Blog

  • ONA, Restoran Vegan Pertama Peraih Michelin Star

    February 28, 2021
    /
    Food , News , sustainable , Veganism
    ONA, Restoran Vegan Pertama Peraih Michelin Star image

    Pada Januari lalu, penghargaan Michelin Guide edisi Perancis mengumumkan peraih satu bintangnya jatuh kepada restoran vegan bernama ONA di Arès, Prancis barat daya. Seperti dilansir dari BBC News, ONA yang merupakan singkatan dari Origine Non-Animale (animal free-origin), dijalankan oleh Chef Claire Vallée. Bintang Michelin ini merupakan bintang pertama yang diraih oleh restoran vegan.

    Sebelum menjadi seorang chef, Claire bekerja sebagai arkeolog dan mendapat gelar doktor di bidang arkeologi. Setelah menyelesaikan studinya, perempuan asal Prancis ini memutuskan untuk bekerja selama musim panas di sebuah restoran di Swiss hingga akhirnya berlatih sebagai pastry chef selama delapan tahun setelahnya. Pada perjalanannya ke Thailand selama satu tahun, Claire terlena akan keindahan hidangan vegetarian. Ia berkenalan dengan bumbu-bumbu berbasis nabati, tahu, rempah, hingga seitan.

    Sekembalinya dari Thailand, Claire kembali bekerja di dapur dan merasa terpanggil hatinya untuk beralih menjadi seorang vegan. Pada 2016, Ia pun memutuskan untuk membangun ONA, restoran vegan dengan bahan-bahan organik, sistem kompos, serta seluruh restorannya menggunakan energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

    Diterimanya bintang Michelin pertama bagi restoran vegan tentu membanggakan. Veganisme tak lagi dianggap sebelah mata bahkan bisa bersaing dengan restoran-restoran non vegan terutama di Prancis, raja gastronomi dunia. Ini membuktikan bahwa makanan berbasis nabati bisa diolah dengan menarik hingga menciptakan cita rasa yang luar biasa.

    Michelin Guide bahkan menulis pada akun instagram resminya :

    Michelin Star

    “At ONA, nothing is lost, everything is transformed and dressed into beautiful dishes with a splendid array of fruit and vegetables. The green terrace –open in summer— has 140 varieties of edible plants that the chef uses in her cuisine. ONA’s experience is an invitation to an unexpected journey that expresses itself in all its complexity: it is more than a restaurant, it’s a way of life!”

    ONA

    Michelin Guide merupakan seri buku (guidance) yang diprakarsai oleh perusahaan ban ternama Michelin dari Prancis berisikan daftar restoran-restoran dengan bintang Michelin. Penghargaan berupa satu bintang pada suatu restoran merupakan sanjungan terbaik di dunia. Restoran bisa mendapatkan hingga tiga bintang dalam kurun waktu yang berbeda, namun satu saja sudah merupakan pujian yang luar biasa. Tahun ini, untuk pertama kalinya Michelin Guide memberikan bintang pada restoran vegan, tak sabar menanti restoran berbasis nabati lain masuk ke dalam jajaran Michelin Guide.

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ona33740

    PLANTFUL


  • Veg News : Beyond Meat Gandeng McDonald's Hingga Taco Bell

    February 27, 2021
    /
    Food , News , Veganism
    Veg News : Beyond Meat Gandeng McDonald's Hingga Taco Bell image

    Perusahaan teknologi pangan asal California, Amerika, Beyond Meat baru saja meneken kerjasama dengan 4 rantai restoran cepat saji, McDonald’s, KFC, Taco Bell, dan Pizza Hut. Bersama Beyond Meat, restoran-restoran tersebut akan membawa menu vegan mereka ke level baru pada setiap cabangnya di seluruh dunia.

    Beyond Meat

    Sumber : www.twitter.com/beyondmeat

    Pada awal tahun 2021, McDonald’s corp sudah lebih dulu meneken perjanjian 3 tahun agar Beyond Meat menjadi satu-satunya pemasok McPlant patty yang baru-baru ini diluncurkan di cabang McDonald’s Swedia dan Denmark. Dengan adanya kerjasama ini, Beyond Meat juga akan membantu McDonald’s untuk mengembangkan menu-menu vegan berikutnya.


    “We are proud to enter into this strategic global agreement with McDonald’s, an exciting milestone for Beyond Meat, and look forward to serving McDonald’s as they bring expanded choice to menus globally,” Ujar founder dan CEO Beyond Meat, Ethan Brown.

    Yum!Brands selaku perusahaan yang menaungi KFC, Taco Bell, dan Pizza Hut pun ikut merangkul Beyond Meat sebagai pemasok daging vegan utama di tiga resto cepat saji ini. Sebelumnya, Yum!Brands sudah pernah bekerja sama dengan Beyond Meat untuk menyajikan menu-menu vegan Taco Bell, Pizza Hut, dan KFC di beberapa wilayah di daratan Cina.

