunnya tak lagi hanya sekadar trend. Merk-merk bahan makanan raksasa pun mulai berlomba-lomba menjual pakan vegan. Mulai dari Heinz, Kit Kat, hingga resto cepat saji kini menawarkan variasi berbasis nabati.

    Di Indonesia sendiri, plant based food bukan suatu hal yang baru. Namun popularitasnya memang mulai meningkat sejak tahun 2018. Hingga kini, plant based eater di Indonesia bisa mulai leluasa memilih tempat makan selain di restoran khusus. Burger King dan Abuba Steak misalnya, kini keduanya menawarkan menu plant based di seluruh cabangnya di Indonesia. Supermarket di beberapa kota besar pun mulai menjual aneka bahan pakan vegan sebagai substitusi makanan berbasis hewani. Seperti keju, susu, daging tumbuhan, dan lainnya.

    Baca juga : Plant Based Whopper Burger King Indonesia Raih Popularitas

    Untuk konsumsi sayuran, masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa dengan aneka hidangan sayur yang kerap menjadi menu harian kita. Urap, gado-gado, ketoprak, sop bening, hingga gudeg, hidangan-hidangan khas Indonesia ini lebih banyak menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Belum lagi tempe dan tahu sebagai sumber protein terbesar para vegan yang sangat mudah didapatkan di Indonesia.

    Baca juga : 4 Alasan Jadi Vegan di Jakarta Itu Gampang Banget!

    Dengan sejarah kuliner Indonesia yang erat akan masakan berbasis nabati, masa depan plant based food di Indonesia tidak akan merosot. Semakin banyak yang sadar akan pentingnya mengonsumsi plant based food, maka perjalanan plant based baru saja dimulai.

    Ayo mulai petualangan plant based food mu di Jakarta bersama Plantful. Klik di sini untuk melakukan pemesanan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Melalui Makanan?

    April 30, 2021
    /
    Life Style , sustainable
    Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Melalui Makanan? image

    Tanpa kita sadari, setiap harinya mikroplastik masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi. Consumerreports.org menjelaskan, per minggunya manusia menelan plastik yang kasat mata setidaknya seukuran kartu kredit. Puing-puing sampah plastik sejak bertahun-tahun lalu telah tersebar ke seluruh lautan di bumi. Hewan laut menanggung akibatnya. Mereka terluka/terbunuh karena plastik, dan yang paling mengerikan adalah, hewan laut tak sengaja menelan puing plastik dan mikroplastik pun tinggal di dalam tubuh para hewan hingga mati. Jika ikan/hewan laut tersebut dimakan oleh makhluk lain, kandungan mikroplastik pun berpindah ke tubuh yang menyantap. Termasuk manusia yang menyantap boga bahari dengan kandungan mikroplastik. Ia tak pernah benar-benar hilang.

    Plastik

    Sumber : www.unep.org

    Mikroplastik sendiri adalah plastik yang telah melebur. Karena tidak bisa 100% terurai, plastik pun meninggalkan jejak berupa partikel kecil yang semakin lama semakin mengecil hingga kasat mata, inilah mikroplastik. Sejak tahun 1950, kehidupan kita sebagai manusia telah dimudahkan oleh keberadaan plastik. Produksi plastik sejak itu diperkirakan mencapai 8,3 miliar ton. Plastik ada dalam pakaian kita, ada dalam tempat makan, sendok, garpu, dan gelas. Plastik benar-benar menjadi penerangan pada abad ini. Namun produksi dan pemakaiannya yang berlebihan harus dibayar oleh bumi serta makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.

    Menurun United Nations, 80% sampah di lautan adalah plastik. Sehingga keberadaan mikroplastik diperkirakan mencapai 51 triliun partikel. Jika hal ini terus terjadi dan sampah plastik semakin banyak di lautan, pada tahun 2050 keberadaan plastik di lautan akan melebihi banyaknya ikan.

    Selain boga bahari, mikroplastik ternyata juga ditemukan pada sayuran dan buah yang sering kita konsumsi sehari-hari. Studi dari Universitas Catania, Italia menemukan partikel plastik dalam wortel, apel, selada, dan buah pir, dengan apel sebagai buah dengan kandungan mikroplastik terbanyak, yaitu sekitar 195,500 partikel per gram.

    Mikroplastik masuk ke dalam sayur dan buah melalui penggunaan plastik pada proses produksi dan distribusi. Air yang telah tercemar plastik digunakan saat menanam, dan supermarket yang mengemas buah/sayur menggunakan plastik berlapis-lapis.

    Lalu apakah mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia berbahaya?


    Studi menjelaskan bahwa resiko tubuh manusia tercemar racun dari mikroplastik tetap tinggi walau tidak memberi efek secara langsung. Beberapa jenis mikroplastik amengandung racun yang berbahaya seperti BPA, PVC, dan DBT. Penelitian mengenai efek mikroplastik yang tertelan manusia masih terus berlangsung hingga artikel ini diunggah.

    Walau begitu, meminimalisir penggunaan plastik harus tetap kita lakukan. Efek buruk mikroplastik dalam tubuh manusia memang masih belum menemui titik terang, namun mikroplastik telah membunuh jutaan hewan laut.

    Sumber thumbnail : www.greenpeace.org
    Sumber studi :
    https://www.unep.org/interactive/beat-plastic-pollution/
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6132564/
    https://www.consumerreports.org/health-wellness/how-to-eat-less-plastic-microplastics-in-food-water/

    PLANTFUL