Blog

  • Hindari Terpapar Pestisida, Ini Cara Mencuci Sayur dan Buah yang Benar!

    August 25, 2021
    /
    Health , Life Style
    Hindari Terpapar Pestisida, Ini Cara Mencuci Sayur dan Buah yang Benar! image

    Mencuci sayur dan buah dengan benar sebelum mengonsumsinya adalah hal terpenting yang kerap kali terabaikan. Padahal, mencuci sayur dan buah dapat menghindarkan kita dari kontaminasi mikroorganisme hidup yang dapat menyebabkan keracunan makanan, serta mengurangi paparan pestisida.

    Kini nyaris tidak mungkin menghindari hasil panen yang benar-benar tanpa pestisida, bahkan pada sayur/buah organik masih didapati residu pestisida. Hal ini jadi tidak membahayakan tubuh kalau kita tahu cara membersihkan buah dan sayur. Terlalu seringnya tubuh terpapar pestisida dapat dihubungkan dengan kemunculan penyakit kronis di kemudian hari. Kanker, diabetes, cacat bawaan lahir, gangguan reproduksi, asma, parkinson, ALS, dan alzheimer. Paparan pestisida benar-benar meningkatkan resiko berbagai penyakit. Anak-anak lebih beresiko saat terpapar pestisida dari pada orang dewasa.

    Lalu bagaimana cara mencuci sayur dan buah yang benar?

    Cuci dengan air dingin yang bersih
    Mencuci sayuran dan buah dengan air ledeng adalah yang paling umum dilakukan. Menurut uji coba yang dilakukan oleh Connecticut Agricultural Experiment Station, mencuci sayur dan buah dengan air bersih yang mengalir dapat menurunkan 9 dari 12 jenis residu pestisida.

    Rendam dengan air garam atau cuka
    Merendam sayur dan buah selama 20 menit dengan air bersih yang telah dicampur garam terbukti lebih efektif dalam menghilangkan residu pestisida dari pada mencucinya dengan air saja. Selain itu, cuka juga bisa ditambahkan dalam air rendaman jika tidak bisa menggunakan garam. Tidak perlu menambahkan keduanya, hanya salah satu saja.

    Cuci/rendam lebih dari lima menit
    Mencuci sayur dan buah hanya beberapa menit saja tentu tidak akan efektif. Oleh karena itu teknik merendam selama 15-20 menit lebih disarankan dari pada mencucinya dengan air mengalir selama lebih dari 5 menit.

    Bilas setelah merendam
    Setelah merendamnya selama 20 menit, jangan lupa untuk membilas sayur dan buah sekali lagi agar residu garam/cuka tidak menempel pada kulit. Kalau air keran di rumah tidak memiliki filter, sebaiknya cuci sedikit dengan air matang sebelum disimpan dalam kulkas.


    Keringkan sayur dan buah setelah dicuci!
    Jika kamu berniat untuk menyimpan sayur dan buah dalam kulkas, jangan lupa untuk mengeringkannya terlebih dahulu. Karena sayur/buah yang basah dan langsung disimpan dalam wadah kedap udara bisa cepat membusuk. Pastikan juga kamu tahu cara menyimpan sayur dan buah sesuai dengan jenis dan kebutuhannya, ya!

    Rutin mengonsumsi sayur serta buah sangatlah penting untuk kesehatan hingga waktu yang lama. Tetapi jangan lupa untuk benar-benar membersihkannya, ya! Gak mau kan terjangkit penyakit padahal rajin makan makanan sehat, dan ternyata sakitnya karena tidak mencuci bahan makanan dengan baik?

