Blog

  • 3 Alasan Kenapa Kita Tak Harus Selalu Makan Ikan

    January 19, 2021
    /
    Food , Health , sustainable , Veganism
    3 Alasan Kenapa Kita Tak Harus Selalu Makan Ikan image

    Mengonsumsi ikan selalu digadang-gadangkan karena kandungan gizinya yang dapat memberi dampak baik pada tubuh. Kita sangat memerlukan asupan asam amino harian untuk membran sel, otak, serta sistem saraf karena tubuh tidak dapat memproduksi asam amino sendiri. Omega-3 merupakan salah satu jenis asam yang paling penting. Omega-3 terdiri dari DHA, EPA, dan ALA yang memiliki fungsi berbeda-beda bagi tubuh. Minyak ikan adalah yang paling sering disarankan untuk dikonsumsi demi mendapatkan kandungan omega-3.

    Kandungan omega 3 pada ikan tidak sama rata. Ikan di perairan dingin seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden tinggi akan LC omega-3 karena memiliki banyak lemak. Kandungan omega-3 pada ikan juga tergantung pada apa yang mereka makan sehari-hari. Ikan yang diternakkan memiliki kandungan omega-3 lebih rendah dari ikan liar karena terdapatnya perbedaan pakan.

    Namun ada banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum betul-betul menikmati ikan. Ikan tidak selalu sehat untuk dikonsumsi dan penjaringan ikan sudah terlampau berlebihan. Pada kenyataannya, omega-3 yang terdapat pada ikan merupakan hasil dari konsumsi rumput laut oleh si ikan. Berikut 3 alasan kenapa kita tidak harus selalu makan ikan!

    Ketimpangan ragam hayati akibat eksploitasi laut
    Tingginya permintaan konsumsi ikan mengakibatkan pemancingan yang berlebihan. Menyisakan sedikit untuk lautan, bahkan menghilangkan sama sekali bibit-bibit hewan laut. Pada proses penjaringan ikan, beberapa makhluk laut yang sangat penting untuk ekosistem seperti paus, hiu, anjing laut, dan lumba-lumba sering kali ikut terjaring lalu mati. Belum lagi sampah pancing yang kerap kali mengotori lautan. Studi menyebutkan jika eksploitasi laut terus dilakukan, lautan akan kehilangan ikan pada 2048.

    Tingginya kandungan merkuri pada beberapa jenis ikan
    Tuna adalah salah satu ikan yang paling sering tercemar merkuri. Merkuri pada ikan tidak bisa musnah dengan dibersihkan atau dimasak dengan berbagai cara. Zat beracun itu terakumulasi dalam ikan dan jika dikonsumsi secara rutin akan berdampak buruk bagi kesehatan.

    Omega-3 bisa didapatkan dari bahan berbasis nabati
    Chia seeds, flax seeds, kacang-kacangan, dan rumput laut menjadi sumber omega-3 yang jauh lebih bisa diandalkan. Tanpa diolah pun, bahan-bahan berbasis nabati ini bisa langsung dikonsumsi dan tubuh dapat lebih cepat menyerap gizinya.

    Baca juga : Sumber Omega-3 Vegan

    Jika kamu masih ingin memasukkan ikan dalam menu harian, pastikan untuk mengonsumsi secukupnya dan perlahan menambahkan lebih banyak bahan pangan berbasis nabati agar nantinya dapat terbiasa.

    Sumber thumbnail : Karolina Grabowska from Pexels

    PLANTFUL


  • Veg News : Kraft Heinz Luncurkan Vegan Mayones

    December 30, 2020
    /
    Food , News , sustainable , Veganism
    Veg News : Kraft Heinz Luncurkan Vegan Mayones image

    Negara Inggris boleh berbangga akan produk-produk vegan yang diluncurkan di sana. Seperti Kraft Heinz, merk dagang raksasa yang baru saja mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan mayones dan krim salad versi vegan di wilayah Britania Raya.

    Kraft Heinz telah melihat bahwa inovasi di bidang pangan akan dikuasai oleh veganisme. Tantangan baru ini pun diterima oleh Kraft Heinz dengan terlebih dahulu melakukan riset mendalam sebelum akhirnya meluncurkan produk ramah vegan.

    “These consumers are looking for a broader range of food and for more excitement in categories. Our range of vegan mayonnaise and salad cream will be launched in Ireland in January 2021. A lot of research went into the development of that range because we had to maintain the same product taste and we are proud that we have managed to do that.” Jelas David Adams, kepala perusahaan Kraft Heinz Irlandia saat diwawancarai oleh Checkout.

    Berbarengan dengan inovasi vegan pada menunya, Kraft Heinz juga berkomitmen untuk mengganti seluruh kemasan menjadi ramah lingkungan, dapat didaur ulang, dipakai lagi, dan juga dikompos pada 2025.

