Blog

  • Tokoh Vegan Bulan Maret : Miley Cyrus

    March 13, 2020
    /
    Life Style , Veganism , Entertainment
    Tokoh Vegan Bulan Maret : Miley Cyrus image

    Dengan gayanya yang eksentrik dan terkesan urakan, siapa sangka ternyata penyanyi lagu hit Party in the USA ini seorang vegan dan sudah mempraktikkan veganisme sejak 2014 lalu. Awal mula Miley Cyrus memutuskan untuk menjadi vegan memang sangat unik. Ia menceritakan kisahnya dalam acara The Tonight Show Jimmy Fallon bahwa hewan-hewan peliharaannya lah yang menginspirasi Miley untuk mengubah pola hidupnya.

    Miley

    Sumber : www.instagram.com/MileyCyrus

    Ia begitu terkejut ketika suatu hari pulang ke rumah dan mendapati ikan buntal peliharaannya begitu senang melihatnya dari dalam aquarium. Miley pun menyadari bahwa ikan buntal adalah makhluk yang cerdas. Begitu pula dengan babi peliharaannya yang ternyata juga menganut veganisme. Unik, kan?

    Miley Stella Paris

    Sumber : www.spotern.com (Right to left : Miley Cyrus, Stella McCartney, Paris Jackson)

    Aksi Miley Cyrus dalam mendukung penuh Hak Asasi Hewan tak hanya berhenti pada mengonsumsi produk vegan, Ia juga bersikeras untuk mengenakan pakaian-pakaian yang ramah lingkungan dan 100% vegan. Dalam wawancaranya di majalah Vogue pada 2018 lalu saat Met Gala, Miley Cyrus menegaskan :

    "I'm here so excited to be a part of this because I think this moment can be
    about so many different things, and for me I want to bring a message which is
    veganism and that there doesn't have to be torture in fabulous fashion."

    Kala itu Miley dan perancang busana ternama, Stella McCartney menghadiri acara Met Gala dengan mengenakan rancangan terbaru dari Stella yang bahan-bahannya 100% vegan serta sustainable.

    Vegan Miley

    Sumber : www.plantbasednews.org

    Di setiap kesempatan, Miley selalu lantang bersuara dan tak ragu ketika menyatakan kecintaannya terhadap hewan. Ia beberapa kali bekerja sama dengan perancang papan atas, salah satunya perusahaan sepatu Converse untuk membuat produk fesyen yang sama sekali tak mengandung hewani.

    Miley

    Sumber : www.happyhippies.org (Miley Cyrus for Happy Hippies x Converse)

    Organisasi PETA pun memberikan Miley Cyrus penghargaan The Best Voice 4 Animals pada tahun 2017 dan terus menjadikan penyanyi berusia 28 tahun ini sebagai ikon vegan. Dengan bangga Miley menyebutkan bahwa gaya hidup vegan akan terus mengambil alih peradaban dan sangat gembira untuk menyambut perubahan berkelanjutan.

    Tak sabar ya menanti perjuangan apa lagi yang akan Miley Cyrus tempuh dalam menyuarakan veganisme!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.happyhippies.org


  • Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik?

    February 29, 2020
    /
    Food , Life Style
    Organik vs Konvensional, Mana Lebih Baik? image

    Perbedaan bahan-bahan organik dengan bahan konvensional (non organic) terletak pada proses penanaman dan penanganannya. Pada tahap tersebut, terdapat indikasi bahwa sayuran/buah organik memang lebih sedikit mengandung pestisida dari pada bahan konvensional. Namun, tidak benar bahwa bahan organik jauh lebih bernutrisi. Karena pada kenyataannya baik produk organik maupun konvensional, keduanya memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral dan serat yang tidak berbeda.

    Market

    Sumber : www.deviliciouslyraw.com

    Pertanian organik sendiri dihadirkan guna meningkatkan kualitas tanah dan air karena penggunaan pestisida/bahan kimia yang diminimalisir. Sistem pertanian ini ramah lingkungan sehingga diharapkan dapat berkelanjutan (sustainable) di masa depan. Apalagi pertanian organik mengandalkan penggunaan pupuk kompos, jadi polusi dapat ditekan dari proses ini.