    Sumber studi : 

    Pesticides and human chronic diseases: evidences, mechanisms, and perspectives

    Vulnerability of children and the developing brain to neurotoxic hazards

    Effects of home preparation on pesticide residues in cabbage

    Prenatal Exposure to Organophosphate Pesticides and IQ in 7-Year-Old Children

    Sumber thumbnail : Photo by Any Lane from Pexels

    PLANTFUL


  • Inilah Pentingnya Konsumsi Makanan Warna-Warni

    August 25, 2021
    /
    Diet , Food , Health
    Inilah Pentingnya Konsumsi Makanan Warna-Warni image

    Tentu saja yang dimaksud bukan makan permen manis berbagai warna. Makanan warna-warni yang Plantful maksud adalah berbagai jenis sayuran dan buah yang warnanya berbeda-beda. Seperti kita ketahui, bumi menghasilkan aneka macam sayur dan buah yang dapat dinikmati oleh manusia. Ada wortel, brokoli, selada, labu-labuan, ubi, kangkung, apel, jeruk, semangka, persik, dan masih banyak lagi. Setiap hasil tanam juga memiliki warnanya masing-masing. Bayam misalnya, berwarna hijau dan di Indonesia ada varian berwarna merah. Apel dengan warna hijau, merah, dan merah jambon.

    Warna-warna pada bahan makanan alami tersebut, disebabkan oleh fitonutrien, senyawa alami yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan guna melindungi diri dari ancaman seperti serangga, kuman, sinar matahari berlebih. Setiap warna alami ini memiliki limpahan nutrisi, vitamin, dan mineral yang berbeda-beda.

    Karena itu, penting sekali bagi setiap manusia untuk mengonsumsi makanan warna-warni, karena beda warna, beda juga nutrisinya. Dengan mengisi piring dengan warna beragam, kebutuhan nutrisi tubuh otomatis akan terpenuhi dan tubuh menjadi semakin sehat serta kuat.

    Sayur dan Buah Berwarna Merah
    Mengandung likopen dan asam ellagic. Kedua zat ini yang memberikan pigmen kuning, merah, dan jingga pada sayur/buah. Dalam likopen terdapat antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas, sehingga dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

    Semangka

    Photo by Any Lane from Pexels

    Dalam studi yang dipublikasikan oleh Journal of the National Cancer Institute menemukan bahwa konsumsi rutin pasta dengan saus tomat (alami) pada pasien dengan kanker prostat, terbukti dapat menekan laju perkembangan sel kanker. Sehingga dapat digunakan dalam perawatan.

    Sayur dan buah berwarna merah yang perlu kamu konsumsi meliputi : Paprika merah; Buah delima; Cabai-cabaian; Buah Apel; Buah Semangka; Stroberi; Tomat; Buah anggur merah; Bawang merah; Buah ceri.

    Sayur dan Buah Berwarna Hijau
    Jadi warna yang biasa kita temui. Tapi tahu gak kalau sayur dan buah berwarna hijau terbukti ampuh untuk meningkatkan sistem imun, serta memulihkan energi dan vitalitas tubuh. Menjadikannya sebagai warna paling sehat dalam kelompok sayur dan buah. Sayur serta buah berwarna hijau kaya akan kandungan lutein, isothiocyanates, isoflavones, serta vitamin K yang sangat vital untuk kesehatan darah dan tulang. Sayuran hijau juga menjadi bahan makanan yang paling banyak mengandung asam folat, jadi ibu hamil wajib banget mengonsumsi sayuran berwarna hijau selama masa kehamilan!

    Greens

    Photo by Daria Shevtsova from Pexels

    Sayur dan buah berwarna hijau yang perlu kamu konsumsi meliputi : Brokoli; Bayam; Kale; Asparagus; Buncis; Daun katuk; Daun kemangi; Pare; Mentimun; Daun kelor; Kacang panjang; Buah kiwi; Anggur Hijau; Kacang edamame; Alpukat; Buah apel hijau; Sawi; Caisim; Labu air; Pok Coy; Kucai; Daun bawang; Buah sirsak.