    Sumber thumbnail : www. totallyveganbuzz.com

    PLANTFUL


  • Adidas Segera Luncurkan Sepatu Kulit dari Jamur

    December 29, 2020
    /
    Fashion , sustainable
    Adidas Segera Luncurkan Sepatu Kulit dari Jamur image

    Setelah berhasil memproduksi 15 pasang sepatu berbahan plastik daur ulang, Adidas kembali mengumumkan produk sepatu berbahan ramah lingkungan yang saat ini sedang dikerjakan. Adidas telah mengembangkan cara untuk membuat kulit sintetik yang terbuat dari mycelium. Mycelium sendiri adalah jaringan akar pada jamur yang dapat tumbuh dengan cepat dan bisa dijadikan perekat alami tanpa harus menggunakan lem.

    Adidas

    Bahan yang pada dasarnya vegan ini akan digunakan oleh Adidas untuk membuat sneakers dan produk lain jika telah berhasil dikembangkan. Sejak bulan oktober, Adidas bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Bolt Threads guna mendapat pasokan mycelium yang memang disediakan oleh perusahaan tersebut. Sebelumnya pada 2018, Adidas meluncurkan pakaian olahraga berbahan cotton dan jagung juga sepatu berbahan dasar sampah plastik dari laut dengan nama Parley Collection.

    Merk dagang yang berdiri pada 1949 di Jerman ini terus berkomitmen untuk mengembangkan bahan-bahan ramah lingkungan. Dengan strategi berkelanjutannya,  Adidas memprediksi untuk dapat meluncurkan produk-produk fesyen ramah lingkungan pada 2025. 20 tahun sudah Adidas menjadi satu-satunya perusahaan mode yang berada pada peringkat pertama dalam menjalankan sustainability. Setiap tahunnya Adidas mengeluarkan daftar Green Company Performance Analysis yang menunjukkan pencapaian mereka dalam gerakan ramah lingkungan.

    Sumber thumbnail : Kaique Rocha from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Toko Vegan dan Organik di Bali

    December 28, 2020
    /
    Life Style , sustainable , Veganism
    5 Toko Vegan dan Organik di Bali image
    Bali menjadi destinasi liburan terbaik bagi para vegan baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kekayaan alam Bali yang harmoni tak hanya menghasilkan produk lokal berkualitas, tapi juga menghadirkan ketenangan batin saat berada di sana. Dari pantai-pantai terindah hingga bentangan sawah di kaki gunung, Bali tak akan pernah kehabisan pemandangan.
    Meningkatnya turis vegan domestik dan mancanegara membuat Bali semakin mengedepankan produksi pangan lokalnya. Dulu wisata kuliner di Bali sangat identik dengan boga bahari dan daging (babi, ayam), namun kini aneka restoran dan kafe bertema vegan semakin berani bersaing.
    Vegan yang tinggal di Bali pun kini tak lagi khawatir karena supermarket yang khusus menjual bahan pangan berbasis nabati juga kian bermunculan. Di mana saja kamu bisa berbelanja kebutuhan vegan di Bali? Ini dia 5 toko vegan dan organik di Bali!

    Earth Market by Down to Earth Bali

    Earth Market
    Sumber : www.instagram.com/earthcafebali
    Lebih dari seratus produk vegan tersedia di Earth Market yang lokasinya bersamaan dengan Earth Cafe. Keduanya merupakan bagian dari Down to Earth Bali. Di Earth Market, kamu tidak hanya menemukan bahan makanan vegan, tapi juga bisa membeli produk kecantikan dan kesehatan yang semuanya berbasis nabati serta 100% lokal.
    Lokasi :
    Jl. Lesmana/Oberoi No. 99
    Seminyak - Bali

    Bali Buda
    Restoran Bali Buda telah berdiri selama 25 tahun dan hingga kini tetap berkomitmen untuk menyajikan hidangan yang bahan pangannya diambil dari produsen lokal.

    Bali Buda
    Sumber : www.instagram.com/BaliBuda

    Bali Buda juga mendirikan supermarket kecil agar turis/masyarakat lokal dapat membeli sayuran segar, camilan vegan, dan beberapa bahan yang diproduksi sendiri oleh Bali Buda. Kamu bisa mengunjungi toko Bali Buda di Kerobokan, Ubud, Batubulan, Canggu, dan Ungasan. Selain itu, kamu juga bisa berbelanja secara online di website Bali Buda.
    Lokasi : Jalan Jembawan No.1, Ubud, Gianyar, Ubud,
    Kabupaten Gianyar, Bali 80571

