Blog

  • Adidas Segera Luncurkan Sepatu Kulit dari Jamur

    December 29, 2020
    /
    Fashion , sustainable
    Adidas Segera Luncurkan Sepatu Kulit dari Jamur image

    Setelah berhasil memproduksi 15 pasang sepatu berbahan plastik daur ulang, Adidas kembali mengumumkan produk sepatu berbahan ramah lingkungan yang saat ini sedang dikerjakan. Adidas telah mengembangkan cara untuk membuat kulit sintetik yang terbuat dari mycelium. Mycelium sendiri adalah jaringan akar pada jamur yang dapat tumbuh dengan cepat dan bisa dijadikan perekat alami tanpa harus menggunakan lem.

    Adidas

    Bahan yang pada dasarnya vegan ini akan digunakan oleh Adidas untuk membuat sneakers dan produk lain jika telah berhasil dikembangkan. Sejak bulan oktober, Adidas bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Bolt Threads guna mendapat pasokan mycelium yang memang disediakan oleh perusahaan tersebut. Sebelumnya pada 2018, Adidas meluncurkan pakaian olahraga berbahan cotton dan jagung juga sepatu berbahan dasar sampah plastik dari laut dengan nama Parley Collection.

    Merk dagang yang berdiri pada 1949 di Jerman ini terus berkomitmen untuk mengembangkan bahan-bahan ramah lingkungan. Dengan strategi berkelanjutannya,  Adidas memprediksi untuk dapat meluncurkan produk-produk fesyen ramah lingkungan pada 2025. 20 tahun sudah Adidas menjadi satu-satunya perusahaan mode yang berada pada peringkat pertama dalam menjalankan sustainability. Setiap tahunnya Adidas mengeluarkan daftar Green Company Performance Analysis yang menunjukkan pencapaian mereka dalam gerakan ramah lingkungan.

    Sumber thumbnail : Kaique Rocha from Pexels

    PLANTFUL


  • 5 Toko Vegan dan Organik di Bali

    December 28, 2020
    /
    Life Style , sustainable , Veganism
    5 Toko Vegan dan Organik di Bali image
    Bali menjadi destinasi liburan terbaik bagi para vegan baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kekayaan alam Bali yang harmoni tak hanya menghasilkan produk lokal berkualitas, tapi juga menghadirkan ketenangan batin saat berada di sana. Dari pantai-pantai terindah hingga bentangan sawah di kaki gunung, Bali tak akan pernah kehabisan pemandangan.
    Meningkatnya turis vegan domestik dan mancanegara membuat Bali semakin mengedepankan produksi pangan lokalnya. Dulu wisata kuliner di Bali sangat identik dengan boga bahari dan daging (babi, ayam), namun kini aneka restoran dan kafe bertema vegan semakin berani bersaing.
    Vegan yang tinggal di Bali pun kini tak lagi khawatir karena supermarket yang khusus menjual bahan pangan berbasis nabati juga kian bermunculan. Di mana saja kamu bisa berbelanja kebutuhan vegan di Bali? Ini dia 5 toko vegan dan organik di Bali!

    Earth Market by Down to Earth Bali

    Earth Market
    Sumber : www.instagram.com/earthcafebali
    Lebih dari seratus produk vegan tersedia di Earth Market yang lokasinya bersamaan dengan Earth Cafe. Keduanya merupakan bagian dari Down to Earth Bali. Di Earth Market, kamu tidak hanya menemukan bahan makanan vegan, tapi juga bisa membeli produk kecantikan dan kesehatan yang semuanya berbasis nabati serta 100% lokal.
    Lokasi :
    Jl. Lesmana/Oberoi No. 99
    Seminyak - Bali

    Bali Buda
    Restoran Bali Buda telah berdiri selama 25 tahun dan hingga kini tetap berkomitmen untuk menyajikan hidangan yang bahan pangannya diambil dari produsen lokal.