    Buah dan Sayur Berwarna Oranye dan Kuning
    Kalau warnanya oranye/kuning, kita pasti tahu bahwa sayur atau buah tersebut kaya akan vitamin C. Nggak cuma berhenti di vitamin C saja, buah dan sayur berwarna oranye serta kuning juga mengandung karotenoid, yaitu beta-karoten. Jika kamu mengonsumsi beta-karoten, tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A, lho! Vitamin A ini berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, kulit, mencegah kanker, memperbanyak pertumbuhan sel, menurunkan resiko penyakit paru, dan masih banyak lagi.

    Oranye

    Photo by Nick Collins from Pexels

    Aneka jeruk merupakan salah satu buah berwarna oranye/kuning yang memiliki senyawa bioflavonoid bernama hesperidin. Mirip dengan likopen, hesperidin juga memiliki sifat antioksidan dan anti-peradangan. Pada tahun 2020, sekelompok peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) menemukan bahwa senyawa-senyawa dalam jeruk (salah satunya hesperidin) dapat menciptakan blokade yang dapat menghambat perkembangan virus untuk menginfeksi sel inang ataupun mereplikasi diri. Sehingga jeruk dipercaya memiliki potensi dalam mencegah virus Covid-19. Saat artikel ini dipublikasikan, belum ada uji lanjutan dari peneliti UGM.

    Sayur dan buah berwana oranye/kuning yang dapat kamu konsumsi meliputi : Buah jeruk; Buah mangga; Ubi oranye; Pepaya; Belimbing; Pisang; Jagung; Melon Kuning; Nanas; Persik; Labu; Wortel; Lemon; Paprika oranye dan kuning.

    Sayur dan Buah Berwarna Biru & Ungu
    Sangat kaya akan antosianin, resveratrol, dan asam elagik yang dapat menurunkan tekanan darah, anti-inflamasi, antimikroba, dan anti penuaan, menjaga kesehatan liver, serta mencegah pertumbuhan sel kanker.

    Manggis

    Photo by ROMAN ODINTSOV from Pexels

    Sayur dan buah berwarna biru & ungu yang dapat kamu konsumsi meliputi : Terong; Buah bluberry; Buah blackberry; Buah anggur hitam; Kol ungu; Buah tin; Buah plum; Wortel ungu; Ubi ungu; Buah manggis; Buah Naga.

    Selain sayur dan buah dengan warna-warni di atas, jangan lupa ya untuk menambahkan makanan dengan warna netral yang tidak kalah sehatnya. Karena sayur dan buah dengan warna netral juga memiliki senyawa fitonutrien. Misalnya jamur kancing yang dalam studi disebutkan, kandungan fitonutriennya terbukti mampu menghambat aktivitas Aaomatase dan proliferasi sel kanker payudara.

    Sawo

    Photo by Riki Risnandar from Pexels

    Sayur dan buah berwarna netral yang dapat kamu konsumsi meliputi : Aneka jamur yang bisa dimakan; Kembang kol; Bawang putih; Bawang bombay; Kentang; Lobak; Kelapa; Jahe; Buah sawo.

    Menurut data Riskesdas pada tahun 2013, sebanyak 93,5% masyarakat Indonesia dalam 10 tahun terakhir (saat data dikeluarkan) masih sangat kurang makan sayur dan buah-buahan. PR bagi kita semua tentunya. Menyadari betapa pentingnya makan sayur dan buah tentu akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yuk hiasi piring makanmu dengan makanan warna-warni!

    Sumber studi : https://academic.oup.com/jn/article/131/12/3288/4686305

    http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2019/05/14/11/mari-makan-sayur-dan-buah-yang-berkhasiat-baik-bagi-tubuh-untuk-keluarga-indonesia-sehat.html

    https://www.ugm.ac.id/id/berita/19213-peneliti-ugm-ungkap-potensi-jeruk-untuk-tangkal-corona

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11752012/

    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1082903/

    Sumber thumbnail :  Pixabay from Pexels

    PLANTFUL


  • Tips-Tips Murah Jadi Vegan di Jakarta

    August 23, 2021
    /
    Diet , Food , Veganism
    Tips-Tips Murah Jadi Vegan di Jakarta image

    Bukan rahasia lagi kalau salah langkah, jadi vegan di Jakarta bisa lebih mahal dan gampang banget mengosongkan dompet kita. Padahal beralih menjadi vegan bisa diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat kalau memiliki ilmu yang tepat.