    KFC Beyond Meat

    Sumber : www.instagram.com/KFC

    Pada 2019, KFC juga pernah meluncurkan menu vegan populer pertama mereka bersama Beyond Meat dengan nama Beyond Fried Chicken di Atlanta, dan 70 lokasi lain yang tersebar di seluruh negara bagian Amerika Serikat.

    Siapa sangka, ya restoran cepat saji akan menyajikan menu vegan? Kapan menu-menu vegan ini bisa dijual di Indonesia? Kita tunggu saja, yuk!

    Sumber thumbnail : www.twitter.com/BeyondMeat

    PLANTFUL


  • Veg News : Starbucks Indonesia Luncurkan Menu Plant Based!

    February 1, 2021
    /
    Food , News
    Veg News : Starbucks Indonesia Luncurkan Menu Plant Based! image

    Starbucks Indonesia baru saja mengumumkan 3 menu berbasis nabati terbarunya. Plant based wellington pocket, Plant Based Focaccia Bread, dan Plant Based Sloppy Joe Sandwich. Ketiga menu makanan ini baru tersedia di 57 cabang Starbucks saja dan Jakarta adalah kota dengan cabang terbanyak yang sudah menyediakan menu-menu tersebut.

    Almond Milk

    Demi menyajikan menu-menu berbasis nabati di Indonesia, Starbucks bekerja sama dengan Startup Green Butcher Foods oleh Burgreens sebagai penyedia aneka daging vegan yang terbuat dari jamur, protein kedelai bebas GMO, kacang arab, dan seitan. Selain itu, Starbucks Indonesia juga sudah menambahkan susu almond ke dalam pilihan susu non dairy di menu setelah sebelumnya sempat meluncurkan menu terbatas “Almondmilk Hazelnut Latte” pada akhir 2020 lalu.

     

    Kerja sama ini tentu disambut dengan baik oleh para plant based eater di Indonesia. Kini mereka bisa menikmati menu yang lebih variatif di cabang Starbucks terdekat.

     

    Komitmen Starbucks untuk menambahkan menu berbasis nabati tidak hanya nampak di Indonesia saja, sebelumnya di Amerika Serikat, tempat asal kedai kopi berlogo unik ini sudah menyediakan pilihan susu alternatif berbasis nabati. Lebih dari 1000 cabang di seluruh negara bagian Amerika Serikat, menawarkan susu non dairy seperti almond, kedelai, dan kelapa. Kini Starbucks mengincar negara-negara Asia untuk mempopulerkan menu plant basednya.

     

    “We’re thrilled to offer our customers more ways to personalize their Starbucks Experience and enjoy plant-based choices at Starbucks,” Ujar Sara Trilling, president Starbucks Asia Pasifik. “ We’re excited to continue our journey toward becoming resource positive together with our customers in Asia.”

     

    Tidak sabar menanti menu-menu lain yang akan diluncurkan oleh Starbucks Indonesia!

     

    PLANTFUL

     


  • Veg News : Kraft Heinz Luncurkan Vegan Mayones

    December 30, 2020
    /
    Food , News , sustainable , Veganism
    Veg News : Kraft Heinz Luncurkan Vegan Mayones image

    Negara Inggris boleh berbangga akan produk-produk vegan yang diluncurkan di sana. Seperti Kraft Heinz, merk dagang raksasa yang baru saja mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan mayones dan krim salad versi vegan di wilayah Britania Raya.

    Kraft Heinz telah melihat bahwa inovasi di bidang pangan akan dikuasai oleh veganisme. Tantangan baru ini pun diterima oleh Kraft Heinz dengan terlebih dahulu melakukan riset mendalam sebelum akhirnya meluncurkan produk ramah vegan.

    “These consumers are looking for a broader range of food and for more excitement in categories. Our range of vegan mayonnaise and salad cream will be launched in Ireland in January 2021. A lot of research went into the development of that range because we had to maintain the same product taste and we are proud that we have managed to do that.” Jelas David Adams, kepala perusahaan Kraft Heinz Irlandia saat diwawancarai oleh Checkout.

    Berbarengan dengan inovasi vegan pada menunya, Kraft Heinz juga berkomitmen untuk mengganti seluruh kemasan menjadi ramah lingkungan, dapat didaur ulang, dipakai lagi, dan juga dikompos pada 2025.

    Sumber thumbnail : www. totallyveganbuzz.com

    PLANTFUL


  • Tokoh Vegan Bulan Desember : Nino Fernandez

    December 30, 2020
    /
    Entertainment , News , Veganism
    Tokoh Vegan Bulan Desember : Nino Fernandez image

    Menjadi vegan sepenuhnya bukanlah tantangan bagi aktor Nino Fernandez. Pada Februari lalu, Nino mengaku bahwa Ia telah lama meninggalkan pola makan lamanya dan beralih pada veganisme. Sebelumnya, Ia sempat menderita sakit di area dada dan perut hingga akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan Dokter atas penyakitnya. Dokter menyarankannya untuk berolahraga kardio. Dengan inisiatifnya sendiri, Nino menambahkan diet vegan dalam daftar cara menjaga kesehatannya.

