Blog

  • 4 Pengganti Krim Untuk Vegan

    July 31, 2021
    /
    Food , Veganism
    4 Pengganti Krim Untuk Vegan image

    Bagi yang gemar bikin kue dan hidangan penutup, heavy cream atau krim kental sering kali jadi bahan wajib. Krim kental terbuat dari bagian paling berlemak dan kental dari susu sapi segar. Krim mengandung setidaknya 36-40% lemak, dan menjadikannya produk dairy paling berlemak di antara yang lainnya.

    Krim kental gak hanya digunakan dalam makanan-makanan manis, beberapa resep seperti sup, pasta, aneka minuman dan saus harus menggunakan krim guna memberikan tekstur kental nan lembut. Tapi kalau bagi vegan, masa harus menggunakan krim kental yang terbuat dari susu sapi juga?

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    Tenang, ternyata krim kental dari susu sapi juga bisa diganti dengan krim berbasis nabati. Ini dia 4 pengganti krim untuk vegan agar kamu tetap bisa menikmati hidangan-hidangan berbahan krim kesukaanmu!

    Santan Kental
    Tekstur santan kental hampir mendekati krim kental biasa dan kamu bisa menggunakannya sebagai bagian dari bahan kue. Rasa kelapa memang sangat kuat, namun jika disandingkan dengan bahan-bahan yang tepat, hidangan penutup veganmu akan terasa lezat, lho! Kamu bisa membuat vegan panna cotta, kue coklat, bahkan jadi frosting untuk kue ulang tahun.

    Krim Kacang Mede
    Kacang mede sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan keju krim vegan. Kamu hanya cukup merendam kacang mede semalaman, lalu haluskan dengan blender bersama air putih dan sejumput garam. Cocok banget sebagai bahan utama cheesecake vegan. Bisa juga dijadikan bahan pengental sup krim.

    Non Dairy Whipping Cream
    Sekarang sudah banyak yang menjual whipping cream untuk vegan. Walau bukan krim kental, tapi bisa juga kok digunakan untuk resep-resep yang memerlukan krim. Non dairy whipping cream terbuat dari lemak nabati, biasanya berasal dari kelapa sawit. Kalau pergi ke toko bahan kue, pastikan whipping cream yang akan dibeli terdapat label non dairy, ya!

    Tahu Sutra + Susu Vegan
    Walau terdengar gak biasa, kombinasi tahu sutra dengan susu vegan yang diblender bisa menghasilkan krim yang bisa dikocok, lho! Cocok banget untuk resep frosting kalau kamu gak terlalu suka dengan kelapa. Kamu hanya perlu mencampurkan tahu sutra yang sudah dikeringkan lalu diblender dengan susu vegan kesukaan, gula/sirup maple, sedikit garam, dan ekstrak vanilla. Gampang banget, kan?

    Kalau kamu sering menemui hidangan penutup vegan yang versi non vegannya harus menggunakan krim, awalnya pasti gak akan percaya kalau krim dari susu sapi bisa digantikan dengan bahan berbasis nabati. Setelah baca artikel dari Plantful ini, jadi percaya, dong?

    Sumber thumbnail : Polina Tankilevitch from Pexels

    PLANTFUL


  • Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar

    July 31, 2021
    /
    News , Veganism
    Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar image

    Bulan Agustus akan menjadi bulan yang paling dinanti-nanti oleh penggemar Ariana Grande. Pasalnya pada tanggal 1 Agustus, penyanyi peraih penghargaan Grammy ini akan meluncurkan parfum terbarunya dengan nama God Is A Woman. Yang lebih mengejutkannya lagi, parfum ini akan dibuat dengan bahan-bahan yang 100% vegan.