    Kamu gak perlu membeli biji-bijian dan kacang-kacangan impor karena negeri kita gak kekurangan sumber serat. Makan vegan murah tersedia di warteg? Yes, warteg memang menyediakan makanan yang kebanyakan berbasis nabati, namun jika ada yang menggunakan bumbu penyedap berbasis hewani, hidangan tersebut tak bisa disebut vegan (walau masih bisa dibilang plant based). Hmm, jadi apa aja sih cara murah untuk jadi vegan di Jakarta?

    Tenang, Plantful sudah merangkum tips-tips jitu dan murah untuk jadi vegan di Jakarta. Pantengin, yuk!

    Rencanakan Menu Makan
    Memasak sendiri makananmu adalah salah satu cara murah untuk jadi vegan di Jakarta. Dengan perencanaan tepat, kamu akan terhindar dari buang-buang makanan, penumpukan sampah, dan pengeluaran tidak terduga. Gimana sih caranya merencanakan menu makanan?

    Food Prep

    Sumber : Ella Olsson from Pexels

    Pertama, rencanakan menu selama satu minggu ke depan. Tulis juga jika ada satu hari di mana kamu akan membeli makanan di luar. Dengan menulis rencana makan, pengeluaran khusus makanan bisa ditakar dengan baik. Lalu pesan sayur, bumbu, dan buah yang cukup dan sesuai dengan menu selama seminggu ke depan.

    Setelah belanjaanmu tersedia, bersihkan sayuran, buah, dan bumbu dapur, potong-potong, lalu diorganisir sesuai kebutuhan, simpan dalam wadah, dan masukkan ke dalam kulkas. Dari sini, masak untuk 7 hari ke depan akan lebih mudah dan terorganisir.

    Budgeting
    Menakar pengeluaran untuk makan sangat penting, baik saat kamu masak sendiri maupun saat makan di luar/memesan katering. Jika kamu tinggal sendiri, budgeting uang makan akan memudahkan kamu untuk berhemat.

    Tidak Bisa Masak Sendiri? Katering Plantful to the rescue!
    Merencanakan menu makanan untuk dimasak sendiri memang murah, namun tidak semua orang bisa masak. Menu masakan yang itu-itu saja bisa membuat seseorang mengambil keputusan impulsif, yaitu jajan lagi di luar. Jika kamu masih kesulitan untuk masak apalagi merencanakan hidangan vegan yang tidak membosankan selama seminggu ke depan, katering Plantful adalah pahlawan kamu!

    Plantful

    Plantful menyediakan katering untuk makan siang dan malam dengan menu-menu yang tidak akan bikin kamu bosan! Mau hidangan ala Korea? Ada! Mau masakan Jepang yang biasanya gak bisa dimakan oleh vegan? Tenang aja, ada di Plantful! Lebih suka masakan Indonesia? ADA! Dengan harga terjangkau, katering vegan Plantful siap menyediakan nutrisi terbaik untuk tubuh kamu dengan makanan berbasis nabati. Klik di sini yuk untuk lakukan pesanan katering Plantful-mu!

    Plantful

    Hindari Bahan-Bahan yang Tidak Selalu Dikonsumsi
    Kamu gak perlu membeli vegan meat kalau tahu tidak akan selalu kamu konsumsi. Tidak suka rasa dari susu oat? Tidak perlu dibeli! Carilah bahan-bahan makanan baik untuk dimasak maupun untuk camilan yang memang kamu sukai rasanya. Karena jika tidak suka namun tetap membelinya, bisa-bisa hanya tersimpan di kulkas saja sampai membusuk. Beli yang memang akan kamu konsumsi.

    Itu dia tips-tips murah untuk jadi vegan di Jakarta. Kalau kamu, apa tips murah murah jadi vegan di Jakarta versi kamu?