    Sementara produk konvensional memang lebih “egois”. Sistem pertanian konvensional lebih mementingkan kuantitas sehingga untuk memenuhi permintaan yang begitu besar, mereka mempercepat proses dengan pestisida/pupuk kimiawi.

    Walau dari segi “keamanan” dan keramahan lingkungan produk organik jauh lebih baik, bukan berarti kamu harus selalu membelinya. Apalagi dari segi harga, produk organik tidak selalu ramah di kantong. Kamu tetap bisa mendapatkan nutrisi yang sama dari buah/sayuran konvensional.

    Alternatif yang bisa kamu pilih adalah membeli keduanya dengan seimbang agar tidak terlalu terbebani. Namun jangan lupa untuk mengikuti beberapa tips berikut ini :

    Belilah varian sayur, buah, kacang-kacangan baik organik maupun konvensional agar nutrisimu tetap terlengkapi. Mungkin ada buah/sayur yang hanya tersedia organik atau hanya tersedia dalam bentuk konvensional. Pilih mana yang cocok dengan kebutuhanmu tanpa mengesampingkan asupan harian tubuh.


    Beli sayur dan buah yang sedang musim agar kamu bisa mendapatkan produk yang segar. Bagus juga kalau kamu punya kalender khusus produk pertanian yang sedang musim, jadi setiap hendak berbelanja, kamu sudah tahu harus membeli apa.


    Cuci bersih sayur serta buah-buahan yang sudah kamu beli! Karena dengan mencuci bersih sayuran dan buahmu, kamu dapat terhindar dari bakteri seperti E.Coli. Rendam sayuran/buah dalam air (bisa juga menggunakan sabun khusus sayuran) selama satu jam lalu keringkan dan simpan di tempat yang sejuk. Untuk buah, kamu bisa menggunakan garam kasar dan menggosokkannya pada kulit buah.

    Organik maupun konvensional, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selalu coba setiap produk agar kamu tahu mana yang cocok dengan kebutuhanmu. Yang terpenting juga selalu perhatikan kesehatanmu, ya!

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.ubudorganicmarket.com


  • Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free

    February 19, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    Mengenali Produk Vegan dan Cruelty Free image

    Meningkatnya kesadaran orang-orang terhadap non animal testing products alhasil membuat permintaan produk kecantikan dan perawatan yang cruelty free meningkat pesat. Merk-merk berlabel cruelty free dan vegan pun bermunculan guna memenuhi permintaan dan membawa pesan pada masyarakat bahwa kecantikan tak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    Labels

    Sumber : www.vforveganism.com

    Tapi bagaimana caranya kita mengetahui apakah suatu produk sudah bersertifikasi vegan/cruelty free? Adakah perbedaan dalam nama-nama label tersebut?

    Kali ini Plantful akan membahas tentang cara mengenali produk vegan dan cruelty free sehingga kamu-kamu yang sudah mulai concern dengan isu animal testing bisa lebih cermat ketika membeli suatu produk kecantikan.

    Pertama kita ketahui lebih dulu apa sih perbedaan antara vegan dan cruelty free?

    Vegan
    Produk kecantikan/perawatan yang tercantum label vegan artinya tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Misalnya susu sapi/kambing, madu, ekstrak hewani dan lainnya. Bahan yang digunakan biasanya alami dan 100% berasal dari tumbuh-tumbuhan.

    Cruelty Free
    Jika kamu membaca label cruelty free pada suatu produk, artinya produk ini tidak melakukan percobaan pada hewan. Walau ada merk yang mengatakan mereka tak menyakiti hewan dalam proses percobaan di laboratorium (namun tetap menggunakan hewan percobaan), ini tetap tidak bisa dilabeli cruelty free karena proses percobaan pada hewan telah terbukti menyakitkan bahkan dapat berujung pada kematian yang mengerikan. Selain tidak mencoba produk akhir pada hewan, merk dengan tanda cruelty free juga memastikan bahwa bahan-bahan yang didapatkan dari suplier tidak dicoba pada hewan.

    Walau kedua label di atas terkesan saling berkesinambungan, tidak selalu suatu produk misalnya berlabel vegan berarti cruelty free lho. Begitupun sebaliknya. Karena pada beberapa produk dengan label cruelty free juga masih ada yang mengandung bahan hewani. Biar gak bingung, begini cara melihat label vegan/cruelty free pada produk kesayanganmu!