    Bali Buda
    Sumber : www.instagram.com/BaliBuda

    Bali Buda juga mendirikan supermarket kecil agar turis/masyarakat lokal dapat membeli sayuran segar, camilan vegan, dan beberapa bahan yang diproduksi sendiri oleh Bali Buda. Kamu bisa mengunjungi toko Bali Buda di Kerobokan, Ubud, Batubulan, Canggu, dan Ungasan. Selain itu, kamu juga bisa berbelanja secara online di website Bali Buda.
    Lokasi : Jalan Jembawan No.1, Ubud, Gianyar, Ubud,
    Kabupaten Gianyar, Bali 80571

    Alive Wholefoods Store

    Alive Wholefoods
    Sumber : www.instagram.com/alivewholefoodstore

    Bagi yang sering berkunjung ke daerah Canggu, pasti tahu kalau ada toko vegan dan organik populer bernama Alive Wholefoods Store.. Alive Wholefoods juga menginspirasi toko lain karena mereka menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan pembungkus dari daun pisang.
    Sayur dan buah yang dijual oleh Alive Wholefoods didapatkan dari petani organik lokal. Jika tidak bisa mengunjungi tokonya, kamu bisa lho belanja di website Alive Wholefoods.
    Lokasi : Jl. Canggu Padang Linjong No.12a, Canggu, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351

    Jl. Dukuh Indah, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

    Zero Waste Bali Bulk

    Zero Waste Bulk Bali
    Sumber : www.instagram.com/zerowastebali

    Mau belanja in bulk di Bali? Langsung saja datang ke toko Zero Waste Bali Bulk di Kerobokan. Seperti bulk store pada umumnya, kamu bisa mendapatkan bahan-bahan makanan yang disesuaikan jumlahnya dengan keperluanmu. Semua yang dijual oleh Zero Waste Bali Bulk 100% organik, baik bahan makanan maupun produk harian lainnya.
    Lokasi : Jalan Raya Anyar No.30 Kerobokan Bali

    Scran

    Scran
    Sumber : www.instagram.com/ScranBali

    Satu lagi toko vegan dan organik di Kerobokan yang gak kalah lengkapnya yaitu Scran. Ada bahan makanan beku, keju lokal, daging lokal, dan aneka bumbu-bumbu masakan.
    Lokasi : Jl. Raya Banjar Anyar No. 8 Kerobokan Badung, Bali 80361

    Liburan ke Bali nanti sudah lebih siap dong karena sudah tahu apa aja 5 toko vegan dan organik di Bali yang bisa kamu kunjungi!
    Sumber thumbnail : Daria Shevtsova from Pexels
    PLANTFUL

  • Telur Vegan Asal Singapura Berhasil Menarik Perhatian. Mirip dengan Telur Asli!

    December 28, 2020
    /
    Diet , Food , sustainable , Veganism
    Telur Vegan Asal Singapura Berhasil Menarik Perhatian. Mirip dengan Telur Asli! image
    Dalam pola makan vegan, telur sering diganti dengan bahan lain yang tidak serupa rasa dan teksturnya. Seperti tahu atau tepung chickpea sebagai pengganti telur orak-arik, bubuk flaxseed atau saus apel sebagai pengganti telur dalam kue, dan susu kacang kedelai sebagai pengganti telur dalam mayones.

    Lalu bagaimana jika vegan bisa menikmati telur yang 100% berbasis nabati namun tak terasa apalagi terlihat seperti vegan? Perusahaan start-up asal Singapura, Float Foods, baru-baru ini merilis perkembangan produk terbaru mereka ‘OnlyEG’. Produk ini berupa telur yang terbuat dari legumes (kacang-kacangan). Uniknya, telur vegan oleh Float Foods persis menyerupai telur ayam. Komponennya terdiri dari putih serta kuning telur, dan keduanya terbuat dari kacang.

    Baca juga : Bikin Kue Vegan dengan 5 Bahan Pengganti Telur

    OnlyEG nantinya dapat dimasak sesuai selera. Ceplok telur, orak-arik, bahkan telur rebus. Menarik banget, kan?

    Float Foods bertekad untuk memberi sumbangsih kepada Singapura dalam mencapai target 30% produksi kebutuhan nutrisi negara pada 2030. Dengan memproduksi bahan makanan berbasis nabati, Float Foods tak hanya membantu mempercepat target, tapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan di Singapura.