    Parfum yang digadang-gadang akan cruelty free, vegan, dan dibuat dengan 91 persen bahan alami ini pertama kali diumumkan oleh Ariana Grande melalui video pendek yang diunggahnya pada akun Instagram sang penyanyi. Parfum dengan botol berbentuk persegi dan bernuansa serba ungu ini beraroma “Fruity Musk” yaitu campuran dari ambrette, buah pir, orris, dan kelopak mawar dari Turki. God Is A Woman akan mulai dijual di toko kosmetik Ulta Beauty di seluruh negara bagian Amerika Serikat pada 1 Agustus 2021.

    Ini bukan pertama kalinya Ariana Grande meluncurkan parfum cruelty free. Parfum pertamanya dijual pada tahun 2015 dengan nama ARI by Ariana Grande. Lalu Thank You Next pada 2018. Namun baru kali ini Ariana Grande membuat parfum berbasis nabati dengan bahan-bahan alami.

    Ariana Grande memang sangat vokal dalam menyuarakan dukungannya pada anti kekerasan terhadap hewan. Ia pun menyebut dirinya sebagai vegan sejak tahun 2013. Ariana mengaku telah menjalani pola makan berbahan dasar organik dan minim daging sejak kecil. Karena kecintaannya terhadap hewan kian bertambah, Ia akhirnya memutuskan untuk menjadi vegan penuh waktu.

    Ariana Grande

    Tak hanya menjadi vegan, Ariana juga membangun penampungan hewan terlantar di Los Angeles dengan nama Orange Twins Rescue. Penampungan ini berfokus pada anjing, kucing, serta babi yang terlantar. Jadi sangat tidak heran jika kini Ariana memilih untuk benar-benar menggunakan bahan vegan pada parfumnya. Kapan parfum God Is A Woman dapat dibeli di Indonesia? Kita tunggu saja kabar-kabarnya!

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ultabeauty

    PLANTFUL


  • Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan

    July 30, 2021
    /
    Life Style , Veganism
    Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan image

    Menjadi vegan tentu membutuhkan waktu dan cara-cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh. Merubah pola makan hewani menjadi nabati bagi sebagian orang bisa jadi sangatlah mudah. Namun, merubahnya saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, berapa banyak karbohidrat yang bisa diserap, atau apakah kita alergi terhadap gluten.

    Menjadi vegan sepenuhnya juga berarti menyerahkan sumber vitamin B12 pada suplemen tambahan, dan jika kita tidak mengetahuinya, defisit vitamin B12 akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Nah, agar terhindar dari hal-hal seperti ini, Plantful sudah merangkum daftar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat memulai diet vegan.

    Tidak Mengonsumsi Kalori Harian yang Cukup
    Seringnya pola makan vegan diasosiasikan dengan makan sangat sedikit. Padahal menjadi vegan dan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan adalah dua hal yang berbeda, lho. Walau tak lagi mengonsumsi bahan makanan berbasis hewani, bukan berarti kamu harus makan lebih sedikit dari biasanya. Ketahui asupan kalori harianmu dan penuhi angkanya setiap hari.

    Tubuh membutuhkan kalori untuk mengubahnya menjadi energi. Gak yakin gimana caranya menambah kalori dari menu veganmu? Minum segelas smoothie, makan kacang-kacangan dan karbohidrat, jadi angka kalori pada makanan bertambah.

    Membuat Masakan yang Sulit
    Kamu nggak perlu masak hidangan vegan yang ribet seperti Brown Rice Sei Vegan Sapi setiap hari kalau bisa makan sayur lodeh! Jadi vegan bukan berarti kamu harus jago masak makanan fancy, lho. Selama menu-menumu berbasis nabati tanpa tambahan bahan makanan hewani, you already are a vegan! Untuk hidangan unik, cukup Plantful saja yang menyajikannya untuk kamu.

    Makanan Vegan = Selalu Sehat
    EITS! Vegan junk food juga banyak, lho! Walau vegan junk food memang dapat memudahkan tahap transisi, tapi kalau dimakan terlalu banyak juga tidak sehat bagi tubuh. Camilan vegan pun tidak semuanya sehat, karena bisa jadi mengandung garam dan gula berlebih. Perhatikan lagi label makanan veganmu dan berhati-hati saat membeli suatu produk. Tidak semua makanan vegan selalu sehat.