    Logo vegan yang resmi diperoleh dari Vegan Action, The Vegan Society dan The Vegetarian Society.

    Vegan Labels

    Sumber : www.ethicalelephant.com

    Sedangkan untuk lisensi logo resmi cruelty free/non animal testing diperoleh dari PETA, The Leaping Bunny (Cruelty Free International) dan Choose Cruelty Free untuk area Australia.

    Cruelty Free

    Sumber : www.crueltyfreekitty.com

    Jangan lupa untuk cek n ricek database merk-merk yang sudah memegang lisensi cruelty free ya, karena ada juga beberapa merk yang tidak menambahkan logo pada packagingnya karena alasan biaya tambahan (yang tentunya tidak murah). Kamu bisa melihat daftar produk bersertifikasi cruelty free di laman PETA.ORG atau CrueltyFreeKitty.com.

    Sudah tahu kan perbedaannya? Yuk tumbuhkan kesadaran pada hak asasi hewan dan mulai perlahan mencermati produk kecantikan/perawatan yang kamu gunakan. Ingat, cantik kan tidak perlu menyakiti makhluk hidup lainnya.

    PLANTFUL

    Sumber thumbnail : www.peta.org


  • Hemat Ala Vegan

    February 13, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    Hemat Ala Vegan image

    Siapa bilang veganisme selalu bikin kantong bolong?

    Sering kali kita dengar kalau merubah pola hidup menjadi vegan pasti harus siap merogoh kocek lebih dalam saking mahalnya aneka substitusi produk hewani. Belum lagi vitamin yang harus dikonsumsi sebagai tambahan asupan tubuh. Kalau benar adanya, sulit juga yah menjadi vegan!

    Ada beberapa produk bahan makanan vegan yang memang tidak murah, terutama di Indonesia yang pasarnya masih rendah peminat. Tapi bukan berarti menjadi vegan harus selalu menguras isi kantong. Sama seperti dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya, menjadi vegan juga bisa berhemat, kok!

    Gimana sih cara hemat ala vegan? Yuk ikutin tips-tips dari Plantful di bawah ini!

    Meal Prep!
    Meal prepping adalah perencanaan satu atau dua menu yang akan kamu masak dan siapakan sebagai makanan pokok selama beberapa hari ke depan. Selain menghemat waktu, meal prepping juga bikin kamu hemat dalam berbelanja bahan makanan karena sudah terencana sedemikian rupa.

    Meal prep

    Sumber : www.liveeatlearn.com

    Yang kamu perlukan dalam meal prep adalah tempat makan kedap udara agar aman disimpan dalam kulkas. Pastikan meal prep-mu mengandung asupan vitamin dan gizi harian yang cukup, juga bukan menu yang cepat basi. Nggak perlu masak yang heboh, asal tahu, tempe dan sayuran ada di dalam menu, you’ll be fine!

    Belanja Sesuai Kebutuhan!
    Sebaiknya jika kamu berbelanja bahan makanan, belilah untuk persiapan satu minggu (meal prep) ke depan. Dengan menulis daftar belanjaan dan merencanakan menu satu minggu ke depan, kamu jadi bisa terhindar dari membeli sesuatu yang gak dibutuhkan.

    Belanja

    Sumber : www.retailnews.asia

    Belanja sayur dan buah serta bumbu dapur bisa kamu lakukan di pasar tradisional terdekat. Selain lebih murah, pilihan buah musiman juga lebih bervariatif di pasar tradisional.

    Kurangi Jajan!
    Restoran vegan gak semuanya murah, lho! Akan lebih menguntungkan kantong kalau kamu buat smoothie-bowl sendiri di rumah. Undang teman-teman untuk potluck di rumah dari pada hang out di luar juga bisa jadi alternatif. Hemat, kenyang dan sama sehatnya, kok!

    Tanam Sendiri, Yuk!
    Menanam sayuran di rumah tak hanya bermanfaat untuk tanah dan udara, juga bermanfaat untuk kantongmu. Kamu yang sudah jago bercocok tanam bisa mulai menanam aneka sayuran yang nanti akan kamu panen untuk stok mingguan. Nah untuk kamu yang belum pernah belajar cara berkebun, ayooooo mulai cari-cari komunitas berkebun lokal yang bisa kamu ikuti kelasnya. Berkebun banyak manfaatnya lho, terutama untuk seorang vegan!