    Alive Wholefoods Store

    Alive Wholefoods
    Sumber : www.instagram.com/alivewholefoodstore

    Bagi yang sering berkunjung ke daerah Canggu, pasti tahu kalau ada toko vegan dan organik populer bernama Alive Wholefoods Store.. Alive Wholefoods juga menginspirasi toko lain karena mereka menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan pembungkus dari daun pisang.
    Sayur dan buah yang dijual oleh Alive Wholefoods didapatkan dari petani organik lokal. Jika tidak bisa mengunjungi tokonya, kamu bisa lho belanja di website Alive Wholefoods.
    Lokasi : Jl. Canggu Padang Linjong No.12a, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351

    Jl. Dukuh Indah, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

    Zero Waste Bali Bulk

    Zero Waste Bulk Bali
    Sumber : www.instagram.com/zerowastebali

    Mau belanja in bulk di Bali? Langsung saja datang ke toko Zero Waste Bali Bulk di Kerobokan. Seperti bulk store pada umumnya, kamu bisa mendapatkan bahan-bahan makanan yang disesuaikan jumlahnya dengan keperluanmu. Semua yang dijual oleh Zero Waste Bali Bulk 100% organik, baik bahan makanan maupun produk harian lainnya.
    Lokasi : Jalan Raya Anyar No.30 Kerobokan Bali

    Scran

    Scran
    Sumber : www.instagram.com/ScranBali

    Satu lagi toko vegan dan organik di Kerobokan yang gak kalah lengkapnya yaitu Scran. Ada bahan makanan beku, keju lokal, daging lokal, dan aneka bumbu-bumbu masakan.
    Lokasi : Jl. Raya Banjar Anyar No. 8 Kerobokan Badung, Bali 80361

    Liburan ke Bali nanti sudah lebih siap dong karena sudah tahu apa aja 5 toko vegan dan organik di Bali yang bisa kamu kunjungi!
    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels
    PLANTFUL

  • Telur Vegan Asal Singapura Berhasil Menarik Perhatian. Mirip dengan Telur Asli!

    December 28, 2020
    /
    Diet , Food , sustainable , Veganism
    Telur Vegan Asal Singapura Berhasil Menarik Perhatian. Mirip dengan Telur Asli! image
    Dalam pola makan vegan, telur sering diganti dengan bahan lain yang tidak serupa rasa dan teksturnya. Seperti tahu atau tepung chickpea sebagai pengganti telur orak-arik, bubuk flaxseed atau saus apel sebagai pengganti telur dalam kue, dan susu kacang kedelai sebagai pengganti telur dalam mayones.

    Lalu bagaimana jika vegan bisa menikmati telur yang 100% berbasis nabati namun tak terasa apalagi terlihat seperti vegan? Perusahaan start-up asal Singapura, Float Foods, baru-baru ini merilis perkembangan produk terbaru mereka ‘OnlyEG’. Produk ini berupa telur yang terbuat dari legumes (kacang-kacangan). Uniknya, telur vegan oleh Float Foods persis menyerupai telur ayam. Komponennya terdiri dari putih serta kuning telur, dan keduanya terbuat dari kacang.

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    OnlyEG nantinya dapat dimasak sesuai selera. Ceplok telur, orak-arik, bahkan telur rebus. Menarik banget, kan?

    Float Foods bertekad untuk memberi sumbangsih kepada Singapura dalam mencapai target 30% produksi kebutuhan nutrisi negara pada 2030. Dengan memproduksi bahan makanan berbasis nabati, Float Foods tak hanya membantu mempercepat target, tapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan di Singapura.

    Produk OnlyEG dari Float Foods ini akan mulai dipasarkan pada 2022. Tentunya para vegan di Singapura tak sabar menanti kabar ini! Akankah OnlyEG dipasarkan di Indonesia? Kita tunggu saja!

    Sumber thumbnail : www.floatfoods.com
    PLANTFUL

  • IKEA Jepang Raih Penghargaan Karena Menu Plant Based Terbaru

    November 30, 2020
    /
    Food , News , sustainable
    IKEA Jepang Raih Penghargaan Karena Menu Plant Based Terbaru image

    Pada September 2020, perusahaan mebel IKEA Jepang dianugerahi penghargaan “Compassionate Business Award” dari organisasi PETA setelah menambahkan aneka menu vegan di restonya.

    IKEA

    Sumber : www.peta.org

    Walau telah meluncurkan banyak menu vegan di berbagai cabang IKEA di seluruh dunia, IKEA Jepang lah yang ternyata berhasil memikat banyak orang. Kare, kare katsu, kol gulung, lasagna, kebab, hot dog, kue mousse cokelat. Semua menu ini berbasis nabati, padahal aslinya semua makanan tadi pasti mengandung daging dan produk dairy.

    Katsu

    Ikea Jepang

    Komitmen inilah yang kemudian membuat PETA serta Tokyo Vegan untuk memberi IKEA Jepang penghargaan dengan harapan untuk selalu terdepan dalam memerangi krisis iklim.