    PLANTFUL


  • 4 Pengganti Krim Untuk Vegan

    July 31, 2021
    /
    Food , Veganism
    4 Pengganti Krim Untuk Vegan image

    Bagi yang gemar bikin kue dan hidangan penutup, heavy cream atau krim kental sering kali jadi bahan wajib. Krim kental terbuat dari bagian paling berlemak dan kental dari susu sapi segar. Krim mengandung setidaknya 36-40% lemak, dan menjadikannya produk dairy paling berlemak di antara yang lainnya.

    Krim kental gak hanya digunakan dalam makanan-makanan manis, beberapa resep seperti sup, pasta, aneka minuman dan saus harus menggunakan krim guna memberikan tekstur kental nan lembut. Tapi kalau bagi vegan, masa harus menggunakan krim kental yang terbuat dari susu sapi juga?

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    Tenang, ternyata krim kental dari susu sapi juga bisa diganti dengan krim berbasis nabati. Ini dia 4 pengganti krim untuk vegan agar kamu tetap bisa menikmati hidangan-hidangan berbahan krim kesukaanmu!

    Santan Kental
    Tekstur santan kental hampir mendekati krim kental biasa dan kamu bisa menggunakannya sebagai bagian dari bahan kue. Rasa kelapa memang sangat kuat, namun jika disandingkan dengan bahan-bahan yang tepat, hidangan penutup veganmu akan terasa lezat, lho! Kamu bisa membuat vegan panna cotta, kue coklat, bahkan jadi frosting untuk kue ulang tahun.

    Krim Kacang Mede
    Kacang mede sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan keju krim vegan. Kamu hanya cukup merendam kacang mede semalaman, lalu haluskan dengan blender bersama air putih dan sejumput garam. Cocok banget sebagai bahan utama cheesecake vegan. Bisa juga dijadikan bahan pengental sup krim.

    Non Dairy Whipping Cream
    Sekarang sudah banyak yang menjual whipping cream untuk vegan. Walau bukan krim kental, tapi bisa juga kok digunakan untuk resep-resep yang memerlukan krim. Non dairy whipping cream terbuat dari lemak nabati, biasanya berasal dari kelapa sawit. Kalau pergi ke toko bahan kue, pastikan whipping cream yang akan dibeli terdapat label non dairy, ya!

    Tahu Sutra + Susu Vegan
    Walau terdengar gak biasa, kombinasi tahu sutra dengan susu vegan yang diblender bisa menghasilkan krim yang bisa dikocok, lho! Cocok banget untuk resep frosting kalau kamu gak terlalu suka dengan kelapa. Kamu hanya perlu mencampurkan tahu sutra yang sudah dikeringkan lalu diblender dengan susu vegan kesukaan, gula/sirup maple, sedikit garam, dan ekstrak vanilla. Gampang banget, kan?

    Kalau kamu sering menemui hidangan penutup vegan yang versi non vegannya harus menggunakan krim, awalnya pasti gak akan percaya kalau krim dari susu sapi bisa digantikan dengan bahan berbasis nabati. Setelah baca artikel dari Plantful ini, jadi percaya, dong?

    Sumber thumbnail : Polina Tankilevitch from Pexels

    PLANTFUL


  • Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar

    July 31, 2021
    /
    News , Veganism
    Veg News : Parfum Vegan dari Ariana Grande Untuk Para Penggemar image

    Bulan Agustus akan menjadi bulan yang paling dinanti-nanti oleh penggemar Ariana Grande. Pasalnya pada tanggal 1 Agustus, penyanyi peraih penghargaan Grammy ini akan meluncurkan parfum terbarunya dengan nama God Is A Woman. Yang lebih mengejutkannya lagi, parfum ini akan dibuat dengan bahan-bahan yang 100% vegan.