    Pesan Plantful
    Mau belanja dan masak gak ada waktu karena kesibukan? Tenang saja, Plantful hadir untuk kamu-kamu para vegan yang sedang mencari katering vegan murah tapi gak kaleng-kaleng. Di Plantful kamu bisa memesan menu paket makan siang/malam harian, 5 harian atau full selama 20 hari.

    Plantful

    Selain menu makanannya yang nggak ngebosenin, kamu juga bisa pilih sendiri karbo utamanya. Ada nasi merah, kentang, nasi kembang kol dan nasi shirataki. Gak hanya berhenti di situ aja, Plantful juga menyediakan paket weight loss, cleansing, pressed juice dan fit mom dengan harga yang ramah kantong.

    Yuk pesan paket Plantful-mu di sini!

    Itu dia 5 cara hemat ala Vegan yang gak akan rugi kamu ikuti! Terpatahkan ya mitos vegan itu mahal. Siapapun bisa jadi vegan, di manapun, kapanpun!

    PLANTFUL


  • 7 Negara Vegan Friendly yang WAJIB Dikunjungi!

    February 5, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    7 Negara Vegan Friendly yang WAJIB Dikunjungi! image

    Sebagai vegan, liburan ke luar negeri sering kali menjadi problematika karena minimnya informasi mengenai makanan vegan di negara-negara yang dikunjungi. Apakah negara tersebut vegan friendly? Apakah akses hidangan vegan mudah didapatkan? Apakah bahan masakannya 100% nabati? 

    Karena sudah banyak negara yang berjanji untuk mengatasi permasalah krisis iklim, gerakan veganisme pun menjadi lebih mudah tersebar ke berbagai kontinen. Sehingga kesulitan mencari tempat makan vegan di berbagai negara tak lagi sulit.

    Nah, untuk memudahkan rencana kamu saat bepergian nanti, PLANTFUL sudah merangkum daftar 7 negara vegan friendly untuk kamu-kamu para vegan yang sedang merencanakan liburan ke luar negeri! 

     

    1. Islandia

    Islandia

    Sumber : www.telegraph.co.uk

    Daftar panjang hidangan dari negara land of ice and fire ini selalu menyisipkan produk hewani di dalamnya. Tak heran karena Islandia dikelilingi oleh lautan hingga konsumsi boga bahari bukanlah hal yang asing. Hidangan khas Islandia selalu terdiri dari ikan, dairy dan daging kambing. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, gerakan veganisme telah berhasil menginvasi dan menjadikan Islandia sebagai salah satu negara vegan friendly di dunia.

    Iceland

    Sumber : www.evans-crittens.com

    Banyak sekali kafe dan restoran yang menyediakan menu vegan. Bahkan pada tahun 2018 lalu, salah satu supermarket di Islandia meluncurkan produk bahan makanan vegan (substitusi daging) dan kepopulerannya terus meningkat hingga sekarang.

     

    1. Indonesia

    Negeri kita tercinta ini juga masuk ke dalam daftar negara vegan friendly lho! Bali dan Jakarta menjadi kota yang merepresentasikan kecepatan gerakan veganisme di Indonesia.

    Ubud

    Sumber: www.scmp.com

    Mungkin kalau kamu belum ada rencana liburan ke luar negeri, bisa jalan-jalan ke Bali dan menikmati aneka restoran vegan di daerah Canggu dan Ubud. Pastikan kalau tempat makan yang kamu kunjungi benar-benar 100% vegan ya!

     

    1. India

    India selalu menjadi destinasi bagi para vegan dan vegetarian untuk melakukan petualangan kuliner. Selain lezat, hidangan khas India lebih banyak mengandung tumbuhan dan kacang-kacangan. 

    India

    Sumber : www.intrepidtravel.com

    Kunjungilah kota Mumbai yang akses ke restoran-restoran plant basednya lebih mudah. Jangan lupa untuk memastikan bahwa hidangan yang kamu pilih sama sekali tidak mengandung produk hewani ya, karena masih banyak menu khas India yang tak menggunakan daging namun masih menuangkan susu/yogurt non nabati.