    Tidak Mempelajari Kebutuhan Tubuh
    Mau menjalani diet apapun, kita harus selalu mendengarkan apa kata tubuh. Manusia memiliki sistem tubuh yang berbeda-beda, ada yang pencernaannya tidak bisa menerima susu hewani, ada yang alergi kacang, ada yang membutuhkan iron lebih banyak, ada yang tidak boleh mengonsumsi kalsium berlebih. Pelajari kebutuhan tubuh dengan perbanyak mencari informasi, baik dari buku, artikel-artikel Plantful, dan yang paling baik, berkonsultasi dengan ahli gizi. Jangan sampai menjadi vegan membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya didapatkan.

    Memaksakan Diri
    Sekali lagi, menjadi vegan tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui hingga akhirnya kamu benar-benar mampu menjadi vegan penuh waktu. Memaksakan diri untuk bertransisi sementara tubuh menolak malah dapat membahayakan. Kesalahan yang satu ini paling sering terjadi saat memulai diet vegan. Ikut komunitas-komunitas vegan seperti Jakarta Vegan Guide agar kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi vegan ini.

    Kayaknya kok berubah jadi vegan sulit banget, sih? Semua harus berproses, tapi menjalani proses itu yang membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil, kan? Menjadi vegan bukan masalah hasil akhirnya, namun bagaimana kita dapat belajar banyak hal darinya. Semangat!

    Sumber thumbnail : Vegan Liftz from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik

    July 23, 2021
    /
    Diet , Food , Health , Veganism
    5 Makanan Vegan Mengandung Probiotik image

    Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik bagi tubuh. Produk fermentasi satu ini tak hanya tinggi kalsium dan protein, tapi juga baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik pada saluran pencernaan karena kandungan bakteri L. acidophilusnya. Tubuh kita merupakan tuan rumah bagi triliunan mikroorganisme dengan 500 jenis di antaranya dapat ditemukan dalam usus yang sehat. Mengonsumsi probiotik tentu saja sangat disarankan demi menjaga kesehatan usus agar bakteri jahat tidak tinggal dan menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme yang akan mengundang berbagai penyakit.

    Yogurt lebih dikenal sebagai produk non vegan, sehingga yogurt vegan yang biasanya terbuat dari bahan-bahan nabati sering dipertanyakan kandungan probiotiknya. Tapi tenang saja! Yogurt vegan juga mengandung probiotik, lho.

    Nah bagi kamu para vegan yang mau mencari alternatif dari yogurt sebagai sumber probiotik harian, ini dia daftar 5 makanan vegan mengandung probiotik dari Plantful!

    Baca juga : Perbedaan Prebiotik dan Probiotik yang Ternyata Baik Untuk Usus

    Acar

    Pickle

    Sumber : Polina Tankilevitch from Pexels


    Keberadaannya seringkali terlupakan karena hanya dianggap sebagai side dish. Tapi tahu gak kalau acar sayuran ternyata bisa menjadi sumber probiotik harian untuk tubuh, lho! Acar terbuat dari sayuran (biasanya ketimun) yang direndam dalam air garam, lalu dibiarkan untuk berfermentasi dan mengeluarkan asam laktat. Namun kamu harus berhati-hati, karena hanya acar yang difermentasi dengan air garam saja yang mengandung probiotik. Acar dengan tambahan cuka tidak memiliki kandungan probiotik sama sekali.

    Tempe
    Selain sebagai sumber protein terbaik, tempe juga kaya akan kandungan probiotik. Proses fermentasi kedelai (atau kacang-kacang lain yang bisa dijadikan tempe) dalam pembuatan tempe menghasilkan bakteri baik. Tapi berhati-hati saat memasak tempe agar tidak kehilangan probiotik dan nutrisinya, ya. Karena temperatur yang tinggi dapat membunuh bakteri baik.