    Parfum yang digadang-gadang akan cruelty free, vegan, dan dibuat dengan 91 persen bahan alami ini pertama kali diumumkan oleh Ariana Grande melalui video pendek yang diunggahnya pada akun Instagram sang penyanyi. Parfum dengan botol berbentuk persegi dan bernuansa serba ungu ini beraroma “Fruity Musk” yaitu campuran dari ambrette, buah pir, orris, dan kelopak mawar dari Turki. God Is A Woman akan mulai dijual di toko kosmetik Ulta Beauty di seluruh negara bagian Amerika Serikat pada 1 Agustus 2021.

    Ini bukan pertama kalinya Ariana Grande meluncurkan parfum cruelty free. Parfum pertamanya dijual pada tahun 2015 dengan nama ARI by Ariana Grande. Lalu Thank You Next pada 2018. Namun baru kali ini Ariana Grande membuat parfum berbasis nabati dengan bahan-bahan alami.

    Ariana Grande memang sangat vokal dalam menyuarakan dukungannya pada anti kekerasan terhadap hewan. Ia pun menyebut dirinya sebagai vegan sejak tahun 2013. Ariana mengaku telah menjalani pola makan berbahan dasar organik dan minim daging sejak kecil. Karena kecintaannya terhadap hewan kian bertambah, Ia akhirnya memutuskan untuk menjadi vegan penuh waktu.

    Ariana Grande

    Tak hanya menjadi vegan, Ariana juga membangun penampungan hewan terlantar di Los Angeles dengan nama Orange Twins Rescue. Penampungan ini berfokus pada anjing, kucing, serta babi yang terlantar. Jadi sangat tidak heran jika kini Ariana memilih untuk benar-benar menggunakan bahan vegan pada parfumnya. Kapan parfum God Is A Woman dapat dibeli di Indonesia? Kita tunggu saja kabar-kabarnya!

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/ultabeauty

    PLANTFUL


  • Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan

    July 30, 2021
    /
    Life Style , Veganism
    Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memulai Diet Vegan image

    Menjadi vegan tentu membutuhkan waktu dan cara-cara yang tepat agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat pada kesehatan tubuh. Merubah pola makan hewani menjadi nabati bagi sebagian orang bisa jadi sangatlah mudah. Namun, merubahnya saja tidak cukup. Kita harus memperhatikan makanan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, berapa banyak karbohidrat yang bisa diserap, atau apakah kita alergi terhadap gluten.

    Menjadi vegan sepenuhnya juga berarti menyerahkan sumber vitamin B12 pada suplemen tambahan, dan jika kita tidak mengetahuinya, defisit vitamin B12 akan membahayakan sistem kekebalan tubuh. Nah, agar terhindar dari hal-hal seperti ini, Plantful sudah merangkum daftar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat memulai diet vegan.

    Tidak Mengonsumsi Kalori Harian yang Cukup
    Seringnya pola makan vegan diasosiasikan dengan makan sangat sedikit. Padahal menjadi vegan dan menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan adalah dua hal yang berbeda, lho. Walau tak lagi mengonsumsi bahan makanan berbasis hewani, bukan berarti kamu harus makan lebih sedikit dari biasanya. Ketahui asupan kalori harianmu dan penuhi angkanya setiap hari.

    Tubuh membutuhkan kalori untuk mengubahnya menjadi energi. Gak yakin gimana caranya menambah kalori dari menu veganmu? Minum segelas smoothie, makan kacang-kacangan dan karbohidrat, jadi angka kalori pada makanan bertambah.

    Membuat Masakan yang Sulit
    Kamu nggak perlu masak hidangan vegan yang ribet seperti Brown Rice Sei Vegan Sapi setiap hari kalau bisa makan sayur lodeh! Jadi vegan bukan berarti kamu harus jago masak makanan fancy, lho. Selama menu-menumu berbasis nabati tanpa tambahan bahan makanan hewani, you already are a vegan! Untuk hidangan unik, cukup Plantful saja yang menyajikannya untuk kamu.