     

    1. Jerman

    Berlin

    Sumber : www.visitberlin.de

    Sebagai negara dengan kontribusi terbesar dalam pendanaan Green Climate Fund, Jerman tak main-main dalam kontribusinya untuk melawan krisis iklim. Dalam mencapai tujuannya untuk mengurangi efek gas rumah kaca hingga 40% di tahun 2020 ini, pemerintahan Jerman telah melakukan berbagai upaya termasuk kampanye mengurangi konsumsi daging hewani. Hal ini menjadikan Jerman sebagai salah satu negara paling ramah vegan di dunia.

     

    Di Berlin kamu dapat menikmati aneka hidangan di restoran vegan yang melimpah ruah di berbagai sudut kota. Pasar dan supermarket pun menjual aneka produk vegan dan organik, jadi kamu gak perlu khawatir saat berlibur ke Jerman.

     

    1. Britania Raya

    Mencari restoran dan kafe yang menghidangkan menu vegan tidaklah sulit di Britania Raya terutama di kota London. Veganisme bukanlah hal yang asing di negeri Ratu Elizabeth ini. Dengan didukung oleh hasil pertanian lokal, restoran-restoran vegan di Inggris pun berkembang pesat dan menjadi pilihan populer di kalangan turis.

     

    1. Korea Selatan

    Mungkin kedengarannya aneh karena hidangan Korean BBQ (yang tentunya mengandung hewani) sedang populer, tetapi ternyata Korea Selatan juga merupakan salah satu negara vegan friendly, lho! Korea Selatan sudah terkenal sebagi negara dengan hidangan ter-sehat di dunia. Masyarakatnya gemar mengonsumsi sayuran dengan porsi yang lebih besar dari pada daging. Ini tentunya menjadi modal yang memudahkan gerakan veganisme masuk ke KorSel.

    Korean Food

    Sumber : www.okonomikitchen.com

    Kini di Seoul, kamu bisa menemukan banyak sekali resto-resto yang menunya 100% plant based. Untuk kamu yang muslim dan tidak bisa sembarangan mengonsumsi daging, bisa juga lho mengunjungi resto-resto vegan di Seoul.

     

    1. Thailand

    Hidangan tradisional Thailand sudah terdiri dari aneka macam sayuran karena ajaran Buddhism yang melekat, jadi tak sulit untuk menemukan hidangan vegan di sini. 

     

    Selain itu, aneka buah dan sayuran juga dijual di manapun, sejauh mata memandang terutama di Bangkok. Ada banyak rekomendasi restoran vegan di Bangkok yang bisa kamu masukan ke dalam daftar kunjungan liburanmu!

     

    7 negara vegan friendly yang wajib dikunjungi di atas masih sebagian dari banyak negara vegan friendly di dunia. Pesatnya gerakan veganisme di tahun 2020 semakin memudahkan kita untuk mengakses menu vegan di manapun. Liburan ke luar negeri jadi lebih mudah, deh!

     

    PLANTFUL


  • Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya?

    January 30, 2020
    /
    Diet , Life Style
    Vegan, Vegetarian, Flexitarian, Pescatarian. Apa Bedanya? image
    Kamu tahu gak kalau istilah vegan dan vegetarian itu berbeda maknanya? Walau rasanya sudah tak asing dengan keduanya, ternyata masih banyak yang belum tahu kalau vegan dan vegetarian adalah dua nama diet yang berbeda. Memang tidak terlalu signifikan sih perbedaannya, tapi tetap kalau kita tak tahu, bisa-bisa kita salah mengonsumsi makanan yang tepat.
     

    Selain vegan dan vegetarian, ada juga istilah diet flexitarian dan pascatarian. Sebelum kamu memilih diet mana yang cocok dengan tubuhmu, sebaiknya kamu cari tahu dulu apa sih sebenarnya perbedaan dari ke-empat istilah diet itu? Tenang saja, Plantful sudah rangkum penjelasannya di bawah ini!