    Baca juga : Yuk Berkenalan dengan Kombucha!

    Kombucha
    Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi melalui biang mengandung bakteri dan ragi bernama SCOBY (Symbiotic Cultures of Bacteria and Yeasts). Kombucha kini sangat mudah ditemui karena popularitasnya sangat tinggi. Kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah untuk menghindari kombucha kemasan yang biasanya mengandung gula lebih dari 5 gram per saji.

    Roti Sourdough

    Sourdough

    Sumber : Geraud pfeiffer from Pexels


    Sourdough terbuat dari ragi alami yang hidup. Proses fermentasi biang sourdough (biasa disebut mother dough) yang panjang dan hanya menggunakan bahan-bahan alami membuatnya menjadi salah satu sumber probiotik terbaik.

    Baca juga : 3 Manfaat Roti Sourdough

    Kimchi
    Pecinta K-pop nggak mungkin gak tahu kimchi. Makanan sehari-hari orang Korea ini kerap digadang-gadang sebagai sumber probiotik paling sehat. Sama seperti ragi alami, kimchi melalui proses fermentasi yang panjang dan dibuat dari bahan-bahan alami, sehingga bakteri baik di dalamnya sangat melimpah. Kimchi memang biasanya tidak vegan, namun kimchi yang terbuat dari bahan-bahan nabati atau vegan 100% juga mulai bermunculan, lho! Kandungan probiotiknya juga sama melimpahnya.

    Baca juga : 5 Manfaat Spektakuler Kimchi, Si Panganan Favorit Oppa dan Unnie


    Walau belum ada anjuran seberapa banyak probiotik yang harus kita konsumsi sehari-hari, tetap jangan sampai melewatkan manfaat dari probiotik, ya. Kamu juga bisa mendapatkan probiotik dari suplemen yang mengandung lebih dari enam jenis strain bakteri hidup dan setidaknya 20 miliar mikroorganisme per dosis. Jangan lupa pastikan suplemennya aman untuk vegan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL


  • Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan?

    June 29, 2021
    /
    Diet , Health , Veganism
    Bolehkah Ibu Hamil Menjalani Diet Vegan? image

    Saat hamil, menjalani diet/pola makan tertentu terkadang jadi hal yang meresahkan karena asupan yang masuk ke dalam tubuh benar-benar harus diperhatikan. Kehati-hatian atas makanan semasa mengandung memang meningkat tajam. Terutama saat janin sedang mengalami pertumbuhan di usia dini. Makanan cepat saji, instan, sayuran mentah, hingga buah-buahan tertentu, harus dihindari demi menghindari penyakit bawaan pada janin serta resiko keguguran.

    Kekurangan vitamin dan mineral saat hamil juga dapat membahayakan janin serta sang ibu. Beberapa vitamin yang esensial saat hamil seperti B12 dan kalsium lebih mudah ditemukan pada bahan makanan berbasis hewani seperti daging, susu, yogurt, keju, telur. Lalu bagaimana jika seorang vegan mengandung? Apakah pola makan vegan membahayakan kehamilan?

    Studi menggaris bawahi bahwa pola makan vegan saat hamil tentu bisa dilakukan selama berkonsultasi dengan dokter dan memiliki cukup informasi asupan yang disarankan. Pola makan vegan kerap kali diasosiasikan dengan defisit vitamin B12, D, Kalsium, Iron dan Protein. Padahal ibu hamil sangat memerlukan zat-zat ini untuk perkembangan bayi. Demi memenuhi asupan harian, vegan menambahkan suplemen dalam dietnya. Berikut ini langkah aman Ibu hamil untuk tetap menjalani pola makan vegan.