    Produk OnlyEG dari Float Foods ini akan mulai dipasarkan pada 2022. Tentunya para vegan di Singapura tak sabar menanti kabar ini! Akankah OnlyEG dipasarkan di Indonesia? Kita tunggu saja!

    Sumber thumbnail : www.floatfoods.com
    PLANTFUL

  • Lupakan Daging Hewani, Penjualan Daging Vegan Naik Tajam Selama 2020

    December 23, 2020
    /
    Food , News , Veganism
    Lupakan Daging Hewani, Penjualan Daging Vegan Naik Tajam Selama 2020 image

    2020 menjadi saksi meningkatnya permintaan terhadap vegan meat atau daging vegan. Kemudahan untuk mendapat informasi seputar bahaya mengonsumsi daging hewani berlebih ternyata berujung pada perubahan pola hidup menuju vegan yang signifikan. Jika dulu menjadi vegan hanya dikenal dengan mengonsumsi menu-menu membosankan yang hanya terdiri dari sayuran dalam salad dan buah-buahan, kini menu vegan dapat diolah menjadi lebih menarik dengan daging vegan.

    Plant Based Food Association (PBFA) telah memaparkan data bahwa pada tahun 2020 di awal Maret, penjualan daging vegan meningkat tajam hingga 148% dari tahun sebelumnya di Amerika. Laju penjualannya lebih cepat 1,8x dari pada penjualan daging hewani yang hanya bertahan di angka 34%.

    Marketsandmarkets sebelumnya juga telah mengestimasi pasar daging vegan akan meningkat hingga senilai 4,3 milyar USD pada 2020 dan dapat sampai ke angka 8.3 milyar USD pada 2025 seiring meningkatnya peralihan ke veganisme di seluruh dunia.

    Walau angka penjualan terus meningkat, daging vegan masih belum dikenal luas apalagi dikonsumsi secara rutin oleh masyarakat di beberapa negara. Ini disebabkan oleh harga jual yang masih terlalu tinggi dari pada daging hewani di negara-negara seperti India, Indonesia, Afrika Selatan, dan China.

    Variasi daging vegan tak hanya berhenti di tiruan daging sapi dan ayam saja. Daging vegan juga meliputi boga bahari, daging giling, daging kambing, dan daging turki yang populer saat hari raya Thanksgiving.

    Plantful menjadi salah satu katering vegan di Jakarta yang menggunakan daging vegan dalam berbagai menu, lho! Plantful berharap penjualan daging vegan di Indonesia akan semakin meningkat dan semua orang dapat beralih ke veganisme dengan mudah. Yuk pesan katering vegan pertamamu bersama Plantful di sini!

    Sumber thumbnail : Grooveland Designs from Pexels

    PLANTFUL


  • Ikut Gerakan Veganuary Bersama PLANTFUL

    December 21, 2020
    /
    Diet , Life Style , Veganism
    Ikut Gerakan Veganuary Bersama PLANTFUL image

    Veganuary sudah di depan mata! Sebagai katering vegan di Jabodetabek dengan menu hingga 180+, Plantful wajib dong ikut memeriahkan gerakan Veganuary.

    Veganuary adalah gerakan yang diprakarsai oleh Matthew Glover dan Jane Land di Britania Raya pada 2014 lalu. Gerakan ini tak diduga-duga berhasil membuat jutaan orang mendaftar untuk berkomitmen menjadi vegan selama sebulan penuh di bulan Januari.

    View this post on Instagram

    A post shared by Veganuary (@weareveganuary)

    Pada Januari 2020 lalu, Veganuary juga menjadi awal mula gebrakan bagi para produsen makanan untuk mengeluarkan produk-produk berbasis 100% nabati. Hasilnya, 1200 menu dan produk vegan diluncurkan karena Veganuary.

    View this post on Instagram

    A post shared by Veganuary (@weareveganuary)

    Baca juga : 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Ikut Veganuary

    2021 diprediksi akan menjadi tahun sempurna untuk veganisme. Pandemi Covid-19 yang diperkirakan berawal dari pasar daging hewan liar di Wuhan, China, membuat jutaan manusia mengubah pola hidup ke vegan/vegetarian. Di dataran China sendiri, permintaan bahan-bahan makanan berbasis nabati meningkat tajam. Dasar inilah yang membuat gerakan Veganuary akan melonjak popularitasnya.