     
    Vegan
    Veganisme adalah tipe diet yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani seperti daging-dagingan, dairy products, telur dan boga bahari. Selain konsumsi makanan, diet veganisme juga berlaku pada apapun yang dikenakan seperti pakaian dan aksesoris (tidak berbahan kulit hewan asli, ramah lingkungan), produk kecantikan dan riasan (cruelty free, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan), serta obat-obatan.
     
    Dari veganisme lahirlah lima tipe vegan, yaitu : Etikal, plant-based, raw, high carb low fat dan sadar/peduli lingkungan. Klik di sini untuk tahu perbedaannya!

     
    Vegetarian
    Tak sama dengan veganisme, seseorang yang mengaku menerapkan diet vegetarian belum sepenuhnya meninggalkan konsumsi produk hewani. Vegetarian memang tidak memakan daging hewani, namun masih mengonsumsi dairy products atau telur.
    vegetarian
    Sumber: www.bbc.co.uk

    Ada dua jenis vegetarian : Lacto-vegetarian adalah mereka yang tidak mengonsumsi daging serta telur namun masih menambahkan dairy products (susu, keju, yogurt, krim) pada menu dietnya. Lalu ada ovo-vegetarian, yaitu mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani apapun kecuali telur.
     
    Bagi kamu yang belum kuat untuk menerapkan veganisme, mencoba diet vegetarian tentu dapat jadi tolak ukur kekuatan tubuhmu.

     
    Flexitarian
    Belum bisa tidak makan daging hewani sama sekali? Kamu bisa jadi flexitarian sembari menerka-nerka kesanggupan tubuhmu, nih! Flexitarian adalah jenis diet yang lebih banyak porsi konsumsi plant-based namun sesekali masih mengonsumsi daging serta produk hewani lainnya. Demi kesehatan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang menjalani diet ini. Tapi biasanya, flexitarian juga sangat berhati-hati dalam memilih produk hewani yang hendak mereka konsumsi. Mereka mengutamakan daging dari hewan yang tidak dikandang, organik dan peternakannya ramah lingkungan.

     
    Pescatarian
    pescatarian
    Sumber : www.thespruceeats.com

    Jenis diet yang satu ini cukup unik karena fokus konsumsinya bukanlah daging (sapi, kambing, unggas, kelinci, dst) melainkan ikan. Sama seperti ke-tiga diet sebelumnya, pescatarian tetap mengedepankan konsumsi produk nabati dengan porsi yang sangat besar. Namun para penganut diet pescatarian menambahkan ikan dalam menunya. Agak serupa dengan diet Mediterania namun perbedaannya pescatarian tidak mengonsumsi daging putih sama sekali.
     
    Ternyata nama-nama diet yang berakhiran “ian” tidak sama maknanya, ya? Walau begitu, ke-empat jenis diet populer di atas ini memiliki satu tujuan utama, yaitu menyelamatkan lingkungan dan mengedepankan kesehatan tubuh. Setelah tahu perbedaannya, kamu mau menjalankan diet yang mana, nih?
     
    PLANTFUL
     

  • 5 Selebriti yang Memutuskan Jadi Vegan

    January 28, 2020
    /
    Life Style , Veganism
    5 Selebriti yang Memutuskan Jadi Vegan image

    Selama beberapa tahun ini, veganisme menjadi garda terdepan bagi mereka yang mengidamkan pola hidup sehat. Popularitas vegan rasanya sulit turun walaupun peminatnya berlimpah, tak seperti pilihan pola hidup sehat lainnya. Semakin banyak yang menyadari manfaat vegan yang dampaknya tepat sasaran pada kesehatan serta kelestarian lingkungan.

    Menjadi seorang vegan kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Resep menu vegan dengan bahan-bahan yang mudah dan murah beredar di media sosial sehingga kita bisa menyimpannya untuk referensi menu makan esok hari. Ada banyak juga restoran yang menyajikan menu khusus vegan sehingga makan-makan keluar bersama teman tak lagi membuat risau.

    Mungkin kemudahan-kemudahan yang Plantful sebutkan di atas masih belum sepenuhnya meyakinkan kamu untuk mencoba veganisme. Hmm, mungkin kamu bisa lebih termotivasi begitu membaca daftar 5 selebriti yang memutuskan jadi Vegan ini. Yuk kita cari tahu siapa saja selebnya!