    Pastikan asupan vitamin yang dibutuhkan terpenuhi
    Kekurangan vitamin B12 pada ibu hamil dapat menghambat tumbuh kembang bayi. Vitamin B12 sangat disarankan untuk dikonsumsi lebih dalam bentuk suplemen atau makanan yang telah diberi tambahan B12, seperti sereal. Ibu hamil yang menjalani pola makan vegan juga berpotensi mengalami kekurangan vitamin D. Padahal vitamin D dibutuhkan untuk menghindari osteoporosis dini dan hipokalsemia. Bicarakan dengan dokter Anda tentang menambah vitamin dan mineral dari suplemen selama kehamilan.


    Jaga Berat Badan
    Mitos bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang benar-benar salah. Ibu hamil memang perlu makan sedikit lebih banyak dari biasanya, namun tidak harus dua kali lipat. Berat badan saat hamil harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi kesehatan janin. Kekurangan berat badan dapat berdampak pada kecilnya berat bayi ketika lahir. Sementara kelebihan berat badan saat hamil bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang bayi pasca kelahiran, seperti diabetes tipe 2, preeklamsia, obesitas, pendeknya durasi menyusui. Konsultasikan dengan dokter mengenai berat badan Anda saat ini.

    Makan Sehat
    Menghindari bahan makan yang diproses harus menjadi fokus utama, apalagi ketika menjalani pola makan vegan saat hamil. Artinya, Anda harus mengurangi vegan junk food dan fokus pada makanan whole foods. Kehamilan jadi semua momentum untuk ibu hamil memperbaiki pola makannya. Perbanyak sayur (matang) serta buah yang disarankan untuk dikonsumsi. Saat trimester pertama, mual dan muntah akan sering terjadi. Siapkan makanan-makanan yang bisa dikonsumsi seperti roti, cracker, buah kering, buah segar, dan tidak berbau menyengat.

    Perbanyak Air Putih
    Jangan sampai dehidrasi! Minum jus buah dan sayur memang sehat, namun air putih lebih disarankan untuk diminum saat hamil. Dehidrasi akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

    Sekali lagi, pastikan pola makan mu disetujui oleh dokter dan perbanyak literasi serta informasi agar tidak terjadi kesalahan. Jangan lupa untuk selalu dengarkan apa kata tubuh, ya!

    Sumber studi : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6470702/

    https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/what-to-eat-when-pregnant

    https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vegetarian-or-vegan-and-pregnant/

    Sumber thumbnail : Leah Kelley from Pexels

    PLANTFUL


  • Kylie Jenner Luncurkan Kosmetik Vegan

    June 27, 2021
    /
    Entertainment , News , Veganism
    Kylie Jenner Luncurkan Kosmetik Vegan image

    Baru-baru ini bintang reality show, Kylie Jenner membeberkan pada publik bahwa kosmetik miliknya Kylie Cosmetics telah melakukan perubahan formula dan kini semua produknya 100% berbahan vegan. Sejak diluncurkan pada 2016 lalu, Kylie Cosmetics sudah mengantongi label cruelty free yang artinya produk-produk tersebut tidak melalui proses percobaan terhadap hewan, maupun membayar laboratorium di negara lain untuk melakukannya.

    Namun, Kylie Cosmetics dulu belum meninggalkan bahan-bahan yang masih mengandung hewani. Setelah melakukan reformula, dilansir dari laman Instagram Kylie Cosmetics, Kylie akan meluncurkan 32 warna lipstik, 15 warna eyeliner, dan masih banyak lagi.

    Kylie

    Sumber : www.instagram.com/kyliecosmetics

    Seluruh keluarga Kardashian memang kini tengah beralih ke pola hidup berbasis nabati. Kim Kardashian telah merubah dietnya menjadi plant based, diikuti oleh anak-anaknya. Khloe dan Kourtney Kardashian pun mengikuti jejak Kim dengan alasan kesehatan dan lingkungan. Kourtney Kardashian baru-baru ini mengaku bahwa dirinya sudah 95% bertransisi menjadi vegan.