    View this post on Instagram

    A post shared by Veganuary (@weareveganuary)

    Mau mengikuti gerakan Veganuary tapi bingung harus makan apa selama satu bulan penuh? Tenang, Plantful akan menyediakan menu-menu gak membosankan untuk makan siang dan makan malam kamu saat Veganuary. Take your pledge, sign up for Veganuary movement on www.veganuary.com, and order your vegan catering by Plantful here!

    Sumber thumbnail : www.instagram.com/weareveganuary

    PLANTFUL


  • Apakah Wine Vegan?

    December 18, 2020
    /
    Food , Veganism
    Apakah Wine Vegan? image

    Wine terbuat dari buah anggur yang difermentasi. Sekilas, nampaknya wine dapat dinikmati oleh vegan karena bahan dasarnya berupa buah. Namun ternyata, tidak semua merk wine dapat dikategorikan bebas hewani karena pada proses filtrasi atau membeningkan, fermentasi anggur dibantu oleh fining agents.

    Fining agents dibutuhkan untuk membuang material yang tak diinginkan dalam wine saat diekstraksi agar cairannya jernih dan tidak mempengaruhi rasa serta aroma. Zat-zat yang ditambahkan sebagai sang fining agents lumrahnya berasal dari hewan, seperti putih telur, kasein susu, gelatin, dan minyak ikan.

    Decanter

    Salah satu merk vegan friendly wine

    (Sumber : www.decanter.com)

    Kabar baiknya, ada dua cara agar proses pembuatan wine dapat memenuhi standar veganisme. Pertama, fermentasi dibiarkan secara natural tanpa filtrasi hingga tidak perlu menambahkan fining agents. Material organik akan mengendap pada dasar gentong dengan sendirinya, namun tentu akan membutuhkan waktu yang lama dan akan mempengaruhi aroma serta rasa.

    Kedua, menggunakan fining agents berbasis nabati. Kini banyak pembuat wine yang beralih pada bahan-bahan ramah vegan sebagai fining agents, seperti arang, bentonite, gamping (limestone), karbon, silica gel, dan plak dari sayur-sayuran. Walau begitu, masih sulit untuk membedakan mana wine yang vegan mana yang tidak karena minimnya informasi pada botol kemasan.

    Amerika Serikat dan Eropa sebagai produsen wine terbesar tidak memberi regulasi untuk menjelaskan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan wine. Toko penjual wine pun tak semuanya mengerti bahwa ada perbedaan antara vegan friendly wine dengan yang umum. Namun dengan meningkatnya peralihan ke pola hidup veganisme, bisa jadi akan lebih mudah untuk mendapatkan akses pada wine berbasis nabati.

    Sumber thumbnail : Elle Hughes from Pexels

    PLANTFUL


  • Hungaria Menutup Seluruh Peternakan Cerpelai dan Rubah

    November 30, 2020
    /
    Life Style , News
    Hungaria Menutup Seluruh Peternakan Cerpelai dan Rubah image

    Kabar baik datang dari Hungaria yang baru saja mengumumkan bahwa tak akan ada lagi peternakan rubah dan cerpelai di negara mereka. Berangkat dari kasus ditemukannya virus covid-19 pada cerpelai di negara-negara yang menernakkan seperti Belanda, Amerika Serikat, Denmark, Italia, Spanyol, Swedia, dan Yunani.

    Sebelumnya, Perancis juga telah mengumumkan hal yang sama dan akan segera menutup seluruh peternakan bulu ditutup paling lambat hingga tahun 2025. Diikuti oleh Belanda yang berjanji akan menutup peternakan sebelum tahun 2021, juga Denmark sebagai negara penghasil bulu cerpelai terbesar di dunia.

    Hungaria kini tak menyisakan satu pun peternakan rubah maupun cerpelai. Hal ini masih tetap disambut dengan baik oleh organisasi-organisasi pecinta binatang. Mereka menyebut keputusan ini merupakan langkah awal untuk hidup tanpa produk berbahan dasar hewani.

    PLANTFUL