    Zac Efron

    Setelah bertahun-tahun menjalani jadwal yang padat dan membuat kesehatannya naik turun, pemeran Troy Bolton di film High School Musical ini akhirnya memutuskan untuk menjalani diet vegan guna memperbaiki metabolisme tubuhnya.

    Zac Efron

    Sumber : www.livekindly.co


    Pada 2018 lalu, Zac mengaku kalau dirinya mulai mengonsumsi makanan non hewani secara total dan merasakan banyak manfaat langsung pada tubuhnya. Ia jadi lebih berenergi serta mudah mengontrol waktu tidurnya. Bahkan perubahan pola makannya itu tak membuatnya lemas apalagi sampai berhenti berolahraga angkat beban.

    Will.I.Am

    Will.I.Am

    Sumber : www.plantbasednews.org


    Rapper kenamaan asal Amerika yang tergabung dalam grup musik Black Eyed Peas ini memulai perjalanan vegannya pada tahun 2018. Sama seperti Zac Efron, Will.I.Am mencoba mengonsumsi plant based menu demi kesehatannya. Dalam waktu singkat saja, Ia langsung dibuat jatuh cinta dengan konsep veganisme. Will.I.Am pun mendeklarasikan dirinya sebagai VE-GANG. Kini Will.I.Am ikut menyuarakan pentingnya menjadi veganisme demi hak asasi hewan serta demi keselamatan bumi di masa kini dan selamanya.

    Jenna Dewan


    Diagnosa lactose-intolerant justru mengantarkan Jenna Dewan kepada veganisme di usianya yang masih sangat belia. Ia merupakan salah satu selebriti yang sangat berdedikasi pada veganisme, bahkan Jenna juga sering membagikan resep-resep vegan pada akun youtubenya.

    Jenna Dewan

    Sumber : www.chooseveg.com


    Menjadi vegan tak membuatnya kehilangan energi apalagi menurunkan kesehatannya,. Sebaliknya, ibu yang sedang mengandung anak keduanya ini justru merasa lebih cantik dan energetik setelah menjadi seorang vegan. Hmm, ternyata vegan adalah rahasia kecantikan Jenna Dewan, ya!

    Billie Eilish


    Billie sangat tertutup akan kehidupan pribadinya termasuk gaya hidup vegannya yang ternyata sudah lama Ia lakukan. Billie selalu mengatakan bahwa Ia menjadi vegan atas pilihannya sendiri dan tak memaksa orang lain untuk mengikuti dirinya, namun Ia menyarankan jika ingin menyelamatkan lingkungan, menjadi vegan adalah salah satu cara yang tepat serta mudah.

    Billie Eilish

    Sumber : www.starsinsider.com 


    Pemenang penghargaan Grammy Awards 2020 termuda ini sudah menjadi vegan sejak kisaran tahun 2014 dan mengatakan dalam suatu interview bahwa Ia sangat menyayangi binatang dan tak ingin menyakiti apalagi mengambil hak asasi para hewan. Selain kecintaannya terhadap hewan, Billie juga menjadi salah satu dari jajaran selebriti yang aktif menyuarakan perlawanan atas krisis iklim. Ia menulis lagu All the Good Girls Go to Hell sebagai protes terhadap mereka yang tak percaya pada perubahan iklim.

    Eva Celia

    Eva Celia

    Sumber : www.Instagram.com/Evacelia

    Dara kelahiran Jakarta 21 September 1992 ini telah beralih menjadi vegan, mengikuti jejak sang Ibunda pada 2018 lalu. Eva menyadari pentingnya menjaga lingkungan dengan memutus sama sekali konsumsi daging serta produk hewani. Walau sempat dianggap berlebihan karena sering membagikan informasi tentang kekejaman manusia terhadap hewan, Eva tetap yakin dengan pilihannya menjadi vegan dan tak berhenti mengedukasi followersnya mengenai veganisme.

    Itu dia daftar 5 selebriti yang memutuskan jadi vegan dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Sudah lebih yakin kan kalau veganisme itu tidak sulit dan dapat memberikan dampak baik kepada kehidupan kita. Yuk mulai coba-coba jadi vegan dengan mengikuti gerakan Veganuary! Mumpung masih sempat!

    PLANTFUL