    Makanan Vegan = Selalu Sehat
    EITS! Vegan junk food juga banyak, lho! Walau vegan junk food memang dapat memudahkan tahap transisi, tapi kalau dimakan terlalu banyak juga tidak sehat bagi tubuh. Camilan vegan pun tidak semuanya sehat, karena bisa jadi mengandung garam dan gula berlebih. Perhatikan lagi label makanan veganmu dan berhati-hati saat membeli suatu produk. Tidak semua makanan vegan selalu sehat.

    Tidak Mempelajari Kebutuhan Tubuh
    Mau menjalani diet apapun, kita harus selalu mendengarkan apa kata tubuh. Manusia memiliki sistem tubuh yang berbeda-beda, ada yang pencernaannya tidak bisa menerima susu hewani, ada yang alergi kacang, ada yang membutuhkan iron lebih banyak, ada yang tidak boleh mengonsumsi kalsium berlebih. Pelajari kebutuhan tubuh dengan perbanyak mencari informasi, baik dari buku, artikel-artikel Plantful, dan yang paling baik, berkonsultasi dengan ahli gizi. Jangan sampai menjadi vegan membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang seharusnya didapatkan.

    Memaksakan Diri
    Sekali lagi, menjadi vegan tidak bisa dilakukan dalam semalam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilalui hingga akhirnya kamu benar-benar mampu menjadi vegan penuh waktu. Memaksakan diri untuk bertransisi sementara tubuh menolak malah dapat membahayakan. Kesalahan yang satu ini paling sering terjadi saat memulai diet vegan. Ikut komunitas-komunitas vegan seperti Jakarta Vegan Guide agar kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi vegan ini.

    Kayaknya kok berubah jadi vegan sulit banget, sih? Semua harus berproses, tapi menjalani proses itu yang membuat kita lebih menghargai hal-hal kecil, kan? Menjadi vegan bukan masalah hasil akhirnya, namun bagaimana kita dapat belajar banyak hal darinya. Semangat!

    Sumber thumbnail : Vegan Liftz from Pexels

    PLANTFUL


  • Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

    July 29, 2021
    /
    Food , Health , Life Style
    Makanan Ultra Proses Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup image

    Dengan kehidupan yang semakin modern, apa yang kita konsumsi kini pun terpengaruh dari kecepatan zaman yang terus bergerak. Walau pola makan sehat seperti diet plant based dan vegan sudah semakin populer, tetap saja kita masih lebih akrab dengan makanan-makanan dalam kemasan yang biasa disebut makanan ultra proses.

    Makanan ultra proses sendiri merupakan pangan yang telah banyak melalui proses lalu ditambahkan zat aditif seperti gula, perisa, lemak, dan garam. Atau lebih jelasnya adalah makanan yang tak lagi alami. Jika pergi ke supermarket, kita biasa menemui makanan ultra proses di berbagai rak, seperti sereal, sosis, camilan, makanan instan, dan lain-lain.

    Dalam studi yang dikeluarkan oleh The BMJ, peneliti menemukan bahwa sekiranya orang-orang yang mengonsumsi makanan ultra proses dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular hingga 12%. Karena rendah vitamin, mineral, serta serat, makanan ultra proses yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh terutama dalam sistem pencernaan. Makanan-makanan ini sangat berkontribusi dalam pembentukan diabetes, inflamasi, obesitas dan gangguan ritme jantung.

    Jika dikonsumsi oleh anak-anak, makanan ultra proses akan menghambat tumbuh kembang anak terutama dalam proses pembentukan otak.

    Makanan ultra proses ini juga kerap ditemui pada bahan makanan vegan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan tidak diproses seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan padi-padian. Tubuh membutuhkan aneka vitamin, mineral, dan serat pada bahan-bahan pangan alami sehingga tidak terjadi kekurangan yang dapat menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memunculkan penyakit.

    Makanlah untuk hidup!

    Sumber studi : https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/ultra-processed-foods-appear-to-cause-overeating-and-weight-gain

    https://www.bmj.com/content/365/bmj.l1451

    Sumber thumbnail : Dids from Pexels

    PLANTFUL