    Perusahaan mebel asal Swedia ini memang sedang menjalankan misinya untuk merampungkan lebih dari 50% menu berbasis nabati sampai tahun 2025 dan menyebarkannya di seluruh cabang IKEA.

    Kol Gulung

    Ikea Jepang

    “IKEA wants to make healthy and sustainable choices the most desirable option, by for example demonstrating that plant-based food can be really delicious. Research confirms the importance of making sustainable products affordable and desirable, and IKEA can really make a positive difference here. The more sustainable choice shouldn’t be a luxury for the few. It should be part of people’s everyday life.” Ujar Lena Pripp-Kovac, Kepala Chief Sustainability Officer di IKEA internasional.

    IKEA siap untuk membuat berbagai rencana berkelanjutan guna mengurangi emisi gas yang berujung pada kerusakan alam. Semoga komitmen ini terus dijalani, ya!

    Sumber thumbnail : www.Ikea.com

    PLANTFUL


  • Betulkah Vegan Leather Ramah Lingkungan?

    November 28, 2020
    /
    sustainable , Fashion
    Betulkah Vegan Leather Ramah Lingkungan? image

    Beralih ke produk fesyen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi idaman bagi kelompok-kelompok yang prihatin terhadap kerusakan bumi. Dua dekade lalu, tak semua lapisan masyarakat menyadari betapa besarnya andil industri fesyen pada kerusakan alam. Produk dengan kulit dan bulu hewan asli, penggunaan pewarna pakaian yang limbahnya mencemari perairan, percobaan laboratorium pada hewan, dan masih banyak kejahatan lain demi selembar pakaian.

    Kini, kemajuan teknologi yang dibarengi dengan kesadaran manusia akan lingkungan telah menciptakan aneka bahan dasar produk fesyen berkelanjutan. Tak lagi perlu menggunakan kulit buaya atau bulu cerpelai, bahan pengganti sudah tersedia dengan kualitas tinggi.

    Seperti vegan leather yang beberapa tahun belakangan ini digadang-gadang oleh para desainer mode sedunia. Stella McCartney salah satunya. Sejak 2013, Stella telah mempromosikan penggunaan vegan leather/faux leather pada desain pakaian serta aksesoris miliknya. Merk seperti Zara, TopShop pun perlahan mengikuti dengan mengesampingkan penggunaan kulit hewan sama sekali.

    Vegan leather biasanya terbuat dari dua jenis polimer plastik yaitu, polyurethane (PU) dan polyvinyl chloride (PVC). Kedua bahan ini memiliki tekstur seperti kulit asli yang berkerut-kerut. Dua jenis polimer plastik ini merupakan bahan sintetis yang membuatnya tidak dapat didaur ulang dan sering kali tidak ramah lingkungan karena dalam prosesnya menggunakan zat-zat kimia.

    Leather

    Sumber : www.stellamccartney.com 

    Dilansir dari ecolife.com, PVC termasuk ke dalam jenis plastik yang sulit didaur ulang. Penggunaannya yang berlebihan dan massal pun dapat membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan. Proses pembuatannya pun menimbulkan polusi karena terlepasnya zat-zat kimia serta limbah. Untuk mendaur ulang PVC tidak bisa dilebur total, kemungkinan hanya bisa diubah menjadi produk lain seperti kabel, pipa plastik, dan lainnya.

    Penggunaan PVC untuk bahan utama vegan leather awalnya agar harga produksi jadi lebih murah. Sayangnya tidak semua vegan leather ternyata ramah lingkungan.

    Karena ini, beberapa orang pun berkelit dengan memberi pernyataan bahwa kulit hewan jauh lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan karena tahan lama serta biodegradable. Padahal perlu diingat bahwa menternakkan hewan khusus untuk diambil kulit dan bulunya justru sangat membahayakan spesies hewan-hewan tersebut. Peternakan hewan untuk daging dan kulit juga menjadi penyebab utama deforestasi.


    Kabar baiknya, vegan leather bisa dibuat dengan bahan-bahan alami berbasis nabati / plant based.

    Beberapa vegan leather terbuat dari jamur, dedaunan, daun pisang, buah nanas, kertas daur ulang, serta gabus. Bahan-bahan alami ini dapat didaur ulang dan benar-benar biodegradable. Dengan teknologi pun vegan leather berbasis nabati bisa tahan lama dan mudah perawatannya.

    Sebagai konsumen, kita telah diberikan pilihan atas apa yang ada di pasar. Jika peduli dengan isu lingkungan, tidak membeli sama sekali produk fesyen yang tidak diperlukan sebaiknya selalu dipertimbangkan. Namun jika hendak membeli vegan leather, pastikan untuk memilih yang benar-benar ramah lingkungan dan berbasis nabati. Bijaklah dalam membeli dan jangan terpancing dengan greenwashing. Selalu mencari informasi agar tidak salah pilih.

    PLANTFUL