    Nino

    Sumber : www.instagram.com/NinoJkt

    Lama menjalani pola makan vegan ternyata tak hanya berpengaruh pada kesehatannya yang kian membaik, suami dari aktris kawakan Hannah Al-Rasyid ini mengaku Ia mulai banyak belajar tentang hak asasi hewan. Nino menyadari bahwa keputusannya untuk beralih pada veganisme begitu tepat demi para hewan.

    Masakan vegan rumahan menjadi pilihan Nino Fernandez selama berada di Jakarta karena tak mudah menemukan restoran berharga miring yang menyajikan hidangan 100 % vegan. Walau begitu, Nino tak berhenti mengeksplorasi berbagai menu vegan. Ia tetap bersiteguh untuk menjalani pola makan vegan karena Ia merasa jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ninojkt

    PLANTFUL


  • Lupakan Daging Hewani, Penjualan Daging Vegan Naik Tajam Selama 2020

    December 23, 2020
    /
    Food , News , Veganism
    Lupakan Daging Hewani, Penjualan Daging Vegan Naik Tajam Selama 2020 image

    2020 menjadi saksi meningkatnya permintaan terhadap vegan meat atau daging vegan. Kemudahan untuk mendapat informasi seputar bahaya mengonsumsi daging hewani berlebih ternyata berujung pada perubahan pola hidup menuju vegan yang signifikan. Jika dulu menjadi vegan hanya dikenal dengan mengonsumsi menu-menu membosankan yang hanya terdiri dari sayuran dalam salad dan buah-buahan, kini menu vegan dapat diolah menjadi lebih menarik dengan daging vegan.

    Plant Based Food Association (PBFA) telah memaparkan data bahwa pada tahun 2020 di awal Maret, penjualan daging vegan meningkat tajam hingga 148% dari tahun sebelumnya di Amerika. Laju penjualannya lebih cepat 1,8x dari pada penjualan daging hewani yang hanya bertahan di angka 34%.

    Marketsandmarkets sebelumnya juga telah mengestimasi pasar daging vegan akan meningkat hingga senilai 4,3 milyar USD pada 2020 dan dapat sampai ke angka 8.3 milyar USD pada 2025 seiring meningkatnya peralihan ke veganisme di seluruh dunia.

    Walau angka penjualan terus meningkat, daging vegan masih belum dikenal luas apalagi dikonsumsi secara rutin oleh masyarakat di beberapa negara. Ini disebabkan oleh harga jual yang masih terlalu tinggi dari pada daging hewani di negara-negara seperti India, Indonesia, Afrika Selatan, dan China.

    Variasi daging vegan tak hanya berhenti di tiruan daging sapi dan ayam saja. Daging vegan juga meliputi boga bahari, daging giling, daging kambing, dan daging turki yang populer saat hari raya Thanksgiving.

    Plantful menjadi salah satu katering vegan di Jakarta yang menggunakan daging vegan dalam berbagai menu, lho! Plantful berharap penjualan daging vegan di Indonesia akan semakin meningkat dan semua orang dapat beralih ke veganisme dengan mudah. Yuk pesan katering vegan pertamamu bersama Plantful di sini!

    Sumber thumbnail : Grooveland Designs from Pexels

    PLANTFUL


  • Hungaria Menutup Seluruh Peternakan Cerpelai dan Rubah

    November 30, 2020
    /
    Life Style , News
    Hungaria Menutup Seluruh Peternakan Cerpelai dan Rubah image

    Kabar baik datang dari Hungaria yang baru saja mengumumkan bahwa tak akan ada lagi peternakan rubah dan cerpelai di negara mereka. Berangkat dari kasus ditemukannya virus covid-19 pada cerpelai di negara-negara yang menernakkan seperti Belanda, Amerika Serikat, Denmark, Italia, Spanyol, Swedia, dan Yunani.

    Sebelumnya, Perancis juga telah mengumumkan hal yang sama dan akan segera menutup seluruh peternakan bulu ditutup paling lambat hingga tahun 2025. Diikuti oleh Belanda yang berjanji akan menutup peternakan sebelum tahun 2021, juga Denmark sebagai negara penghasil bulu cerpelai terbesar di dunia.

    Hungaria kini tak menyisakan satu pun peternakan rubah maupun cerpelai. Hal ini masih tetap disambut dengan baik oleh organisasi-organisasi pecinta binatang. Mereka menyebut keputusan ini merupakan langkah awal untuk hidup tanpa produk berbahan dasar hewani.

    PLANTFUL