    Kim Kardashian

    Sumber : www.instagram.com/kimkardashian

    Selebriti Hollywood memang tak asing dengan veganisme. Seleb kawakan seperti Billie Eilish, Joaquin Phoenix, Natalie Portman, dan Ellen DeGeneres, sudah lebih dulu mempromosikan pola hidup veganisme. Tak hanya memakan makanan berbasis nabati, tapi juga mengajak para fans dan kerabatnya untuk peduli terhadap isu-isu lingkungan seperti hak asasi hewan, kerusakan alam, dan global warming.

    Kini, pola hidup vegan menjadi hal yang serius, tak lagi hanya sekadar tren. Kalau kamu, apa yang membuat kamu beralih menjadi vegan?

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/kyliecosmetics

    PLANTFUL


  • Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia

    June 21, 2021
    /
    Diet , Life Style , Veganism
    Terangnya Masa Depan Plant Based Food di Indonesia image

    Pandemi yang mulai terjadi pada 2020 lalu bukanlah awal mula ditemukannya pola makan berbasis nabati. Namun pada tahun yang kelam itu, penjualan bahan pangan berbasis nabati mengalami kenaikan drastis di seluruh dunia. Semua orang berbondong-bondong untuk beralih ke pola hidup yang lebih sehat di tengah pusaran Covid-19. Siapapun harus berusaha memperbaiki tata cara hidup demi imun yang kuat hingga dapat terhindar dari sang virus. Kebersihan menjadi nomor satu, dan pola makan yang terlalu banyak mengandung hewani perlahan ditinggalkan.

    plant based

    Sumber : www.plantbasedfoods.org

    Di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat, penjualan plant based food bahkan melewati lebih dari 7 milyar USD atau kurang lebih mencapai 27% pada 2020. Di tahun yang sama, tercatat bahwa ada 71 juta rumah tangga yang telah membeli bahan makanan berbasis nabati. Kenaikannya 9 kali lebih cepat dari dua tahun sebelumnya.

    Inggris adalah salah satu negara dengan perkembangan plant based eaters yang pesat selain Amerika Serikat. Pada tahun 2019, sebanyak 600.000 orang di UK mendedikasikan dirinya pada veganisme. Angka yang terus bertambah tiap tahunnya tak lagi hanya sekadar trend. Merk-merk bahan makanan raksasa pun mulai berlomba-lomba menjual pakan vegan. Mulai dari Heinz, Kit Kat, hingga resto cepat saji kini menawarkan variasi berbasis nabati.

    Di Indonesia sendiri, plant based food bukan suatu hal yang baru. Namun popularitasnya memang mulai meningkat sejak tahun 2018. Hingga kini, plant based eater di Indonesia bisa mulai leluasa memilih tempat makan selain di restoran khusus. Burger King dan Abuba Steak misalnya, kini keduanya menawarkan menu plant based di seluruh cabangnya di Indonesia. Supermarket di beberapa kota besar pun mulai menjual aneka bahan pakan vegan sebagai substitusi makanan berbasis hewani. Seperti keju, susu, daging tumbuhan, dan lainnya.

    Baca juga : Plant Based Whopper Burger King Indonesia Raih Popularitas

    Untuk konsumsi sayuran, masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa dengan aneka hidangan sayur yang kerap menjadi menu harian kita. Urap, gado-gado, ketoprak, sop bening, hingga gudeg, hidangan-hidangan khas Indonesia ini lebih banyak menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Belum lagi tempe dan tahu sebagai sumber protein terbesar para vegan yang sangat mudah didapatkan di Indonesia.

    Baca juga : 4 Alasan Jadi Vegan di Jakarta Itu Gampang Banget!

    Dengan sejarah kuliner Indonesia yang erat akan masakan berbasis nabati, masa depan plant based food di Indonesia tidak akan merosot. Semakin banyak yang sadar akan pentingnya mengonsumsi plant based food, maka perjalanan plant based baru saja dimulai.

    Ayo mulai petualangan plant based food mu di Jakarta bersama Plantful. Klik di sini untuk melakukan pemesanan, ya!

    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels

    PLANTFUL